System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 102 - Pertempuran Pemimpin Dimulai


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Sementara itu, Zero dan pasukan yang dia bawa bersembunyi di dalam kegelapan. Tidak akan ada yang mengetahui dirinya kecuali orang cakap berlevel tinggi. Hal ini sudah terbukti ketika dia memasuki kegelapan dan diketahui oleh pemimpin organisasi.


Di sisi lain…


Han kini berbeda dari sebelumnya. Dia diselimuti oleh petir dan tubuhnya menumbuhkan bulu-bulu putih dan merah. Mata yang terbuka sendiri tanpa adanya pupil dan keseluruhan merah darah. Han sekarang sepenuhnya telah kehilangan kesadaran diri.


Ryuto yang melihat keadaan Han, seketika mengerutkan keningnya. Entah mengapa lawan di depan merupakan berkah atau bencana untuknya. Namun, kekuatan yang ditampilkan sosok Han tersebut belumlah melebihi dari 2000 fisik.


“Sekitar 1999 … fisik monster ini benar-benar mengejutkan. Meski itu hanya beberapa menit saja, menurutku sudah cukup.” Ryuto mengevaluasi dengan ringkas. “Namun, semua itu percuma di hadapan kekuatan absolut.”


Zizizizi.


“Roarr!” raungan Gorilla terdengar keras. Seluruh Kota Mare bergetar dalam sekejap. Para warga yang tinggal dan masih tidur seketika terkejut dan rasa bahaya muncul di dalam tubuh mereka masing-masing. Jelas ini merupakan krisis hidup yang belum pernah mereka alami.


Ryuto tidak mengubah ekspresinya sama sekali, tetapi San dan Yan mengubah ekspresi mereka. Keduanya tahu seperti apa kekuatan Han ketika mengamuk. Mereka berdua sendiri tidak bisa menghentikan bahkan dengan kekuatan penuh.


San dan Yan mundur beberapa langkah. Mereka tidak ingin bertempur dengan Han, melainkan mereka membiarkan Han melawan Ryuto segera. Dengan kekuatan Han yang begitu besar, cukup untuk menguras tenaga yang dimiliki oleh Ryuto tersebut.


Rencana keduanya benar-benar patut diacungi jempol. Namun, sayangnya Ryuto tidak akan pernah lelah meski bertempur selama banyak hari bahkan tahunan. Jika, kedua orang itu mengetahui bakat yang dimiliki oleh Ryuto mereka akan muntah darah dalam sekejap.


Kemampuan yang digunakan Ryuto benar-benar curang. Jelas tidak akan ada lawan yang kuat untuk menghancurkan Ryuto meski ribuan maupun ratusan ribu pasukan, tidak akan ada yang bisa menjadi lawannya.


Han yang sudah menyelesaikan transformasi, menatap ke arah Ryuto terlebih dahulu. Emosi yang dimiliki oleh Gorilla adalah amarah terhadap sesuatu yang menumpuk di benaknya. Itulah mengapa dia melihat ke arah Ryuto pertama kali.

__ADS_1


“Roar!” Han meraung keras, kemudian dia melesat ke arah Ryuto berada. Kecepatan gerakan Han benar-benar mengerikan. Hanya butuh satu detik muncul di depan Ryuto sambil mengayunkan telapak tangannya yang begitu berat.


Merasakan sesuatu mendekat, Ryuto menyunggingkan senyumannya. Kemudian, dia mengepalkan tinjunya dan pukulan segera mendarat tepat ke arah laju telapak tangan Han berada. Tindakan tersebut, membuat seluruh orang terkejut.


Boom!


Kedua pukulan saling berbenturan, ledakan keras terdengar di seluruh penjuru Kota Mare. Cabang pertama Laserd semuanya rata dengan tanah. Tidak ada dinding pelindung bahkan Mansion sendiri lenyap.


Beberapa bangunan yang dimiliki oleh warga, hancur tak ada sisa sedikit pun. Kekuatan yang ditampilkan kedua orang itu benar-benar membuat kekacauan di setempat. Banyak polisi dengan cepat mengamankan para warga untuk menjauh beberapa meter ke belakang.


San dan Yan melihat pertempuran itu dari dekat, mereka menunggu momen yang tepat untuk masuk melawan Ryuto. Namun, keduanya segera terganggu oleh dua sosok tengah duduk di sebuah bangunan kayu yang tidak tahu apa isi di dalamnya.


“Sial, ternyata pertempuran di luar sudah selesai semenjak awal. Pantas saja tidak ada teriakan dari para sampah itu.” San mengatakan dengan jelas, membuat berbagai orang dari pasukan mereka yang terkurung di sangkar terkejut. Pandangan seluruh orang tertuju ke arah San berada.


Rencana awal telah sukses yaitu menunjukkan sifat asli dari para pemimpin lawan. Tepat saat mereka mengetahuinya, seluruh orang yang terkurung lebih memilih berbalik dan menjadi pasukan organisasi Chrono tanpa hambatan apapun.


Dua pemimpin pasukan Laserd tidak peduli, apakah masih ada yang hidup atau tidak. Selepas mengungkapkan itu, semuanya akan mereka bunuh. Bahkan orang-orang yang menonton dari jarak yang sangat jauh.


Minato dan Yamato saling memandang, keduanya beralih menatap ke arah dua pemimpin yang sudah memasuki mode mistis mereka masing-masing. Minato dan Yamato berdiri dari duduknya dan mulai berubah menjadi serius.


“Ya, aku memahami niat kalian berdua. Meski Tuan nanti marah karena aku merebut mangsanya, akan tetapi berbeda jika kalian yang mengincar kami!” Minato mengaktifkan mata mistisnya, air mulai melonjak dan memenuhi seluruh tempatnya berdiri.


Yamato tidak berbicara apapun, dia mengaktifkan mata mistis dan berbagai sulur kayu lancip naik dan bergerak layaknya tentakel. Dirinya mendapatkan inspirasi sekilas terkait tekniknya barusan. Minato sendiri terkejut karena Yamato dapat menemukan cara yang begitu mudah untuk mengendalikan kayu.


Zero yang berada di kejauhan, sedikit terkejut. Namun dia segera tersenyum karena senang. “Panen kali ini kemungkinan besar. Sepertinya perlindungan diriku akan sia-sia nantinya.”

__ADS_1


Tidak ada yang mengetahui bahwa Yamato telah meningkatkan tekniknya. Hal ini karena mereka hanya mengetahui bahwa mata mistis tersebut ialah elemen kayu saja. Tanpa mengetahui permainan kayu Yamato sebelumnya sangatlah tidak terkendali.


Di sisi lain…


San dan Yan memandang ke arah Minato dan Yamato dengan ekspresi ringan, mereka tidak menganggap kedua orang itu kuat. San sendiri menggelengkan kepalanya dan dia berkata, “Aku sendiri saja sudah cukup untuk mengatasi kalian berdua!”


San mengepakkan sayapnya, berbagai batu dilapisi api muncul di udara sekitar. San sendiri berubah menjadi gagak hitam yang begitu besar. Matanya merah dengan bulu ujungnya merah layaknya api yang membara.


Minato yang melihat itu seketika mengerutkan keningnya dan tersenyum. Meski diremehkan dia sama sekali tidak berfluktuasi karena mentalnya sudah terlatih. “Yamato, serahkan orang ini kepadaku! Dia api dan aku adalah air.”


Yamato mengangguk dan dia segera mundur beberapa langkah. Minato sendiri segera bertindak, dia mengayunkan tangannya, lalu sejumlah air besar muncul di udara. “Seven Dragon!”


Air dalam sekejap membentuk naga, ada tujuh naga yang memandang ke arah bara api dengan mata menyala. San yang melihat lawan adalah air, sama sekali tidak takut. Hal ini karena dia telah dilatih melawan ratusan orang cakap tipe air.


“Roar!” Tujuh naga air melesat naik ke atas. Bara api melesat turun ke bawah dengan cepat. Dua serangan saling bergerak bersamaan. Minato dan San memandang ke arah serangan dengan ekspresi yang berbeda.


Boom!


Ledakan di udara terdengar jelas, membuat seluruh orang menatap ke arah langit. Sinar cahaya matahari begitu terik. Namun seluruh orang terpana dengan fenomena yang terjadi di atas langit tersebut.


Terlihat awan berputar layaknya cincin. Pusat lingkaran sendiri ialah matahari. Awan kanan ialah putih, berdiri sosok manusia yang tak lain adalah Minato. Sementara, awan kiri ialah hitam. Di sana terdapat sosok burung gagak besar tengah berdiri kokoh, gagak tersebut adalah San.


Keduanya saling memandang, ekspresi mereka menjadi selaras yaitu serius. Satu mengepakkan sayapnya di hujan, sementara yang lain menunggu sesuatu yang akan datang.


To be Continued.

__ADS_1


__ADS_2