System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 131 - Apartemen Ringo Final 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Ryuto yang melintas menuju ke Apartemen Ringo menyadari adanya seseorang yang ia kenal. Namun, dia lebih mengabaikan terlebih dahulu karena kali ini masalahnya sedikit lebih serius dan ia akan menyapa selepas semua ini telah usai.


Beberapa menit telah berlalu, Ryuto tiba di Apartemen Ringo. Bangunan seperti biasa berlantai dua, akan tetapi perbedaannya sekarang ialah banyak kandungan energi positif dibanding negatif.


Pandangan Ryuto segera beralih menuju ke tempat pintu yang memiliki energi negatif besar. Hal ini membuat dirinya sadar bahwa, di balik pintu tersebut ialah monster yang harus dirinya lawan. Namun, ia tidak tahu lokasi kosong di area sekitar.


“Apakah aku melawan di area ini?” Ryuto bertanya kepada dirinya sendiri. Kemudian, ia memutuskan untuk melihat terlebih dahulu monster seperti apa di balik pintu ruangan tersebut.


Lelaki itu perlahan-lahan mendekat ke arah ruangan. Ia menaiki tangga dan terus melangkah, sampai akhirnya tiba di depan pintu ruangan tersebut.


Energi negatif seketika terasa di sekujur tubuhnya. Jelas energi tersebut sedikit lebih kaya. Ryuto dengan cepat menghela nafas ringan. Kemudian, ia membuka pintu ruangan tersebut.


Energi negatif menyembur keluar dalam sekejap. Ryuto yang berada di depan pintu segera menyilangkan kedua tangannya ke depan. Kegelapan energi melewati dirinya, lalu dia merasakan ruang yang berbeda.


Di sekelilingnya ialah dinding hitam dengan lantai yang masih dalam batu halus. Di atasnya sendiri ialah lampu yang terbentuk dari kristal. Jalan yang dirinya lihat bagaikan labirin, yaitu lurus dan berkelak-kelok membuat seseorang tersesat.


“Perpindahan ruang, mengapa ada hal seperti ini? Apakah tempat di sini ialah ingatan pemilik ruangan ini?”


Ryuto memikirkan mengapa adanya fluktuasi perpindahan ruang. Sebelum-sebelumnya ketika ia memasuki ruangan lain, sama sekali tidak ada hal tersebut.


Lelaki itu sedikit waspada. Ia memiliki kemungkinan bahwa perpindahan ruang ialah kemampuan atau susunan aneh yang terstruktur di tempat ia berada sekarang. Namun, selama ini ia tidak merasakan hal itu sama sekali.


Ryuto memandang sekitar, ia kemudian mendengar suara dari kejauhan. Suara tersebut sangat kecil. Namun karena pantulan gema, membuat suara tersebut terdengar jelas di telinganya.


“Suara siapa itu?” lelaki itu bertanya kepada dirinya sendiri. Kemudian, ia mengikuti jejak arah dari mana suara tersebut berasal. Tidak ada perasaan takut melainkan perasaan waspada mulai meningkat.

__ADS_1


Langkah demi langkah, suara yang didengar oleh Ryuto perlahan semakin jelas. Apa yang ia dengar ialah suara tangisan seorang perempuan. Entah siapa yang menangis, Ryuto sama sekali tidak mengetahuinya.


Tepat saat Ryuto melangkah sedikit mendekat, ia melihat sosok hitam tengah berjalan ke arahnya. Sosok itu bergerak lambat, akan tetapi aura kobaran di sekitar tubuhnya itu mengeluarkan energi negatif terus-menerus.


Melihat sosok hitam tengah berjalan, Ryuto semakin penasaran dan ia mulai mendekati sosok tersebut. Ia mendekat tanpa ada rasa takut sama sekali dan kewaspadaan dirinya sedikit berkurang.


“Siapa kamu?” sebelum Ryuto bertanya, sosok hitam itu terlebih dahulu bertanya.


Ryuto tidak terkejut, melainkan ia merasakan hal aneh dari sosok hitam di depannya itu. Kemudian ia menjawab, “Aku Ryuto, pemilik baru dari Apartemen Ringo. Juga sekaligus orang yang akan menyelesaikan setiap masalah yang dialami masing-masing pemilik ruang sebelumnya.


Sosok hitam yang mendengar ucapan Ryuto, tertegun sesaat. Ia tidak tahu siapa orang di depannya itu, adapun nama. Sosok itu sama sekali tidak tertarik dan bertanya kembali dengan ekspresi serius.


“Apa tujuanmu datang ke tempat ini? Apakah kamu ingin melukai perempuan ini lagi, bukankah kalian sudah puas membuat dirinya terluka bahkan sampai bunuh diri!”


Sosok hitam memandang ke arah Ryuto dengan tajam. Ia seolah-olah telah melihat musuh yang akan menggertak sosok orang yang penting baginya.


Mendengar teriakan semangat dari sosok hitam, Ryuto tidak bisa untuk tidak mengerutkan keningnya. Jelas ia terkejut dengan perkataan itu. “Maksudmu, dia gantung diri karena oleh seseorang?”


Sosok tersebut benar-benar marah akan tindakan manusia seperti Ryuto. Sementara Ryuto sendiri tidak paham apa maksud dari sosok hitam itu. Namun, ia semakin jelas bahwa ada seseorang yang memainkan nyawa seseorang.


“Bisakah kamu menjelaskan tentang ini?” Ryuto bertanya dengan penuh kebingungan. Jelas ia tidak mengerti apa yang dimaksud dari sosok hitam di depannya tersebut.


Sosok hitam memandang penuh perhatian ke arah Ryuto. Mata putih seperti kobaran api menatap lekat ke arah lelaki di depannya tersebut. Kemudian, sosok tersebut mundur beberapa langkah.


“Kamu, mengapa mata dan hatimu begitu halus dan nyaman. Bagaimana seorang manusia bisa seperti dirimu. Tidak mungkin, itu tidak mungkin. Seluruh manusia ialah sama pasti memiliki maksud tertentu dan selalu berbohong.”


Sosok hitam terus berteriak menyangkal tentang sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Ia perlahan-lahan mundur, akan tetapi seketika dirinya berhenti dan memandang kembali ke arah Ryuto.

__ADS_1


“Aku tidak tahu mengapa kamu berbeda. Namun, jika tujuan dirimu melukai Adikku. Jangan salahkan aku untuk tidak sopan!” nada suara dari sosok hitam tersebut berubah. Ryuto dapat mendengar bahwa suara sosok hitam ialah laki-laki.


“Tujuanku datang kemari hanyalah ingin mengetahui masalah yang dihadapi oleh adikmu itu. Jika, aku sudah mengetahuinya maka tugasku ialah menyelesaikan masalah tersebut.” Ryuto menjelaskan secara jelas dan ringkas.


Sosok hitam yang mendengar hal itu, seketika mengerutkan keningnya. Namun karena perasaan aneh yaitu kenyamanan dari lelaki tersebut, membuat sosok hitam itu tidak bisa untuk tidak angkat suara.


“Selepas kau mengetahui apa yang terjadi, apakah benar dirimu akan membantu kami?”


Mendengar hal itu, Ryuto mengangguk. Ini adalah tujuannya semenjak awal. Bagaimanapun juga dirinya harus segera menyelesaikan masalah Apartemen Ringo agar dapat membuatnya sebagai atap dari Markas nantinya.


Melihat anggukan dari Ryuto, sosok hitam perlahan-lahan mulai tenang. Ia segera berbalik dan berkata, “Ikuti diriku, aku akan membawamu menemui adikku yang mati karena gantung diri.”


Ryuto tersenyum dengan senang. Ia jelas akhirnya mendapatkan persetujuan dari sosok hitam itu. Namun, ia segera bertanya kepada sosok tersebut. “Sebelum itu, aku ingin mengenal namanya agar lebih mudah dalam berinteraksi selanjutnya.”


“Panggil saja aku Maru.” Sosok hitam yang bernama Maru, memperkenalkan dirinya.


Ryuto mengangguk dan berkata, “Namaku Ryuto, kali ini kita sudah perkenalan secara formal.”


Maru hanya mengangguk, kemudian ia melangkah pergi melintasi labirin panjang tersebut. Ryuto jelas mengikutinya. Jalan mereka berdua tidaklah cepat dan lambat. Keduanya relatif biasa dan tenang dalam melangkah.


Dalam perjalanan, keduanya segera akrab dan tahu masalah masing-masing. Maru, ialah nama samaran sosok hitam tersebut. Ia tidak ingin menggunakan nama asli karena baru pertama kali bertemu dengan manusia yang memiliki pemikiran berbeda.


Maru sendiri ialah seorang kakak dari perempuan yang melakukan bunuh diri di Apartemen Ringo. Ia juga merupakan seorang detektif polisi. Dirinya mengakui bahwa ia kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh para polisi tersebut.


Hal ini membuatnya jengkel, sampai akhirnya ia minum berat dan tidur di jalanan. Selepas itu, saat pagi hari mulai muncul. Maru melihat sekelompok orang jubah hitam tengah berjalan ke arahnya.


Sosok itu hanya mengatakan beberapa patah kata yang membuat Maru marah dan berakhir kehilangan nyawa. Apa yang disampaikan salah satu sosok tersebut ialah...

__ADS_1


“Salahkan adikmu karena mengetahui rahasia kami, camkan ini dan saat reinkarnasi ingat, jangan mengusik Organisasi Code Shadow.”


To be Continued.


__ADS_2