
[Chapter 177.]
[Ulang tahun Ryuto.]
[Silahkan Dibaca.]
[18+.]
Rumah Ryuto.
Mobil memasuki halaman rumah, kemudian berjalan menuju ke arah tempat parkir mobil yang sudah disediakan.
Mobil pun berhenti, Ryuto, Yui, Yuka,Yuna, dan Iris keluar. Kemudian, barulah Zero juga ikut keluar.
Ryuto yang sudah keluar mengerutkan keningnya, dia tidak bisa merasakan kehadiran para istrinya di dalam.
“Apakah yang lainnya sedang pergi?” Ryuto bertanya sambil berbalik menatap ke arah keempat istrinya.
Mendengar pertanyaan Ryuto, Yui maju ke depan, lalu dia berkata dengan nada tenang dan tersenyum tipis.
“Mungkin, mereka tadi bilang, membeli bahan yang tidak ada,” ucap Yui, membuat Ryuto menganggukkan kepalanya.
“Baiklah, apakah kita masuk atau menunggu disini dulu?” tanya Ryuto, kemudian Yuka menjawab.
“Hmm, kita tunggu di halaman sebentar. Sambil bermain dengan para hewan peliharaan,” ucap Yuka.
Sementara itu, Ryuto yang mendengar jawaban dari Yuka, dia mengerutkan keningnya.
“Sayang, kita sekarang berada di Indonesia, bukan di Jepan,” ucap Ryuto, membuat Yuka menepuk keningnya.
Sementara Yui, Yuna, dan Iris terkikik melihat hal tersebut. Kemudian, Iris berkata dengan senyuman.
“Yah, kita kenapa tidak masuk dulu, lalu menunggu di dalam saja,” ucap Iris, kemudian Ryuto mengangguk.
“Kau benar, lebih baik begitu. Baiklah, ayo kita masuk ke dalam,” ucap Ryuto, kemudian keenam orang tersebut pergi menuju ke pintu masuk.
Tiba di pintu, Ryuto memegang gagang pintu, kemudian dia membuka pintu rumah miliknya.
“Ugh, kenapa bisa gelap seperti ini?” Ryuto benar-benar bingung, melihat ruangan yang gelap tersebut.
Dorrrr.
“Selamat ulang tahun, Ryuto,” ucap suara yang tak lain seluruh istrinya dan para Maidnya.
Ryuto terkejut dengan hal tersebut, dia benar-benar linglung, sampai akhirnya didorong masuk oleh keempat istrinya.
“Sayang, selamat ulang tahun,” ucap Yui, sambil mendorong maju Ryuto yang masih linglung.
Kemudian, dia di dorong dan tiba di meja besar, yang terdapat sebuah Kue yang memiliki 4 Tingkat, kue tersebut sangat besar.
“Ayo, sayang. Tiap lilinnya,” ucap Lilia, menyalakan lilin yang terlihat angka 19, Ryuto tersadar dan tersenyum melihat hal tersebut.
‘Betapa bodohnya diriku, Ulang Tahun ku sendiri saja, lupa,' batin Ryuto, dia benar-benar membodohkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Seluruh istri dan maidnya bernyanyi dan bertepuk tangan. Kemudian, Ryuto mendekat ke lilin dan meniupnya
Wush.
Lilin pun tertiup, api mati. Para istrinya menjadi senang, kemudian Maid mengeluarkan berbagai makanan.
Para istrinya satu persatu mendekat mereka semua mencium bibir Ryuto. Para Maid juga ikut mencium.
Sementara itu, para pasukan Ryuto memakan makanan yang dihidangkan. Mereka memakan dengan lahap.
Selepas sesi mencium, mereka makan bersama-sama. Mereka makan dengan lahap dan bercanda bersama.
9 Malam.
Para pasukan selesai makan dan minum bersama, mereka semua keluar dari rumah Ryuto dan berjalan menuju ke markas mereka.
Pintu rumah Ryuto ditutup oleh para Maid. Lalu, mereka berjalan menuju ke kamar mandi, yang sekarang terdengar suara alunan melodi malam.
Masuk ke dalam kamar mandi, mereka melihat berbagai istri Ryuto yang mengelilingi Ryuto. Mereka memainkan setiap inc tubuh Ryuto.
Sementara Ryuto, dia tidak akan mengabaikan hal tersebut, dia bermain, menghisap maupun memainkan buah para istrinya.
Kemudian, Ryuto mulai berdiri dan mulai memasukkan barang miliknya ke arah area para istrinya.
Dia mengayunkan barangnya dengan cepat dan kasar. Para istrinya selalu merasa senang dengan kekasaran tersebut.
Mereka tidak bermain di kamar mandi saja, selepas seluruh area istri Ryuto penuh, mereka berjalan dengan pelan.
Kamar tidur.
Ryuto mulai menjadi liar, ayunan pedangnya menjadi lebih cepat dan suara tabrakan terdengar seisi ruangan.
Saat sampai di ujung, Ryuto akan mengeluarkan seluruhnya ke dalam istrinya. Hal tersebut, membuat istrinya seketika pingsan dalam bahagia.
Ryuto berlanjut ke istrinya yang lain, bahkan seluruhnya pingsan. Maid pun juga diserang, mereka semua akhirnya pingsan di tempat tidur.
Ryuto merasakan energi miliknya bertambah setelah melakukan Kultivasi ganda yang berbeda dari Kultivasi ganda lainnya.
Akhirnya, Ryuto pun tidur dan mematikan ruang dan waktu di kamar tersebut, dia berbaring di tengah para istrinya.
Pagi hari.
Ryuto terbangun, kemudian melihat bahwa para istrinya masih tidur dengan sangat damai. Ryuto tersenyum dan bergumam.
“Hadiah mereka benar-benar hadiah terbaik sepanjang aku berulang tahun,” gumam Ryuto, kemudian dia turun dari tempat tidur.
Dia turun dengan perlahan-lahan, agar tidak membangunkan seluruh istrinya. Selepas turun dari tempat tidur, dia beranjak pergi dari kamar.
Di luar kamar, Ryuto berjalan menuju ke dapur, namun dia berjalan tanpa memakai apapun.
Tiba di dapur, Ryuto melihat para maidnya yang sedang membuat makanan. Ryuto pun berjalan mendekat.
“Pagi,” ucap Ryuto, membuat ke delapan Maid menoleh ke arah Ryuto, mereka terkejut. Namun, segera tersenyum dan menunduk.
__ADS_1
“Pagi, Tuan,” ucap mereka berdelapan, kemudian Ryuto berjalan ke arah mereka semua.
“Bisakah aku bantu membuatkan makanan para istriku?” tanya Ryuto, membuat para Maid mengangguk.
“Ano, Tuan. Dimana pakaian anda?” tanya Lily, dengan malu. Sementara itu, Ryuto menatap dirinya.
“Oh, aku lupa memakainya,” ucap Ryuto, kemudian dia mengeluarkan pakaian miliknya dan dalam waktu singkat memakai pakaian.
“Yosh sudah terpakai, mari kita masak,” ucap Ryuto, kedelapan Maidnya mengangguk. Kemudian mereka mulai masak bersama.
Mereka memasak dengan cepat, namun Ryuto sering memegang buah para Maid tersebut. Entah kenapa, dia menjadi kecanduan.
Beberapa menit kemudian.
Para istri Ryuto mulai turun dari tangga satu persatu, Ryuto yang melihat hal tersebut segera berkata.
“Pagi,” ucap Ryuto, kemudian para istrinya menjawab sambil menganggukkan kepala mereka.
“Pagi, Sayang,” ucap para istri Ryuto. Kemudian, mereka masing-masing mulai duduk di kursi makan.
“Kalian kubuatkan sebuah makanan, sebagai tanda terimakasih atas hadiah kemarin dan juga kalian sangat liar,” ucap Ryuto.
Dia tersenyum sambil memandang para istrinya yang wajahnya memerah dan ada yang menjilat bibirnya.
“Tapi aku suka,” lanjut Ryuto, membuat para istrinya menjadi memerah seperti tomat, namun mereka segera membaik.
Para Maid berdatangan sambil membawa makanan yang sudah siap untuk di santap, Maid pun membawa wadah besar yang tertutup.
Saat penutup wadah tersebut diangkat, bau makanan keluar dan membuat para istri Ryuto menelan ludah mereka.
Glug.
Para Maid mulai mempersiapkan makanan tersebut, ke dalam piring di depan para istri Ryuto masing-masing.
Selepas sudah menyiapkan segala hal tersebut, Maid juga duduk di kursi makan. Lalu, Ryuto menatap ke seluruh keluarganya dan mengangguk.
“Selamat Makan,” ucap mereka bersama, kemudian mereka semua mulai memakan makanan di depan mereka.
Mata mereka membelalak dan dengan cepat melahap seluruh makanan tersebut, perlahan mereka merasakan tubuh mereka menjadi cantik dan rasa lelah menghilang.
Beberapa menit kemudian.
Selesai makan, Ryuto memandang ke arah para istri dan Maid, kemudian dia berkata dengan nada serius.
“Kalian, aku akan .......”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1