
Silakan Dibaca.
Memandang ke arah buku yang dia pegang. Ryuto mulai mengerutkan keningnya sebentar. 'Diana,' nama ini tidak asing baginya, karena nama ini merupakan nama dari ibu Rach.
Melihat isi buku, Ryuto mulai merasa tertarik. Mulai dari awal ibu Rach berumur dua puluh tahun. Di malam hari, ada seorang laki-laki turis memasuki rumahnya. Kemudian, laki-laki itu memper*kosa Diana.
Hal ini menjadi gempar, sampai akhirnya laki-laki di cari di seluruh desa dan tidak ditemukan. Akhirnya semua menyerah mencari, sampai suatu hari keluarga laki-laki itu datang dan menanyai hilangnya putra mereka.
Kedua orang tua laki-laki itu tidak mengetahui sesuatu, sampai salah satu warga marah karena laki-laki tersebut telah melakukan tindakan tak bermoral di desa, kemudian melarikan diri entah kemana.
Kedua orang tua itu jelas terkejut, mereka tidak menyangka bahwa ada adegan di mana putranya melakukan tindakan tersebut. Mereka berdua segera datang ke rumah korban, yang tak lain ialah Diana.
Seperti biasa minta maaf, berikan uang dan pergi. Ryuto sedikit tertarik dengan ritme tersebut. Sampai akhirnya, Diana hamil dan tanpa ayah. Gandalf yang dekat dengan Diana menyatakan bahwa dia yang akan bertanggung jawab atas kebutuhan anak yang lahir itu.
Ryuto mengangguk paham, kemudian dia melihat halaman demi halaman. Sampai akhirnya tiba di halaman yang menunjukkan kepergian Rach menuju ke kota. Tujuan Rach ialah menemukan ayahnya dan membantu keuangan keluarga.
Di halaman selanjutnya, hanya ungkapan kerinduan akan putranya saja. Rach yang melihat halaman itu, merasakan sakit di hati. Kemudian sampailah di halaman terakhir.
{Rach, jika kamu sudah kembali. Maafkan Ibu yang tidak bisa menepati janji...
Rach, jika kamu membawa perempuan yang menjadi pendampingmu. Jaga baik-baik perempuan itu...
Ibu merindukanmu Rach. Ibu akan selalu menunggu di sana. Di tempat yang indah, dengan bunga yang bermekaran di jalan...
Rach, ada banyak kata yang ingin ibu sampaikan. Namun, waktu ibu sendiri tidak banyak...
Rach, Ibu Mencintaimu...}
Melihat isi dari halaman terakhir, itu layaknya surat terakhir dari seorang Ibu kepada seorang anak. Rach yang melihat pesan ibunya, tidak bisa berkata-kata. Namun, air mata keluar tanpa suara.
Ryuto menghela nafas panjang, benar-benar layak menjadi seorang ibu. Dia juga melirik sebentar ke arah Rach, suasana laki-laki itu benar-benar penuh campuran rumit.
"Apakah kamu sudah sampai pesan terakhir. Sebenarnya, pesan ini ditujukan untuk Rach. Namun, dia sudah pergi menemui ibunya. Kuharap mereka berdua bahagia di alam sana."
__ADS_1
Gandalf tersenyum dan Ryuto mengangguk. Dia menyerahkan buku tersebut kembali ke arah Gandalf.
"Terima kasih, Paman Gan."
"Tidak masalah. Juga, apakah kamu akan mengunjungi makam Ibu Rach?"
"Sebenarnya itu tujuanku kemari. Juga, mengapa aku ke sana. Hal ini terkait dengan Rach."
Gandalf sedikit mengerutkan keningnya, entah mengapa dia penasaran. Sementara Rach sendiri tersadar dari rasa sedihnya, lalu memandang ke arah Ryuto berada.
"Apa maksudmu, Ryuto? Apakah itu termasuk keinginan terakhir Rach?"
"Itu benar, Paman. Rach sebenarnya semenjak awal berada di dekat kita. Namun, dia dalam bentuk roh."
Gandalf melebarkan matanya, kepercayaan akan roh masihlah melekat di setiap manusia. Tentu Gandalf juga percaya. Namun, dia belum pernah bertemu secara langsung dan ungkapan Ryuto benar-benar membuatnya tercengang.
"Maksudmu ... Rach berada di sini?"
Ryuto mendengar itu, mengangguk. Kemudian, memandang ke arah Rach berada dan menunjuk ke tempat Rach itu.
Gandalf sepenuhnya percaya, dia memandang ke arah tempat yang dituju oleh Ryuto. Kemudian berkata, "Nak Rach. Temuilah ibumu segera, mungkin dia menantimu di sana."
Rach menunduk, mesi Gandalf tidak tahu. Namun, secara samar dia dapat merasakan apa yang dilakukan Rach tersebut. Gandalf hanya bisa tersenyum dan beralih memandang ke Ryuto.
"Bagaimana kalau aku menjadi pemandu jalanmu? Makam sebenarnya tidak terlalu jauh dari sini."
"Itu lebih baik, Paman."
Ryuto setuju, kemudian keduanya berjalan keluar dari rumah. Berikutnya, mereka berdua melangkah menuju ke tempat makam berada. Memang tidak jauh, hanya melewati beberapa rumah dan berbelok sekali, lalu makam desa mulai terlihat.
Bersih dan megah, ada pagar besi mengelilingi makam. Batu nisan sendiri bertahtakan keramik dan terlihat sangat rapi. Setiap jarak antara nisan satu dengan lainnya hanya satu meter.
Di kuburun paling ujung belakang dari pintu masuk, ialah sebuah batu nisan yang cukup megah. Dikatakan bahwa batu nisan tersebut ialah tempat peristirahatan pendiri Desa Satana sendiri.
__ADS_1
Ryuto memandang kuburan dengan terpana. Dia tersenyum dan mengangguk puas.
"Ayo masuk, di sanalah tempat makam Diana berada." Gandalf menunjuk ke arah makam tempat Ibu Rach beristirahat panjang.
Ryuto yang memiliki persepsi dan mata mistis, dapat melihat berbagai roh yang tengah berada di sana. Dia juga melihat sosok Diana yang duduk di batu nisannya sendiri. Dia menunduk sedih, seolah-olah menunggu seseorang untuk datang ke makamnya.
Rach tidak bisa menahan diri lagi, tubuhnya gemetar dan melesat menuju ke arah ibunya. Berbagai roh lainnya terkejut ketika melihat ada roh yang melesat pergi dengan cepat.
Diana tentu tanpa sadar menoleh ke arah kerumunan para roh. Alisnya sedikit mengerut karena tidak tahu apa yang terjadi di sana. Sampai, beberapa saat kemudian. Sosok kilatan melesat ke arahnya.
Wajah Diana berubah takut. Namun, belum sempat mengelak. Kilatan cahaya itu berubah menjadi orang dan memeluknya dengan erat. Diana seketika tersadar, dia juga terkejut akan pelukan tersebut.
Diana ingin melepaskan diri, akan tetapi suara dari orang yang memeluknya benar-benar membuat dirinya terkejut sekaligus gemetar hebat.
"Bu!"
Satu panggilan nama, membuat hati Diana terguncang. Dia membalas pelukan sosok tersebut dan berkata dengan lirih. "Rach..."
"Bu!"
Diana akhirnya tahu bahwa yang memeluknya sekarang ialah putranya. Namun, dia tidak peduli mengapa Rach menjadi Roh. Hal pertama yang dirinya pedulikan adalah melepas kerinduan yang sudah menumpuk.
Anak dan Ibu saling berpelukan satu sama lain. Sementara Ryuto dan Gandalf yang sebelumnya berada di pintu masuk, kini sudah berada di dekat keduanya.
Gandalf sekarang tampak dapat melihat Diana dan Rach. Meski hanya garis-garis samar, dia bisa melihatnya. Hal ini membuat dia gemetar karena rasa tidak percaya.
Dia juga ingin mendekat dan memeluk keduanya, akan tetapi, itu bukan haknya. Statusnya hanyalah paman bukan ayah. Meski Gandalf menganggap keduanya sebagai istri dan anak. Namun, itu tak lebih dari saudara saja.
Butuh beberapa menit untuk Diana dan Rach melepaskan pelukan masing-masing. Rach memegang pipi ibunya dan menghapus air mata yang terlihat itu.
"Bu, aku kembali!"
Diana tersenyum dan mengalungkan kedua tangannya tepat ke leher putranya itu. Dia mengangguk ringan dan berkata, "Selamat datang kembali!"
__ADS_1
To be Continued.