
Silakan Dibaca.
Tiba di ujung daratan, Ryuto memandang jauh ke arah lautan. Di mana terdapat satu titik hitam yang mana sosok itu ialah kapal boat yang ditumpangi oleh para keluarga Laserd.
Ryuto memandang sekilas, kemudian matanya memancarkan niat membunuh yang kuat. Visi dirinya mulai menajam dan ia akhirnya melihat sosok Irvin di kapal tersebut.
"Apakah orang itu, Irvin?"
Sae yang mendengar itu, segera keluar dari tubuh Ryuto. Ia memandang jauh ke lautan dan dalam sekejap aura suram mulai keluar dari rohnya.
"Itu benar, orang itu adalah mantan suamiku! Ia adalah orang yang telah membunuh diriku dan putraku satu-satunya!"
Ryuto mengangguk, kemudian melompat ke lautan lepas. Tepat saat ia menyentuh air, dirinya bergumam dengan rendah. Namun, dapat di dengar oleh Sae sepenuhnya.
"Poseidon!"
Terjun di bawah lautan, Ryuto melesat bagaikan roket. Ia benar-benar layak menyandang nama sebagai perenang terhebat di lautan lepas.
Sae sendiri terkejut dengan kecepatan itu, ia tidak menyangka bahwa calon suaminya dapat bergerak cepat di lautan. 'Apakah ini yang dinamakan Poseidon, benar-benar sesuai dengan apa yang dikatakan saudari Rias dan Megu.'
Ryuto tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh Sae, terpenting baginya ialah membunuh lawan tersebut. Semakin ia memikirkan hal itu, membuatnya semakin melaju dengan kencang.
Irvin dan keluarganya memandang dengan pucat. Mereka berkeringat dingin ketika melihat Ryuto yang melintas begitu cepat. Sementara penjaga yang mengendalikan kapal, segera melompat ke lautan.
Carlos melihat hal itu, ia tertegun dan meraung dengan marah. "Bajingan! Beraninya kau pergi meninggalkan kami semuanya!"
Penjaga hanya tersenyum ringan, kemudian jatuh ke lautan lepas. Seluruh keluarga Laserd memandang dengan terkejut sambil menggertakkan giginya. Jelas mereka marah akibat tindakan penjaga tersebut.
Sementara itu, Ryuto yang berada di lautan mengerutkan keningnya ketika melihat pemandangan tersebut. Namun, ia tidak peduli dengan penjaga dan mulai menyerang kapal Keluarga Laserd.
Irvin dan seluruh keluarganya mengumpat keras ketika melihat bayangan hitam melonjak semakin jelas di bawah kapal mereka.
__ADS_1
Boom!
Gelombang kuat menghantam keras kapal yang ditumpangi Irvin beserta keluarganya. Seluruh kapal naik ke atas, sampai gelombang menghilang. Kapal mulai terjun dengan bebas.
Teriakan keluarga Laserd tersebut, benar-benar membuat siapa pun merasa kasihan. Namun, dibandingkan dengan tindakan yang mereka lakukan, teriakan itu sama sekali tidak berarti.
"Sae, giliranmu!"
Ryuto menatap ke arah kapal, kemudian roh wanita dengan seorang anak di pelukannnya melesat cepat. Sae segera menghampiri Wanita yang menjadi Ibu Irvin.
Ia ingin menciptakan tragedi yang akan membuat Irvin tidak akan melupakan kejadian tersebut.
Sae berhasil memasuki tubuh Ibu Irvin. Kemudian, di bawah mata keseluruhan keluarga Laserd. Sae tersenyum menyeringai. Dia mengetahui bahwa wanita yang menjadi Ibu Irvin itu, memiliki pisau di tubuhnya.
Sae mengeluarkan pisau dan menusuk ke pria di sebelahnya. Sementara itu, pria yang ditusuk melebarkan matanya. Pandangan mata tertuju ke arah istrinya yang menggelap.
"Mengapa kamu membunuhku...." Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Sae menusuk kembali tepat ke leher. Pertama jantung, kedua leher. Dua tusukan dalam itu, membuat pria itu segera jatuh mati.
"Ayah!" Teriakan empat anak bergema di seluruh kapal. Mereka terkejut akan aksi ibunya tersebut. Namun, ketika melihat ekspresi wanita itu, keempatnya menyadari ada yang aneh.
Sae yang mendengar teriakan itu, seketika menaikkan sudut mulutnya membentuk senyuman yang begitu mengerikan. "Siapa aku? Ne, Irvin... Selepas kau membunuh putra dan istrimu, kau melupakan diriku?"
Irvin yang mendengar suara tersebut, seketika melebarkan matanya. Jelas ia tidak menyangka, bahkan tubuhnya kini gemetar hebat.
"Sudah sembilan tahun, lalu kau melupakan diriku dan putraku! Bagus! Benar-benar Bagus!" Sae tertawa liar sambil menyenandung pujian. Meski itu pujian, akan tetapi orang yang dipuji berkeringat dingin.
Langit yang semula cerah, kini tertutup oleh awan gelap dalam sekejap. Petir menggelegar di lautan bahkan angin terus bertiup dengan kencang. Pemandang ini membuat keluarga Laserd di kapal, gemetar ketakutan.
"Irvin, apa yang telah kau lakukan sebenarnya!" Carlos sudah tidak tahan, ia tidak menyangka adiknya sendiri akan melakukan suatu kesalahan.
"Kakak, bukan begitu...." Irvin ingin membela akan tetapi, pisau melintas tepat di depan wajahnya. Kemudian, suara daging yang ditusuk terdengar tepat di belakangnya.
__ADS_1
"Kak..." Suara perempuan terdengar lirih, tepat saat Irvin dan Carlos menoleh. Mereka melihat adiknya yang jatuh dan berbaring di haluan kapal. Keduanya gemetar penuh akan rasa takut.
"Ahhhh!" Satu perempuan lainnya tidak bisa mengendalikan psikologisnya, ia berteriak histeris yang menambah suasana suram di kapal tersebut.
Carlos menguatkan dirinya, ia dengan cepat menarik pisau yang menusuk kepala adiknya. Darah mengucur deras, akan tetapi ia tidak peduli. Kilatan niat membunuh melintas di mata Carlos.
"Mati!" Carlos bangkit dan menusuk ke arah Sae berada. Namun, apa yang dirinya tusuk bukanlah wanita yang sedang balas dendam, melainkan sosok ibunya sendiri.
"Carlos... Mengapa kau membunuh Ibu...." Wanita cantik itu jatuh dalam sekejap, meninggalkan Carlos yang tercengang dan gemetar seketika. Laki-laki itu memandang kedua tangannya.
"Aku... Membunuh ibuku?" Carlos bergumam pelan, psikologisnya perlahan-lahan mulai pecah. Namun, ia tidak mengetahui bahwa sosok bayangan di belakang memandangnya dengan tatapan membunuh.
"Mati!" Irvin berteriak sambil mengayunkan pisau tepat leher Carlos. Suara daging tertusuk terdengar begitu jelas. Mantan suami Sae itu, benar-benar sudah menjadi gila akibat pembunuhan itu.
Sae sendiri memandang di langit dalam bentuk roh, ia melihat Irvin yang berbalik memandang ke arah adiknya dengan tatapan membunuh.
"Inilah wujud asli dari binatang berdarah dingin!" Sae menatap dan senyum acuh tak acuh muncul di bibirnya. Jelas ia berhasil menghancurkan seluruh psikologis dari mantan suaminya itu.
Sementara itu, Irvin mulai berjalan menuju ke adiknya. Sebelum ia mengayunkan pisau, perempuan yang sudah kehilangan psikologisnya mulai melebar dan matanya mulai berubah.
Perempuan yang bernama Artania dengan lihai mengambil pisau yang berada di tangan Irvin, kemudian ia menjatuhkan kakaknya tersebut.
"Hihihi, bagaimana rasanya, membunuh keluarganya sendiri, Sayang?" Artania yang telah dirasuki oleh Sae tersenyum menakutkan. Irvin memandang ke arah adiknya dengan gemetar.
"Iblis.... Dasar I- Ahhhh!" Belum menyelesaikan kalimatnya, ia mendapati rasa sakit yang sangat tajam. Jelas ia berteriak lepas, karena rasa sakit tersebut tidak bisa dirimya lawan.
Garis keringat dingin mulai terlihat di tubuh Irvin. Namun, Sae tersenyum dan ia menjilat darah yang berada di pisau genggamannya.
"Ahh, bagaimana kalau kita mulai penyiksaan untukmu, Sayang!" Sae sekarang mulai menjelma menjadi sosok wanita yang begitu sadis.
Sementara itu, Ryuto yang memandang penyiksaan Irvin, hanya mendengus ringan dan mendengar suara dingin di dalam benaknya.
__ADS_1
[Selamat telah menyelesaikan Misi!]
To be Continued.