Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 77


__ADS_3

[Chapter 77.]


[Misi baru.]


[Silahkan Dibaca.]


SMA Kotohana.


Ruang UKS.


Plakkk.


Andy tertampar dan jatuh ke bawah. Namun, di wajah Andy tidak muncul cap tangan. Karena, sebenarnya Andy mengikuti telapak tangan Silvia.


Dengan tangan Andy menampar kakinya, membuat kejadian itu menjadi nyata. Andy melakukan hal tersebut, sebab jika Silvia menamparnya dengan kekuatan penuh, alhasil tangan Silvia akan patah.


Yui, Yuka, dan Angel terkejut dan merasa kasihan dengan Andy yang ditampar, serta terjatuh dari tempat tidur. Aria tersenyum melihat hal tersebut.


Silvia segera memakai pakaiannya kembali, sebelum Andy terbangun dari jatuhnya. Sementara, Andy yang di bawah menunggu Silvia selesai.


Tak lama kemudian, Silvia sudah selesai memakai pakaiannya. Andy pun bangun dan duduk di tempat, kemudian cemberut dan berkata.


“Kenapa kamu memukulku, aku menyelamatkanmu.” Ucap Andy, lalu terpikirkan ide untuk menjahili Silvia. Andy pun berdiri dan keluar dengan Ekspresi muramnya.


Sedangkan Silvia terkejut dan menoleh ke arah Aria, sementara Aria yang merasakan tatapan dari Silvia, dia mengangguk. Silvia paham sekarang dirinya salah.


“Tunggu, Andy.” Teriak Silvia menyesal. Namun, tidak terjawab oleh Andy. Karena dirinya sudah keluar dari ruang UKS. Silvia sedih melihat hal tersebut.


“Tenang, mari kita cari dia.” Ucap Yui, lalu Silvia menatap ke Yui, Yuka, dan Angel. Kemudian, mengangguk. Sedangkan untuk Guru Uks, dia membersihkan racun yang dikeluarkan Silvia.


“Maaf, Sensei. Saya merepotkan anda.” Ucap Silvia sambil membungkukkan badannya. Sedangkan, Guru Uks hanya melambaikan tangannya.


“Sudahlah, ini hanya racun. Serta, tidak berbau.” Ucap Guru Uks, lalu Silvia berterimakasih kepada Guru tersebut.


“Terimakasih, Guru.” Ucap Silvia, kemudian dia keluar bersama dengan Yui, Yuka, Angel, dan Aria. Sedangkan, Guru Uks itu mengangguk.


Di sisi Andy, dia berjalan-jalan di Sekolahnya. Lalu, di saat dia berjalan. Dia bertemu dengan Sayoko dan Sasha.


“Hmm, Andy. Beruntung aku bertemu denganmu, ekstra musik ingin meminta kamu untuk memperbaiki kesalahan mereka. Apakah kamu bisa?.” Ucap Sayoko.


Sedangkan, Andy yang mendengar itu sedikit menaikkan alisnya. Namun, saat mendengar sebuah suara dari System, Andy tersenyum.


[Misi terpicu.]


[Bantu Klub Musik.]


[Hadiah : Keterampilan Bermain Biola Tingkat Rendah + Uang 20.000.000 Yen.]

__ADS_1


[Hukuman : Seluruh Keterampilan akan menghilang.]


‘Sarah, kemarin bukankah aku mendapatkan hadiah dari Kompetisi Musik?.’


[Itu benar Tuan.]


[Misi selesai.]


[Selamat, Tuan mendapatkan Keterampilan bermain Alat Musik Piano.]


[Selamat, Tuan mendapatkan Uang 1.500.000 Yen.]


‘Kenapa bisa baru masuk, Sarah?.’


[Karena, System masih rendah. Pasti akan ada virus dan bug tertentu.]


‘Hmm baiklah.’ Batin Andy, lalu menatap ke arah Sayoko dan menjawab sambil mengangguk. Dia tidak merasakan rasa sakit, hanya saja Andy merasakan ada informasi masuk ke dalam otaknya.


“Aku akan bantu. Tunjukan Lokasinya, Sayoko.” Ucap Andy, sementara Sayoko menatap ke arah Sasha dan berkata.


“Beritahu Guru yang mengajar kelas 2-B, bahwa Andy ada keperluan dengan Ketua Osis.” Ucap Sayoko, sedangkan Sasha mengangguk dan pergi dari tempat.


“Hmm, di Sekolah tegas. Di rumah buas, dan lembut.” Ucap Andy pelan, namun bisa terdengar oleh Sayoko. Dia memerah saat mendengar ucapan Andy.


“A-ayo ke ruang musik.” Ucap Sayoko, berjalan dengan cepat meninggalkan Andy. Sementara Andy mengikuti Sayoko dari belakang.


Di sisi kelas 2-B.


Ke empat Perempuan itu terkejut, dan khawatir dengan Andy. Mereka berfikir. ‘Apakah dia tidak masuk, karena kejadian tadi.’ Batin mereka berempat.


“Angel, Andy belum juga muncul. Apakah benar, dia sekarang marah denganku?.” Ucap Silvia pelan kepada Angel. Sementara Ange menjawab.


“Andy tidak pernah begitu, pasti ada sesuatu yang terjadi dengannya.” Ucap Angel dengan pikiran yang positif. Lalu, kelas pun dimulai.


Beberapa menit kemudian, Seluruh siswa tak terkecuali Yui, Yuka, Angel, dan Silvia melihat ada Sasha masuk ke kelas.


Sasha berjalan ke arah Guru yang mengajar dan berbicara sebentar dengan Guru tersebut. Setelah itu, Sasha keluar dari ruangan.


Guru lalu melanjutkan pelajarannya kembali. Sedangkan Yui, Yuka, dan Angel tahu bahwa Sasha membicarakan tentang Andy.


Sementara, Silvia bingung dan masih cemas dengan Andy. Angel melihat hal tersebut, hanya tersenyum dan berbisik.


“Itu tadi, adalah pacar Andy. Kemungkinan besar, Andy bersama dengan Ketua Osis sekarang, jadi jangan khawatir.” Ucap Angel.


Silvia yang mendengar bahwa Siswa yang masuk tadi adalah pacar Andy, dia terkejut. Lalu, mendengar bahwa Andy ada urusan pribadi, dia sedikit tenang.


Silvia mengangguk dan menjadi sedikit tenang, Angel melihat itu tersenyum. Lalu, mereka kembali fokus ke pembelajaran.

__ADS_1


Di sisi Andy.


Andy berjalan bersama dengan Sayoko menuju ke Klub musik. Di jalan, mereka tidak ada pembicaraan. Akhirnya, Andy membuka pembicaraan.


“Sayoko, kenapa aku harus mengajari mereka musik?.” Ucap Andy, sementara Sayoko menjawab dengan jujur.


“Mereka, juga ingin memenangkan Kompetisi musik di Osaka. Sebenarnya, aku juga ingin menawarimu itu nanti.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy mengangguk.


“Hmm, begitukah. Apakah akan banyak orang disana, ya?.” Ucap Andy, lalu Sayoko menjawab.


“Lebih besar, daripada di Kompetisi sebelumnya. Sebenarnya, kompetisi musik yang kamu ikuti, lebih sulit, karena ada dua artis terkenal yang menjadi juri di Kompetisi Musik tersebut.” Ucap Sayoko.


“Memangnya sesulit apa, Kompetisi kemarin?.” Ucap Andy penasaran, karena dirinya benar-benar tidak tahu.


“Jika, Juri biasa itu bisa dikatakan kompetisi antar Sekolah tingkat Kota. Sedangkan, Artis terkenal yang menjadi juri, itu bukan lagi kompetisi antar Sekolah. Namun, sudah menjadi Kompetisi antar Sekolah tingkat Nasional maupun Internasional.” Ucap Sayoko.


(Sebenarnya mau kubuat Kabupaten, tapi kok rendah amat jadi kubuat tingkat kota saja.)


Setelah, Sayoko berkata hal tersebut dia berhenti di depan sebuah pintu. Andy pun juga berhenti, lalu memandang ke arah pintu.


“Artinya, kamu adalah pemain musik yang berada di tingkat Internasional. Karena, membuat dua juri artis tersebut, benar-benar terkejut dan kagum.” Ucap Sayoko.


Andy hanya mengangguk paham. Lalu, Sayoko membuka pintu tersebut. Keduanya langsung masuk ke dalam ruang Klub musik tersebut.


Terlihat di dalam ada 4 Siswa. 2 Perempuan, 2 Laki-laki. Lalu, keempat tersebut memandang ke arah Sayoko, lalu ke Andy.


“Ketua Osis, apakah dia orangnya?.” Ucap Perempuan yang memegang sebuah Gitar. Sedangkan, Sayoko menatap ke arah Perempuan tersebut.


“Iya, Ria-chan. Dia akan menjadi pelatih kalian.” Ucap Sayoko, kepada Perempuan yang bernama Ria.


Ria, Perempuan yang memiliki tinggi 165. Dua gunungnya sedikit lebih kecil daripada Perempuan Andy. Dia memiliki rambut berwarna biru dengan bentuk twintail. Wajahnya cantik dan terlihat masih polos.


“Oh, perkenalkan namaku Ria.” Ucap Ria memperkenalkan dirinya. Lalu, Perempuan sebelahnya juga memperkenalkan dirinya.


“Hallo, perkenalkan namaku Akari, aku bertugas menjadi pianis.” Ucap Perempuan tersebut, yang bernama Akari.


Akari, Perempuan yang memiliki tinggi 169. Dua gunungnya memiliki ukuran seperti Sayoko. Iris matanya berwarna hijau. Dia juga memiliki rambut berwarna coklat dengan kunciran Ponytail. Wajahnya cantik dan terlihat ceria. Perempuan ini sangat bersemangat.


“Aku, Hid-.” Ucap Laki-laki sebelah Akari. Namun, terpotong oleh suara pintu terbuka. Semuanya melihat ke arah pintu.


Mereka mendapati seorang Perempuan dengan rambut golden, sedang menunduk terengah-engah, seperti habis berlari.


“M-maaf, Hah Hah Hah, aku sedikit telat datang.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2