
Melihat misi sudah diberikan, Ryuto tahu bahwa tidak ada waktu untuk naik ke lantai dua dan tiga. Ia akan menaklukkan lantai pertama terlebih dahulu, kemudian hari berikutnya mulai menaklukkan lantai selanjutnya.
“Sae, kamu akan bersama dengan Sora dan Shina di dalam tubuhku. Kita akan memulai rencana balas dendam besok, karena selepas ini aku akan pergi menemui kedua pelayan pribadiku terlebih dahulu.”
Sae mengangguk dan ia sedikit terkejut karena ada Shina selama ini. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan perempuan cantik itu lagi. Shina juga segera muncul di depan Sae, keduanya berpelukan selepas berpisah selama ini.
“Lama tidak berjumpa, Nyonya Sae!” Shina berkata dengan nada yang penuh akan kerinduan. Ia sendiri tidak menyangka akan bertemu sosok yang paling dirinya hormati dalam bentuk roh.
“Un, aku tidak menyangka kamu akan bunuh diri. Polisi menyelidiki kasus tentang hilangnya adikmu, akan tetapi seluruh kasus itu ditutup segera.” Sae berkata dengan linang air mata.
Namun, informasi yang didapat barusan membuat Ryuto menyusutkan matanya. Ia menyeringai dan ada informasi tentang kejadian sebelumnya. Shina sendiri juga terkejut mendengar bahwa kasus adiknya akan ditutup.
“Nyonya, apakah maksudmu... Kasus tentang adikku itu tidak akan diselidiki lebih lanjut?” tanya Shina, ia tidak menyangka bahwa polisi akan membuat kejadian tersebut ditutup.
“Itu benar, aku sebenarnya juga terkejut. Hal ini entah mengapa ditutup dan aku bertanya kepada polisi, tetapi mereka berkata ditutup tetap ditutup, artinya tidak ada kasus tentang hilangnya adikmu itu.”
Shina terkejut dan linglung mendengar pernyataan tersebut. Namun, di saat ia linglung dan sedih. Suara tawa kecil terdengar di sebelah dirinya dan Sae. Keduanya memandang ke arah asal tawa tersebut dan mereka bingung melihat orang yang tertawa itu.
“Hehe, aku tidak menyangka bahwa Guika seburuk itu. Sudah lama aku tidak mengamuk ternyata.” Ryuto menyeringai, kemudian ia berdiri dan menepuk kepala Shina tersebut.
“Jangan khawatir, di dunia ini bukanlah orang baik yang berada di atas. Melainkan yang kuatlah yang berdiri di atas sendiri. Polisi di sini, tidak bisa kita sebut polisi. Anggap saja mereka penegak keadilan yang salah.”
Kemudian, ia berkata kembali. “Polisi sebenarnya memiliki hati, akan tetapi mereka tidak memiliki kekuatan untuk menegakkan keadilan. Sehingga, mereka kalah dan jatuh sedemikian rupa.”
Sae dan Shina tertegun dengan penjelasan dari Ryuto terkait tentang polisi. Apalagi tentang dunia tempat mereka berada. Keduanya menangkap fakta tersebut, hal ini benar-benar membuat keduanya sadar, bahwa kekuatanlah yang berkuasa.
__ADS_1
“Kembalilah ke dalam tubuhku, kita akan keluar dan menyelesaikan seluruh balas dendam kalian berdua!” Ryuto memberi isyarat dengan lambaian tangan dan ketiga orang itu menghilang memasuki tubuh Ryuto.
Ryuto keluar dari Apartemen lantai pertama. Ia berjalan ke arah pintu kelima dan tidak ada apa-apa di sana. Energi biasa tanpa ada campuran negatif maupun positif. Ryuto mengangguk ringan dan pergi dari Apartemen Ringo.
Di puncak gedung terlihat dua orang yang berbeda jenis kelamin. Mereka ialah Ryan dan Yulia, dua orang yang berasal dari pemerintahan untuk menyelidiki seseorang yang memasuki Apartemen Ringo tersebut.
“Dia keluar, juga mengapa ekspresi wajahnya berbeda dari sebelumnya. Seperti seolah-olah, ia adalah binatang buas yang ingin memburu mangsanya.” Yulia yang melihat perubahan Ryuto, benar-benar terkejut.
Ryan sendiri juga terkejut, ia tidak tahu mengapa tatapan Ryuto benar-benar menekan dirinya. “Kakak, sepertinya tengah terjadi sesuatu di Apartemen lantai pertama itu.”
“Seingatku, di lantai pertama ada dua insiden terjadi sebelumnya. Namun, hal ini ditutup oleh polisi dengan alasan bahwa kasus ditutup sepenuhnya. Bahkan, pemerintahan sendiri tidak mengetahui hal itu.”
Yulia mengatakan dengan nada rumit. Ia ingat bahwa dua insiden tempat itu ditutup oleh orang-orang polisi. Sementara pemerintahan sendiri, tidak mengetahui insiden tersebut.
“Itu benar, keluarga kaya. Mereka pasti membayar insiden tersebut kepada polisi untuk menutupinya, jika tidak ditutup. Polisi akan kehilangan sumber keuangan masing-masing.” Yulia berkata dengan nada rendah.
“Juga, sumber keuangan polisi sendiri berasal dari pemerintahan, akan tetapi pemerintahan keuangannya berasal dari keluarga kaya tersebut. Namun, itu saat sepuluh tahun yang lalu. Lima tahun yang lalu sendiri, pemerintahan sudah tidak bergantung kepada orang kaya, sehingga semuanya sama.” Yulia melanjutkan perkataannya.
“Namun, polisi sendiri tidak. Mereka memiliki sumber keuangan tambahan yaitu orang kaya yang biasa terjerat sesuatu yang tidak menyenangkan. Polisi menguasai dua sumber kekayaan yaitu pemerintahan dan suap dari orang kaya.”
Mengakhiri penjelasan tersebut, Yulia memfokuskan diri terhadap Ryuto yang menuju ke arah lain. Sementara Ryan sendiri tertegun dengan informasi barusan.
Rumit, hanya itulah yang dipikirkan Ryan. Polisi sendiri tunduk ke pemerintahan. Namun, mereka juga memiliki sumber kekayaan tertinggi. Ini benar-benar hal rumit bagi Ryan sendiri.
Yulia yang mengawasi perjalanan Ryuto, seketika mengernyitkan dahinya ketika melihat Ryuto yang berhenti di tengah jalan, lalu ia melihat Ryuto tengah memandangnya dengan senyum ringan.
__ADS_1
Yulia terkejut, ia tidak menyangka bahwa Ryuto mengetahui lokasinya. Ia segera berbalik dan berteriak dengan kencang. “Ryan, segera melarikan diri dari sini. Orang itu menyadari lokasi kita!”
Ryan terkejut, ia berdiri dari duduknya. Namun, ketika kedua orang itu akan pergi dari Gedung tinggi itu. Sebuah suara terdengar di sebelah mereka, suara itu diiringi dengan kepakkan sayap.
“Yo kalian berdua, apakah menyenangkan memata-matai seseorang?” Ryuto bertanya dengan senyum di wajahnya. Ia memandang ke arah perempuan dan laki-laki yang bersiap untuk pergi tersebut.
“Ahhh!” kedua orang itu terkejut dan langsung jatuh ke permukaan atap. Mereka berdua tidak menyangka bahwa orang yang mereka awasi sudah berada di depan matanya masing-masing.
“Bagaimana bisa...” Yulia jelas-jelas terkejut, ia melihat sosok manusia dengan sayap di belakangnya. Manusia itu ialah orang yang ia awasi sebelumnya. Namun, baru kali ini melihat sosok yang hanya butuh tiga detik untuk mencapai jarak beberapa ratus meter jauhnya.
Ryan sendiri tidak bisa berkata-kata lagi, ia hanya bisa menggambarkan bahwa laki-laki di depannya itu, galak dan keren. Datang ratusan meter dan ia duduk di tiang dengan santai.
“Jadi, apa tujuan kalian memata-mataiku?” tanya Ryuto, nadanya biasa. Ia tidak terlalu peduli dengan kedua orang di depannya itu. Namun, melihat bintang emas di dada kanan mereka masing-masing, Ryuto tahu bahwa dua orang ini berasal dari pemerintahan.
“Kami...” Yulia segera menenangkan dirinya. Ia tahu bahwa tidak dapat melarikan diri dari orang di depannya. Hanya belum sempat Yulia mengatakan sesuatu, adiknya yang malas segera berteriak dengan keras.
“Tolong, terima aku sebagai muridmu!” Ryan berkata dengan lantang. Ia berlutut satu kaki layaknya seorang kesatria yang bertemu dengan seorang raja.
“Eh, Ryan...” Yulia jelas terkejut dengan adiknya yang malas itu. Ia tidak menyangka bahwa adiknya tersebut benar-benar berubah menjadi serius, apalagi ia berbeda dari sosoknya yang malas sebelumnya.
“Kakak, aku memutuskan untuk mengikutinya. Firasatku mengatakan, Guika akan berubah dengan mengikuti tuan ini!” Ryan berkata dengan tegas, inilah kepercayaan dirinya.
Ryuto menyusutkan matanya, ia kemudian sedikit tersenyum dan ekspresinya menjadi dingin, lalu niat membunuhnya menyebar ke seluruh atap gedung tinggi tersebut.
“Oh, Menarik... Namun, bukankah kalian berasal dari pemerintahan Guika sendiri!”
__ADS_1