Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 106


__ADS_3

[Chapter 106.]


[Pergi ke Stasiun.]


[Silahkan Dibaca.]


Rumah Ryuto.


Ryuto selesai mandi, kemudian memakai pakaian santainya. Lalu, keluar dan melihat bahwa para Wanita kecuali Anri terbangun. Maid juga bangun, Sayoko dan Sasha juga bangun.


“Selamat pagi, kalian. Aku akan pergi olahraga sebentar, kalian mandilah.” Ucap Ryuto, namun sebelum keluar dia berbalik.


“Oh ya, minum air itu dulu. Agar kalian tidak merasakan sakit.” Ucap Ryuto, sambil menunjuk ke arah gelas berisi air di atas meja.


Sebelum mereka menjawab, Ryuto keluar kamar dan pergi menuju keluar rumah. Semua Wanita tersebut tak berdaya, mereka ingin bertanya kenapa mereka merasa berenergi kembali.


“Aku penasaran, kenapa kita seperti memiliki energi yang banyak.” Ucap Aoi, dia merasa bisa melakukan aktivitas apapun, namun saat akan bergerak **** ************* menjadi sakit.


“Aduduh, area sakit. Ryuto kemarin benar-benar habis-habisan.” Ucap Aoi, semua Wanita mengangguk setuju. Lalu, mereka mengambil air minum di meja.


Selesai meminum air tersebut, mereka merasa bahwa bagian milik mereka tidak sakit kembali. Lalu, mereka tersenyum dan Lilia berkata.


“Sepertinya ini air sudah diberi sesuatu untuk meredakan rasa sakit.” Ucap Lilia, kemudian berbalik berjalan pergi ke kamar mandi.


“Itu benar, sepertinya Ryuto tahu bahwa kita akan sakit di bagian milik kita.” Ucap Amy, kemudian mengikuti Lilia, Wanita yang lainnya mengangguk dan mengikuti Lilia ke kamar mandi.


Mereka semua mandi bersama, sementara itu Ryuto mulai lari pagi seperti biasanya. Dia lari pagi dengan santai, sampai akhirnya berhenti untuk mengakhiri sesi olahraga.


[Selamat, Tuan mendapatkan 50 Point Peningkatan.]


[Selamat, Tuan mendapatkan uang 600.000 Yen.]


[Selamat, Tuan mendapatkan pil peningkat kecerdasan (rendah.).]


[Selamat, Tuan mendapatkan pil penyembuhan (rendah.).]


[Selamat, Tuan mendapatkan pil peningkat kekuatan (rendah.).]


“Eh, oh ternyata mereka selalu memberikan makanan setiap pagi. Baguslah, itu membuatku lebih mudah.” Ucap Ryuto, kemudian berjalan ke arah rumahnya.

__ADS_1


Ryuto, masuk ke dalam rumahnya. Kemudian dia melihat bahwa para Wanitanya sudah selesai mandi dan masih memakai handuk di rambut mereka, Maid pun juga.


“Kalian sudah selesai, sementara Saudari yang lain, apakah masih tidur?.” Ucap Ryuto, mengambil air minum di dekat tempat makan.


“Mereka kelelahan, kamu kemarin bermain sangat buas. Apakah ada yang terjadi sehingga kamu, sebegitunya bermain kemarin?.” Ucap Aoi.


“Yah, aku kan akan ke Osaka, untuk Kompetisi Musik. Hari ini, aku berangkat kesana, bersama dengan Sayoko dan Sasha, serta para Klub musik.” Ucap Ryuto.


Sementara, Sayoko dan Sasha berhenti dan melihat ke arah Ryuto, mereka akhirnya ingat bahwa hari ini adalah keberangkatan mereka ke Osaka.


“Kami lupa, beruntung kamu ingat.” Ucap Sayoko, sementata Ryuto terkejut. Lalu menatap ke arah Sayoko dan bertanya dengan heran.


“Hei, kau ketua osis, bagaimana bisa lupa dengan jadwalmu?.” Ucap Ryuto, dengan heran. Sementara Sayoko malu dan menjawab untuk membela dirinya.


“Ketua Osis pun juga manusia, kau tahu.” Ucap Sayoko, kemudian dia mengingat sesuatu. Lalu, segera berkata dengan serius.


“Ryuto, kita harus cepat-cepat bersiap. Kita harus segera ke Stasiun, pasti pembimbing dan para orang Klub musik pasti sedang menunggu kita.” Ucap Sayoko, sementara Ryuto dia menjawab.


“Baiklah, pakai pakaian formal, nanti disana kita beli baju gantinya.” Ucap Ryuto, kemudian kedua Maid keluar dari dapur dengan sebuah bekal.


“Tuan, ini adalah bekal untuk anda pergi bersama Nyonya Sayoko dan Nyonya Sasha.” Ucap Maid tersebut, Ryuto heran dengan para Maid.


“Sama-sama Tuan.” Ucap mereka berdua kembali menuju ke dapur. Sementara Ryuto, dia pergi ke kamarnya dan berganti ke pakaian formalnya.


Semua Wanita melihat tingkah Ryuto, Sayoko, dan Sasha hanya menggelengkan kepalanya, namun mereka rindu kembali dengan permainan malam.


Ryuto yang sudah selesai berpakaian dia keluar, lalu pergi menuju ke tempat makan. Kemudian, berkata kepada seluruh Wanitanya.


“Ini, adalah buku tentang pengendalian energi. Kalian harus mempelajarinya.” Ucap Ryuto, sambil menyerahkan buku tersebut.


Para Istri yang Wanita mata mereka menjadi bersinar, mereka langsung mengambil buku yang diberikan oleh Ryuto tersebut.


Ryuto tersenyum tak berdaya melihat tingkah mereka, laly dia mendekat dan memeluk mereka kemudian mencium kening mereka satu persatu.


“Aku berangkat. Sampai jumpa hari senin.” Ucap Ryuto, berjalan menuju keluar rumah, sementara para Wanitanya mengikuti dari belakang.


Mereka sampai di depan, Amamiya akan mengantarkan mereka ke Stasiun. Kemudian, Ryuto berbalik begitu juga Sayoko dan Sasha.


“Kami berangkat.” Ucap Ryuto, Sayoko, dan Sasha. Para istri Ryuto yang Wanita menjawab dengan senang.

__ADS_1


“Hati-hati di sana.” Ucap mereka, lalu ketiga orang tersebut masuk ke dalam Mobil, begitu juga Amamiya. Lalu, Ryuto menyalakan mobil dan pergi menuju ke Stasiun.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di Stasiun. Ryuto, Sayoko, dan Sasha turun dari mobil. Ryuto kemudian menatap ke arah Amamiya yang sudah berada di tempat supir.


“Hati-hati di jalan nanti.” Ucap Ryuto, sementara Amamiya mengangguk. Kemudian berkata dengan santai serta tersenyum.


“Kamu juga, hati-hati disana jaga Sayoko dan Sasha.” Ucap Amamiya, sedangkan Ryuto mengangguk. Kemudian menyalakan mobilnya.


“Sampai jumpa hari Senin.” Ucap Amamiya, sementara Ryuto dan keduanya mengangguk dan menjawab bersama.


“Sampai jumpa kembali.” Ucap mereka, kemudian Amamiya menjalankan Mobilnya pergi dari Stasiun tersebut.


“Baiklah, mereka berada di mana sekarang, Sayoko?.” Ucap Ryuto, sementara Sayoko menjawab dengan sambil melihat telpon miliknya.


“Hmm, mereka di dalam tempat tunggu nomor 12.” Ucap Sayoko, lalu mereka bertiga masuk ke dalam Stasiun, dan berjalan ke area tunggu no 12.


Tak lama kemudian, mereka sampai di area 13, mereka melihat Klub musik disana. Mereka mendatangi tempat klub tersebut.


“Maaf, kami telat.” Ucap Sayoko, sementara para anggota Klub menjawab tak apa. Lalu, Sayoko melihat ke sekitar dan bertanya.


“Dimana guru pembimbing Klub musik?.” Ucap Sayoko, lalu Kaori selaku ketua Klub atau Vokalis Klub tersebut menjawab.


“Dia pergi ke toilet sebentar, serta Guru Pembimbingnya baru.” Ucap Kaori, sementara Sayoko mengangguk dan menjawab.


“Yah, itu benar. Aku sudah tahu, dia berasal dari Indonesia.” Ucap Sayoko, sedangkan Ryuto yang mendengar bahwa Guru Pembimbingnya berasal dari Indonesia, dia tidak bisa tidak penasaran.


“Siapa nama, Guru ters-“ ucap Ryuto, terpotong oleh suara Wanita yang dia amat kenal. Lalu, Ryuto berbalik dan terkejut.


Dalam fantasi liarnya, Dia tidak berfikir bahwa guru pembimbingnya adalah Wanita tersebut. Ryuto tersenyum senang saat melihat Guru tersebut.


“Maaf membuat kalian menunggu.” Ucap Wanita tersebut, lalu melihat Ryuto dan dia mengangkat sudut mulutnya.


“Ara, ternyata ada Andy disini.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san


__ADS_2