
Silakan Dibaca.
Dunia Tetra, tepatnya di kediaman Akugawa. Portal merah mulai menunjukkan keanehan yang membuat peneliti sekitar menjadi panik.
Keanehan tersebut belum pernah mereka temui semenjak meneliti sebuah portal.
Meski mereka panik, akan tetapi itu hanya sebentar. Mental para peneliti bukanlah sesuatu yang dapat diremehkan, bahkan orang-orang kaya sendiri sering kewalahan dengan sikap keingintahuan mereka.
Ada sekitar lima belas peneliti yang tengah memandang Keanehan portal merah. Di mana portal tersebut telah menelan tuan muda serta pelayan pribadi keluarga Akugawa.
Sinar merah yang sebelumnya muncul di dalam portal, kini berubah menjadi putih cerah. Detik berikutnya, terdengar suara teriakan laki-laki dan perempuan.
Para peneliti menyusutkan matanya, mereka segera melihat tiga orang tengah terlempar keluar dari dalam portal. Tepat saat ketiga orang itu keluar, bangunan portal sendiri langsung runtuh dalam sekejap.
“Aduduh!” Ryuto yang telah keluar dari portal menabrak dinding halaman rumah. Ia tengah melindungi kedua pelayan pribadinya dengan pelukan erat.
“Tuan muda!” Megu dan Rias segera terbangun. Mereka tidak menyangka tuan mudanya menyelamatkan diri mereka masing-masing dari benturan dinding halaman rumah.
“Tenang... Tenang... Tidak ada apa-apa, hanya saja sedikit sakit saja.” Ryuto tersenyum ketika melihat rasa perhatian dua pelayan pribadinya. Ia sebenarnya kewalahan untuk mengatasi perasaan itu, sehingga segera mengatakan bahwa ia tidak ada masalah.
“Tuan muda...” Para Peneliti sedikit linglung, kemudian mereka segera sadar bahwa orang yang keluar sebelumnya ialah tuan muda yang seharusnya berada di portal merah.
Ryuto yang mendengar suara tersebut, segera menoleh ke arah asal suara itu. Ia terkejut melihat ada banyak orang berpakaian jas putih.
“Tunggu, mengapa ada banyak orang yang terlihat seorang peneliti?” tanya Ryuto, ia jelas bingung. Kemudian, memandang halaman sekitar dan tahu bahwa itu ialah rumahnya.
“Kami memang peneliti, Tuan. Kami ditugaskan untuk melacak keadaan Anda yang berada di dalam portal.” Peneliti1 menjelaskan mengapa banyak peneliti di rumah Akugawa.
Ryuto seketika mengangguk, kemudian tatapannya kembali menyapu sekitar seraya bertanya, “Di mana ibu dan ayah?”
“Mereka menuju ke rumah sakit, Tuan Muda!” Peneliti1 menjawab dengan jelas.
Ryuto yang mendengar hal itu, segera melebarkan matanya. Ia memandang ke arah peneliti1 dengan tatapan tak percaya. Jelas ia terkejut, Ia kembali pulang, lalu mendapatkan informasi bahwa keluarganya tengah berada di rumah sakit. Siapa coba yang tidak terkejut
“Apa yang sedang terjadi!” Ryuto melesat ke arah peneliti1, ia memegang kerahnya dan sedikit mengangkatnya ke langit.
Peneliti sendiri tampak horor dengan kecepatan Ryuto tersebut. Mereka jelas tahu bahwa tuan muda Akugawa, bukanlah orang yang kuat. Ia selalu dilindungi dan dibesarkan dalam kamar.
Peneliti segera menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak terjadi sesuatu, mereka menuju ke rumah sakit hanya untuk memeriksa kesehatan. Sebentar lagi mereka akan pulang!”
Ryuto yang mendengar itu segera menghela nafas lega. Ia menurunkan genggaman tangannya dan berkata, “Syukurlah, kukira ada sesuatu yang sedang terjadi tepat aku tidak ada di rumah.”
Megu dan Rias juga terkejut mendengar bahwa tuan dan nyonya mereka berada di rumah sakit. Awalnya mereka panik, akan tetapi mendengar bahwa tuan dan nyonya memeriksa kesehatan, keduanya segera tenang dan menghela nafas lega.
Peneliti1 membenarkan pakaiannya, meski ia dicekik. Namun, ia tidak menaruh dendam. Reaksi Ryuto seperti itu, jelas akan ia lakukan jika seseorang yang dirinya suka, tanpa ada ucapan apa pun, sedang berada di rumah sakit.
Ryuto sedikit merenung, ia segera berbalik dan melambaikan tangan. “Aku akan pergi ke kamar terlebih dahulu. Jangan beritahu mereka berdua, biarkan mereka terkejut bahwa aku sudah pulang.”
“Dimengerti, Tuan Muda!” Para Peneliti menundukkan kepalanya. Kemudian Megu dan Rias mengikuti Ryuto dari belakang. Jelas mereka berjalan santai, akan tetapi temperamen keduanya benar-benar berbeda.
Peneliti1 mengerutkan keningnya ketika merasakan momentum berbeda dari ketiga orang tersebut. Perubahan itu bukanlah hal buruk, melainkan sesuatu yang sangat baik.
“Apakah ada sesuatu di dalam portal merah sebelumnya?” gumam Peneliti1 sambil menatap ke arah portal merah yang sudah hancur menjadi batu.
Di sisi lain, Ryuto yang berjalan bersama Megu dan Rias, membuat gempar seluruh orang yang berada di kediaman Akugawa. Mereka tidak menyangka akan melihat ketiganya begitu cepat.
__ADS_1
Ryuto sendiri tidak mengetahuinya, ia hanya memasuki ruang miliknya, lalu pergi menuju ke tempat pelatihan. Megu dan Rias sendiri tidak segera memasuki ruang tuan mudanya, melainkan mereka pergi ke dapur untuk menyiapkan beberapa makanan.
Ryuto yang berada di ruang pelatihan memandang sekitar dan mengangguk. “Masih seperti biasanya, juga aku terlalu bingung terkait mata mistis milikku.”
Ryuto memejamkan matanya dan di saat ia membuka, tepat mata kirinya bersinar hijau keputihan. Kemudian, seluruh tubuhnya mulai berubah menjadi domba bertanduk.
Namun, Ryuto merasakan perubahan yang berbeda. Ia bisa melihat bulu lebat di tubuhnya. Ia ingin mencabutnya, akan tetapi tidak bisa. Hal ini membuat Ryuto sedikit frustrasi. Namun, ia segera menerima bulu-bulu halus tersebut.
‘Sistem, sebelumnya aku dapat berubah menjadi poseidon, apakah itu dapat kugabungkan dengan mata mistis?’
[Tuan Rumah, kekuatan Poseidon sendiri berbeda dengan Mata Mistis.]
[Kekuatan Poseidon sendiri akan aktif ketika Anda berada di air. Namun, saat di darat, Anda hanya dapat menggunakan kemampuan Mata Mistis.]
Ryuto segera merenung, jika apa yang dikatakan sistem benar. Ia tidak dapat menggabungkan kedua kekuatan tersebut. Kemudian, ia segera melihat kekurangan dirinya dalam tugas evolusi.
[+ Tugas untuk membuka Evolusi Eagle Horn.]
[- Selesaikan 1000 Push-up (900/1000).]
[- Kristal Monster tingkat menengah (1/1).]
[- Kristal Bintang Aries (1/1).]
[- Bunga Angin (10/10).]
[- Level : 10.]
‘’Hanya tersisa push-up. Juga, aku belum melihat status milikku.’ Ryuto berkata dalam hatinya, kemudian ia mulai meminta sistem untuk menunjukkan statusnya.
[Status.]
[- Nama : Ryuto Akugawa.]
[- Umur : 20 Tahun.]
[- Warisan :]
[Singa Merah.]
[Poseidon.]
[- Level : 15]
[- Kekuatan : 78.]
[- Ketahanan : 92.]
[- Kecepatan : 86.]
[- Kecerdasan : 98.]
[- Stamina : Unlimited.]
[- Keuangan: 10.000.]
__ADS_1
[2 Hadiah Kotak Belum Dibuka.]
Ryuto mengerutkan keningnya ketika melihat barisan bawah. Ia tidak menyangka akan mendapatkan dua hadiah, kemudian ia segera membukanya.
“Sistem, buka dua kotak itu!”
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Apartemen Guika.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan keterampilan memasak (Lv 01).]
[Misi dirilis.]
[Mulailah melangkah dalam dunia nyata.]
[+ Misi : Membuat Restoran.]
[- Hadiah : Resep Makanan Acak.]
[- Durasi : 5 Hari.]
[- Gagal : Sistem Tidak Aktif Selama 14 Hari.]
Ryuto yang melihat misi tersebut tertegun, ia baru saja mendapatkan keterampilan memasak. Namun, ia juga bingung karena dirinya sudah memiliki kemampuan tersebut dulu.
‘Sistem, bukankah aku sudah memilikinya dulu?’
[Tuan Rumah, Kemampuan Anda dulu hanyalah kelas rendah di Dunia ini. Mohon untuk Tuan Rumah tidak menyamakan Dunia ini dengan sebelumnya.]
Ryuto mengerutkan keningnya, kemudian ia menghela nafas dan mengangguk mengerti. Namun, ia perlu melihat dulu, apa perbedaan makanan dunia tempatnya kini dengan sebelumnya.
“Untuk sekarang, lebih baik menyelesaikan Evolusi terlebih dahulu.” Ryuto segera mengambil langkah, ia ingin menguatkan kekuatan sebelum memasuki dunia nyata.
To be Continued.
Promosi.
Napen : El.
Judul : Mahligai Cinta Sang Dewi Rembulan.
Blurb :
Blurb
Musim paceklik sedang melanda negeri, rakyat sedang menderita akibat dari kekeringan sumber mata air mulai mengering, sedangkan hujan tak turun-turun, tiap malam Kaisar Chimera memandang langit berharap hujan deras mengguyur negerinya. Kesekian kali purnama ia juga memandang langit malam nampak rembulan bersinar terang,
“Huh,... Kau malah selalu tersenyum rembulan, kenapa kau tidak berubah menjadi awan hitam saja?” Gerutu Kaisar Chimera geram.
Tanpa Kaisar Chimera ketahui, rembulan yang ia pandangi setiap malam itu, juga sebenarnya seseorang wanita yang suka menatapnya dari kejauhan langit. Wanita itu adalah Dewi Rembulan, ia terpesona pada sosok seorang pemuda yang selalu memandang kearahnya.
“Siapakah pemuda itu? Dia sangat tampan dan berwibawa,” gumam Dewi Rembulan tersenyum.
Namun syarat Dewi jika ingin berubah jadi manusia agar bisa berjumpa dengan pemuda idamannya, haruslah menunggu selama 5000 tahun agar kesempurnaannya menjadi seorang manusia perempuan dapat terlaksana, sedangkan itu sosok Kaisar Chimera bereinkarnasi dari generasi ke generasi.
__ADS_1
Dapat kah Dewi Rembulan menemukan cinta sejatinya ? Mampukah ia memikat hati seorang Kaisar Chimera?