
[Chapter 85.]
[Masalah hidup Haruna.]
[Silahkan Dibaca.]
Di rumah Kaori.
Andy duduk bersama dengan Ibu Kaori, yang tak lain adalah Haruna. Mereka berbicara apa yang terjadi dengan Kaori.
“Oh, sebelum itu perkenalkan namaku, Haruna.” Ucap Haruna, sementara Andy tersenyum dan memperkenalkan dirinya.
“Aku juga minta maaf Tante, belum memperkenalkan diri.” Ucap Andy, lalu berkata kembali.
“Namaku Andy, teman sekelas dan pelatih untuk dia lomba musik nanti.” Ucap Andy, sementara Haruna terkejut, bahwa Andy adalah pelatih Kaori.
“Oh, aku tidak menyangka. Tapi, bukankah seharusnya guru musik yang melatih mereka?.” Ucap Haruna, penuh dengan penasaran.
“Ketua osis, atau bisa dibilang istriku. Dia bilang bahwa klub musik milik Kaori itu bagus, tapi guru yang mengajar saja buruk. Maka dari itu, istriku meminta untuk membantu klub musik milik Kaori.” Ucap Andy.
Sementara itu, Haruna terkejut. Bukan karena alasan musik, melainkan saat Andy menyebut ketua osis adalah istrinya. Lalu, melihat ke arah tangan Andy dan ternyata ada cincin di jari manis miliknya.
“Kamu sudah menikah?.” Ucap Haruna dengan ekspresi terkejut, sedangkan Andy mengangguk dan berkata.
“Ya, aku menikah dengan 12 istri. Ada apa memangnya, Tante?.” Ucap Andy blak-blakan, Andy tidak ingin merahasiakan tentang hal tersebut.
“12, kau menikah dengan 12 Istri. Tunggu sebentar, Tante mau mengambil nafas dulu.” Ucap Haruna, terkejut mendengar bahwa Andy menikah dengan 12 Perempuan/Wanita.
“Apakah kamu bisa memuaskan mereka, maksudku kamu bisa adil dengan seluruh Istrimu itu?.” Ucap Haruna, sementara Andy menjawab.
“Aku usahakan untuk adil, tapi selama ini aku selalu adil sih. Serta, mereka selalu puas.” Ucap Andy, memikirkan tentang seluruh Istrinya.
“Ini... Tante bingung mau ngomong apa, sebab baru kali ini, Tante tahu ada yang menikah dengan begitu banyak istri.” Ucap Haruna.
Andy hanya diam sambil tersenyum. Haruna, lalu menatap ke arah Andy dengan teliti. Akhirnya dia menyerah dan berkata.
“Apakah kamu akan menargetkan Kaori juga?.” Ucap Haruna, tersenyum tak berdaya. Sementara, Andy menggelengkan kepalanya dan berkata.
“Aku tidak ingin sembarang, langsung menargetkan Perempuan ataupun Wanita. Karena, aku juga memiliki istri banyak, jadi berfikir untuk apa menambah. Kecuali, kalau Perempuan atau Wanita itu benar-benar mencintaiku, baru aku terima.” Ucap Andy.
__ADS_1
Haruna sedikit terpana dengan ucapan Andy, lalu dia mencoba berkata kembali.
“Semisal Tante mencintaimu, apakah kamu akan mengambil Tante juga?.” Ucap Haruna bercanda kepada Andy. Sementara Andy, berkata.
“Jika benar-benar mencintai, kenapa tidak diklaim sekalian. Apakah ada masalah?.” Ucap Andy dengan mudahnya.
Haruna terkejut dengan ucapan dari Andy, dia tidak menyangka Andy bisa seperti itu. Lalu, dia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan sedih.
“Kau tahukan, Suamiku meninggalkan diriku karena kelainan?.” Ucap Haruna, sedangkan Andy mengangguk.
“Sebenarnya bukan begitu. Kau tahu, saat aku bermain dengan Suamiku. Dia selalu selesai duluan, lalu lama kelamaan, aku menjadi frustasi karena hal tersebut.” Ucap Haruna.
“Aku pernah memaksa Suamiku untuk benar-benar memuaskanku. Tapi, dia menamparku dan bilang ‘Kau itu memang pemain AV, sebegitu lacurnya dirimu. Kau sungguh tidak normal.’ Itu adalah kata-kata yang Tante ingat.” Ucap Haruna.
“Jadi, kelainan maksudnya. Tante itu tidak terpuaskan karena Suami tante dulu, beranggapan bahwa jika sudah keluar sekali sudah selesai, begitukah?.” Ucap Andy.
Haruna mengangguk, sementara Andy berfikir ‘Ini apakah benar kelainan? Walaupun benar sih Istri melayani Suami, tapi kalau hanya salah satu yang puas, itu bisa membuat satu orang frustasi. Seharusnya Suaminya kan mencari jalan keluar, bukan malah menghina apalagi melecehkan.’ Batin Andy.
Andy bingung harus berkata apa, dia tahu Perempuan/Wanita kalau frustasi bagaimana apalagi dengan hubungan seperti itu, Andy lebih pengalaman. Lalu, Andy hanya menggelengkan kepalanya dan melihat jam menunjuk ke pukul 18.00.
“Tante, sepertinya waktunya aku pulang “ Ucap Andy, lalu melanjutkan ucapannya kembali.
“Ya, besok aku coba kesana.” Ucap Haruna tersebut, lalu Andy menyerahkan Alamat rumahnya. Dia lalu keluar dan ditemani oleh Haruna.
Sampai di depan rumah, Andy berjalan pergi dari rumah Kaori tersebut. Andy berjalan dengan santai menuju ke rumahnya.
Di jalan, Andy menatap ke arah langit. Dia benar-benar merasa sedikit bersalah saat melihat kesedihan seorang Perempuan/Wanita. Andy pun berkata pada dirinya sendiri.
“Apakah seluruh Wanita Jepang begitukah, mereka semua frustasi akan hubungan mereka.” Ucap Andy, berjalan sambil berfikir tentang hal tersebut.
Namun, di tengah jalan. Andy mendengar suara dari Notifikasi System. Andy seketika berhenti dan diam dengan wajah yang dingin.
[Hati-hati, Tuan. Anda sudah dikepung oleh berbagai orang.]
‘Sarah, kau tahu siapa mereka?.’
[Mereka hanya Preman jalanan yang disewa oleh guru olahraga, Tuan.]
‘Apakah guru olahraga ikut?.’
__ADS_1
[Ya, Tuan. Dia ikut dalam pengepungan ini.]
Andy mendengar itu menunjukkan senyum seringainya. Lalu, di depan Andy berjalan seorang pria, yang tak lain ialah guru Olahraga Andy.
“Andy, akhirnya kau sendirian.” Ucap guru Olahraga tersebut dengan seringainya. Lalu, dari berbagai arah muncul berbagai orang.
[Total keseluruhan : 50.]
“Oh, si pecundang datang, apakah solo tidak berani dan akhirnya bawa teman.” Ucap Andy dengan nada mengejeknya.
Guru olahraga yang mendengar itu, seketika wajahnya menggelap. Dia sudah berkali-kali dihina oleh Andy. Dia selalu menahan rasa malu.
“Cih, mau mati saja banyak bicara, kamu Andy.” Ucap guru olahraga, lalu dia teringat dengan 4 istri Andy, kemudian berkata.
“Oh ya, tenang saja. Di saat kamu mati nanti, Istrimu akan kunikmati dan kujaga dengan banyak orang.” Ucap guru olahraga tersebut dengan tawa mesumnya.
Andy yang semula tersenyum mengejek, berubah menjadi datar lalu menundukkan kepalanya. Matanya tertutup oleh rambutnya. Lalu, Andy tersenyum dan tertawa dengan keras.
“Hahahaha, hei kau pecundang. Kau tahu, sejak awal aku ingin sekali membunuhmu, namun kutahan. Namun, sekarang setelah kau mengucapkan kata tersebut, membuat rasa ingin membunuhmu meningkat.” Ucap Andy.
Seketika, tawa Andy berhenti dan terganti senyum yang paling mengerikan bagi guru olahraga dan preman jalanan tersebut.
Aura membunuh terlepas dan menyebar, membuat 50 preman jalanan berkeringat dingin tanpa sadar melangkah mundur.
Sedangkan, untuk guru olahraga dia benar-benar takut. Namun, ketakutannya segera pulih saat melihat bahwa Andy sendiri.
“Jangan takut, kita menang jumlah dia sendirian.” Teriak guru olahraga membuat 50 preman jalanan tersadar, lalu memandang ke arah Andy dengan serius.
Andy, yang melihat itu hanya tersenyum dan melirik ke arah seluruh Preman jalanan tersebut. Andy kemudian, menatap ke arah guru olahraga. Lalu, terlihat guru olahraga berteriak dengan kencang.
“Semuanya, kita serang dia.” Ucap guru olahraga, lalu seluruh preman jalanan dan guru olahraga tersebut berlari ke arah Andy.
“Waktunya membunuh.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.