Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 258


__ADS_3

[Chapter 258.]


[Ayah Neptun.]


[Silahkan Dibaca.]


Lautan dekat Kerajaan Kurokami.


Terlihat sosok besar memandang sosok kecil yang sedang terbang, sosok kecil tersebut ialah Ryuto Kurokami, Raja Kerajaan Kurokami.


“Kurokami...”


Ryuto memandang ke arah sosok besar tersebut, dirinya teringat akan Neptun, sosok berjubah putih yang dikalahkan oleh Cohza Akura.


“Apa hubunganmu dengan Neptun?”


Sosok besar itu menggelap, petir menyambar dimana-mana. Dua mata iris miliknya bercahaya sebentar, kemudian berubah menjadi merah vertikal.


“Neptun... Hahahaha, Neptun adalah putraku.” Sosok besar itu benar-benar tertawa lepas. Air laut bergejolak dengan ganas, akan tetapi tidak sampai membuat Tsunami.


Ryuto sendiri mengerutkan keningnya, dia tidak peduli akan musuh di depannya. Pikiran dirinya sekarang adalah jika di depan musuh langsung saja bunuh, jika itu teman ijin pergi pulang, bagaimanapun juga waktunya untuk berpesta akan segera dimulai.


“Jadi, apa tujuanmu menghentikanku?”


Ryuto langsung ke intinya, bagaimanapun juga dia tidak ingin banyak bicara yang tidak perlu. Sosok besar itu mendengar pertanyaan Ryuto, dirinya tertawa menjadi lebih liar.


“Hahahaha... Kau tahu, ka-“


Booommmm.


Ryuto paling benci orang banyak bicara yang tidak perlu, dirinya memukul dengan keras sosok besar tersebut ke atas langit.


“Kau tahu, orang banyak bicara adalah orang lemah.” Ryuto berkata dengan dingin. Dia menatap ke atas dimana sosok besar itu terlihat belum menstabilkan posisinya.


Wushhh.


Ryuto melesat ke atas, dirinya dengan cepat tiba di atas sosok besar tersebut. Dia menaikkan satu kakinya, lalu qi melapisi kaki tersebut. “Pernahkah kau ditendang dengan keras?”


Sosok besar itu menggertakkan giginya ketika melihat dan mendengar hal itu. Dia meraung dengan keras. “Bjingn, kau aka-“


Booommmmmm.


“Sudah kubilang, banyak bicara hanya untuk orang lemah.” Ryuto berkata sambil mengayunkan kaki tepat perut sosok besar tersebut.

__ADS_1


Sosok besar yang terkena tendangan tersebut, melesat dengan cepat ke arah air laut. Sosok besar memandang Ryuto dengan penuh kebencian sekarang.


Byurrrrr.


Sosok besar terus turun ke bawah akibat dorongan dari tendangan Ryuto. Sampai akhirnya berhenti di kedalaman laut, sosok tersebut dengan cepat menstabilkan dirinya.


Tangan terlihat memegang air, kemudian sosok besar itu merobek air menuju ke atas. Air membentuk pusaran dan melesat ke arah langit dimana Ryuto berada.


Brushhhhhh.


Ryuto melihat hal itu, dirinya hanya mendengus ringan. Tangannya terkepal, qi melapisi tangan tersebut. Sosok Naga hitam terlihat di tangannya, kemudian Ryuto mengayunkan tangan miliknya tepat ke pusaran.


Booommmmm.


Pusaran air ditelan oleh Naga Hitam. Serangan Ryuto terus melesat dengan cepat ke arah sosok besar yang berada di dalam air laut.


Melihat serangan Naga Hitam Ryuto, sosok besar dengan cepat mengambil Trisula miliknya. Air berputar di Trisula menciptakan sosok Naga Air.


Sosok besar melancarkan serangan Naga Air tersebut. Namun, ketika Naga Hitam Ryuto bertemu dengan Naga Air, sesuatu terjadi.


Naga Hitam menelan Naga Air membuat Naga Hitam semakin membesar. Sosok besar terkejut, membuat dirinya terlambat menghindari lintasan Naga Hitam.


Boooommmmm.


Laut bergetar karena ledakan tersebut. Ryuto yang melayang di udara hanya menatap dengan dingin, dirinya masih merasakan bahwa sosok besar masih hidup.


“Bunuh sosok itu, Ryukuo!” Ryuto memberikan perintah tepat tangannya berayun ke bawah secara vertikal. Ryukuo bercahaya tanda mengerti, pedang itu melesat dengan cepat ke arah sosok besar.


Sosok besar yang terkena serangan Naga Hitam, dirinya terengah-engah. Dia tidak menyangka bahwa serangan dari Ryuto begitu mengerikan.


“Sial, Neptun kau mencari masalah dengan apa sebenarnya.”


Sosok besar tersebut tidak bisa tidak mengutuk putranya yang telah membawa malapetaka bagi dirinya. Sosok itu ingin meminta maaf, akan tetapi ketika melihat ke atas, ada sosok hitam melesat ke arahnya.


Jlebbbbb.


Sosok besar tidak bisa menghindar, dirinya tertusuk tepat jantung miliknya. Sosok besar benar-benar tidak menyangka bahwa dia ceroboh dan lengah dalam pertempuran.


Ryuto yang berada di langit, menatap dengan dingin. Dirinya tidak peduli akan sosok besar tersebut karena fokusnya sekarang adalah perayaan kemenangan.


Namun, sebelum pergi. Ryuto menatap ke arah pedang Ryukuo. Dimana pedang itu, menyerap sosok besar tersebut sampai tidak bersisa.


“Pedang menelan musuhkah?” Ryuto tidak bisa tidak bingung. Dirinya menatap pedang yang sudah selesai menyerap sosok besar tersebut.

__ADS_1


Ryuto akhirnya mengingat pengalaman pengguna dari pedang Ryukuo. Dirinya tersenyum ketika mengingat akan hal itu.


“Itu benar, dirimu lapar dan membutuhkan banyak makanan agar berubah menjadi manusia.” Ryuto mengingat bahwa Pedang miliknya akan menelan terus-menerus agar bisa berevolusi.


Ryuto menyimpan kembali Ryukuo, kemudian menatap ke arah Kerajaan Kurokami. Dia menatap sebentar, lalu melesat dengan cepat ke arah Kediaman Utama Kurokami.


***


Berita mengenai Ryuto dan para istrinya menghancurkan Kerajaan Star disiarkan. Banyak media massa benar-benar terkejut dan mencoba ingin tahu sosok Ryuto dan para istrinya yang menjadi Raja dari Kerajaan Kurokami.


Para wartawan ingin masuk ke dalam Kediaman Kurokami. Namun, mereka urungkan ketika melihat berbagai penjaga rumah yang berdiri tepat di depan mereka.


Mental para wartawan seketika menciut ketika berhadapan dengan para penjaga Kurokami. Ada beberapa orang yang sudah melihat istri dari Ryuto. Mereka benar-benar terpesona ketika melihat wajah dari istri-istri Ryuto Kurokami.


Namun, para wartawan menggelengkan kepalanya. Bagaimanapun juga, berpikir aneh-aneh akan mengancam nyawa mereka.


Di saat, para wartawan ingin pergi. Mereka melihat sosok orang terbang menuju ke arah kediaman Kurokami. Seluruhnya terkejut akan hal itu, dengan cepat tangan penasaran memfoto hal itu.


Ryuto sedikit bingung, akan tetapi segera tahu ketika melihat berbagai berita menyoroti dirinya. Ryuto hanya mengangguk normal.


Dengan tenang turun tepat di atas gerbang Kediaman. Para penjaga dengan cepat menunduk hormat kepada Ryuto. “Selamat datang, Yang Mulia.”


Berbagai wartawan dan orang-orang di sekitar benar-benar terkejut akan hal itu. Mereka dengan cepat duduk dengan satu kaki dan melakukan penghormatan Kerajaan.


“Salam, Yang Mulia Kurokami.”


Ryuto menatap ke arah penjaganya, kemudian ke arah para wartawan dan penduduknya. Dirinya tidak bisa tidak tersenyum, lalu tangan melambai dan berkata, “Bangunlah.”


Dengan perintah tersebut, seluruhnya bangun. Para wartawan juga dengan cepat mengambil gambar secara diam-diam. Bagaimanapun juga, jika terang-terangan mereka takut bahwa Ryuto akan tersinggung.


Ryuto tidak masalah akan aksi dari para wartawan. Dirinya, turun ke bawah halaman Kurokami. Dia menatap ke sekeliling dan akhirnya menemukan para istrinya yang sedang bersenang-senang di kolam renang.


Ryuto berjalan ke arah para istrinya tersebut, dirinya dengan ringan memandang ke kanan di mana para peliharaan miliknya berada, kemudian menatap ke arah pesawat yang sedang melintas, ingatan tentang awal perjalanan dirinya muncul.


“Sekarang sudah seperti ini, tidak menyangka akan menjadi sebesar ini.”


Ryuto menggelengkan kepalanya, dirinya benar-benar tidak menyangka tujuan dirinya membentuk keluarga besar tercapai, akan tetapi ada tujuan lainnya yaitu mencari istri yang masih berada di luar dan perang akhir sebelum berangkat pergi menuju ke Alam menengah.


“Sepertinya putraku akan lahir di Alam menengah nantinya.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2