System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 117 - Perang Laserd Guika 5


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Roy dan Sen bergegas ke arah Lilia dengan cepat. Mereka berdua sama sekali tidak peduli dengan pasukan yang tergelatak di depan.


Lilia memandang ke arah kedua makhluk di depan dengan senyum di bibir. Kemudian, ia melesat cepat ke arah Roy terlebih dahulu.


Semburan aura keluar dari telapak tangannya, kemudian membungkus kedua tangan perempuan tersebut. Selepas itu semua, Lilia menambah kecepatan larinya.


Roy yang menjadi target tidaklah pasif, ia segera berhenti bersamaan dengan menarik tangan kanan ke belakang. Dirinya bersiap untuk menyerang Lilia dari jarak dekat.


Sen yang bersamaan dengan Roy, sedikit menghindar. Ia memiliki rencana yaitu menyerang dari belakang, tepat saat rekannya akan saling bertempur dengan lawan.


Tak butuh waktu lama, Lilia tiba di depan Roy. Ia mengayunkan telapak tangan ke arah depan bersamaan dengan monster itu mengayunkan pukulan.


"Boom!" Dua serangan saling berbenturan satu sama lain. Namun, itu hanyalah awal dari serangan. Detik berikutnya, dua sosok tersebut saling berbenturan serangan terus-menerus.


Sen yang mencoba untuk menyerang Lilia dari belakang, seketika terhenti ketika ada satu sosok perempuan tengah muncul di depan matanya. Ia jelas terkejut karena perempuan itu mirip dengan sosok yang dirinya lawan.


"Bagaimana bisa ...." Sen membeku sepintas. Namun, hal ini dimanfaatkan oleh sosok perempuan tersebut untuk menyerang dirinya.


"Bugh!" Sen seketika sadar, akan tetapi perasaan sakit di perut sangatlah terasa. Ia mundur beberapa meter dari tempatnya berada. Sorot mata lelaki itu menjadi serius ketika melihat perempuan tersebut.


Di sisi lain, Ryuto yang tengah melihat pertempuran tersebut tidak bisa untuk tidak tersenyum. Ia tidak menyangka bahwa istrinya itu dapat mengembangkan kemampuan yang ia berikan seperti itu.


Luck yang berada di sebelahnya juga terpana dengan pertempuran itu. Ia sendiri tidak tahu mengapa ada dua nyonya dalam satu pertempuran. Namun, pandangannya segera beralih ke arah terdekat.


Luck menyusutkan matanya dan melihat ada lima perempuan tengah melompat, kemudian memeluk tuan barunya tersebut.


"Sayang!" Lima perempuan berteriak bersamaan. Ryuto yang menerima pelukan manis dari kelima istrinya, tersenyum ringan.


"Selamat, kalian telah mengalahkan lawan masing-masing. Juga, entah mengapa atau perasaanku saja, kalian lebih kuat dari sebelumnya."


"Ya, kami berlatih selepas pemberian itu. Kami ingin balas dendam dan mendapatkan kembali saudari kami yang lainnya." Amy berkata sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Ryuto mengerutkan keningnya, akan tetapi ia mengangkat bahu. Ia merasa tak berdaya dengan para istrinya tersebut. Dirinya sudah berjanji sebelumnya, akan tetapi mereka masih keras kepala untuk mendapatkan kembali.


Mata para pasukan pemerintah masam ketika melihat tuannya tengah bermesraan seperti itu. Bahkan para pemimpin pasukan juga merasa tidak nyaman dan bersumpah di hati mereka masing-masing.


'Harus mendapatkan perempuan agar tidak sendiri terus.'


Kembali ke medan tempur. Lilia dan bayangannya menekan kedua pemimpin pasukan Laserd dengan keras. Mereka sama sekali tidak peduli dengan lingkungan sekitar.


"Boom Boom Boom!" Rentetan ledakan terus terdengar. Hal ini karena pukulan Lilia sendiri membuat lubang kawah kecil di tanah bahkan menghancurkan berbagai batu nisan yang berdiri di sebelah kanan medan tempur.


Roy dan Sen yang merasakan kekuatan lawan terus meningkat. Seketika rasa krisis dalam hati mulai bermunculan. Hanya saja mereka tidak memiliki waktu untuk berpikir lebih jauh.


Serangan demi serangan terus melesat ke arah mereka berdua. Hal ini benar-benar membuat keduanya kewalahan dan terpukul terbang ke belakang.


"Boom!" Sen dan Roy berbenturan punggung satu sama lain. Keduanya mengeluarkan seteguk darah merah dan nafas mereka sudah tidak stabil kembali. Mata mereka berdua sedikit buram, lalu tubuh berangsur-angsur menyusut.


Lilia yang melihat itu, membatalkan bayangan miliknya. Ia memandang ke arah Sen dan Roy dengan dingin. Kemudian, satu jari mengeluarkan bola energi yang terkumpul akibat kondensasi dari aura.


"Yah, inilah akhir kalian. Berani memandangku dengan ca*bul hanya satu pilihan untuk kalian berdua, yaitu kematian!" Nada suara Lilia dingin, kemudian energi sebesar bola pingpong melesat menusuk tepat jantung Sen dan menembus melewati tubuh Roy.


Melihat bahwa kedua orang tersebut sudah mati. Lilia berbalik dan memandang ke arah suaminya dengan senyum lembut.


Ryuto yang melihat itu, membalas senyuman istrinya itu. "Mari kita turun, temui Lilia."


"Un!" Kelima perempuan mengangguk bersamaan, kemudian mereka turun dari gedung tertinggi. Selepas itu, berjalan menuju ke arah Lilia berada.


Luck sama sekali tidak fokus ke arah tuan dan nyonya barunya. Melainkan, ia fokus menatap medan perang yang begitu besar. Baru kali ini ia melihat pertempuran yang membuat seluruh kota besar hancur lebur.


"Tentukan pilihan hati kalian masing-masing. Aku tetap akan mengikuti Tuan Ryuto ini." Luck berkata dengan nada jernih. Ia tidak memandang ke arah rekannya karena dia tahu bahwa para pemimpin pasukan yang ia bawa pasti memikirkannya.


Satu persatu pemimpin pasukan menundukkan kepalanya. Luck sendiri segera turun dan menemui Zero yang merupakan Pemimpin Pasukan Chrono. Ia sudah siap untuk menerima tes dan pelatihan selanjutnya.


Sementara itu, Ryuto dan keenam perempuannya telah berkumpul bersama. Pertemuan mereka sendiri tidak dapat dilihat oleh orang-orang yang melihat dari siaran langsung, bahkan mata-mata pun tidak bisa melihatnya.

__ADS_1


"Sayang, apa yang sedang kamu lakukan?" Lilia bertanya sambil memandang ke arah suaminya dengan penuh rasa penasaran.


Ryuto yang mendengar hal itu, hanya tersenyum ringan kemudian memegang kedua tubuh Pemimpin Pasukan Laserd tersebut. Seketika Sen dan Roy terhisap dan menghilang dari tempat ia mati.


Keenam perempuan melebarkan matanya, jelas terkejut dengan tindakan suaminya itu. Menghisap seseorang yang sudah mati, akan tetapi mereka juga bertanya-tanya apa efek dari hal itu.


Tak butuh waktu lama, rasa penasaran mereka terbayar. Ryuto yang duduk, seketika auranya semakin meningkat tajam. Semburan aura terus keluar dan tak dapat terbendung lagi dan lagi.


Berkah tubuh tanpa lelah, tampungan fisik Ryuto terus meningkat dan perlahan-lahan energi yang di dapat mulai bisa dikendalikan.


Ekspresi keenam perempuan membeku, mereka benar-benar tidak percaya bahwa suaminya dapat melakukan hal itu. Hanya dengan menghisap orang mati akan meningkatkan kekuatan yang begitu tajam.


"Sayang, kamu ...," ucap Amy yang suaranya berangsur menjadi rendah. Ia sendiri tidak bisa berkata apa lagi melihat kejadian tersebut.


"Yah, ini adalah kemampuan terbaru yang kudapatkan sebelumnya. Meski masih awal, akan tetapi kemampuan ini benar-benar memiliki manfaat yang besar. Terutama bagi tubuh yang kumiliki sekarang."


Mendengar kalimat Ryuto, keenam perempuan mengangguk dengan penuh semangat. Mereka benar-benar senang melihat suaminya yang semakin menjadi kuat.


"Lalu, bagaimana dengan kemampuan Poseidonmu?" Megu bertanya dengan penuh minat. Ia dan Rias memiliki Amfrite, kekuatan Istri Dewa Laut sendiri juga tergantung dengan Dewa Laut itu sendiri.


Mendengar kata Poseidon. Ryuto baru mengingatnya, kemudian ia mengeluarkan trisula emas yang merupakan senjata dari Poseidon.


"Sebenarnya aku melupakan kekuatan ini. Mengingat bahwa aku jarang menggunakan Poseidon, aku ingin kemampuannya menjadi kartu truf nantinya."


"Namun, berhubung aku sudah menjadi lebih kuat. Mungkin kartu trufku akan berganti ke fisik yang kuat."


Ryuto tersenyum ketika merencanakan kartu truf dirinya yang baru. Juga, ia tidak ingin menghentikan pertumbuhan kedua istri barunya tersebut. Amfrite sendiri tidak bisa berkembang tanpa adanya bantuan dari Poseidon.


"Yah, pertempuran di sini telah usa-" belum sempat Ryuto menyelesaikan kalimatnya. Pesan sistem mulai terdengar di benaknya.


[Sistem melihat Tuan Rumah telah menyelesaikan masalah di Cabang Laserd. Pinta, Tuan Rumah untuk melakukan Cek In Lokasi.]


To be Continued.

__ADS_1



__ADS_2