
[Chapter 262.]
[Pemanasan.]
[Silahkan Dibaca.]
Dasar Laut.
Ryuto, Zen, dan Jordan menyelam ke bawah dengan cepat. Mereka hanya mencari satu tempat yaitu Islan. Sebuah Negara yang di huni oleh makhluk mitos yaitu Duyung.
Ryuto memimpin kedua peliharaan miliknya. Bagaimanapun juga, sistem menunjukkan tempat Negara Islan itu berada.
Ketiganya melesat dengan cepat, ikan yang dilewatinya terbawa oleh arus yang diakibatkan oleh kecepatan tersebut.
***
Ryuto dan dua peliharaannya tiba di dekat Negara Islan tersebut. Mereka melihat Negara yang megah dan kokoh. Namun, Ryuto mengerutkan keningnya ketika merasakan perasaan kesedihan dan amarah.
“Zen, Jordan sepertinya kita di sambut.” Ryuto tersenyum menyeringai. Dia mengabaikan terlebih dahulu hal yang dirasakan tersebut. Fokusnya sekarang adalah 90 pasukan duyung yang melesat ke arah dirinya dan hewan peliharaannya.
“Kamu benar, Bos.” Zen menyiapkan cakar tajam miliknya. Siluet ketajaman cakar terlihat. Lidah menjilat bibirnya dengan penuh rasa ingin mencicipi musuhnya.
“Bos, kita bagi jadi 30 agar adil.” Jordan tidak sabar juga. Dirinya terlihat menyiapkan gigi yang benar-benar tajam.
Ryuto sendiri mengangguk, dirinya ingin berkata seperti itu. Namun, sudah di dahului Jordan. Maka dari itu hanya bisa mengangguk saja.
Wush Wush Wush Wush.
“Berhenti, kalian manusia dan hewan rendahan. Sepertinya kalian ad-“ Duyung1 belum selesai berkata. Zen melesat dan mengayunkan cakar miliknya.
Slashhhh.
Duyung1 terkejut dan merasakan rasa sakit di wajah miliknya. “Arhhhhhh, semuanya mereka penyusup. Bunuh cepat!”
Seketika 89 Duyung tersadar dan mulai melesat mengejar Ryuto, Zen, Jordan yang tengah memisahkan dirinya masing-masing.
***
Sisi Zen, dirinya dikejar oleh 30 duyung. Dia melesat ke arah suatu tempat jauh dari tuannya dan sahabatnya.
“Berhenti kau, kucing nakal!” Duyung1 benar-benar geram. Dirinya selepas di lukai harus mengejar Zen tersebut. Wajahnya memerah karena marah.
Zen tersenyum dan melihat lokasi bahwa sudah tepat. Dirinya dengan cepat berhenti dan menatap ke arah 30 duyung tersebut.
Para duyung juga berhenti, mereka dengan cepat mengelilingi Zen. Duyung1 melihat hal itu menyeringai dan berkata, “Lihat, akhirnya kau kutangkap.”
Zen melihat hal itu dengan tatapan santai. Bagaimanapun juga, para duyung menurutnya adalah makanan yang wajib dimakan agar tidak sia-sia.
“Selamat makan.” Zen menyeringai, membuat 30 duyung terkejut. Kemudian, mereka melihat bahwa Zen menghilang dari tempat dan muncul di Duyung23.
Slashhhh.
“Arhhhh.” Zen menebas tepat leher Duyung23, membuat duyung mati dalam sekejap. Seluruh duyung terkejut akan hal itu, mereka terbakar amarah dan mulai menyerang Zen
Wush.
__ADS_1
Slash Slash Slash Slash.
Zen dengan ringan menghilang dan menebas tepat leher para duyung yang melesat ke arahnya. Sampai akhirnya hanya tersisa Duyung1.
“Hmm, tinggal dirimu saja. Maka dari itu, matilah.”
Zen melesat dan menusuk tepat jantung Duyung1. Dirinya mengeluarkan jantung dari belakang Duyung1.
Duyung1 melihat sesuatu di tangan Zen. Sesuatu yang berdetak semakin lama semakin lambat. Dirinya menatap Zen dengan tidak percaya. “Ti-dak mung-kin.”
Zen menatap dengan tatapan lapar. Dirinya mulai memakan 30 duyung tersebut, dengan senang hati.
***
Jordan melesat ke arah tempat yang terlihat tertutup. Dirinya menyeringai ketika melihat 30 duyung mengikutinya.
“Berhenti!” Teriak Duyung31 dengan emosi. Mereka semua dari tadi hanya bermain kejar-kejaran saja, membuat para duyung benar-benar marah.
Jordan sudah tiba di tempat dan berbalik menatap ke arah 30 duyung tersebut. Dirinya tenang namun dalam hatinya sudah tidak sabar ingin memakan para duyung tersebut.
“Akhirnya, kau berhenti Anjing Silan.” Duyung56 berkata dengan nada terengah-engah. Bagaimanapun juga mereka lelah, walaupun perenang terhebat sedunia.
Namun, musuhnya kali ini adalah Jordan. Gelar mereka sudah hilang sekarang digantikan oleh peliharaan Ryuto tersebut.
“Kepung dia!” Duyung60 memberi perintah dengan cepat. Para duyung mengangguk dan mengelilingi Jordan.
Jordan melihat hal itu dengan sudut mulutnya naik ke atas membuat sebuah senyuman. Dia menyeringai dengan hebat.
“Waktunya makan.”
Wushhh.
Namun, sebelum Duyung45 kabur. Sosok besar di belakangnya dan menerkam dengan gigitan yang tajam.
Crush.
Jordan dengan senang mengunyah dan menelannya hidup-hidup. Seluruh duyung melihat adegan tersebut merinding, mereka tidak pernah menemui Binatang yang seperti Jordan.
“Monster... Anjing ini Monsterrr.” Duyung39 berteriak dengan keras. Jordan tidak peduli dan melesat kembali ke arah para duyung. Dirinya juga melihat ada yang kabur, akan tetapi Jordan sudah menghalangi mereka semua.
Crush Crush Crush
Jordan dengan liar menggigit dan memakan mereka satu persatu. Dirinya benar-benar menikmati hidangan tersebut.
Para duyung pasrah dan mereka tidak berlari dari Jordan. Hanya satu saja yaitu menyerahkan hidup mereka untuk Jordan.
Jordan sendiri tidak paham, dirinya hanya makan-makan dan tidak peduli dengan perasaan para duyung tersebut. Bagaimanapun dirinya masih hewan, jadi perasaan untuk para manusia tidak terlalu berguna baginya, kecuali untuk bos dan para keluarga bosnya.
***
Ryuto sendiri berhenti tidak jauh dari Negara Islan. Dirinya berdiri disana sambil memandang ke arah 30 duyung di depannya.
“Akhirnya ka—“ sebelum menyelesaikan ucapannya, Ryuto melesat ke arahnya dengan sebuah pedang hitam.
“Maaf, aku tidak pesan paket suara omong kosong.” Ryuto berkata dengan ringan sambil mengayunkan pedangnya dengan cepat.
__ADS_1
Slashhhh.
Kepala Duyung68 tertebas dan berputar di dalam air. 30 duyung lainnya terkejut akan hal itu, akan tetapi sebelum mereka bereaksi. Ryuto sudah menebas kembali.
Slash Slash Slash Slash.
“5 tumbang...” Ryuto menghilang kembali dan muncul di belakang salah satu duyung tersebut. Dengan cepat dia mengayunkan pedangnya kembali.
Slash Slash Slash Slash.
“9...”
“13...”
“24...”
“29...”
Seluruh duyung ditebas tepat kepala. Hanya sisa satu duyung yaitu Duyung78. Duyung tersebut gemetar ketakutan, dia baru saja melihat seluruh temannya terbunuh tepat di matanya.
Wushhh.
Ryuto muncul tepat di depan Duyung78. Dirinya menempelkan tangannya ke arah pundak Duyung78. Dia berkata dengan ringan. “Pergilah, minta Rajamu untuk turun takhta atau berperang dengan diriku.”
Booommm.
Duyung78 belum sempat menjawab, dirinya di terbangkan ke arah Istana yang berada di Negara Islan. Dia melesat dengan cepat, tubuhnya tidak stabil dan hanya bisa pasrah.
***
Istana Islan.
Arda tengah menekan Ibunya yang sudah tidak memakai pakaian apapun. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa ibunya sangat cantik.
“Arda, hentikan sekarang juga!”
Ibunya tidak ingin melakukan hal itu, ekor ikannya sudah berubah menjadi kaki manusia, begitu juga Arda sudah berubah menjadi kaki manusia.
Duyung memiliki kemampuan tersebut karena Ras adalah kekuatan mereka. Jika mereka ingin membatalkan kekuatan maka tubuhnya akan berubah manusia kembali. Namun, kelebihannya adalah mereka memiliki kebiasaan sama dengan yang mereka miliki saat menjadi Ras.
Contoh Ras Duyung, nantinya mereka tetap bisa bernapas di air ketika sudah berubah menjadi manusia. Begitu juga Ras lainnya nanti (Spoiler dikit saja.)
***
Arda menekan ibunya dan siap akan mencium ibunya, akan tetapi semuanya tidak kesampaian ketika suatu suara menghancurkan dinding kamar tersebut.
Boooommmmmm.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1