
Silakan Dibaca.
Ryuto dan Merlyn saling memandang satu sama lain. Kemudian, keduanya berubah menjadi bayangan, melesat ke arah depan dengan cepat.
Tiba di tengah, Ryuto mengayunkan pedangnya dengan cepat. Merlyn menyadari hal itu, ia mengayunkan pisaunya dengan ringan dan menahan pedang Ryuto tersebut.
Ding!
Ryuto dan Merlyn mundur beberapa langkah. Ryuto menstabilkan tubuhnya, akan tetapi Merlyn hanya melakukan putaran udara sekali dan melesat ke arah Ryuto.
Melihat lawannya melesat, Ryuto memegang pedang pendek dengan dua tangannya. Ia mengayunkan ke depan, tepat saat Merlyn mulai berputar membuat pisaunya semakin menajam.
Boom!
Ryuto terpukul mundur, ada jejak darah di lengan kirinya. Jelas serangan Merlyn mengakibatkan luka di lengan tersebut. Namun, Ryuto menarik sudut mulutnya ketika melihat ke depan.
Merlyn yang berdiri dengan tenang, juga mengalami luka di lengan kiri. Pakaian lengan pelayannya sobek, menampilkan kulit yang begitu cerah.
“Aku tidak menyangka, kamu dapat melukaiku, Tuan Muda!” Merlyn benar-benar terkejut dengan pertumbuhan tuan mudanya itu. Ia tidak menyangka tuan muda yang dulunya selalu bermain bersama perempuan, kini berubah menjadi sosok yang menakutkan.
Ryuto tidak terlalu peduli, ia hanya mengangkat sudut mulutnya. Bagaimana bisa stamina yang tak terbatas, dapat dikalahkan begitu saja.
Ryuto menaikkan energi miliknya segera, pedang miliknya menjadi lebih cerah dari sebelumnya. Merlyn yang melihat itu sedikit menyusutkan matanya.
“Bersiaplah, Nona!” Ryuto berkata dengan jelas. Ia kemudian melesat dengan cepat ke arah lawannya. Mirip seperti teleportasi, ia sudah tiba di depan Merlyn.
‘Cepat!’ pupil mata Merlyn menyusut, ia segera mengangkat pisaunya dan menahan serangan dari tuan mudanya tersebut.
Boom!
Merlyn terpental ke belakang, akan tetapi ekspresi wajahnya menjadi lebih serius. Ia berputar dua kali di udara dan mendarat dengan mulus.
Ryuto yang melihat tidak tinggal diam, energi terkonsentrasi dalam pedang. Kemudian, pedang menghunus ke depan dan proyektil tebasan melesat cepat ke arah Merlyn.
__ADS_1
Merasakan bahaya, Merlyn tanpa pikir panjang. Mulai mengaktifkan mata mistisnya, mata di balik kain hitam menyala dengan terang. Kemudian, proyektil tebasan tersebut melewati tubuh pelayan tersebut.
Boom!
Proyektil tebasan mengenai dinding rumah. Ryuto yang melihat itu, seketika mengerutkan keningnya. Tebasan miliknya melewati tubuh pelayan tersebut. Namun, hal selanjutnya membuat ia sedikit tertarik.
Terlihat Merlyn tenggelam di lantai. Ia seolah-olah memasuki lantai tersebut. Ryuto segera waspada, kemudian persepsi miliknya ditingkatkan ke batas tubuh.
Dalam sekejap, ia merasakan bahaya di belakang. Pedang miliknya bersinar terang, kemudian berbalik dan menyerang ke arah tempat berbahaya tersebut.
Namun, apa yang membuatnya terkejut ialah, pedang melewati tubuh lawannya. Hal ini jelas membuat ia terkejut, akan tetapi ia segera melakukan lompatan berputar ke belakang beberapa kali.
Merlyn sendiri mendarat di lantai. Ia benar-benar terkejut dengan insting tuan mudanya. Ia sendiri tidak menyangka bahwa dapat ditemukan begitu mudah.
‘Sepertinya, aku harus serius untuk menguji kemampuan tuan muda!’ batin Merlyn, ia segera memegang lantai tempatnya berada. Detik berikutnya mata kanan bersinar dan berbagai rantai mulai melesat ke arah tuan mudanya.
Ryuto yang melihat rantai tersebut, sedikit terkejut. Ia tidak menyangka lawannya memiliki dua mata mistis. Menurut penjelasan ibunya, orang yang memiliki dua mata mistis di sebut Jenius.
Namun, bagi Ryuto Jenius atau tidak Jenius, itu ialah sama. Hal yang membedakan ialah kemauan dan tekat. Mata mistis satu pun dapat bersaing dengan siapa pun.
Kilatan petir biru mulai melapisi Ryuto. Hal ini jelas membuat Merlyn terkejut, pasalnya ia tahu bahwa tuan mudanya tidak memiliki kendali akan elemen petir.
‘Bagaimana bisa memiliki petir? Bukankah mata mistis miliknya ialah domba bertanduk? Apakah ada kesalahan tertentu?’ batin Merlyn penuh akan kejutan.
Namun, ia segera menekan rasa terkejut itu karena ia merasakan bahaya mendekat dengan cepat. Merlyn tanpa sadar, mengaktifkan mata kirinya segera.
Ryuto muncul dan menebas ke arah tubuh Merlyn. Namun, seperti sebelumnya. Tebasan Ryuto hanya melewati tubuh pelayan tersebut.
Hal ini membuat Ryuto benar-benar sedikit tidak senang. Pasalnya, kecepatan yang ia lakukan masih kalah dengan kecepatan pembukaan pelayan tersebut.
Merlyn jelas terkejut, kecepatan tuan mudanya benar-benar melebihi harapan. Merlyn sendiri ingin melakukan pengujian kembali. Namun, waktunya sudah habis ketika melihat adanya tanda titik terang di kejauhan.
Namun, apakah Ryuto berdiam diri saja. Tentu ia tidak akan membiarkan lawannya pergi. Ryuto segera menebas secara vertikal ke arah Merlyn.
__ADS_1
Merasakan bahaya dari atas, Merlyn meningkatkan kekuatannya dan menghindar ke samping. Kemudian, ia tenggelam kembali di lantai.
Pedang Ryuto terus melesat ke bawah dan di saat menyentuh lantai. Ledakan keras terjadi begitu saja.
Booom!
Para pelayan yang berada di dapur terkejut dengan ledakan tersebut. Mereka segera keluar, ingin melihat apa yang meledak tersebut.
Yuro dan Kyoka terkejut, ia melihat melalui cermin di depannya. Mereka tidak menyangka bahwa Ryuto begitu kuat. Bahkan Megu dan Rias juga terkejut dengan perkembangan tuan mudanya.
“Apakah ini benar-benar Ryuto?”
“Merlyn ditekan, akan tetapi ia menahan kekuatannya setara dengan Ryuto.”
Yuro dan Kyoka saling berbagi pengetahuan. Mereka benar-benar terkejut melihat kekuatan putranya itu. Terlebih, pengendalian atribut elemen, membuat mereka semakin penasaran.
“Domba bertanduk, seharusnya bukan elemen petir.”
“Domba bertanduk seharusnya daun atau tanah. Namun, mengapa Ryuto berbeda? Apakah ia bermutasi menjadi sesuatu yang ada hubungannya dengan petir?”
“Kenaikan mata mistis bukanlah hal mudah. Bukankah para ahli berkata bahwa peningkatan mata mistis, itu tergantung keberuntungan.”
Kyoka sendiri lebih berpengetahuan, jelas ia tahu bahwa peningkatan mata mistis tidaklah mudah. Ada syarat tertentu yang dirinya sendiri tidak ketahui.
“Megu, Rias, apakah kalian menemukan sesuatu di portal merah selain mendapatkan Warisan Poseidon dan Amfitrite?” tanya Yuro, sebenarnya ia terkejut karena ketiga orang ini mendapatkan Warisan.
Hal ini karena Warisan lebih susah untuk di dapat dibandingkan mata mistis. Warisan sendiri harus benar-benar orang yang disukai oleh pemilik asli warisan tersebut.
“Setiap kami berjalan, Tuan Muda selalu mengambil berbagai tanaman. Awalnya aku penasaran dan akhirnya bertanya mengapa Tuan Muda mengambil tanaman liar? Namun, ia memberikan jawaban singkat, yaitu tanaman jenis apa pun, pasti akan berguna nantinya.”
Megu menjelaskan dengan detail. Yuro mengangguk penuh akan pemahaman. Ia menyimpulkan bahwa Ryuto menyimpan berbagai tanaman sejenis obat untuk penelitian sendiri.
Kyoka mendengar percakapan suaminya dan mengangguk penuh pemahaman. Memang tanaman yang dipetik, pasti akan memiliki sesuatu yang spesial. Namun, hal ini juga membuat Kyoka mengerti mengapa mata mistis Ryuto dapat meningkat.
__ADS_1
“Kyoka, Merlyn mengambil tindakan. Ia mulai serius...”
To be Continued.