
[Chapter 76.]
[Racun Silvia.]
[Silahkan Dibaca.]
“Perkenalkan namaku, Silvia Vermilion. Serta, aku adalah Tunangan dari Andy, salam kenal.” Ucap Silvia, membuat seluruh Siswa di kelas 2-B diam.
Lalu, mata para lelaki menjadi tajam, Angel, Yui, dan Yuka juga menjadi tajam. Kemudian, mereka menoleh ke arah Andy.
Sedangkan, Andy sendiri terkejut dan menggigil, bukan karena sorot mata tajam Para Laki-laki, namun sorot mata tajam Angel, Yui, dan Yuka.
“T-tunggu, kamu siapa?. Aku tidak per-.” Ucap Andy terpotong, oleh suara Silvia yang membuat Andy ingat sesuatu.
“Siput lambat yang imut dan lucu.” Ucap Silvia sambil tersenyum yang membuat seluruh Siswa di kelas bingung, kecuali Andy.
Andy terkejut, lalu seketika dia mengingat sesuatu di dalam ingatannya, ingatan dimana dirinya bersama dengan gadis berambut Silver yang imut dan lucu.
“Silvy.” Ucap Andy tanpa sadar. Sedangkan, Silvia yang mendengar itu, menunjukkan senyum manisnya, lalu menjawab.
“Iya, Ad.” Ucap Silvia, membuat seluruh Lelaki di kelas menyemburkan darah dari hidung mereka. Lalu, mereka saling berfikir ‘Sungguh imut.’
“Dramanya nanti dulu, waktunya pembelajaran. Silvia, kamu kenal Andy jadi duduk di sebelahnya saja.” Ucap Aria dengan muka datar.
“Baik, sensei.” Ucap Silvia, lalu berjalan ke tempat Andy. Lalu, duduk di samping Andy. Kemudian, mengulurkan tangannya ke Angel.
“Namaku Silvia, mohon bantuannya.” Ucap Silvia, sementara Angel yang melihat Silvia mengulurkan tangannya, dia segera menerimanya.
“Salam kenal, Silvia-san. Aku juga mohon bantuannya.” Ucap Angel sambil tersenyum. Lalu, keduanya melepaskan jabat tangan dan duduk di masing-masing sisi Andy.
Seluruh Laki-laki memandang Andy dengan tatapan membunuh dan benci. Sedangkan Yui dan Yuka penasaran dengan hubungan Silvia dan Andy.
“Andy, nanti kamu harus jelaskan tentang hal ini.” Ucap Angel kepada Andy. Sementara Silvia juga mendengar hal tersebut, sebelum Andy menjawab, Silvia berkata.
“Angel, nanti saja untuk membahas hal tersebut.” Ucap Silvia memandang sambil tersenyum ke arah Angel. Sedangkan, Angel mengangguk.
‘Huff, kenapa aku bisa lupa. Sama satu Perempuan ini, padahal dulu, pernah bermain. Namun, hanya 1 bulan.’ Batin Andy, dia benar-benar lupa dengan Silvia.
Lalu, pelajaran dimulai. Aria memulai pembelajaran mata Pelajaran yang dia miliki. Seperti biasa, Aria menjelaskan dengan cepat, Andy dengan mudah paham, entah yang lainnya.
Beberapa jam kemudian, Bel istirahat berbunyi. Aria keluar dari ruang kelas. Seketika, saat semua ingin berbicara dengan Silvia. Bangku Silvia kosong, begitu juga Andy, Angel, Yui, dan Yuka.
Mereka terpaksa menunda pembicaraan mereka. Lalu, keluar kelas dan pergi menuju ke tempat yang para Siswa tersebut suka.
__ADS_1
Di sisi Andy, sekarang dia berada di atap Sekolah bersama dengan Yui, Yuka, Silvia, dan Angel. Mereka kecuali Silvia, meminta Andy menjelaskan siapa sebenarnya Silvia.
“Jelaskan, apakah benar Silvia adalah tunanganmu?.” Ucap Yui dengan tajam menatap ke arah Andy.
“Itu benar, kenapa kamu tidak memberitahu, jika memiliki Tunangan?.” Ucap Yuka juga menatap tajam Andy.
“Kalian berdua tenanglah dulu, biarkan Andy menjelaskan kebenarannya.” Ucap Angel berusaha menenangkan Yui dan Yuka.
“Huff, tak apa Angel. Baiklah akan kujelaskan bahwa Silvy dulu pernah bermain tentang pernikahan bersama.” Ucap Andy, sedangkan keduanya mengerutkan keningnya.
“Kamu mencoba menipu, kami kah?.” Ucap Yui dan Yuka. Sedangkan, Silvia yang dari tadi diam, akhirnya bicara.
“Waktu kecil, memang kami bermain tentang hal tersebut, serta Andy benar-benar ingin menjadi Tunanganku.” Ucap Silvia, sementara Yui dan Yuka sedikit tak percaya.
Dalam fikiran mereka ‘Bagaimana bisa sebuah permainan anak kecil tentang percintaan, menjadi Tunangan asli?. Apakah mereka bercanda?.’
“Memang tidak bisa dipercaya sebenarnya. Namun, saat aku bilang ingin bertunangan dengannya, aku bilang tepat di depan Ayahnya. Sehingga, Ayahnya Silvy seketika melangsungkan pertunangan.” Ucap Andy.
“Tunggu, lalu Ibumu tidak mengetahui hal tersebut?.” Ucap Yui, sedangkan Andy menjawab dengan jujur.
“Ibuku, setuju dan saat aku dewasa harus bisa melindungi Silvy. Waktu itulah, aku bermimpi memiliki keluarga besar, dan membahagiakan semuanya.” Ucap Andy.
“Boleh aku tahu, kenapa orang tua Silvia segera mengadakan pertunangan, saat kamu bilang ingin bertunangan dengan Silvia?.” Ucap Yuka, yang sudah tenang. Sebelum Andy menjawab, Silvia segera menjawab.
Lalu, terlihat Silvy perlahan akan pingsan. Andy dengan cepat memegang Silvia dan menggendongnya ke bawah.
Yui dan Yuka yang awalnya terkejut dengan hal tersebut, mereka segera mengikuti Andy begitupula Angel.
Mereka segera turun, Andy menggendong Silvia menuju ke Uks. Yui, Yuka, Angel mengikuti dari belakang.
“Yui, Yuka buka pintu Uks.” Ucap Andy, lalu Yui dan Yuka segera membuka pintu Uks dengan keras.
Brakkk.
Guru yang berada di Uks terkejut, namun saat melihat Andy menggendong seorang Perempuan yang sakit. Segera, membukakan tirai.
“Baringkan dia di sini.” Ucap Guru tersebut, Andy segera membaringkan Silvia di Tempat tidur. Lalu, Andy mengecek kembali nadi Silvia.
“Sensei, segera ambil alat pernafasan.” Ucap Andy, sedangkan Guru tersebut segera mengambil alat pernafasan.
‘Dia menderita seperti ini, dan aku tidak tahu sama sekali.’ Batin Andy, saat melihat dalam tubuh Silvia terdapat cairan berwarna ungu di jantungnya.
“Silvia, apakah benar sakit jantung, Andy?.” Ucap Yuka. Sedangkan Andy menjawab dengan jujur.
__ADS_1
“Dia tidak memiliki penyakit, namun saat ku cek nadinya, dia teracuni. Racun ini, perlahan membuat lumpuh Otak dan Jantungnya.” Ucap Andy.
Sedangkan ketiga Perempuan terkejut. Begitupun Guru yang baru saja, tiba di tempat tersebut. Lalu, Andy segera berkata.
“Sensei, aku ingin kamu membantu ku melepaskan baju miliknya.” Ucap Andy, sementara Guru tersebut terkejut. Namun, saat akan menjawab pintu terbuka.
Brakkk.
“Andy, apa yang terjadi dengan Silvia?.” Ucap Guru yang tak lain adalah Aria. Kemudian, Aria melihat ke arah sekitar dan menemukan Andy duduk di sebelah Silvia yang terbaring.
“Aria-sensei, bantu aku segera.” Ucap Andy dengan tegas, serta sorot mata yang tajam dan serius. Aria sedikit terkejut, lalu mengangguk.
Aria segera berjalan ke arah Andy dan yang lainnya. Saat tiba di samping Ansy, dia bertanya.
“Apa yang harus kulakukan?.” Ucap Aria, sedangkan Andy berkata.
“Buka baju Silvy, dan dudukkan dia. Aku ingin mengeluarkan racun yang bersarang di tubuhnya.” Ucap Andy, sedangkan Aria segera melakukannya.
Baju Silvia dilepas dan Andy berada di punggungnya. Dia meletakkan kedua tangannya dan memejamkan matanya.
Lalu, membuka mata kembali, mengaktifkan Mata tubuh. Andy segera menyalurkan Energinya di racun tersebut. Baik itu di jantung maupun otak.
Andy terus mengarahkan racun menuju ke tenggorokan Silvia, kemudian Andy menepuk punggungnya Silvia dengan sedikit tenaga.
Bughh.
“Ughhhhh.” Ucap Silvia sambil memuntahkan cairan berwarna ungu dan hitam. Andy memukul kembali punggung Silvia.
Bughhh.
“Oekkkkkk.” Ucap Silvia semakin deras muntahan cairan tersebut. Yui, Yuka, Angel, Aria, dan Guru Uks terkejut. Mereka segera berbalik, karena merasa mual di perur mereka.
Andy menyelesaikan perawatan tersebut. Kulit Silvia perlahan menjadi baik, awalnya pucat berubah menjadi kemerahan. Silvia sendiri, sadar dari Pingsannya. Lalu, melihat dirinya tidak memakai pakaian dan melihat ada Andy, tanpa sadar dia menampar Andy.
“Kyaaaa, Andy mesum.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1