Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 229


__ADS_3

[Chapter 229.]


[Kerajaan Star.]


[Silahkan Dibaca.]


Malam hari, Ryuto berjalan menuju ke arah ruang kerja milik Zero. Dia berjalan dengan tenang dan santai. Juga dia ditemani oleh 2 istrinya yang bernama Eimi dan Lisa. Keduanya ingin ikut dengan Ryuto karena penasaran dengan Kerajaan Star.


Tiba di ruang kerja Zero, Ryuto dan kedua istrinya masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu. Zero yang berada di dalam, menatap ke arah Ryuto dan istrinya. “Silahkan duduk, Tuan dan Nyonya.” Ryuto dan kedua istrinya duduk di sofa yang berada di ruang kerja itu.


Zero berjalan ke arah lemari, kemudian dia mencari sesuatu. Ketika Zero menarik, apa yang dia cari sudah berada di genggamannya. Apa yang dia cari ialah sebuah file dengan kertas yang terlihat menumpuk.


Zero berjalan ke arah sofa, dia duduk tepat di hadapan Ryuto dan kedua istrinya. File besar itu, Zero berikan kepada Ryuto. Sementara Pemuda itu, menerima file dan mulai membaca satu persatu tumpukan kertas.


Wilayah, Kerja sama, Militer, Keunikan, Surat cinta, Ekonomi.... Ryuto berhenti sebentar, kemudian dia mengambil yang berlabel Surat cinta. Zero yang melihat itu, segera mengambil surat cinta itu. Ryuto menyipitkan matanya, sementara kedua istrinya terkekeh ketika melihat nama di surat cinta itu.


‘Anisa.’


“Ma-maaf, Tuan. Ini barang pribadi saya.” Zero segera meminta maaf dengan malu. Sementara, Ryuto tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Jika kau menyukai seseorang, segera saja bawa ke Hotel, unboxing segera.”


Zero benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Sementara kedua istri Ryuto mengedutkan keningnya. Namun mereka merasa benar dengan yang diucapkan oleh Suaminya. “Baiklah, kita kembali ke topik pembicaraan. Soal pacarmu, segera saja menikah dan memiliki anak.”


Zero tersenyum tak berdaya mendengar ucapan dari Tuannya. Dia hanya bisa mengangguk paham saja. Kedua istri Ryuto tertawa kecil melihat interaksi Tuan dan anak buah itu. Ryuto kembali fokus ke dalam file itu.


“Kerajaan ini benar-benar menarik, tapi ada banyak hal kesalahan di Kerajaan Star. Yah, mau bagaimana lagi. China sendiri bagus tpi Negara yang mereka jajah adalah buruk. Alhasil China menjadi lebih buruk sekarang.”

__ADS_1


Ryuto menjelaskan seluruh isi fikirannya ketika selesai membaca file yang diberikan oleh Zero. Para istrinya kemudian mengambil file itu dan juga mulai membacanya. Zero sendiri dia mengangguk benar dengan apa yang dikatakan Tuannya.


“Perintahkan yang berada di pelabuhan untuk mengecek seluruh isi barang yang Kerajaan Star perdagangkan ke Kerajaan kita. Jika semisal ada Narkoba, hal berbahaya, dan budak. Hancurkan mereka dan selamatkan para budak.”


Zero mengangguk paham. Ryuto menatap ke arah kedua istrinya yang sudah selesai membaca file tentang Kerajaan Star. Kedua istrinya sedikit mengedutkan bibirnya ketika melihat masih ada banyak orang membudak para perempuan.


“Ayo kita kembali.” Kedua istri Ryuto mengangguk. Kemudian Ryuto dan kedua istrinya berdiri dari sofa dan berjalan keluar dari ruang kerja Zero. Sementara pemilik ruang menundukkan kepalanya ke arah Ryuto dan kedua istrinya itu.


**


Ryuto dan kedua istrinya berjalan bersama menuju ke arah Kediaman Utama Kurokami. Mereka berjalan dengan santai. “Nah sayang, kenapa Dunia ini penuh dengan budak?” Eimi bertanya kepada Suaminya. Ryuto sendiri sedikit terkejut dengan ucapan dari Eimi.


Ryuto merasa lupa dengan hal itu, kemudian dia mulai berfikir dan mengangkat bahunya tanda tidak tahu. “Aku tidak tahu, namun aku ada pemikiran sendiri.” Eimi dan Lisa memandang ke arah suaminya dengan penasaran.


Ryuto yang melihat tatapan penasaran, dia tersenyum lalu berkata, “Bagi para Laki-laki budak itu adalah wajib. Saat aku membaca buku sejarah tentang Dunia ini. Aku menemukan fakta yang sedikit aneh.”


“Budak secara tiba-tiba dilakukan ketika sebuah Kerajaan di datangi oleh 8 orang dengan jubah putih dan topeng aneh. Mereka menyebut dirinya adalah Dewa yang turun memberikan berkah yang bernama ajaran Budak.”


“Para Dewa menatap ke arah seluruh perempuan. Kemudian, para Dewa mengenalkan apa itu budak kepada para laki-laki. Ke-8 orang itu berjalan ke arah salah satu perempuan, kemudian menyiksanya. Para laki-laki benar-benar merasakan gejolak di dalam hati mereka, alhasil para laki-laki melakukan permainan dengan para perempuan terus-menerus.”


“Awalnya para perempuan menolak akan hal itu, mereka benar-benar tidak percaya akan Dewa itu. Para perempuan ingin memberontak, namun apa daya. Seluruh perempuan benar-benar lemah dan tidak berdaya waktu itu.”


Ryuto berhenti dan menatap ke arah kedua istrinya yang muram. Aura marah mereka keluar, Ryuto muncul di belakang kedua istrinya dan memeluk keduanya. “Tenanglah, itu hanya sebentar. Karena apa yang terjadi selanjutnya benar-benar menarik.”


Ryuto menenangkan kedua istrinya. Dia benar-benar merasa bahwa para perempuan maupun wanita pasti akan sangat sensitif dengan hal-hal itu. Kedua istri Ryuto tersebut menghela nafas panjang, lalu mereka tenang seketika.

__ADS_1


“Lanjutkan, sayang.” Lisa meminta Ryuto untuk melanjutkan ceritanya. Pemuda itu mengangguk, dia melanjutkan ceritanya sambil memeluk pinggang kedua istrinya. “Semua itu terus terjadi sampai akhirnya terungkaplah salah satu orang ber-8 itu adalah perempuan.”


“Para warga yang melihat itu, tidak bisa tidak terkejut. Mereka menjadi gila ketika melihat Dewa cantik yang begitu mempesona. Para warga menjadi liar, mereka mengejar ke-8 orang yang mengaku Dewa tersebut.”


“Ke-8 orang itu murka, terutama orang yang terlihat seperti pemimpin dari ke-7 orang lainnya. Dia marah dan menghancurkan para manusia, sampai akhirnya. Terungkaplah bahwa pemimpin itu hanya dimanfaatkan dan dibunuh oleh ke-6 anggota miliknya.”


Lisa dan Eimi mengerutkan keningnya, lalu Lisa bertanya, “Ke-6, bukan ber-7?” Ryuto tersenyum, lalu berkata. “Ke-7 itu adalah perempuan. Dia tidak ikut, mungkin karena perempuan itu paling dilindungi oleh pemimpin mereka.”


Lisa dan Eimi mengangguk paham, kemudian Ryuto melanjutkan ceritanya. “Pemimpin itu terbunuh, kata-kata terakhir dia adalah, ‘Aku bersumpah akan membunuh kalian, seluruh rencana kalian tentang dunia, kelak akan dihancurkan oleh penerusku.’ Pemimpin itu juga berharap penerusnya dapat membebaskan para perempuan dan menyelamatkan Dunia ini.”


Kedua istri Ryuto berhenti, membuat Ryuto juga ikut terhenti. “Nah sayang, dari cerita itu. Bukankah itu mirip denganmu?” tanya Eimi, dia merasa bahwa Suaminya mirip dengan orang yang berada dalam cerita tersebut.


“Tidak tahu, aku sendiri tidak tahu asal usul dari Kurokami. Sejarah Kurokami sendiri, sangat rapat dan tidak semua orang tahu.” Ryuto menjawab dengan tak berdaya. Kedua istrinya tersebut tersenyum dan memeluk masing-masing lengan Ryuto.


“Yah, itu masa lalu. Apapun yang kau pilih, kami akan selalu bersama.” Eimi dan Lisa berkata bersama. Ryuto tersenyum dan memeluk mereka lebih erat, kemudian mereka tiba di depan pintu ruang tidur.


“Baiklah, ayo kita bersenang-senang malam ini.”


[To be Continued.]


Note : Datanya belakangan.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2