
[Chapter 114.]
[Kaori.]
[Silahkan Dibaca.]
Kediaman Yakuza Homaku.
“Tolong bawa kami bersama dengan anda, Tuan. Kami siap menjadi pembantu anda.” Ucap kedua Wanita tersebut.
Sementara itu, Ryuto yang berada di sebelah Sasha tertegun. Lalu, dia menatap ke arah Sasha untuk meminta pendapat. Namun, apa yang dilihat Ryuto adalah senyum Sasha yang mengisyaratkan bahwa dia setuju.
“Apakah kalian yakin?.” Ucap Sasha dengan senyumnya. Sementara itu, kedua Wanita tersebut menjawab dengan serius.
“Kami yakin.” Ucap keduanya. Sasha tersenyum senang saat melihat tatapan serius keduanya. Dia berdiri dan memeluk keduanya.
“Selamat datang di keluarga Kurokami, nanti baju kalian akan diatur saat sudah sampai di Tokyo.” Ucap Sasha, keduanya benar-benar senang dan air mata keluar. Mereka berdua membalas pelukan Sasha.
“Terimakasih, Nyonya.” Ucap keduanya, sementara Ryuto yang melihat hal tersebut, hanya tersenyum tak berdaya.
Beberapa menit kemudian, pesta selesai. Ryuto meminta kedua Wanita tersebut, yang bernama Yuriko dan Yurika untuk ke Tokyo bersama dengan Zero dan yang lainnya.
Keduanya mengangguk setuju, lalu mereka berdua pergi bersama dengan Zero dan yang lainnya. Ryuto dan Sasha membawa satu motor, untuk motor satunya di bawa oleh Lion dan Alpha.
Sampai di penginapan, Ryuto dan Sasha turun. Kemudian, menyerahkan kunci motor kepada Alpha. Kedua motor Ninja tersebut di bawa mereka berdua kembali ke Tokyo.
Ryuto dan Sasha masuk ke penginapan dan menuju ke kamar mereka. Sebelum mereka pergi ke Penginapan, mereka sudah berganti dengan pakaian santai. Jadi, orang akan menganggap keduanya hanya berjalan-jalan pada malam hari.
Lalu, mereka berdua masuk ke kamar mereka. Namun, saat masuk mereka di sambut oleh Yuli dan Sayoko. Yuli tersenyum dan berkata.
“Selamat datang, serta Selamat atas kemenanganmu.” Ucap Yuli, sedangkan Ryuto, dia mengangguk dan tersenyum.
“Aku akan ke pemandian. Bau keringat dan berbagai hal masih tercium. Aku ingin bersihkan terlebih dahulu.” Ucap Ryuto. Sementara itu, Yuli, Sayoko, dan Sasha mereka menarik Ryuto ke pemandian.
“Ayo kita mandi bersama.” Ucap mereka bertiga. Sementara Ryuto, dia pasrah dan menuruti keinginan ketiga Istri tersebut.
Mereka masuk ke pemandian, lalu saling membasuh dan berendam bersama. Tidak lupa juga, mereka bermain ringan.
Selesai mandi, mereka keluar dan mulai memakai baju tidur mereka. Namun, saat akan mulai tidur, mereka mendengar suara ketukan pintu.
Tok Tok Tok.
__ADS_1
“Ryuto, apakah kamu ada di dalam?.” Ucap suara yang familiar, suara tersebut tak lain tak bukan adalah Kaori. Ryuto yang mendengar suara Kaori, segera menjawab.
“Aku berada di dalam, sebentar aku akan buka pintunya.” Ucap Ryuto, lalu berjalan menuju ke pintu. Sementara ketiga Istrinya tersenyum dan pergi bersembunyi terlebih dahulu.
Klek.
“Ada apa, Ka..ori?.” Ucap Ryuto tertegun melihat Kaori menggunakan baju tidur yang transparan. Ryuto dapat melihat seluruh tubuh Kaori.
“I-itu, ap-apakah aku bisa tidur bersamamu, a-aku hanya membalas tentang Ibuku.” Ucap Kaori, sementara Ryuto, dia hanya tersenyum dan berkata.
“Tidak masalah, serta aku tidak ingin melakukan dengan orang yang terpaksa melakukan hal tersebut.” Ucap Ryuto, sementara Kaori, dia tertegun dengan ucapan Ryuto.
Dia berfikir bahwa Ryuto akan agresif dan langsung memakannya. Namun, ekspektasi tidak sesuai Realita. Namun, Kaori tidak menyerah, dia langsung masuk dan memeluk Ryuto.
“Tidak, aku murni ingin bersamamu.” Ucap Kaori dengan berani. Ryuto terkejut, laly tersenyum dan membalas pelukan dari Kaori.
“Tapi, apakah kamu yakin? Aku juga menyukai Ibumu, loh?.” Ucap Ryuto, untuk memastikan perasaan Kaori.
Sementara itu, Kaori tertegun namun rasa cintanya lebih tinggi daripada yang lain. Dia memeluk erat Ryuto dan berkata.
“Aku yakin, walaupun kamu juga mencintai Ibuku, aku tidak peduli. Terpenting, aku bisa bersamamu selalu.” Ucap Kaori, lalu Ryuto mencium tepat bibir Kaori.
Cup.
Tiga istri Ryuto melihat hal tersebut. Namun, mereka membiarkan terlebih dahulu, sampai Kaori benar-benar sudah lelah dan tertidur.
Di sisi lain.
Kediaman Yakuza Homaku.
Polisi Osaka melihat-lihat seluruh kediaman tersebut. Mereka datang, setelah menerima laporan dari seseorang warga yang lewat.
“Inspektur Gen, kami tidak melihat jejak para Yakuza, di kediaman ini hanya ada tebasan dan tempat terbakar yang besar.” Ucap salah satu Polisi.
“Terimakasih, terus selidikit jika ada yang mencurigakan.” Ucap Inspektur Gen, sementara Polisi tersebut, dia langsung melakukan apa yang diperintahkan.
Inspektur Gen Shiro, Inspektur yang memiliki rambut keriting pendek, lalu memiliki mata yang sipit, iris matanya berwarna coklat, selalu memakai bunga sakura di tempat saku atas, warna rambut yang dia miliki hitam seperti kebanyakan orang.
‘Satu malam, seluruh Yakuza Homaku musnah. Aku bisa menduga bahwa ini perbuatan orang yang diatas Yakuza Homaku, namun siapa?. Mafia Night, Yakuza Rinto, Yakuza Kaza, atau Mafia dan Yakuza lainnya.’ Batin Inspektur Gen.
‘Jika bukan mereka, pasti dari keluarga terkenal. Kurokami, Shirogami, Fuzuru, Sakabe, Ryosuke, dan lainnya. Dari sekian banyaknya, hanya Kurokami yang bisa dibilang sudah hilang, tersisa hanya perusahaan saja.’ Batin Inspektur Gen.
__ADS_1
Lalu, Inspektur Gen mengeluarkan rokoknya dan mulai menyalakannya. Kemudian, menghirup rokoknya dan menghempuskan sambil berkata.
“Busshhh, sungguh merepotkan saja (Mendokesei.)” ucap Inspektur Gen, memandang ke arah langit dan melanjutkan ucapannya.
“Ahh, aku ingin segera pulang dan tidur Hooammm.” Ucap Inspektur Gen, berbalik dan keluar dari kediaman Yakuza Homaku tersebut.
***
Pagi hari.
Di sebuah penginapan, terdapat 5 orang tertidur di tempat tidur. Orang tersebut yang tak lain ialah, Ryuto, Yuli, Sayoko, Sasha, dan Kaori.
Kemudian, Ryuto terbangun dan duduk, kemudian melihat ke kanan dan kiri. Dia tersenyum melihat ke 4 perempuan di tempat tidur.
“Yah, seperti biasa. Setelah melakukan hal tersebut selalu, segar di dalam tubuh.” Ucap Ryuto, kemudian Ryuto turun dari tempat tidur.
“Lebih baik aku keluar, olahraga sekalian membeli bento.” Ucap Ryuto, lalu memakai pakaian santai dan pergi keluar dari kamar.
Tak lama kemudian, Yuli terbangun. Lalu, dia duduk dan melihat bahwa Ryuto sudah pergi. Lalu, dia melihat ke arah Sayoko, Sasha, dan Kaori.
“Entah kenapa, tubuhku merasa segar, namun ughh bagian bawahku masih sedikit sakit.” Ucap Yuli, dia mengingat Ryuto sedikit kasar dalam bermain kemarin malam.
Setelah itu, terdengar suara Sayoko dan Sasha bangun, diikuti oleh dengan Kaori. Kemudian, mereka melihat ke arah Yuli. Lalu, Sayoko bertanya.
“Apakah Ryuto sudah pergi, Sensei?.” Ucap Sayoko, kemudian Yuli mengangguk dan berkata dengan santai.
“Ya, kau benar. Ayo kita bersiap-siap, setelah ini kita akan pergi pulang ke Tokyo.” Ucap Yuli, ketiganya mengangguk dan turun dari tempat tidur.
Mereka berempat merasa segar, mereka pergi ke tempat pemandian. Lalu, mandi bersama tanpa Ryuto.
Selesai mandi, mereka memakai pakaian formal mereka. Pintu pun terbuka dan menampilkan Ryuto dengan membawa bento.
“Oh, kalian sudah bangun. Ayo kita makan bersama, aku sudah membeli bento.” Ucap Ryuto, mereka berlima memakan bento bersama.
Selesai semuanya, serta Ryuto sudah selesai mandi. Mereka keluar dari kamar dan mendapati anggota Klub musik di loby penginapan.
“Baiklah, mari kita pulang.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.