
[Chapter 219.]
[Selepas latihan.]
[Silahkan Dibaca.]
Dunia Jiwa Ryuto, depan ruang latihan. Pintu yang tertutup, seketika terbuka dengan perlahan-lahan. Lalu, menyebarlah Aura yang sangat mengerikan.
Bushhhhhhhhh.
Aura ganas, Aura kematian, Aura haus darah, Aura Penguasa, dan Aura lainnya keluar menyebar dan memenuhi seluruh Dunia jiwa tersebut. Aura tersebut bisa dirasakan seluruh orang yang berada di Dunia jiwa. Namun, mereka tahu, Aura siapa tersebut, mereka semua berlutut dengan satu kaki dan menundukkan kepala ke arah asal Aura.
Aura seketika terhisap masuk kembali, lalu dari ruang latihan keluarlah Pemuda tampan. Pemuda tersebut tatapannya tegas dan tajam, dia benar-benar terlihat seperti Raja yang mendominasi. Di belakangnya kemudian, keluar satu persatu perempuan cantik, kecantikan mereka benar-benar menentang hukum alam Dunia.
“10 Tahun sudah terlewati, akhirnya kita memasuki Prajurit Alam tingkat 4.” Pemuda tersebut berkata dengan nada santai. Para perempuan di belakangnya tersenyum dan mengangguk. Mereka semua ialah, Ryuto dan para istrinya.
“Kau benar, sayang. Sudah 10 tahun berlatih, akhirnya kita mencapai tingkat tertinggi di Dunia.”
Asami berkata dengan nada ringan, dia benar-benar merasa segar selepas keluar dari ruang latihan. Bukan hanya dirinya saja, melainkan Saudarinya yang lain juga sama. Ryuto yang mendengar hal tersebut tersenyum dan berkata.
“Waktunya kita keluar dari Dunia jiwa, di Dunia luar sudah tidak ada yang bisa menghalangi kita lagi.”
Ryuto berkata dengan jujur, karena apa yang diucapkan oleh Ryuto adalah kebenaran. Karena Ryuto sudah berada di puncak kekayaan, baik itu Kekuatan, Uang, Perempuan. Dia hanya kurang 1 yaitu penguasaan wilayah.
Namun, itu tidak akan lama kemudian. Ryuto bisa menguasai seluruh Dunia. Karena, segalanya perlu kekuatan dan Uang. Apapun tanpa kedua itu, hanya butiran debu di Dunia tersebut.
Para istri Ryuto mendengar ucapan Suaminya, mereka mengangguk. Kemudian, Ryuto dan istrinya keluar dari Dunia jiwa. Waktunya Dunia perlu terguncang kembali.
***
Kediaman Ryuto.
Di kamar Ryuto, seketika muncul Ryuto dan para istrinya. Mereka akhirnya keluar dari Dunia Jiwa, para istri Ryuto memandang ke kamar tersebut, mereka benar-benar rindu dengan kamar tersebut.
“Nostalgia, aku benar-benar rindu dengan kamar ini,” Amy berkata dan membanting dirinya di kasur. Seluruh istri Ryuto tertawa pelan mendengar ucapan Amy, mereka juga ikut berbaring di tempat tidur. Ryuto sendiri tersenyum, lalu berkata.
“Kenapa kita tidak mandi terlebih dahulu, juga hari sudah sore, mungkin kita akan keluar besok saja,” Ryuto berkata sambil memandang ke arah balik jendela. Para istrinya duduk dan menatap ke arah Ryuto. Kemudian, Amy berkata.
“Kau benar, ayo kita mandi, lalu makan, tidur dan bermain untuk malam ini,” Amy berdiri dengan semangat. Seluruh istri Ryuto juga rindu akan permainan, walaupun mereka berlatih di ruangan sama, namun seluruhnya fokus berlatih bukan bermain.
__ADS_1
“Heh, kalau begitu ayo kita mulai,” Ryuto berkata sambil melepas seluruh pakaiannya, para istrinya meneguk ludah mereka melihat sesuatu besar bergelantungan. Mereka benar-benar tidak mengira bahwa hal tersebut menjadi tambah besar. Ryuto melihat reaksi istrinya, dia tersenyum bangga dan berkata.
“Aku tunggu di dalam,” Ryuto masuk ke dalam kamar mandi. Para istrinya seketika menjadi sadar, mereka saling memandang dan tatapannya menjadi panas. Mereka kemudian melepaskan pakaian, lalu masuk ke dalam kamar mandi.
***
Selepas mereka masuk. Di dalam kamar mandi, terus terdengar suara permainan mereka. Suara tersebut sangat keras dan kuat, beruntung bahwa kediaman Ryuto sudah di beri penghalang suara.
Beberapa menit kemudian, terlihat mereka keluar semua. Seluruhnya sudah memakai pakaian santai, juga terdapat jejak kepuasan dalam diri mereka semua. Ryuto keluar dan tubuhnya benar-benar segar, seperti habis melakukan hal-hal yang menyegarkan.
“Kita lanjutkan nanti, sekarang aku sangat lapar,” Ryuto berkata sambil mengelus perutnya. Para istrinya tertawa pelan, mereka mengangguk setuju. Kemudian, Ryuto dan istrinya pergi keluar kamar.
***
Tiba di luar kamar, mereka berjalan bersama menuju ke arah ruang makan. Ke-8 istri Ryuto mendahului yang lainnya, namun Ryuto berkata,”Biarkan kita menyiapkan bersama.” Ke-8 istri tersebut mengangguk patuh, lalu kembali lagi ke dalam kelompok istri Ryuto.
“Jangan menganggap menyiapkan makanan, kewajiban kalian lagi. Itu sekarang menjadi kewajiban kita bersama,” Lilia berkata kepada ke-8 istri Ryuto yang dulu ialah Maid. Mereka ber-8 mengangguk dan berkata bersama.
“Baik, saudari Lilia,” ke-8 istri Ryuto berkata bersama, mereka senang dalam hati. Seluruh istri Ryuto sudah bersama-sama, jadi mereka sudah sangat akrab dan tidak ada pembeda satu dengan yang lain. Ryuto melihat itu senang, karena para istrinya sangat rukun.
***
30 istri Ryuto lainnya, duduk di kursi makan. Mereka saling berbincang-bincang tentang banyak hal. Mulai dari belanja, pelatihan, alat yang akan mereka gunakan saat bermain, dll. Mereka benar-benar terlihat tertawa dan senang.
Beberapa menit kemudian, Ryuto dan 10 istrinya selesai memasak. Dia sudah menghidangkan makanan di meja makan. Ryuto tersenyum senang melihat seluruh istrinya sudah siap untuk menyantap makanan tersebut.
“Baiklah, ayo kita makan,” seketika seluruh istrinya dengan ringan menyendok makanannya dan memasukkan ke mulut mereka. Seketika seluruh istri Ryuto memejamkan matanya, mereka benar-benar sangat senang dengan rasa makanan tersebut. Lalu, mereka dengan cepat memakan makanan tersebut.
Selepas mereka semua selesai makan, seluruhnya saling memandang dan mengangguk bersama. Akhirnya mereka menuju ke sesi selanjutnya, yaitu permainan yang intens. Ryuto tersenyum dan mulai pergi ke kamarnya terlebih dahulu.
“Ayo kita menyusulnya, kita satu tingkat di bawahnya. Jadi kita pasti bisa mengalahkannya,” Alice berkata dengan semangat. Dia benar-benar ingin merasakan sesuatu yang besar tersebut. Seluruh istri Ryuto mengangguk.
Mereka semua akhirnya menyusul Ryuto ke dalam kamar tidur. Sesi permainan intens mereka benar-benar langsung terdengar, ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar. Melodi permainan terus terdengar tanpa henti, di dalam ruangan tersebut.
***
Di sebuah gang, terlihat seorang perempuan yang sedang berlari menuju ke suatu tempat. Perempuan tersebut, dikejar oleh beberapa orang dengan pakaian seragam biru dan putih. Perempuan tersebut menyusuri setiap gang, namun akhirnya dia terjebak.
“Akhirnya kau tidak bisa kabur lagi, Jlang,” orang berseragam biru putih tersebut berkata dengan seringai mesum. Perempuan tersebut, benar-benar gelisah dan panik, dia kehilangan kontak dengan nonanya, lalu mencari keberadaan nonanya, namun nihil. Perempuan tersebut terlihat pasrah sekarang, dia teringat dengan hadiah yang belum dia klaim dari seseorang.
__ADS_1
‘Menjaganya perlu ada hadiah, tapi kau pasti tahu kan, apa itu hadiahnya, Andy.’
Dia benar-benar ingat dengan kalimat tersebut, dia ingin hal pertama miliknya untuk kekasih Nonanya. Namun, apalah daya, dia akan di perkosa di tempat oleh orang-orang berseragam biru putih. Dia lemas dan terduduk, dia berkata pelan dengan penuh harap.
“Andy, tolong selamatkan aku,” Perempuan tersebut berkata dengan lirih. Para orang-orang berseragam biru putih tertawa dengan liar. Kemudian, mereka mulai mendekati perempuan tersebut.
Tepat tangan mereka akan menyentuh perempuan tersebut, sebuah suara membuat mereka berhenti. Suara tersebut berasal dari atap rumah, pakaian santai dikenakan oleh orang tersebut. Dia terlihat sangat santai memandang ke arah sekelompok orang tersebut.
“Aku tidak menyangka, masih ada yang berani, melakukan pemerkosaan di wilayah Jepang, apalagi Tokyo. Apakah kalian tidak takut dengan Tuan Ryuto?”
[Data Istri Ryuto : Yui Kurokami.]
Yui adalah Putri kedua Amy Kurokami. Dia dan Ryuto seumuran, Yui sangat cantik, mirip dengan Ibunya.
Yui dan Ryuto awal bertemu saling berteman, namun aslinya Yui benar-benar naksir Ryuto. Lalu, dia juga melihat kakaknya Yuka, juga menyukai Ryuto.
Dia ingin menyerah, namun karena insiden penculikan, Ryuto mengambil paling berharga miliknya dan kakaknya. Alhasil, Ryuto janji akan menikahi keduanya.
Yui juga sempat membicarakan hal tersebut, namun tanggapan Ryuto adalah, “Jika insiden itu tidak terjadipun, aku akan mengklaimmu menjadi milikku.”
Terdengar sangat egois, namun Yui senang. Dia senang orang yang dia sukai ternyata juga menyukainya. Akhirnya dia menjadi istri Ryuto.
(Nama : Yui Kurokami.)
(Umur : 18 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 4.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1