
[Chapter 151.]
[Latihan.]
[Silahkan Dibaca.]
Rumah Ryuto.
Di ruang makan, mereka semua makan secara bersama, hari ini adalah hari bebas mereka semua, karena hari ini adalah hari Minggu.
Selesai makan, Ryuto memandang ke arah yang lainnya. Kemudian, dia berkata dengan nada yang serius.
“Kita akan kencan atau berlatih?”
Mendengar ucapan dari Ryuto, seluruh istrinya menatap ke arah Ryuto dengan serius. Kemudian, Rina, Nina, Alice berkata secara bersamaan.
“Berlatih,” ucap ketiganya, seluruh Istrinya mengangguk setuju, apalagi dengan Maid Ryuto.
“Baiklah, kita akan berlatih di Dunia jiwa ku,” ucap Ryuto, mereka mengangguk dengan senang.
Lalu, mereka semuanya menghilang dari ruang makan tersebut.
Di hamparan rumput yang luas, muncullah Ryuto dan para istrinya. Mereka memandang ke arah sekitar dan mengerutkan keningnya.
“Sejak kapan ada kota disana?” ucap Silvia, dia benar-benar terkejut, melihat ada sebuah kota di depan mata mereka.
“Apakah mereka, Klan Ouro?” ucap Amy, sementara Ryuto mengangguk sambil tersenyum.
“Sepertinya benar,” ucap Ryuto, kemudian dia berjalan menuju ke kota tersebut, bersama dengan para istrinya.
Saat mereka masuk, mereka melihat hanya beberapa orang saja, serta orang tersebut adalah klan Ouro tersebut.
“Ryuto, Guru,” ucap salah satu perempuan disana, yang tak lain Maria. Dia menatap ke arah rombongan Ryuto dengan air mata.
“Akhirnya kalian datang, kami sangat merindukanmu,” ucap Maria, sementara Ryuto tersenyum, lalu dia mendekat dan memeluknya.
“Maaf, kami baru datang,” ucap Ryuto, sambil mengelus punggung dari Maria. Sementara perempuan lain dari Klan Ouro juga terlihat rindu.
‘Nah, sistem apakah bisa membuat waktu disini sama dengan waktu di luar,'
[Anda bisa mengatur sesuka hati anda, Tuan.]
[Serta, disini sekarang anda bisa membuat 10 tahun : 1 detik.]
[10 tahun disini, di luar akan menjadi 1 detik.]
‘Apakah aku bisa membuat hanya beberapa area saja kah?’
[Itu bisa, Tuan.]
Ryuto tersenyum, lalu dia menerima informasi tentang ruang dan waktu di dunia jiwanya. Kemudian, Ryuto membuat sebuah bangunan yang memiliki ruang dan waktu sendiri.
‘Dengan begini, aku tidak perlu khawatir saat di luar, Dunia yang kutempati memang berbahaya,'
Selesai memeluk Maria, dia menatap lekat ke dalam matanya. Dia tahu, bahwa Maria menyukai dan mencintainya.
__ADS_1
Namun, Maria susah untuk mengungkapkannya. Kemudian, Ryuto menatap ke arah seluruh perempuan Klan Ouro.
“Karena aku salah, aku akan minta maaf dan kuberikan kalian sebuah permintaan untuk kukabulkan, silahkan,” ucap Ryuto.
Dia benar-benar merasa bersalah, karena hukum ruang dan waktu, yang seharusnya 1 hari menunggu menjadi beberapa tahun.
“Kami ingin anak dari anda, Tuan.”
Mereka dengan cepat menyerukan keinginan mereka, Ryuto yang memiliki ekspresi tenang, seketika berubah.
“Eh?” ucap Ryuto, dia terkejut dengan ucapan para Klan Ouro, sementara Istrinya tertawa pelan di belakangnya.
“Tunggu, kenapa kalian ingin anak dariku?” ucap Ryuto, lalu mereka pun mengutarakan alasannya.
Mereka ingin merasakan keluarga dan memiliki anak, walaupun sebenarnya tanpa ayah.
“Aku tidak bisa, tapi aku bisa membuat kalian keluar dari sini dan mencari pasangan kalian masing-masing,” ucap Ryuto.
Mereka senang dan antusias, mereka pun mengangguk dengan usulan Ryuto.
Kemudian, Ryuto memegang mereka satu persatu dan memberikan sebuah tanda agar mereka bisa masuk dan keluar.
“Syarat dalam memilih laki-laki, kalian harus benar-benar memilih dengan baik, setelah itu beritahu aku, kalau ingin laki-laki tersebut masuk ke sini,” ucap Ryuto.
“Serta, jika kalian dalam bahaya, segera masuk ke dalam dunia ini, itu akan membuat kalian terhindar dari bahaya,” lanjut Ryuto.
Mereka mengangguk paham, bagaimanapun Ryuto adalah penyelamat mereka, serta suami guru mereka.
Kemudian, satu persatu perempuan Klan Ouro, keluar untuk mencari pasangan dan menghirup udara luar.
Ryuto kemudian berbalik ke arah para istrinya, dia tersenyum dan berkata sambil menunjuk ke sebuah bangunan baru.
(Note : waktu di Dunia jiwa, hanya berpengaruh pada kekuatan, tidak fisik dan bayi mereka. Bayi akan lahir menurut waktu di Dunia nyata.)
Mereka pun masuk ke dalam bangunan baru tersebut, lalu Ryuto membeli berbagai hal seni pelatihan.
[Berhasil dibeli.]
[Poin : 0.]
‘Fyuhh, aku akan mengumpulkan nanti,' batin Ryuto, kemudian dia berjalan ke arah istrinya dan mengarahkan tangannya ke para istrinya.
Seketika para istri Ryuto, merasakan berbagai informasi masuk ke dalam otak mereka. Segera, mereka dengan cepat mencerna hal tersebut.
Beberapa menit kemudian.
Mereka semua selesai mencerna, lalu mulai melakukan pelatihan yang mereka dapatkan dari Ryuto.
1 detik berlalu.
Di bangunan terbuka, kemudian sebuah aura besar menyembur keluar dari bangunan tersebut.
Ryuto dan para istrinya keluar dari bangunan tersebut, mereka menghirup udara segar di dunia jiwa.
“Setelah 10 tahun, akhirnya kita keluar,” ucap Lilia, para saudarinya yang lain juga mengangguk.
__ADS_1
Ryuto hanya tersenyum dan berjalan ke arah danau di sana, para istrinya yang melihat Ryuto ke danau, mereka juga mengikuti.
Mereka semua mandi bersama, entah mereka berenang, berendam, menyelam. Mereka melakukan hal yang mereka suka.
Tingkatan mereka naik menjadi sangat kuat, para istri Ryuto sudah sampai Pejuang Langit tingkat 2 dan 3.
Sementara Ryuto sendiri, mencapai Pejuang Langit tingkat 8 dan akan naik menjadi tingkat 9.
(Note : Maaf, akan kupercepat untuk kekuatan mereka.)
Beberapa jam kemudian.
Mereka keluar dari danau, para istri Ryuto memakai pakaian baru yang membuat mereka menjad tambahi cantik.
Sementara Ryuto, dia memakai pakaian santai dengan logo Opp*i, kemudian mereka semua keluar dari Dunia jiwa.
Di lautan.
Lantai terbawah di sebuah penjara terkuat sedunia. Pintu pun terbuka, lalu sebuah suara dari penjaga terdengar.
“Cohza, mari kita ke lapangan,” ucap penjaga tersebut, orang yang berada di dalam ruang tersebut, matanya terbuka.
“Ohh, kalian ingin mengujiku dengan barang rongsokan itu kah,” ucap orang tersebut, kemudian Aura yang besar keluar dan menggetarkan penjara.
Booommm.
Penjaga tersebut semula gemetar menjadi jatuh dan pingsan, orang yang mengeluarkan Aura tersebut, menariknya kembali.
“Cih, begitu saja sudah pingsan,” ucap orang tersebut, kemudian berdiri. Seluruh rantai yang mengikatnya tertarik mengikuti orang tersebut.
Suhu ruangan tidak mempengaruhi langkah kaki serta rantai yang mengikatnya.
Dia berjalan menuju pintu, dengan suara langkah kaki serta suara rantai yang terseret.
Tap Tring Tap Tring.
Dia pun tiba di pintu keluar yang telah dibuka, sinyal darurat dari penjara diaktifkan untuk mengawasi orang tersebut.
“Berisik sekali,” ucap orang tersebut, meninju alarm di sampingnya.
Booommm.
“Bangunan yang rapuh,” ucap orang tersebut, melihat lubang yang dia timbulkan, setelah meninju alarm tersebut.
Dag Dag.
Banyak langkah kaki turun dan menghadapi orang tersebut, mereka semua gemetar, karena orang di depannya adalah orang paling berbahaya.
“Akhirnya, kalian tiba. Bawa aku ke lapangan,” ucap orang tersebut, kemudian para prajurit membawa orang tersebut ke lapangan sambil berdoa keselamatan mereka.
[To be Continued.]
Info : Tidak kudetailkan soal pelatihan.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.