
Silakan Dibaca.
Ryuto yang mendengar hal itu, seketika mengaktifkan tubuh petirnya. Aliran listrik mulai menyelimuti tubuhnya. Ia tersenyum dan berkata, “Majulah, kalian berdua!”
Mendengar perkataan Ryuto, kedua pemimpin pasukan Laserd tersinggung. Mereka menekuk lututnya dan melesat ke arah Ryuto berada. Hanya butuh satu detik untuk keduanya tiba di dekat lelaki itu.
Dua pemimpin pasukan Laserd mengayunkan cakar mereka dengan cepat. “Mati kau, Ryuto!”
Merasakan bahaya mendekat, Ryuto sama sekali tidak panik. Visinya sendiri dapat melihat lintasan serangan keduanya yang begitu lambat. Hal ini sedikit membuat ia kurang puas.
Tujuan provokasi ialah mengubah ke bentuk teratas dan dapat meningkatkan kekuatan sepenuhnya. Namun, melihat bahwa kedua orang tersebut sama sekali tidak ada peningkatan signifikan. Ryuto mulai tidak senang.
Detik berikutnya, Ryuto menghindari kedua serangan yang mengarah ke dirinya. Kecepatan itu tidak dapat dilihat oleh kedua pemimpin pasukan.
Selepas menghindar, Ryuto mulai melancarkan serangan dengan keras. Dua orang pemimpin pasukan merasakan serangan tersebut dan mereka segera melakukan pose bertahan.
“Boom!” Ledakan keras terjadi ketika serangan Ryuto mengenai kedua pemimpin pasukan. Kemudian, Ryuto terus melancarkan serangan dan ledakan terus menerus terdengar di dalam jurang kawah.
Para pasukan Laserd yang mendengar ledakan tersebut, mereka semua mati rasa. Kekuatan yang ditampilkan Ryuto benar-benar terpaut jauh dari mereka. Rencana pengepungan ini sama saja seperti bunuh diri.
Pukulan Ryuto membuat kedua pemimpin pasukan Laserd sadar. Dai dan Max tidak tahan dengan serangan Ryuto. Mereka benar-benar tak percaya dengan kekuatan lelaki di depannya itu. Jelas orang tersebut masihlah terbilang muda, tetapi mengapa ia begitu kuat. Jejak ketakutan dan kengerian melintas di benak mereka berdua.
Ryuto tidak peduli, ia terus melayangkan serangan dan menambah kekuatan dirinya secara perlahan-lahan. Hal ini membuat tanah di bawah kaki Dai dan Max bergetar, lalu retak meninggalkan lubang jejak kaki.
Dai dan Max yang sudah diambang batas pertahanan. Segera membalas serangan Ryuto tersebut. Dua orang melawan satu orang. Mereka saling bertukar pukulan tanpa ada jeda sama sekali.
Ledakan demi ledakan terus bergemuruh. Namun, semua ini tidak terdengar di luar kawah. Jelas perasaan para pemimpin pasukan lainnya tidak senang.
“Mengapa tidak ada pergerakan sama sekali di bawah!” Pemimpin pasukan Laserd bernomor empat meraung penuh dengan amarah.
“Apa yang kamu katakan itu benar, Roy! Namun, di pihak kita sama sekali tidak dapat melihat apa yang terjadi di bawah. Entah mengapa, ini seperti disengaja oleh seseorang.”
Tatapan orang bernomor empat lainnya tertuju ke arah tempat bangunan tertinggi. Mengikuti garis pandang orang tersebut, seluruh pemimpin pasukan Laserd dapat melihat adanya para pasukan pemerintah di sana.
“Para orang-orang Pemerintah Bajingan itu!” Roy geram melihat barisan para pasukan pemerintah tersebut. Jelas ia tidak menyangka bahwa ada orang yang bersembunyi di sana.
__ADS_1
“Sen, apakah mereka ikut campur dalam pertempuran ini?” Roy masih menahan dan bertanya kepada rekannya tersebut.
Sen yang memandang para pasukan pemerintah pertama kali, menggelengkan kepalanya. Jelas melihat dari barisan dan tatapan mereka, sama sekali bukan orang yang ingin ikut campur.
“Kemungkinan besar, mereka mengawasi saja. Penghalang yang menghalangi penglihatan itu, hanya bisa dilakukan dari dalam kawah tersebut!”
Sen mengungkapkan pikirannya, entah mengapa kali ini ia merasakan kesulitan dalam menghadapi lawan. Sebelum-sebelumnya ia tidak pernah melawan orang yang begitu sulit.
Roy yang mendengar pemikiran Sen, seketika memandang kembali ke arah kawah. Ia melirik ke arah enam pemimpin pasukan lainnya. “Apakah waktunya kita untuk terjun ke bawah juga?”
“Bagaimana kalau kita menunggu sebentar! Kita tunggu saja, siapa yang naik terlebih dahulu. Maka orang itu ialah pemenang!”
“Apa yang dikatakan Inka ialah benar. Mengapa kita tidak menunggu terlebih dahulu? Jangan terlalu impulsif.”
Kedua orang yang memiliki nomor empat, mengatakan hal lain. Mereka berdua memandang ke arah kawah dengan tenang, seolah-olah keduanya tidak memperhatikan lawan sama sekali.
Roy yang mendengar perkataan dua orang itu, seketika amarahnya mereda. “Ya, apa yang dikatakan oleh Inka benar. Maaf karena aku terlalu impulsif!”
Kedelapan orang itu kembali memandang ke arah kawah lagi. Mereka masih menahan, meski tidak terdengar dan melihat apa yang terjadi di dalam. Para pemimpin pasukan itu jelas relatif percaya kepada rekan yang terjun sebelumnya.
Jurang Kawah.
Di lubang yang besar terdapat dua orang tergeletak tak berdaya. Mereka berdua ialah Dai dan Max. mata keduanya memutih jelas pingsan akibat serangan lawan yang begitu kuat.
Ryuto sendiri berdiri di dekat mereka berdua. Ia sendiri memandang ke arah keduanya dengan dingin dan selanjutnya, tangan kanan berayun cepat.
“Slash!” Tebasan itu terdengar begitu jelas. Dai dan Max kini telah mati dipenggal kepalanya.
Selesai melakukan pembunuhan, Ryuto berbalik dan naik ke atas lubang. Waktunya untuk menghabisi sisa pasukan Laserd lainnya. Namun, sebelum ia memanjat naik. Suara sistem terdengar di benaknya.
[Tuan Rumah, dua tubuh pemimpin pasukan itu dapat Anda serap. Apakah Tuan ingin menyerapnya?]
Ryuto yang akan naik berhenti di tempat, ia melupakan kemampuan sistem yang baru saja dirinya dapatkan. “Sistem, serap fisik kedua orang itu!”
[Dimohon untuk Tuan Rumah menyentuh kedua tubuh orang tersebut!]
__ADS_1
Ryuto segera melakukannya, ia mendekat ke arah Dai dan Max. kemudian, tangannya terulur dan dalam sekejap. Materi hitam mulai menyebar dan menghisap seluruh tubuh kedua pemimpin pasukan tersebut.
Tak butuh waktu lama, Ryuto merasakan peningkatan di tubuhnya. Jelas perasaan nyaman tersebut benar-benar mengalir di dalam dirinya. Elemen Angin dan Petir yang ia punya juga mulai meningkat menjadi lebih kuat.
[Penyerapan telah berhasil.]
[Selamat, Tuan Rumah telah mencapai Fisik 3000.]
[Selamat, Tuan Rumah dapat mengevolusikan mata mistis ke tingkat selanjutnya.]
Ryuto yang mendengar notifikasi sistem tersebut, seketika tercengang. Jelas ia terkejut dengan pemberitahuan itu. ia tidak menyangka bahwa mata mistisnya dapat ditingkatkan kembali.
“Sistem, apakah ada syarat dalam peningkatan mata mistis?”
[Tergantung, jalur mana yang akan Tuan pilih selanjutnya.]
Mendengar hal itu, Ryuto memahami sekilas. “Kita akan tentukan selepas pertempuran ini usai.”
Kilatan cahaya melintas di mata Ryuto, senyum di wajahnya tetap mengambang. Di mana ia senang dengan peningkatan kekuatan kali ini. Ia menjadi semangat dan segera naik kembali ke tempat permukaan bawah jurang berada.
Sementara itu, di sisi hutan yang telah hancur sebagian. Ada sekelompok orang beranggotakan ribuan pasukan. Kelompok itu sendiri di pimpin oleh enam perempuan cantik.
Di belakang perempuan itu terdapat sembilan orang dengan nomor di masing-masing pakaian mereka. Kemudian, di belakang sendiri ialah ribuan pasukan dengan barisan yang begitu rapi.
Pergerakan kelompok ini tidaklah cepat dan lambat. Mereka mengatur kecepatan di titik yang imbang, sehingga tidak ada yang terlambat.
Para kelompok ini ialah Para istri Ryuto beserta dengan Organisasi Chrono yang baru saja didirikan. Tujuan mereka jelas, ialah peperangan yang berada di Cabang Laserd.
“Apakah ada informasi terbaru terkait Ryuto?” Lilia bertanya kepada Zero yang berada tepat di sebelahnya.
“Informan mengatakan bahwa Tuan telah terkena Meriam Nuklir. Ia tidak keluar dari kawah, akan tetapi dua orang pemimpin pasukan Laserd terjun dengan ekspresi serius.”
Lilia yang mendengar baris pertama, rasa khawatir muncul di dalam hati. Begitu juga dengan perempuan lainnya. Namun, ketika mendengar baris terakhir. Senyuman penuh arti tercetak di wajah mereka.
“Kalau begitu, kita sedikit percepatan pergerakan atau pesta peperangan akan berakhir cepat!”
__ADS_1
To be Continued.