
[Chapter 274.]
[Perang akhir 2.]
[Silahkan Dibaca.]
Pulau perang akhir.
Gelombang kedua akhirnya tiba. Warna portal dalam gerbang akhir mulai berubah menjadi biru. Seketika, berbagai monster tingkat empat sampai enam mulai muncul.
Para pasukan kurokami melihat hal itu, dengan cepat memakan pil makanan. Tuan mereka sudah mengantisipasi akan hal tersebut, mereka bersyukur telah di perhatikan oleh Tuannya.
Zero sendiri belum lelah, dia hanya melawan berbagai monster tingkat tiga sampai lima saja, sedangkan tingkat tujuh ternyata hanya baru naik.
Lion sendiri mengibaskan rambutnya dan mengikat rambutnya ke belakang. Dia benar-benar terlihat lebih liar sekarang. Setelah mengikat, jari-jarinya mulai bergerak-gerak dan menghasilkan suara retakan.
“Heh... Akhirnya muncul juga yang sedikit lebih kuat.” Lion menyeringai dengan tajam. Alpha hanya mengambil rokoknya dan mulai menyalakannya.
“Bushhh... Mereka paling juga lemah, satu kali merokok pasti mereka habis.” Alpha mengeluarkan asap rokok, dia tenang seperti yang lainnya.
Gin sendiri mengambil botol anggur Chateau latheur, dia meminum anggur tersebut. “Puahh, pesta tanpa anggur itu kurang menarik, kawan.”
Eleven sendiri hanya mengambil sebuah buku yang berlabel 18. Dia tersenyum sendiri ketika melihat buku tersebut.
“Sempatkan membaca sebelum berperang... Nice, sepertinya aku perlu mencari Miranda nanti.” Eleven benar-benar sudah tertular sifat milik Ryuto.
Zero sendiri menatap tingkah empat lainnya hanya menggelengkan kepalanya dan mengambil daging dari monster, kemudian memakannya.
“Oh, daging yang enak... Seharusnya kubawa sebagian untuk Anisa nantinya.” Zero benar-benar tidak mengetahui bahwa daging monster dapat memulihkan tenaganya.
***
Ryuto melihat tingkah kelima pemimpin pasukan miliknya hanya bisa tersenyum tak berdaya. Dia tidak menyangka bahwa kelimanya memiliki sifat seperti itu.
Sementara itu, sepuluh istrinya tertawa kecil melihat tingkah kelima pemimpin pasukan tersebut. Cohza sendiri hanya tersenyum, dia juga melihat kelompok miliknya yang melakukan hal yang sama.
“Sepertinya sudah datang.” Ryuto berkata dengan serius ketika mendengar suara langkah kaki cepat dari dalam portal tersebut. Cohza juga mulai serius, begitu pun juga para istri Ryuto.
***
Drk Drk Drk Drk.
Roaaaarrrr.
Terdengar suara langkah kaki yang sangat keras, diiringi dengan teriakan para monster yang memiliki tingkat tinggi.
Perlahan-lahan terlihat, berbagai monster keluar dari portal gerbang akhir. Mereka memiliki tubuh lebih besar dari sebelumnya.
Zero dan keempat pemimpin pasukan lainnya menatap ke arah monster-monster tersebut dengan dingin. Mereka mulai menggunakan aura masing-masing.
Bushhhhhh.
__ADS_1
Para monster terpancing akan aura tersebut, mereka dengan cepat berlari menuju ke arah kelima pemimpin pasukan tersebut.
Berbagai mata memandang dengan terkejut, para murid Shi Tae juga terkejut dan mengejek dengan jelas.
“Mereka ingin mati kah?”
“Bisa-bisanya memancing monster ke arahnya.”
Semuanya menghina tanpa tahu kekuatan kelima pemimpin pasukan tersebut. Shi Tae yang mendengar ucapan dari para muridnya tersebut, sedikit tak berdaya.
“Sepertinya aku kurang keras melatih mereka,” pikir Shi Tae sambil menggelengkan kepalanya. Dia tidak habis pikir bahwa para muridnya sangat bodoh.
Kelima pemimpin pasukan tidak peduli akan pembicaraan orang yang sekarat. Mereka hanya fokus ke arah depan, di mana para monster melesat ke arah mereka.
“Kita mulai,” tegas Zero. Keempat pemimpin pasukan mengangguk dan mereka mulai melesat maju ke arah gerombolan monster tersebut.
Wush Wush Wush Wush Wush.
***
Di kelompok Cohza, terlihat Zehard memandang kelima pemimpin pasukan dengan seringai. “Oi, ayo kita maju, bagaimana bisa panggung pertempuran dikuasai oleh mereka.”
Wushhh
Zehard dengan cepat melesat menuju ke arah para monster. Kurht, sedikit mengedutkan bibirnya, dia lalu menghela nafas tak berdaya. Listrik mengalir ke tubuhnya dan melesat ke arah para monster.
Wushhhhh
Rider dan Simon saling memandang. Kemudian, Rider bertanya, “Kita ditinggalkan kembali?”
Rider mengangguk, kemudian keduanya melesat dengan cepat mengarah ke para monster tersebut.
Wush Wush.
***
Shi Tae melihat hal itu tersenyum, dia juga mulai melesat ke arah para monster. Sementara para muridnya berdiam dan dengan putus asa ikut menuju ke arah para monster.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia, perguruan Shi yang paling terbaik!” teriak salah satu murid. Hal itu membuat seluruh murid mulai semangat dan maju tanpa gentar.
“Ooooo.” Seluruh murid berteriak bersama, kemudian mereka melesat lebih cepat menyusul guru mereka yang tak lain adalah Shi Tae.
***
Ryuto mengerutkan keningnya, dia sedikit bingung melihat para murid yang bodoh. Benar-benar bisa selamat, akan tetapi memilih mati.
Ryuto meretakkan lehernya ke kanan dan kiri. Dia mulai melakukan pemanasan agar tidak terlalu kaku.
Kesepuluh istri Ryuto menatap suaminya tersebut. Evelyn kemudian bertanya, “Sayang, apakah kita sudah mulai turun?”
Ryuto tersenyum, tanpa memandang Evelyn, dia menjawab, “Iya, bagaimanapun juga... Kita perlu mencari mangsa untuk pemanasan.”
__ADS_1
Sepuluh istri Ryuto tersenyum, mereka bangkit dan mulai berjalan sejajar dengan suaminya. Mona kemudian berkata, “Kalau begitu, ayo kita mulai pemanasan.”
“Kamu benar, saudari Mona.” Alsace berkata dengan senyum seringai. Energi spiritual miliknya mulai membungkus tubuhnya, begitu juga kesembilan saudarinya.
Wushhhhhhhhhh.
Ryuto melihat kesepuluh istrinya melesat terlebih dahulu, dia tersenyum dan merasa bahwa tubuhnya sudah ringan.
“Akhirnya, giliranku.” Ryuto berkata dengan nada ringan. Ekspresi santai miliknya seketika berubah menjadi dingin dan tajam. Aura miliknya keluar dan menekan para monster tersebut.
Bushhhhhhhhhhh.
Berhenti, semuanya berhenti bergerak dan menoleh ke belakang. Mereka melihat dia orang tengah berdiri dan satu orang tengah mengeluarkan aura yang mengerikan.
“Sepertinya kau menarik perhatian orang.” Cohza berkata dan melepas kacamata hitamnya. Kemudian, urat-urat tangannya terlihat.
Rambut miliknya memanjang dan mulai berubah menjadi merah, matanya menjadi seperti monster. Mata merah dengan iris mata vertikal berwarna kuning.
“Ayo kita maju, Cohza.” Ryuto berkata dengan ringan. Cohza mengangguk, kemudian mereka berdua sedikit jongkok dan melesat meninggalkan jaring-jaring retakan di tanah.
Booom Booom.
Keduanya benar-benar sangat cepat, mereka tiba di dekat portal dan masuk ke dalam portal tersebut. Mereka benar-benar masuk tidak peduli bahaya apa yang berada di balik portal.
***
Seluruh orang menatap hal itu dengan berbagai ekspresi. Ada yang kagum, terkejut, takut, dan ngeri. Kemudian, mereka tersadar ketika Ryuto dan Cohza masuk ke dalam portal.
“Mereka berdua masuk.”
“Apakah mereka tidak kenal takut?”
Berbagai pembicaraan orang terdengar. Mereka adalah murid Shi Tae dan pasukan yang di bawa oleh Cohza.
Sementara pasukan Kurokami hanya kagum dan mulai bertempur kembali melawan para monster-monster di depannya tersebut.
Zero dan keempat pemimpin pasukan lainnya menyeringai dan mulai mengamuk dengan liar. Sedangkan ke sepuluh istri Ryuto mulai melakukan lompatan untuk pergi menuju ke balik portal.
“Kami datang.” Kesepuluh istri Ryuto melesat terbang menuju ke arah portal. Berbagai mata menatap ke arah istri Ryuto, akan tetapi hanya tampak siluet sepuluh garis masuk ke dalam.
***
Ryuto dan Cohza menatap ke arah depan. Miliaran monster masih ada di sana dengan ujung seseorang duduk dengan pakaian hanfu miliknya.
Ruangan di balik portal hanya padang pasir yang luas. Ryuto menatap ke arah seluruh sisi dan fokusnya ke orang yang duduk di belakang miliaran monster.
Ryuto menyeringai dan berkata, “Mari kita mulai, Cohza.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.