
Silakan Dibaca.
Di suatu tempat, letaknya ujung selatan dari Negara Guika. Terdapat sebuah desa yang berada di dekat pegunungan yang diselimuti oleh hutan yang begitu rindang dan lebat.
Tidak ada orang yang berani datang ke hutan tersebut, karena hutan itu dikenal sebagai hutan terlarang. Setiap orang yang masuk ke sana akan mati secara misterius. Bahkan, tim yang mencoba untuk masuk, berujung mati.
Konon katanya terdapat makhluk asing di sana, akan tetapi ada yang mengatakan bahwa di kedalaman terdapat sebuah kelompok *******. Tidak ada yang tahu apakah itu benar atau bukan, akan tetapi mereka tetap yakin bahwa hutan ini tidak boleh dimasuki sembarangan orang.
Desa di dekat pegunungan dan hutan terlarang, di kenal Desa Satana. Sebuah desa yang sangatlah terpencil. Orang-orang di sana, selalu menganut beberapa adat, agar dapat pelindung dari yang di atas.
Adat-istiadat ini secara langsung turun-temurun. Bahkan semenjak masa penjajahan, tidak ada yang bisa mengabaikan adat tersebut. Hal inilah yang membuat Desa Satana terlihat berbudi luhur.
Banyak turis datang ke desa itu. Namun, desa melarang keras bagi para turis yang berkunjung tanpa mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Jika mereka melarang, konsekuensinya ditanggung sendiri.
Kali ini, tepatnya di depan pintu masuk Desa Satana. Ryuto yang bersama dengan Roh Rach, kini memandang desa tersebut dengan senyum penuh arti. Tujuan lokasi mereka akhirnya tercapai.
"Rach, kita sudah sampai di tempatmu berada."
Rach memandang ke arah desa, penuh akan perasaan rindu. Sudah sembilan tahun dirinya belum kembali ke desa yang mana dulu menjadi tempat dia lahir. Desa yang menjadi tempatnya tumbuh besar.
"Itu benar, Tuan Ryuto."
Rach tidak bisa menahan tangisnya. Kerinduan akan desa akhirnya terlepas. Namun, kerinduan dengan ibunya belum sama sekali.
Sementara itu, Ryuto mengetahui emosi Rach itu. Tujuan datang bukanlah wisata, melainkan pergi ke makam ibu dari Rach tersebut. Tujuan ini juga di tetapkan oleh sistem sendiri.
[Misi Dipicu.]
[+ Kerinduan anak dan ibu.]
[+ Misi : Bantu Rach bertemu roh ibunya, begitu juga sebaliknya.]
[+ Hadiah : Kotak Misterius.]
[+ Gagal : Adik kecil hilang.]
[+ Durasi : 3 Hari.]
__ADS_1
Melihat kegagalan yang begitu mengerikan. Ryuto tidak bisa untuk tidak menolak. Bagaimana dia bisa menyenangkan seluruh istrinya, jika tidak memiliki adik kecil. Hal ini tidak mungkin bisa dia terima.
Selepas menerima misi tersebut, Ryuto akhirnya berangkat dan sampai di gunung tempat Desa Satana berada. Baginya, Desa Satana sendiri benar-benar sejuk dan nyaman. Hal ini karena lokasinya yang berada di dekat hutan asri.
"Apakah tidak ada penjaga?" Ryuto bertanya dengan singkat. Dia jelas tidak menemukan seseorang pun di gerbang masuk menuju Desa Satana itu.
"Seharusnya ada, Tuan." Rach juga menemukan kejanggalan tersebut, dia memandang sekitar dan tidak menemukan seseorang pun di gerbang desa. Hal ini benar-benar membuat dirinya mengerutkan kening.
"Kita masuk ke dalam. Kemungkinan besar, mereka berada di dalam desa." Ryuto berkata dengan nada sedikit serius. Dia mulai melangkah masuk menuju ke Desa Satana.
Tak butuh waktu lama, untuk Ryuto melewati pintu masuk Desa Satana berada. Dia memandang ke depan, akan tetapi dia segera menemukan hal aneh di sana.
Terlihat banyak rerumputan hijau yang berada di beberapa rumah desa tersebut. Ada juga yang masih bersih, akan tetapi rumahnya tertutup dan di beri pengaman.
Ryuto melangkah masuk lebih jauh, kemudian dia mendengar suara dari kejauhan. "Siapa kamu, Nak?"
Ryuto segera memandang ke arah asal suara tersebut. Dia menemukan seorang pria tua tengah berjalan ke arahnya sambil membawa cangkul. Kumisnya putih dan tebal, pakaiannya sendiri putih dengan beberapa debu dan sobekan.
"Paman!" Rach berkata dengan nada semangat. Ryuto yang mendengar apa yang dikatakan Rach, seketika menaikkan alisnya. Kemudian, pandangan Ryuto segera tertuju ke orang yang dianggap paman bagi Rach tersebut.
"Seorang teman? Bisakah kamu sebutkan siapa temanmu itu? Sebenarnya di Desa Satana ini, sudah dibuka untuk para orang luar. Namun, karena insiden hilangnya orang-orang, banyak turis yang tidak jadi kemari."
"Insiden hilangnya seseorang?"
Ryuto memiringkan kepalanya, dia jelas bingung dengan informasi baru tersebut. Apa yang dirinya dapatkan hanyalah hutan terlarang dan tidak boleh memasuki hutan tersebut.
"Ya, setiap ada orang yang masuk ke hutan. Mereka akan hilang dan besoknya ditemukan menggantung di pohon dengan luka lubang di tubuh. Banyak orang yang bilang bahwa itu lubang akibat tembakan."
Ryuto melebarkan matanya ketika mendengar hal itu. Namun, hal selanjutnya benar-benar lebih mengejutkan.
"Meski banyak yang berspekulasi seperti itu. Namun, di saat seorang turis yang berpengalaman mengotopsi seseorang memeriksa tubuh korban. Sama sekali tidak ada jejak peluru, melainkan ada sobekan kuku di dalam."
"Apakah itu binatang buas?"
Paman itu menggelengkan kepalanya, kemudian dia berkata, "Bukan ... Jika binatang buas menerkam, itu akan membuat lubang kecil ke besar. Melainkan ini rata, seolah-olah tidak ada besar maupun kecil. Inilah yang dikatakan dokter itu."
Mata Ryuto seketika memancarkan kilasan rasa tertarik. Jika bukan pistol, pasti ada senjata lain yang lebih juat. Dalam sekejap, Ryuto menjadi lebih bersemangat mendengar itu.
__ADS_1
"Oh ya, Nak ... Perkenalkan namaku Gandalf, biasa di panggil Paman Gan."
"Yah, namaku Ryuto. Panggil saja aku Ryu."
Paman yang bernama Gandalf itu mengangguk, kemudian mereka berdua tiba di kedalaman desa.
"Desa sekarang berada di sini. Sementara yang kamu lihat sebelumnya, hanyalah bekas desa saja." Paman Gan berhenti sambil menunjukkan desa yang begitu bersih dan ada tembok mengelilinginya.
Ryuto dan Rach terkejut, mereka tidak menyangka bahwa Desa Satana benar-benar bukan desa terbelakang. Rach lebih terkejut, karena dia tidak menyangka desanya dulu telah berubah.
Gandalf hanya menikmati ekspresi Ryuto, dia tersenyum dan berkata, "Pintu di tembok yang mengarah ke hutan itu, adalah tempat yang seharusnya di larang. Namun, jika ada yang melewatinya. Kami sudah tidak bertanggung jawab akan nyawa orang tersebut."
"Hutan terlarang ini juga memiliki nama, Fue. Biasa disebut segel. Hutan yang dikunci oleh Pegunungan Azure. Yah, ini hanyalah sebuah kisah zaman dahulu saja."
Ryuto mengangguk, kemudian mereka berjalan kembali menuju ke desa. Ada banyak orang di sana dan menyapa Gandalf, satu persatu.
"Yo, Gandalf. Kamu membawa siapa itu?"
"Gandalf, apakah kamu sudah makan? Potong ayam hutan yang kudapatkan itu. Ada sekitar tiga sebelumnya."
Berbagai warga sangat antusias ketika melihat Gandalf. Rach sendiri tersenyum melihat adegan tersebut. Entah mengapa dia merasakan gelombang untuk kembali ke masa lalu.
Ryuto menikmati adegan tersebut, dia juga tidak menyangka bahwa Gandalf ialah sosok yang paling dikagumi di desa. Hal ini, membuat Ryuto sedikit memahami pria tua itu.
"Hahaha, maaf-maaf Ryuto. Para orang-orang desa seperti biasanya. Mereka selalu bersemangat ketika aku melewati tempat ini."
"Tidak apa-apa, Paman. Menurutku tidak terlalu masalah, bahkan para warga sepertinya sangat senang akan kehadiranmu."
"Yah, begitulah. Kalau begitu, kita pergi ke rumahku dulu." Gandalf memandu Ryuto menuju ke tempat rumahnya berada.
Ryuto menyetujui ajakan tersebut, mereka berdua berjalan bersama dan tak butuh waktu lama untuk mencapai rumah Gandalf tersebut.
Rumah sederhana, akan tetapi luas. Tidak bertingkat, akan tetapi terlihat seperti rumah adat negara Sakura.
"Selamat datang di rumahku, Ryuto ..."
To be Continued.
__ADS_1