
Clover yang mendengar ucapan Ryuto yang tidak disengaja seketika mengerut. Hal ini karena dia tidak percaya bahwa lelaki tersebut dapat mengalahkan makhluk seperti Cyclops.
Rias sendiri juga terkejut akan ucapan suaminya itu. Namun, mengingat bahwa apa yang dikatakan itu benar. Dia percaya karena sudah melihat pertarungan Ryuto dengan Cyclops.
“Dia adalah Cyclops. Salah satu makhluk yang diciptakan oleh seorang Haunted. Namun, ini sedikit aneh karena tidak mudah untuk menciptakan Cyclops ini.”
Mendengar perkataan Clover. Ryuto dan Rias memandang ke arah lelaki tua tersebut, mereka tidak menyangka bahwa Clover mengetahui asal usul dari makhluk besar tersebut.
“Diciptakan oleh Haunted, artinya dia dikendalikan oleh seorang Haunted seperti dirimu.” Ryuto menyimpulkan ucapan Clover segera. Dia juga sadar, mengapa Cyclops berada di sini.
“Aku tidak membuat Cyclops sama sekali. Dia datang kemari. Kemungkinan bukan karena diriku. Hal ini setiap Cyclops akan mengikuti pembuatnya, akan tetapi tidak ada seorang pun yang bisa membuat, kecuali seorang Haunted.”
“Artinya ada seorang Haunted di tempat ini, selain dirimu.” Ryuto dengan cepat menangkap maksud dari Clover tersebut.
Rias yang mendengar hal itu, seketika menjadi sedikit serius. Dia meningkatkan area penglihatannya. Namun, dirinya sama sekali tidak menemukan adanya sosok yang dicari tersebut.
Sampai akhirnya, Cyclops turun ke bawah. Dia menatap lekat ke arah Ryuto, sebelum dirinya tiba di tanah.
Hal ini tentu membuat ketiga orang tersebut terkejut. Mereka bertiga tidak menyangka bahwa Cyclops berada di tanah dan berhenti tepat di depan Ryuto.
“Makhluk ini ....” Ryuto tentu tidak memahami mengapa Cyclops berhenti tepat di depan dirinya. Namun, melihat mata makhluk tersebut, seketika lelaki itu memahaminya.
“Apakah kamu mencari diriku?” Ryuto bertanya sambil memandang lekat makhluk besar itu.
Cyclops yang diberi pertanyaan tersebut, mengangguk dengan penuh pengertian. Hal ini justru membuat ketiga orang itu saling memandang dengan heran.
“Ryuto, apakah kamu membangkitkan makhluk ini?” Clover bertanya dengan rasa penasaran. Hal ini karena, kunci untuk membangkitkan Cyclops ialah energi yang besar.
“Tidak, aku sendiri tidak mengetahui monster ini. Hanya saja dulu pernah bertarung dengan monster sejenis.” Ryuto berkata jujur, dia sama sekali tidak menyembunyikan terkait pertarungannya melawan Cyclops.
“Itu tidak mungkin. Cyclops adalah makhluk yang paling kuat, bahkan satu serangan spesial miliknya dapat menghancurkan kota besar seperti Kota Duino.”
Mendengar hal itu, Ryuto tersenyum tipis. Dia lebih memilih mengabaikan orang yang menganggap dirinya tidak kuat itu. Bagaimanapun juga, dia bukanlah orang yang selalu mencari wajah dengan kekuatan.
__ADS_1
Pandangan Ryuto tertuju ke arah Cyclops, kemudian dia mendekat dan monster tersebut juga ikut mendekat. Keduanya saling mengulurkan tangan untuk bersentuhan.
Tepat saat mereka saling menyentuh, Ryuto melebarkan matanya karena dalam hatinya terdengar suara asing yang sedikit lebih berat dari suara manusia pada umumnya.
“Salam, Tuan Kurokami!”
Mendengar hal itu, tanpa sadar Ryuto memandang ke arah Cyclops dan bertanya, “Apakah itu kamu, yang berbicara barusan?”
Cyclops mengangguk, kemudian menjawab, “Ini adalah suara saya, Tuan. Monster ini siap menerima perintah dari Tuan.”
Mendengar perkataan Cyclops, Ryuto seketika mengerti dan dia sedikit bingung dengan sebutannya yang dulu pernah dirinya pakai. “Panggil saja aku Ryuto. Kurokami bukanlah margaku kembali.”
Mendengar hal itu tentu, Cyclops mengerti. “Baik, Tuan Ryuto.”
Di saat Ryuto berbicara dengan Cyclops. Clover dan Rias tertegun dan mereka terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ryuto itu.
“Sayang, apakah kamu bisa berbicara dengan Makhluk ini?” Rias yang masih penasaran, mulai bertanya dengan cepat. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa suaminya dapat saling berkomunikasi dengan makhluk besar itu.
Ryuto yang mendengar pertanyaan Rias, seketika berbalik menatap ke arah perempuan itu. “Oh, memang benar aku bisa berkomunikasi dengannya. Dia bilang bahwa aku yang menciptakan dirinya, akan tetapi aku belum pernah melakukan apa pun yang berkaitan dengan bangkitnya dia.”
“Kemungkinan besar, ada seseorang yang menciptakan Cyclops. Namun, mereka melupakan satu hal yaitu aturan yang tidak bisa diubah. Aturan tersebut ialah nama pengendali.”
“Apa maksudnya?” tanya Rias, dia mengerutkan kening ketika mendengar istilah baru.
“Dalam membuat Cyclops yang paling dibutuhkan ialah nama pengendali. Namun, jika nama itu diubah maka seluruh susunan akan berubah dan berakhir dengan ciptaan gagal.”
“Dulu ada seseorang yang pernah membuat Cyclops. Namun, semua itu gagal karena mereka mengubah nama pengendali yang sudah ditetapkan.”
Clover menjelaskan keseluruhan tentang Cyclops. Hal ini membuat Ryuto dan Rias memahami dan mengangguk bersama. Namun, Clover sendiri sedikit bingung. Kapan ada rumus yang mengacu ke sosok yang bernama Ryuto.
“Aku masih penasaran satu hal, mengapa ada pembuatan Cyclops dengan nama pengendali Ryuto? Hal inilah yang masih menjadi misteri.” Clover menatap dengan serius ke arah Ryuto.
Namun, lelaki itu menggelengkan kepalanya dan berkata, “Hal ini aku kurang tahu, lebih baik lupakan tentang itu. Sekarang yang menjadi pikiranku ialah siapa yang membangkitkan Cyclops ini!”
__ADS_1
Ryuto yang penasaran tentu tidak tahu, bahwa pencipta Cyclops itu ialah sosok orang yang bodoh dan orang yang telah melukai istrinya.
Sementara itu, di sisi lain. Tepatnya di dalam bandara, para perempuan telah membunuh Han Song dengan sadis. Mereka memotong seluruh organ tubuh dari lelaki tersebut, bahkan kulitnya sendiri, mereka kelupas.
Hanya saja, kepala Han Song mereka bungkus menggunakan kantong plastik. Hal ini untuk tujuan perang dengan Negara Timur.
“Semua sudah, bagaimana perasaanmu sekarang, Xia Lin?” tanya Lilia yang membuat perempuan berpakaian biru putih memandang ke arahnya sambil tersenyum.
“Tentu menjadi lebih lega dari biasanya. Aku benar-benar bersyukur karena dapat membalaskan dendam yang sudah mengakar ini.”
“Namun, belum sepenuhnya, bukan?” Yuka tersenyum ke arah Xia Lin, dia paling mengetahui bagaimana rasa sakit yang dialami oleh perempuan tersebut.
“Tenang saja, kami akan membantu membalaskan dendam kepada Keluarga Han!” Niat membunuh terlintas di mata Nanami, sangat jelas sehingga ruangan tersebut menjadi sedikit dingin.
“Oh itu benar, Monster sebelumnya bagaimana?” tanya Sherena yang masih mengingat tentang monster besar.
“Benar juga, seingatku dia keluar dan pergi ke arah lapangan pendaratan dan penerbangan pesawat.” Yuna merespons sambil mengingat rute pelarian dari monster sebelumnya itu.
“Kemungkinan sudah bertemu dengan Ryuto dan yang lainnya. Bagaimana kalau kita menyusul?”
“Ya, aku penasaran monster apa itu tadi. Mengapa monster itu terlihat memiliki beberapa kemampuan.” Yui menanggapi ajakan Xia Lin.
“Lalu, bagaimana dengan tempat ini?” Sasha bertanya dengan kepala miring, dia menatap ke arah seluruh perempuan itu.
“Hancurkan saja!” Sayoko berkata ringan. Di telapak tangannya muncul bola biru yang bersinar terang. Kemudian, dia tersenyum dan seluruh perempuan juga mengikutinya.
Masing-masing perempuan mulai membentuk kekuatan mereka. Kemudian, bola-bola itu menjadi satu dan perlahan mulai membesar sehingga memenuhi ruangan.
“Eternity Bomb!” Para perempuan melemparkan bola tersebut ke arah ruangan. Kemudian, tepat saat bola besar sudah lepas dari tangan mereka itu, para perempuan segera menghilang dari tempat.
“Booom!” Ledakan keras terjadi begitu saja. Tanah tempat bandara berada bergetar hebat. Hal ini membuat semua orang yang berada di dekat bandara terkejut.
Di sisi lain, Ryuto merasakan gelombang getaran yang begitu kencang. Seketika ekspresinya menjadi serius. Namun, dia segera tersenyum tak berdaya ketika melihat arah ledakan tersebut.
__ADS_1
“Mereka ... terlalu berlebihan!”
To be Continued.