Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 211


__ADS_3

[Chapter 211.]


[Rahasia Organisasi Kado.]


[Silahkan Dibaca.]


Indonesia, Istana Presiden.


Ryuto menatap ke arah Zero, dia mengerutkan keningnya mendengar ungkapan Organisasi yang diberitahukan oleh Zero.


‘Organisasi Kado?’ batin Ryuto, dia sedikit penasaran dengan namanya, apakah organisasi ini akan selalu memberi hadiah seperti arti di Indonesia.


Ryuto memikirkan hal tersebut tidak bisa tidak tertawa dalam hatinya, dia benar-benar sulit membayangkan ada organisasi yang baik di Dunia ini.


“Lalu, apa yang dilakukan Organisasi tersebut?” tanya Ryuto, dia penasaran kenapa Zero memperhatikan organisasi tersebut.


“Mereka memberikan sebuah kotak dengan hiasan yang berlebihan kepada beberapa orang miskin di Indonesia, Tuan.”


Ryuto diam, dia diam selepas mendengar itu, seketika wajahnya terkejut, dia benar-benar tak menyangka apa yang dia ucapkan kenyataan.


‘Yang benar saja, aku barusan berfikir seperti itu, bagaimana itu bisa terjadi beneran.’


Ryuto benar-benar merasa dirinya naik, namun segera sadar dan menatap Zero dengan sedikit serius.


“Memberi hadiah kepada orang miskin di Indonesia?, ini tidak menyenangkan kayaknya,” ucap Ryuto.


Zero sendiri juga memikirkan hal yang sama seperti Ryuto, mereka berdua berfikir sambil berjalan menuju ke ruang kerja Zero.


“Kado, arti lain adalah Kartu. Kartu paling terkenal itu adalah Kartu Poker,” Ryuto berkata, lalu dia bertanya.


“Apa isi dari Kado itu?” tanya Ryuto, dia benar-benar melupakan inti dari masalahnya, karena memikirkan nama Organisasi.


“Isi dari kotak tersebut, beberapa makanan dan minuman,” ungkap Zero, sambil melihat dalam lembaran masalah tersebut.


“Kau ada sampelnya?” tanya Ryuto, kemudian Zero mengangguk dan berkata dengan nada sedikit serius.


“Aku ada Tuan, tadi pagi sudah dikirimkan di ruang kerja milikku,” ungkap Zero, kemudian Ryuto mengangguk.


Keduanya berjalan tenang menuju ke arah ruang kerja Zero, mereka tidak berbicara kembali selama perjalanan.


**


Para istri Ryuto masuk ke dalam istana, mereka berkumpul terlebih dahulu di ruang tamu.


“Aku rindu dengan rumah kita di Jepang, andai saja itu rumah bisa dibawa kesini?” tanya Erika, dia rindu dengan rumah sebelumnya.


“Bukan kau saja, kami juga rindu. Nanti kita, bicarakan dengan Suami. Bagaimanapun rumah itu menyimpan banyak kenangan dengan kita,” ungkap Lilia.


Lisa, Karlina, dan Olivia sedikit bingung, mereka belum pernah melihat rumah asli Ryuto.


“Ahh, Lisa, Karlina, dan Olivia belum tahu, nanti kita akan meminta Suami untuk kembali ke Jepang,” ungkap Rina.


“Tapi, bagaimana dengan Indonesia?” pertanyaan Alice membuat seluruhnya diam, di satu sisi mereka ingin pergi ke Jepang, di satu sisi lainnya Ryuto adalah Presiden Indonesia.

__ADS_1


“Biarkan kita diskusikan dengan, Suami dulu,” Amy berkata dan diangguki seluruhnya, kemudian mereka semua mulai melepaskan pakaian dan masuk ke dalam kamar mandi.


**


Ryuto dan Zero, tiba di ruang kerja.


Ryuto masuk dan mulai duduk di Sofa saling berhadapan, Zero sendiri mengambil file dan sampel makanan yang menyangkut tentang Organisasi Kado.


Zero kemudian membawanya dan meletakkan di meja, Ryuto mengambil dan melihat sampel makanan tersebut.


“Sebuah roti berselai,” ungkap Ryuto, kemudian dia membuka roti tersebut, dia memakan roti tersebut.


Ryuto mengerutkan keningnya, selepas memakan roti tersebut, dia mendeteksi satu hal aneh dari roti tersebut.


‘Apakah ini racun?, tapi racun ini sepertinya berbeda dari racun normal, jumlah mereka sekali suntikan.’


‘Sistem apakah kau tahu racun apa ini?’


[Sistem sedang dalam pembaruan Level 100.]


[Sistem akan aktif 3 hari ke depan.]


Ryuto terkejut melihat hal tersebut, sistemnya mengupdate dengan sendirinya, dia bingung dan berfikir.


‘Level 100, apakah jika ada jalan menuju ke level tinggi, Sistem akan update otomatis?’ batin Ryuto.


Ryuto tidak bisa mengandalkan sistem dulu, dia kemudian menutup matanya dan merasakan racun tersebut.


‘Racun bergabung dengan cepat menuju ke darah, lalu sedikit demi sedikit memukul dinding garis keturunan.’


“Racun, di makanan ini ada racun, namun hanya akan berfungsi pada orang lemah,” ungkap Ryuto.


Ryuto kemudian berfikir, garis keturunan, racun makanan, lalu minuman menambah kecepatan racun.


Garis keturunan atau genetika rusak, akan berpengaruh buruk terutama otak, orang akan menjadi kosong.


Ryuto kemudian menajamkan matanya, dia akhirnya menemukan tujuan dari Organisasi tersebut.


“Tepat sekali, Zero siapa Pemimpin mereka?” tanya Ryuto, dia benar-benar perlu mendengar nama pemimpinnya.


“Ace, itu adalah namanya, namun ada juga pemimpin aslinya, sudah ditemukan barusan oleh tim Hacker dan tim Pengintai Indonesia.”


“Nama Pemimpinnya adalah Sakamura Akuzo, salah satu petinggi Negara Jepang, dia adalah orang dibalik Organisasi tersebut.”


“Dikabarkan bahwa Akuzo dan Presiden Jepang adalah teman sebangsa, namun Presiden sebelumnya menunjuk temannya untuk menjadi Presiden selanjutnya.”


“Nama temannya tersebut ialah, Ryuzen Hitokoda,” Zero selesai membaca file tersebut.


Ryuto sedikit menaikkan sudut mulutnya, kemudian dia berdiri dan berkata dengan nada jelas.


“Persiapkan pasukan, bawa saja 100 pasukan, kita pergi ke Jepang,” ungkap Ryuto, membuat Zero tersenyum menyeringai.


“Baik, Tuan,” Ryuto keluar dari ruangan, Zero sendiri mengambil hp miliknya dan menelpon ke Lion.

__ADS_1


Purupurupuru.


Katcha.


“Lion disini, Zero ada apa?” tanya Lion, mereka berdua kemudian melakukan pembicaraan tentang suatu hal.


**


Ryuto berjalan menuju ke arah para istrinya berada, dia tersenyum ketika berjalan menuju ke sana.


Kudeta.


Penggulingan Negara oleh bawahan Pemimpin, mereka akan berperang untuk mengganti Pemimpin Negara tersebut.


Ryuto paham tujuan Organisasi tersebut, dia benar-benar paham, kenapa mereka memberikan hadiah kepada Indonesia.


Angka kemiskinan dan orang terlantar lebih tinggi di Indonesia daripada Jepang, bagaimanapun juga semakin tinggi Negara semakin banyak kemiskinan, jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang benar.


Ryuto memikirkan seluruhnya, dia mempersiapkan pasukan karena dia merasa bahwa Akuzo akan menyerang orang terdekatnya.


Dia bisa memikirkan hal tersebut karena dirinya yang akhir-akhir ini terkenal dan dia juga asli Jepang.


Namun, Ryuto berfikir bahwa Akuzo bodoh, karena tidak menyadari satu hal tentang Ryuto.


**


Ryuto tiba di tempat para istrinya, dia membuka seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Seluruh istri Ryuto yang sedang mengobrol dan bermain, berhenti ketika mendengar suara pintu terbuka.


Mereka menatap ke arah pintu dan menampilkan Ryuto yang tersenyum dan masuk ke dalam kamar mandi.


**


Jepang.


Yakuza Mitsu.


Duduk dua orang di ruangan tersebut, satunya adalah Seida Mitsu dan satunya lagi ialah Cohza Akura.


Mereka saling menatap kemudian, Cohza Akura tertawa seketika, Seida sendiri bingung dengan orang yang menyelamatkannya tersebut.


“Hahahaha, Jepang memang menarik. Aku tidak menyangka Negara yang begitu indah dan damai, ternyata dalamnya sangat kotor dan penuh dengan limbah.”


“Seidaa, bawa aku ke rumah Kurokami, aku memiliki firasat akan bertemu dengan penerus Kurokami tersebut.”


Seida mengangguk, dia tidak bisa menolak kepada penolongnya, keduanya berdiri dan berjalan keluar dari ruangan dan keluar dari kediaman.


“Aku datang, Ryuto Kurokami.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2