System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 74 - Misi Sae 4


__ADS_3

Silakan Dibaca.


"Kepala Kuzan telah marah..." Penjaga itu bergumam dengan penuh keraguan, ia segera mundur takut menghalangi kinerja kepalanya tersebut.


Ryuto memandang dengan senyum di wajah, baru kali ini dirinya mendapati seseorang yang menurutnya layak untuk diakui. Ia mengepalkan tangannya dan seluruh otot-ototnya mengembang.


"Kau tidak akan bisa mengalahkanku, Nak!" Kuzan, ia adalah pria cakap yang dulu berada di satuan militer bebas. Namun, karena keluarga Laserd melihat potensinya sendiri, ia kini disewa untuk menjadi pelindung keluarga Laserd bagian cabang.


Kuzan tidak ada pilihan, ia mengangguk menuruti pengaturan tersebut. Terpenting adalah, ia dapat bermalas-malasan dan bisa menikmati waktu untuk tidur dan berbaring.


Jangan sangka ia tidur dan tidak akan berkembang. Kuzan sendiri memiliki rahasia yang paling dirinya jaga. Bahkan keluarga maupun sosok lain tidak akan mengetahuinya.


Kembali ke tempat pertempuran, api mulai muncul di lengan Kuzan. Dalam sekejap, seluruh tubuh diselimuti oleh api. Kemudian, ia melakukan gerakan santai dan suara rendah terdengar di seluruh medan pertempuran.


"Cincin Dua Belas Api!"


Berbagai api berbentuk cincin melesat dengan cepat menuju ke arah Ryuto. Sementara Ryuto sendiri, memandang dengan penuh minat. Ia sedikit menurun, kemudian tatapan matanya menjadi serius.


Pedang dan pistol ia lepaskan, dua tangan terkepal dengan erat. Kemudian perlahan-lahan tangan saling mendekat dan udara menjadi tipis. Gesekan perlahan-lahan mulai muncul.


"Ledakan Super!" Sinar cahaya kuat terlihat begitu cerah. Kemudian, raungan keras terdengar di seluruh kediaman Laserd.


Boom!


Dua belas cincin api lenyap dalam sekejap, Kuzan melihat itu menjadi serius. Ia memutar tangannya dan api membesar, lalu terbentuklah dinding api yang begitu tebal.


Tabrakan keras terjadi begitu saja, perlahan-lahan sinar cahaya mulai menurun. Kemudian, terlihat tanah terkikis membentuk cekungan yang begitu panjang.


Dinding api yang digunakan Kuzan perlahan-lahan mulai menghilang. Mata pria itu menyusut ketika melihat dampak yang di lakukan oleh penyusup di depannya.


"Sungguh, kekuatan yang begitu besar..." Kuzan bergumam dengan rendah, akan tetapi sinar cahaya melintas di matanya. Kali ini ekspresinya acuh tak acuh dan dingin.

__ADS_1


Keseriusan masalah benar-benar membuat dirinya harus berjuang sekuat tenaga. Kuzan menyilangkan kedua tangannya, kemudian berbagai bola api muncul di udara kosong.


"Serbuan api!" Berbagai bola api melesat kuat ke arah Ryuto, kecepatan bola itu sangat cepat. Bahkan muncul siluet lintasan yang begitu panjang.


Ryuto tentu tidak terpengaruh, mengalirkan listrik ke arah tubuhnya. Seluruh indranya meningkat, ditambah kemampuan pertama dan kedua fisik super, membuat dirinya semakin kuat.


"Lambat!" Itulah ucapan Ryuto sebelum menghilang. Berbagai bola api berjatuhan di rerumputan merah. Api menyebar luas di seluruh halaman. Kuzan melihat target tidak ada, seketika merasakan bahaya.


"Belakang," seru Kuzan, kemudian ia berbalik sambil mengambil pose bertahan. Namun, dirinya telat. Suara pertanyaan dari Ryuto terdengar begitu nyaring di telinganya.


"Lama!" Jatuhnya suara tersebut, bertepatan dengan Kuzan yang terbang jauh membentur ke arah dinding. Ledakan keras itu terdengar sangat kuat, akan tetapi dinding hanya menanamkan Kuzan saja.


Hanya dengan melihat hal itu, siapa pun dapat memahaminya, bahwa dinding tersebut sangatlah keras dan tebal.


Ryuto menyadari itu, ia menyeringai senang. Di saat kakinya menyentuh tanah, ia menghilang lagi. Kuzan yang tertanam di dinding, segera keluar dan menghindar ke samping.


Booom!


'Jika aku menerima serangan itu, pasti akan terluka parah! Orang ini tidaklah mudah untuk aku tangani. Apakah aku harus kabur?' batin Kuzan, jelas ia merasakan bahwa kekuatan lawan tidak ada habisnya sama sekali.


Ryuto tidak peduli dengan apa yang di pikirkan Kuzan. Ia melakukan serangan roda yang di mana, dirinya berputar dan kaki terus menghancurkan tanah yang di mana menjadi pijakan lawannya.


Dua menit telah berlalu...


Kuzan tidak tahan dengan penghindaran terus menerus. Ryuto sendiri sedikit mengerutkan keningnya, entah mengapa ia merasa ada yang salah kali ini.


Ryuto seketika mengingat tujuan dirinya datang ke tempat ini. Wajahnya seketika menggelap, kemudian kekuatannya meletus menjadi lebih kuat. Hal ini karena ia tahu bahwa lawan tengah mengulur waktu.


Boom! Boom!


Kuzan tersentak, akan tetapi ia ceroboh dan dalam sekejap dirinya lengah. Kaki lurus menyapu tepat ke arah kepalanya.

__ADS_1


Kuzan segera mengambil posisi bertahan, akan tetapi hal itu percuma karena kekuatan Ryuto lebih besar dari sebelumnya. Dengan kaki bertemu pertahanan tersebut, ledakan keras terjadi.


Kuzan jelas terkejut melihat seluruh tubuhnya ditekan langsung ke tanah. Ia mencoba untuk melawan, akan tetapi itu percuma. Kali ini, dirinya pasrah dan tenggelam ke tanah.


Booom!


Kediaman Laserd bergetar hebat. Namun, tidak ada yang merasakan hal itu, karena enam orang keluarga cabang Laserd tersebut kini berada di belakang kediaman tengah melarikan diri menuju ke lautan.


Di halaman rumah sendiri, debu mulai memudar. Kemudian terlihat kawah yang begitu besar di mana pusatnya ialah lubang sosok laki-laki yang begitu tinggi.


Dekat kawah sendiri, terdapat sosok laki-laki yang tengah berdiri dengan acuh tak acuh. Kemudian, ia berbalik menatap ke arah rumah besar bergaya eropa tersebut.


Matanya mulai menyusut dan ia menemukan tidak ada nafas sama sekali di dalam rumah. Ryuto dengan cepat melesat menuju ke arah belakang kediaman tersebut. Ia mencium aroma tubuh orang yang melarikan diri dari bangunan Eropa itu.


Di sisi lain, Irvin dan keluarganya sudah naik kapal boat. Di mana, salah satu penjaga yang sebelumnya lolos mulai menjadi orang yang menggerakkan kapal.


"Ibu, apakah Kuzan bisa mengulur waktu pria itu!" Irvin dengan gugup memandang ke arah ibunya yang menghela nafas lega.


"Ibu tidak tahu, terpenting kita bisa kembali ke keluarga utama. Meski diejek maupun dihina nantinya. Kita tetap akan memiliki daerah kekuasaan sendiri lagi."


Carlos, Irvin dan kedua adiknya menghela nafas lega. Mereka benar-benar ketakutan ketika mendengar ada penyusup yang dapat membunuh seluruh penjaga yang ditempatkan di kediaman.


"Orang ini benar-benar gila... Aku tidak menyangka akan menemukan hal seperti itu!" Carlos menatap ke arah daratan yang sudah jauh dari tempatnya berada.


Sementara penjaga sendiri, hanya memandang lautan. Entah mengapa, ia tersenyum dalam hatinya. Semenjak awal, tidak ada rasa gugup sama sekali, seolah-olah tidak peduli dengan keluarga Laserd.


'Orang ini patut di hormati. Melawan keluarga Laserd, seorang diri dan entah dirinya hidup atau mati melawan salah satu orang cakap keluarga tersebut.'


Penjaga itu memandang ke arah daratan dan berpikir, 'Jika ia selamat, aku akan mengikutinya untuk membantai keluarga Laserd. Bagaimanapun juga, aku menjadi penjaga hanya untuk membalaskan dendam!'


To be Continued.

__ADS_1


__ADS_2