
Silakan Dibaca
Minato yang mendengar kalimat yang diucapkan oleh Alex, seketika tersulut. Perlahan-lahan ekspresinya menjadi dingin dan berikutnya dia melayangkan pisau air kea rah Alex.
Pisau tersebut bukanlah pisau normal. Hal ini karena pisau tersebut sangatlah cepat bahkan Alex sendiri tidak dapat menangkap kecepatan dari senjata air itu.
Yamato yang berada di dekat Minato juga terkejut dengan apa yang dilakukan oleh temannya itu, dia tidak menyangka kecepatan serangan rekannya semakin cepat dibanding sebelumnya.
Minato sendiri tidak terlalu peduli dengan reaksi semua orang. Dia hanya menghilang dari tempat dan muncul beberapa meter di depan Alex sambal mengayunkan tendangan.
Alex tentu terkejut dengan kehadiran Minato, dia segera memposisikan diri untuk bertahan, di mana dua tangannya saling menyilang di depan dada.
Bugh!
Alex terdorong ke belakang beberapa meter, akan tetapi dia memiliki ekspresi berat disaat merasakan pukulan dari Minato tersebut. Entah mengapa dia seolah-olah telah memukul aliran air yang begitu deras dan padat.
“Terlalu berat, orang ini benar-benar berbeda dari sebelumnya!”
Alex seketika membakar seluruh tubuhnya, kali ini nafasnya mengeluarkan kepulan asap putih yang begitu besar. Kemudian seluruh warna kulitnya menjadi merah.
Hal ini jelas diperhatikan oleh Minato dan Yamato, akan tetapi Minato tidak peduli dan mengayunkan terus tangannya menyerang menggunakan bilah air dengan cepat. Namun tepat saat bilah berjarak dua puluh meter di depan Alex. Seluruh bilah menguap layaknya bertemu dengan sesuatu yang begitu panas.
Kabut asap seketika menyebar dan memenuhi area medan pertempuran dengan cepat. Para pasukan tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi di medan perang. Mereka semua berhenti sejenak untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Alex memandang ke arah depan, dia dapat melihat di mana posisi Minato berada. Namun, dia sama asekali tidak berani untuk bertindak ceroboh Ketika berhadapan dengan lawan yang begitu Tangguh tersebut.
Minato sendiri tidak perlu melihat di mana lokasi lawan berada. Asap sendiri terbuat dengan beberapa kandungan air, hal ini membuat dirinya lebih mudah dalam melihat dibandingkan orang lain.
Yamato tidak bisa melihat di mana dirinya berada. Hal ini membangkitkan perasaan waspada ke tingkat tinggi.
Seluruh medan perang sunyi, sampai akhirnya Minato menyelesaikan helaan nafasnya sebelum menghilang dari tempatnya sekarang berada.
Hilangnya Minato membuat asap di sekitar bergerak berputar sebelum memenuhi tempat Minato berada sebelumnya.
Alex sendiri menyusutkan matanya, jelas dia melihat bahwa lawannya telah menghilang dari tempat. Kemudian, dia merasakan serangan dari arah belakang. Alex segera mengepalkan tangannya dan membanting ke arah belakangnya.
Boom!
Ledakan kedua terdengar begitu jelas. Kemudian asap putih tebal menyebar ke seluruh arah dengan pusat dua kepalan tangan yang saling bertautan satu sama lain.
Ekspresi Alex yang merasakan kekuatan Minato, seketika ngeri. Dia benar-benar tidak mengerti tingkatan dari lawannya itu. Dirinya tidak bisa berkata-kata Kembali dan terlempar beberapa meter ke belakang.
Minato sama sekali tidak akan melepaskan Alex, dia mengejar kepergian dari pemimpin pasukan lawan tersebut. Kecepatan Minato sangat cepat, sehingga hanya dalam waktu satu detik dia sudah tiba tepat di atas Alex.
__ADS_1
Alex yang melihat kemunculan Minato seketika melebarkan matanya. Namun saat akan melakukan mode pertahanan. Dia telah kalah cepat dengan lawan yang mengayunkan pukulan ke arahnya itu.
Boom!
“Guah!” Alex memuntahkan seteguk darah. Matanya melebar tanpa adanya pupil yang terlihat. Kemudian kawah tercipta dengan pusat yaitu dirinya sendiri.
Minato yang telah usai melancarkan serangan kini berdiri tak jauh dari tempat kawah berada tersebut. Dia mengembuskan nafas lega dan selanjutnya jejak niat membunuh dalam sekejap melonjak.
Target Minato kali ini ialah para pasukan lawan yang begitu banyak. “Kali ini tidak akan kubiarkan kalian semua hidup begitu saja!”
Minato dengan cepat menghilang di bawah pengawasan Yamato dan lainnya. Kemudian, berbagai teriakan tak jauh dari lokasi para pasukan mulai terdengar satu persatu.
Sementara itu, di atap bangunan beberapa orang yang tengah membawa alat siaran langsung, tertegun. Mereka tidak menyangka bahwa ada seseorang yang begitu kuat selepas mengalami apa yang namanya hidup dan mati.
Di sisi lain…
Empat orang tua tengah memandang ke arah siaran langsung dengan ekspresi wajah terkejut. Mereka tidak menyangka akan ada sosok orang yang mengalami hal itu.
Keempat orang itu jelas mengetahui apa yang terjadi akan keadaan Minato tersebut. Mereka berempat terdiam dan ruangan tersebut seketika hening.
“Evolusi … Anak ini telah melakukan evolusi tanpa sengaja!”
“Kita harus mendapatkan dirinya. Nilai Evolusi tidak ada duanya. Hanya beberapa orang saja yang wajib mengetahui hal itu!”
“Setuju!”
Keputusan keempat orang tua sekarang telah bulat. Kali ini tidak ada penundaan. Mereka sudah siap untuk menghancurkan keseluruhan organisasi yang dibangun oleh Ryuto tersebut. Namun, mereka tidak tahu bahwa Minato hanyalah sosok terlemah di organisasi.
Di sisi lain…
Minato membantai seluruh pasukan, akan tetapi dia menggaris bawahi di mana orang yang menyerah tidak akan dirinya bunuh begitu saja. Ini adalah syarat yang sudah ditetapkan oleh tuannya.
Yamato sendiri juga membantu Minato, dia membuat sangkar yang digunakan untuk orang-orang yang menyerah. Sisanya dirinya membunuh dengan kejam.
“Ada sekitar 120 orang yang sudah menyerah, apakah berarti kita telah menang?”
“Belum … ingat, kita baru menguasai cabang pertama. Sementara cabang yang lain kemungkinan besar jauh lebih besar dari ini!”
“Kau benar juga.”
Minato dan Yamato duduk Bersama di atas sangkar, mereka berdua mengobrol ringan sambal menunggu kedatangan dari Ryuto. Namun, mereka sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat Mansion yang bergetar hebat.
Beberapa menit yang lalu…
__ADS_1
Ryuto yang melesat di dalam Mansion mulai mencari keberadaan tiga orang terkuat di sana. Meski lama, dia akhirnya menemukan ketiga sosok orang tersebut. Hal ini membuat Ryuto sedikit senang.
“Aku tidak menyangka kalian tidak melarikan diri ketika aku sudah mengumumkan penghancuran seluruh cabang Laserd di Guika!”
“Nak, jangan sombong hanya memiliki sedikit kekuatan! Kamu sama sekali tidak layak menyombongkan kekuatanmu itu karena pemimpin keluarga Laserd sendiri sangatlah kuat melebihi dirimu!”
Ryuto mendengus ringan, dia tidak terlalu peduli dengan ucapan orang di depannya. Hal ini karena sistem yang dirinya miliki telah mengidentifikasi bahwa dirinya adalah orang yang terkuat di tempat pertama sekarang. Jadi tidak akan ada orang kedua yang sejajar dengan dirinya.
“Yah karena kalian begitu yakin bahwa aku menyombongkan kekuatanku, maka mari kita mulai pertandingan!”
Zizizi!
Aliran listrik seketika memenuhi seluruh tubuhnya, kini tubuh Ryuto diselimuti oleh armor petir tak kasat mata. Pandangan ketiga pemimpin pasukan cabang Laserd melebar ketika melihat hal itu.
Jelas kekuatan Ryuto yang semula biasa, kini menjadi lebih mengerikan dan bahkan diri mereka masing-masing terkejut dengan pemandangan tersebut.
“Nah, waktunya aku menyerang terlebih dahulu!”
To be Continued.
Promosi :
Gamon ( Gagal Move On )
Author: Navizaa
Farel Stuart Alfredo harus merelakan wanita yang dicintainya secara diam-diam yaitu Salmafina bertunangan dengan kekasihnya.
Nada Maura Hermawan juga baru saja patah hati diputuskan oleh pria yang dipacarinya selama Lima tahun.
Keduanya bertemu di pesta pertunangan Salma dan berakhir di atas ranjang dengan sama-sama tidak menggunakan pakaian.
Sebulan kemudian Nada hamil dan Farel yang mengetahui hal itu langsung berinisiatif untuk bertanggung jawab.
"Ayo kita nikah, aku akan bertanggung jawab!" ucap Farel.
Nada masih tidak percaya jika dirinya hamil oleh pria asing yang baru ditemuinya dipesta sahabat baiknya itu.
Akankah Nada dan Farel bisa mempertahankan pernikahan mereka yang begitu tiba-tiba karena adanya anak di antara mereka, padahal keduanya sama-sama memiliki cinta lain yang sulit dilupakan.
Apakah cinta akan hadir, ataukah mereka memilih berpisah setelah Nada melahirkan?
__ADS_1