
[Chapter 186.]
[Candi Prambanan.]
[Silahkan Dibaca.]
Mereka semua selesai makan, mereka benar-benar senang dengan masakan yang dibuat oleh pria besar tersebut.
Kemudian, Ryuto mengeluarkan uang yang dia ubah dengan sistem, dia membayar seluruh makanan tersebut.
Setelah itu, Ryuto dan para istrinya berdiri dan berjalan keluar dari kedai, lalu mereka berjalan menuju ke arah mobil mereka.
“Terimakasih, kapan-kapan datang lagi,” ucap pria besar tersebut, kemudian senyuman lebarnya menjadi senyum biasa.
Pelayan tadi menghampiri pria besar yang sudah masuk ke dalam kedai miliknya tersebut.
“Bos, ada apa?” tanya pelayan tersebut, kemudian dia menatap ke arah pelayan tersebut, lalu dia tersenyum.
“Orang-orang itu bukan orang biasa, karena orang-orang itu berani keluar sore ini, apalagi di tempat seperti ini,” ucap pria besar tersebut.
Pria besar tersebut, kemudian melepas pakaian kokinya. Kemudian, terlihat baju dengan belakang gambar Phoenix.
‘Sepertinya, aku perlu menghubungi ketua nanti, untuk mengumpulkan anak-anak motor,' batin pria besar tersebut.
“Dan, tutup pintu, kita mulai tutup kedainya,” ucap pria besar, kemudian pelayan tersebut menjawab.
“Siap, bos,” ucap pelayan tersebut, kemudian dia mulai menutup kedai dan mulai membersihkan isi kedai.
Di sisi Ryuto.
Ryuto dan para istrinya tiba di mobil, mereka menyerahkan makanan kepada Maid dan Zero yang berada di mobil.
“Jadi, bagaimana keadaan sekitar, Zero?” tanya Ryuto, mulai duduk di dalam kamar yang berada di mobil.
(Note : Mobilnya sudah dimodifikasi dengan kemampuan ruang dan waktu milik Ryuto.)
“Seperti yang anda bilang, Tuan. Kubah itu semakin membesar dan hampir dekat dengan area mobil milik kita,” ucap Zero.
“Makanlah dulu, selepas ini kita akan pergi masuk ke dalam candi tersebut,” ucap Ryuto, membuat Zero dan para Maid mengangguk.
Mereka makan dengan lahap, karena mereka merasakan makanan tersebut enak, namun masih di bawah masakan Tuan mereka.
Beberapa menit kemudian.
Zero dan para Maid selesai makan, mereka menatap ke arah Ryuto, lalu Zero berkata mewakili seluruhnya.
“Kami sudah selesai, Tuan,” ucap Zero, Ryuto yang sebelumnya memejamkan matanya, mulai membukanya kembali.
“Kalau begitu, ayo kita keluar,” ucap Ryuto, kemudian dia melihat ke arah para istrinya yang sudah duduk di luar.
“Oh, kalian sudah selesai?” tanya Lilia, menatap ke arah pintu yang terbuka, disana terlihat Zero dan maid, kemudian terakhir Ryuto.
“Ya, kami sudah selesai, Nyonya,” ucap para Maid, sementara Lilia mengangguk. Kemudian dia menatap ke arah Ryuto.
__ADS_1
“Jadi, apa selanjutnya?” tanya Lilia, kemudian Ryuto yang sudah keluar, dia tersenyum dan menjawab.
“Kita pergi masuk, hari juga sudah malam,” ucap Ryuto, melihat langit yang sudah gelap tanda waktu sudah memasuki malam.
Mereka berjalan ke arah candi dan melewati area kubah tersebut, mereka merasakan Aura jahat yang sangat besar di pusat candi.
“Kita masih jauh, namun aura disini benar-benar sudah terasa jahatnya,” ucap Silvia, kemudian Erika mengangguk dan berkata.
“Kau benar, sepertinya musuh kita berada di tingkat prajurit lautan,” ucap Erika, membuat seluruh istri Ryuto senang.
“Bagus, akhirnya kita bisa menikmati pertempuran bersama kembali,” ucap Sasha, dia sangat senang dan bersemangat.
Ryuto melirik ke arah para istrinya, lalu memfokuskan kembali ke depan dengan sebuah senyuman.
‘Mereka benar-benar bersemangat,” batin Ryuto, kemudian mereka hampir tiba di jalan masuk candi Prambanan tersebut.
Mereka berhenti ketika mendengar sebuah suara yang lantang dan keras.
“Hahaha, Aku akan membangkitkan mu kembali Roro Jonggrang, dengan begitu kau akan menjadi milikku sepenuhnya,” ucap suara tersebut.
Ryuto memandang ke arah para istrinya, kemudian mereka berjalan kembali menuju ke arah suara tersebut.
Namun, saat hampir sampai, mereka dihalangi oleh berbagai Iblis, Ryuto dan para istrinya berhenti.
“Kekeke, Manusia apa yang membuatmu datang ke wilayah Bondowoso?” tanya Iblis1.
“Memang aku perlu memberitahumu,” ucap Amy, dia tersenyum mengejek kepada para iblis tersebut.
Ryuto bisa melihat bahwa Iblis ada sekitar 1000, Ryuto memandang ke arah Istri, Maid, dan Zero.
“Aku akan bersamamu ke sana, Sayang,” ucap Lisa, diikuti oleh Olivia, Haruna, dan Kaori. Sementara istri Ryuto lainnya menatap ke arah Ryuto.
Ryuto merasakan tatapan istrinya, dia melihat ke arah istrinya yang mengangguk, Ryuto tersenyum dan menatap ke arah 4 Istrinya tersebut.
“Baiklah, ayo kita pergi ke pusat,” ucap Ryuto, kemudian dia berbalik dan pergi menuju ke pusat diikuti ke empat istrinya.
“Kau ki-“ ucap Iblis1 terhenti, saat dia merasakan rasa sakit yang amat menyakitkan.
Arhhhh.
Iblis1 tersebut tertebas oleh pedang pendek milik Ryuto, kemudian Ryuto dan ke empat istrinya menghilang dari tempat.
Para iblis terkejut, sampai mereka akhirnya sadar saat mereka mendengar suara dari tempat para Istri, Maid, dan Zero.
“Yah, mereka sudah pergi. Waktunya kita mulai pesta,” ucap Anri, dia mengeluarkan pisau.
“Itu benar,” ucap para istri Ryuto satu persatu, mereka semua mengeluarkan senjata mereka, Maid juga sama, Zero mengambil rokok dan menyalakannya saja.
Bushhhhh.
Aura mereka keluar dan menyebar dengan cepat, candi yang berada di dekat mereka retak dan hancur.
Iblis yang semula berani menjadi sedikit ada rasa takut, lalu salah satu dari Iblis memberanikan diri dan berteriak.
__ADS_1
“Bunuh mereka, kita memiliki banyak jumlah,” teriak Iblis45, kemudian ketakutan para iblis menghilang dan digantikan seringaian.
“Kau benar, kita siksa para perempuan dan bunuh saja langsung laki-laki itu,” ucap Iblis89, kemudian seluruh Iblis berteriak.
“Ohhh,” seluruh Iblis melesat dengan cepat, mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah jatuh ke dalam kelompok Dewa kematian.
Di sisi Ryuto.
Ryuto dan keempat istrinya muncul tepat di dekat pusat, mereka melihat seorang pria dengan otot yang keras, selendang berwarna kuning tergantung.
Sorot mata tajam, wajah dengan ekspresi serius dan seram, kumis yang begitu tebal, dengan sebuah aksesoris lancip khas budaya Jawa dulu.
“Siapa kalian!” raung Pria tersebut, Aura kengerian, Aura membunuh keluar semua dan menerpa ke arah Ryuto dan keempat istrinya.
Apa yang ada di depan Ryuto dan keempat istrinya adalah Pria yang pernah bertarung di medan perang, membunuh ribuan musuh, bahkan membunuh pasukan yang tidak menurut.
Pria tersebut mendapatkan sebuah Gelar yaitu Komandan pasukan dari Kerajaan dulu, Pria tersebut ialah Bandung Bondowoso.
Ryuto memandang orang tersebut, wajahnya tetap datar dan santai, begitupun ke empat istrinya.
“Apa yang ingin kulakukan? Aku ingin membunuhmu,” ucap Ryuto ringan, ke empat istrinya tersenyum menyeringai.
Bandung Bondowoso geram, dia benar-benar marah dikala musuh meremehkan dirinya, dia mengangkat tangannya.
Kemudian muncul sebuah keris pusaka miliknya, Bandung Bondowoso menatap ke arah Ryuto dan ke empat istri Ryuto.
“Aku dudu wong sembarangan, awakmu gak tata krama, aku paling ra seneng karo wong seh gak due tata krama,”
(Aku bukan orang sembarangan, kau tidak punya sopan santun, aku paling tidak suka dengan orang yang tidak punya sopan santun.)
“Majuo, ayo selesaikne neng papan kene,”
(Majulah, ayo selesaikan di tempat ini.)
Bandung Bondowoso menantang Ryuto dan istrinya dengan sifat kesatrianya, kuda-kuda ajian miliknya dikeluarkan.
Ryuto sendiri entah kenapa dia tidak peduli dengan ucapan Bandung Bondowoso, dia melapisi tubuhnya dengan spiritual.
Ke empat Istrinya ingin ikut bertarung, namun dihentikan oleh Ryuto, Bandung Bondowoso melihat hal tersebut.
“Biar aku saja, sifat kesatria aku juga punya, walaupun itu adalah sifat naif, tapi kalau musuh menantang dengan hal tersebut, artinya aku menghina lawanku terlalu dalam,” ucap Ryuto.
Bandung Bondowoso mendengar hal tersebut, senyum terpampang di wajahnya, ekspresi marahnya hilang, digantikan dengan ekspresi seriusnya.
Bandung Bondowoso memang kejam, namun dia juga memiliki satu sifat yang diakui hebat, yaitu sifat berani dan kesatrianya.
“Ayo mulai,”
[To be Continued.]
Note : Aku kurang paham sifat Bandung Bondowoso, tapi dia kubuat kejam dan tidak memandang nyawa orang berharga, namun ada sifat naif, yaitu sifat kesatria.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.