
[Chapter 117.]
[Pembicaraan.]
[Silahkan Dibaca.]
Rumah Ryuto.
“Eh, pertunangan? Siapa yang mengajukan pertunangan?” ucap Ryuto, dia bingung dengan ucapan Wanita di depannya.
Sementara itu, Pria yang menatap tajam Ryuto, dia menghela nafas panjang. Kemudian, dia menatap serius ke arah Ryuto.
“Sebelum itu, perkenalkan namaku adalah Yuichi Itoka, Ayah dari mereka bertiga,” ucap Pria tersebut.
Kemudian, Wanita yang berada di sebelahnya tersenyum. Lalu, dia memperkenalkan dirinya ke Ryuto.
“Perkenalkan, namaku Kazuha Itoka, Ibu dari ketiga perempuan itu,” ucap Wanita tersebut, yang bernama Kazuha Itoka.
Kemudian, Ryuto tersenyum dan memandang ke arah ketiga perempuan yang berada di sofa sebelah mereka, lalu memandang ke arah Yuichi dan Kazuha.
“Mohon maaf, jika tadi lama menunggu, perkenalkan namaku adalah Ryuto Kurokami, pewaris keluarga Kurokami,” ucap Ryuto memperkenalkan dirinya.
Yuichi dan Kazuha menatap ke arah Ryuto dan mengangguk. Kemudian, Yuichi memulai pembicaraan tentang kedatangan mereka.
“Kedatanganku, dengan Istriku. Itu adalah membahas soal pertunangan yang sudah di atur dulu oleh orang tuamu,” ucap Yuichi, entah kenapa dia menjadi melunak.
“Ayah dan Ibu, tapi aku tidak tahu tentang hal tersebut. Bagaimana mana kalau kutolak pertunangan tersebut,” ucap Ryuto membuat Yuichi dan Kazuha menatap Ryuto tajam.
Alice, Rina, dan Nina menundukkan kepalanya karena sedih, namun sebelum Yuichi maupun Kazuha menjawab, Ryuto mendahului mereka.
“Aku tidak ingin pertunangan, melainkan langsung pernikahan,” ucap Ryuto, kemudian menatap ke arah Lilia, Nanami, Erika, dan Silvia.
Merasakan tatapan dari Ryuto, mereka menatap balik. Kemudian, mereka mengangguk bersama. Ryuto beserta empat Istrinya menatap ke Yuichi dan Kazuha.
Lalu, mereka menunjukkan sebuah cincin di jari manis mereka. Yuichi dan Kazuha akhirnya paham, sedangkan Alice, Rina, dan Nina memerah malu.
“Oh, jadi begitu. Tapi, tunggu... kamu memiliki berapa Istri?” ucap Yuichi, dia benar-benar penasaran dengan Ryuto. Lalu, saat Ryuto mengatakan jumlah Istrinya, bukan hanya Yuichi yang terkejut, Kazuha juga ikut terkejut.
“Istriku ada 19, Maid disini ada 6, sedangkan Laki-laki hanya aku seorang di rumah ini,” ucap Ryuto dengan bangga, keempat istrinya yang melihat sikap dari suaminya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
(Lilia, Amy, Yui, Yuka, Angel, Arisa, Sayoko, Sasha, Amamiya, Aoi, Anri, Yuna, Erika, Kaori, Haruna, Yuli, Nanami, Silvia, Iris.)
“Kamu.. bisa mengatasi semuanya, maksudku hal itu lho?” ucap Yuichi, dia terkejut dan bertanya-tanya, apakah Ryuto kuat mengatasi semuanya.
“Oh, masalah itu. Hehehe, mereka selalu kalah melawanku,” ucap Ryuto, lalu wajah ke empat Istrinya memerah, Lilia segera mencubit pinggang Ryuto dengan keras.
“Auw Auw, maaf maaf. Tapi itu benarkan?” ucap Ryuto, dia sebenarnya tidak merasakan sakit. Namun, dia harus terlihat sakit agar istrinya senang.
Yuichi dan Kazuha menatap Ryuto dengan wajah terkejut, mereka berdua tidak menyangka ada orang seperti Ryuto, mereka berdua berfikir bersama ‘anak ini monster.’
Yuichi masih dalam fikirannya, sementara Kazuha tersadar dan tersenyum ala Wanita-Wanita yang tertarik dengan sesuatu.
“Ara-ara, ternyata begitu. Jadi, aku tidak perlu khawatir soal mereka bertiga,” ucap Kazuha, membuat Yuichi sadar dan menatap ke arah Kazuha.
Yuichi yang melihat Kazuha yang berubah, dia menghela nafas karena tahu sekarang Istrinya tertarik dengan sesuatu. Lalu, Yuichi menatap ke arah Ryuto, kemudian berkata.
“Aku akan setuju, jika mereka bertiga setuju untuk menikah denganmu?” ucap Yuichi, kemudian mereka menatap ke arah Alice, Rina, dan Nina.
Ketiga perempuan tersebut menundukkan kepala mereka, terlihat wajah mereka memerah karena malu, kemudian mereka mengangguk tanda setuju.
“Oh, mereka setuju. Kalau begitu, mereka akan tinggal disini,” ucap Yuichi, kemudian menatap ke arah Kazuha.
‘Oh, Alice memiliki sisi lain, itu bawaan dari Ibunya ternyata,' batin Ryuto, akhirnya dia mengerti.
“Aku akan tinggal disini, besok aku akan pulang,” ucap Kazuha, sementara Yuichi mengangguk. Dia tidak masalah, jika Kazuha seenaknya seperti itu.
Dia begitu, karena dia paham Kazuha, apalagi keluarga milik Kazuha, bukan hal yang dia bisa singgung. Walaupun begitu, keluarga mereka senang dan menerima Yuichi apa adanya.
Namun, bukan hanya itu saja yang membuat Yuichi patuh dengan Kazuha. Dia patuh karena tanpa Kazuha dan keluarga Kazuha, Yuichi akan kehilangan sesuatu yang berharga.
“Kalau begitu, aku akan kembali. Serta, terimakasih nak, atas bantuanmu soal Mafia dan Yakuza yang bermusuhan dengan Yakuza Itoka,” ucap Yuchi, kemudian dia berdiri dan berjalan keluar dari ruang tamu.
Ryuto dan yang lainnya, mengikuti Yuichi untuk mengantar kepulangannya. Alice, Nina, dan Rina memeluk Yuichi, dengan air mata.
Kazuha memeluk Yuichi, kemudian mereka saling berciuman. Lalu, Ryuto memeluk Yuichi, sementara para Istri Ryuto hanya menundukkan kepala.
Yuichi berjalan dan masuk ke dalam mobil, lalu pergi dari rumah Ryuto. Melihat bahwa Yuichi sudah tidak terlihat, mereka semua masuk ke dalam rumah.
“Baiklah, ayo kita pergi ke ruang makan. Aku lupa tidak menawarkan makan malam kepada Pak Tua itu,” ucap Ryuto, namun Kazuha berkata.
__ADS_1
“Tidak masalah, Yuichi meninggalkanku disini, berarti dia benar-benar sibuk,” ucap Kazuha, sementara Ryuto heran, lalu berkata.
“Apakah itu benar? Tapi kenapa harus mening-,” ucap Ryuto, lalu akhirnya dia paham. ‘Ahh, jadi begitu. Dia tidak ingin membahayakan Istrinya,'
“Baiklah, kalau begitu,” ucap Ryuto, kemudian mereka berjalan bersama menuju ke ruang makan. Mereka berjalan dengan Ryuto di depan, para Istri dan Kazuha berada di belakang saling berbicara satu sama lain.
‘Sungguh mereka, benar-benar bisa langsung akrab, apalagi Alice, Rina, dan Nina yang sebelumnya malu-malu, sekarang terlihat tidak malu. Sungguh perempuan itu, makhluk yang susah dipahami,' batin Ryuto sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka akhirnya sampai di ruang makan, di meja terlihat berbagai makanan ada, lalu disana sudah duduk Istri Ryuto yang lain, termasuk Haruna dan Kaori.
Ke enam Maid juga berada disana, namun mereka masih berdiri. Mereka menunggu semuanya sudah duduk, baru mereka akan duduk.
Yuichi dan rombongannya duduk di kursi makan, lalu para maid duduk di tempat mereka masing-masing, mereka berkata bersama.
“Selamat makan,” ucap mereka bersama, kemudian makan makanan yang sudah dihidangkan di meja makan tersebut.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah selesai makan. Lalu, Ryuto berdiri dan berkata.
“Aku pergi mandi terlebih dahulu,” ucap Ryuto, dia sebenarnya sudah mandi di rumah Haruna, namun dia merasa berkeringat dan itu membuatnya sedikit tidak nyaman.
Mendengar ucapan Ryuto, semua mata istrinya cerah. Kaori, Haruna, Alice, Nina, Rina, dan Kazuha sedikit bingung. Lalu, mereka akhirnya ingat ucapan para istri Ryuto dan paham dengan reaksi mereka.
Haruna dan Kazuha tertarik, berbeda dengan Alice, Rina, Nina dan Kaori. Mereka berempat memerah malu.
Mereka semua berdiri dan berjalan bersama ke arah kamar mandi.
Sementara itu, Ryuto yang berendam di dalam kamar mandi. Dia merasakan kedatangan para istrinya, serta dia sedikit mengerutkan keningnya, lalu akhirnya paham.
“Oh, dia ikut? Jadi, inikah alasan dia tidak mau pulang hari ini?” ucap Ryuto sambil menyeringai. Lalu pintu terbuka.
Selanjutnya, kalian pasti tahu apa yang terjadi.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1