Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 188


__ADS_3

[Chapter 188.]


[Akhir.]


[Silahkan Dibaca.]


Kerajaan dulu.


“Roro, aku akan menikahi dirimu,” teriak seorang pria yang tak lain ialah Bandung Bondowoso.


“Bandung,” ucap seorang perempuan yang cantik, berdiri di jendela dan menatap Bandung Bondowoso, perempuan tersebut ialah Roro Jonggrang.


“Buatlah sebuah candi 1000 dalam semalam, baru kau bisa memperistri putriku, Komandan Bondowoso,” ucap Raja kerajaan tersebut.


“Akan kulakukan,” tegas Bandung Bondowoso, dia berbalik dan pergi menuju ke sebuah tempat yang kosong.


“Ayo para iblisku, mari kita mulai membuat candi,” teriak Bandung Bondowoso, dengan cepat 1000 pasukan Iblis mulai membuat berbagai candi.


Di sisi Raja.


Raja duduk di singgasana, dia tersenyum kejam menatap ke arah putrinya yang duduk sambil terisak tangis.


“Kita akan mulai membunuh Bandung Bondowoso di saat malam hari dan juga kau putriku sekarang pergilah, kau sudah tidak berguna,” ucap Raja dengan kejam.


Pasukan membawa Roro Jonggrang ke luar, kemudian mereka melemparkan Roro Jonggrang dengan santai.


Brukk.


“Pergilah Putri, kau sudah tidak berguna lagi, haha,” ucap prajurit kerajaan tersebut, kemudian mereka masuk ke dalam.


“Hiks, Hiks, Hiks, aku harus pergi ke tempat Bandung mengerjakan candi,” ucap Roro Jonggrang, dia menatap ke arah matahari sudah terbenam.


“Aku harus cepat,” ucap Roro Jonggrang, dengan cepat mengusap menghilangkan air matanya.


Roro Jonggrang berdiri dan berlari menuju ke tempat Bandung Bondowoso bekerja membuat candi.


Sisi Raja.


Raja dan para pasukan mulai mengepung tempat Bandung Bondowoso membuat 1000 candi.


Mereka bergerak secara hati-hati, Raja sendiri sudah tiba di posisinya, dia menyeringai dan berkata.


“Selepas ini, aku akan mendapatkan Ajian miliknya yang sempurna,” ucap Raja tersebut, dia juga ingat dengan laki-laki tua dengan mata 1 tertutup.


‘Ajian itu kuat, Raja. Kalau anda mendapatkan itu, anda bisa mengalahkan Prabu Siliwangi, bahkan kau akan menjadi Raja terkuat, Khehihihi,'


Hasutan tersebut benar-benar membuat Raja tergiur, dia akhirnya berencana membunuh Bandung Bondowoso.


Di sisi Bandung Bondowoso.


Bandung Bondowoso fokus dalam membuat candi, namun dia juga mengetahui kalau dirinya dikepung.


‘Aku tahu, pasti Raja itu akan membunuhku, bahkan memanfaatkan putrinya sendiri untuk keserakahannya sendiri,' batin Bandung Bondowoso.


Kemudian, dia mendengar suara dari belakangnya yang membuat Bandung Bondowoso terkejut.


“Bandung,” ucap suara perempuan tersebut, yang tak lain Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso berbalik.

__ADS_1


“Roro, kenapa kau ada disini?” tanya Bandung Bondowoso, sementara Roro Jonggrang segera berlari dan memegang tangan Bandung Bondowoso.


“Ayo kita lari, kau dijebak oleh ke-“ Ucap Roro Jonggrang berhenti, saat mendengar suara teriakan dari Raja.


“Semuanya tembak, mereka berdua,” teriak Raja, kemudian seluruh anak panah keluar dan melesat ke arah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang.


“B*jingan kau, beraninya kau menyerang putrimu sendiri,” raung Bandung Bondowoso, kemudian dia memeluk Roro Jonggrang.


Grepp.


Wushhhhh.


Panah melesat, kemudian Bandung Bondowoso berkata kepada Roro Jonggrang, “Diam, aku akan melindungimu.”


Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.


Berbagai anak panah menusuk seluruh tubuh dari Bandung Bondowoso, sementara Roro Jonggrang terkejut dan air mata keluar mendengar hal tersebut.


Melihat hujan anak panah selesai, Bandung Bondowoso melepaskan pelukannya dan terduduk sambil memuntahkan banyak darah.


“Urhhhh,” ucap Bandung Bondowoso, dia mengeluarkan banyak darah, Roro Jonggrang berteriak.


“Bandung,” teriak Roro Jonggrang, dia segera memegang tubuh Bandung Bondowoso, kemudian terdengar tawa yang tak lain Raja.


“Hahahahaha, Komandan. Akhirnya aku bisa membunuhmu, serahkan Ajian milikmu, lalu aku akan melepaskanmu dan Roro Jonggrang,” ucap Raja.


Bandung Bondowoso mendengar hal tersebut, matanya memerah. Dia berdiri dan menatap ke arah Raja dan para prajurit yang dulu berada di bawah komandonya.


“Jadi ini balasan kalian, dasar manusia Hina,” raung Bandung Bondowoso, kemudian dia mulai merapalkan mantra.


Namun dihentikan oleh 1000 pasukan Iblis tersebut, kemudian mereka mendengar suara Bandung Bondowoso.


“Terkutuklah kalian menjadi Batu,” teriak Bandung Bondowoso, kemudian Raja dan para prajurit berubah menjadi batu.


Roro Jonggrang terkejut, kemudian dia melihat Bandung Bondowoso yang terhuyung jatuh ke tanah.


Brukkk.


“Bandung,” teriak Roro Jonggrang, duduk dan menangis tanpa sadar di dekat Bandung Bondowoso.


“Ro..ro,” lirih Bandung Bondowoso, kemudian dia tersenyum dan melanjutkan ucapannya.


“Maa..fkan a..ku,” lirih Bandung Bondowoso, sementara Roro Jonggrang menangis lebih keras dan berkata.


“Tidak, tidak. Bandung kau haru-“ ucap Roro Jonggrang berhenti saat Bandung Bondowoso mengusap pipinya.


“Mak.hluk h.idup uj..ungn..ya ak.an ma..ti, Ro..ro. Nam..un ak..u ti..dak ak..an ma..ti du..lu,” lirih Bandung Bondowoso.


“Ak..u aka..n mengu..bahmu men..jadi ba..tu terle..bih dahu..lu, kit..a akan ber..temu di masa d..epan,” Bandung Bondowoso berusaha berkata agar terdengar jelas.


“Aku menyetujuinya,” ucap Roro Jonggrang, kemudian Bandung Bondowoso tersenyum lebar dan berkata.


“Aku akan mengu..bahmu, jad..i bersi..aplah,” ucap Bandung Bondowoso, kemudian dia menyalurkan sebuah energi ke Roro Jonggrang.


Pipi Roro Jonggrang perlahan-lahan mulai membatu, Roro Jonggrang merubah posisinya menjadi menari dalam duduk.


Perubahan Roro Jonggrang menjadi batu selesai, Bandung Bondowoso dikeliling para Iblis, Bandung Bondowoso berkata dengan lemah.

__ADS_1


“Sele..sai..kan Ca..ndin..ya,” lirih Bandung Bondowoso, dia menutup matanya beristirahat sambil tersenyum.


Iblis tersenyum dan mulai mengangkat Raja dan para prajurit yang sudah menjadi batu tersebut.


Mereka merubah ulang menjadi sebuah bentuk manusia aneh, kemudian mereka mengangkat Patung Roro Jonggrang.


Patung tersebut di taruh di tengah candi, dimana tempat tersebut adalah tempat khusus yang disediakan untuk Ratu.


Akhirnya 1000 Candi pun selesai terbuat dalam 1 malam. Para iblis mengelilingi Bandung Bondowoso.


“Mari kita angkat dia ke tengah Candi,” ucap Iblis1, mereka mengangguk bersama, lalu mereka membawah Bandung Bondowoso ke tengah candi.


Para iblis mulai menghilang satu persatu, mereka masuk ke dalam tubuh Bandung Bondowoso secara bersamaan.


Kembali ke sekarang.


Bandung Bondowoso yang berada di dekat Ryuto terkejut melihat Roro Jonggrang yang melihat dirinya terbaring di kawah.


Roro Jonggrang sendiri terkejut, lalu dia menatap ke arah Bandung Bondowoso dengan khawatir.


‘Tidak lagi,' batin Roro Jonggrang, dengan cepat beralih ke arah Ryuto, dia berjalan ke arah Ryuto dan berhenti di depannya.


“Kumohon, jangan lagi. Kumohon, jangan bunuh Bandung Bondowoso,” ucap Roro Jonggrang.


Ryuto terkejut, dia tidak ada keinginan membunuh, dia hanya ingin mengalahkan saja, karena efek roh jahat sangat tinggi.


“Aku tidak membunuhnya, hanya saja aku ingin mengalahkannya dan membuat energi roh jahat tidak menyebar luas,” ucap Ryuto.


Roro Jonggrang terkejut, dia menatap ke arah Bandung Bondowoso dan berkata dengan nada sedih.


“Apakah kau menggunakan itu, apakah kau tidak apa-apa?” tanya Roro Jonggrang, dia tahu apa yang dimaksud Ryuto.


“Aku menggunakan itu, namun hanya di waktu akan malam agar seluruh orang tidak ada disini,” ucap Bandung Bondowoso.


“Jika tidak 1000 Iblisku memburu mereka, Iblisku menjadi liar selepas menyembuhkan diriku,” ucap Bandung Bondowoso.


“Kenapa, kenapa kau sangat gigih, apa yang membuatmu seperti itu, aku tidak kuat, aku ti-“ ucap Roro Jonggrang terhenti oleh jari Bandung Bondowoso.


“Karena, aku mencintaimu,” ucap Bandung Bondowoso, membuat Roro Jonggrang terkejut.


Ryuto sendiri berdiri dan keluar dari kawah, dia ingin memberi ruang bagi mereka berdua, sebenarnya dia tidak ingin menjadi obat nyamuk.


“Nak, datanglah kapan-kapan kesini, aku sudah menghilangkan seluruh roh jahat di sekitar,” ucap Bandung Bondowoso melihat kepergian Ryuto.


Sementara itu, Ryuto yang mendengar itu tetap berjalan sambil melambaikan tangannya dan berkata.


“Tenang saja, Pak Tua,” ucap Ryuto, walaupun terdengar tidak sopan, Bandung Bondowoso mengabaikan hal tersebut.


Ryuto pun tanpa sadar sudah membentuk ikatan persaudaraan dengan Bandung Bondowoso sendiri.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2