
Silakan Dibaca.
Mendengar seseorang memanggil dirinya, sontak wanita itu terkejut. Ia memalingkan wajahnya ke arah sosok laki-laki yang begitu tampan. Namun, dalam hatinya seperti ingin memeluk laki-laki itu.
“Iya... Apakah ada yang bisa kubantu?” tanya wanita itu dengan lembut, ia sendiri sedikit terkejut dengan perasaan yang terjadi sebelumnya. ‘Mengapa aku seperti perempuan yang tengah jatuh cinta ketika menatap laki-laki ini?’
Ryuto terkejut, ia sendiri tidak sadar mengatakan nama seseorang yang berarti di hidupnya. Namun, ia segera sadar bahwa orang di depannya itu merespons, yang menandakan bahwa nama perempuan di depan benar-benar Lilia.
‘Sistem, apakah terjadi sesuatu di Dunia buatan itu?’ batin Ryuto dengan penuh tanda tanya, ia sendiri yakin bahwa dunia tersebut sudah dirinya beri pelindung. Namun, apa yang sebenarnya terjadi sekarang.
[Sistem, tidak dapat terhubung dengan dunia buatan Anda, Tuan. Hal ini karena level sistem belum cukup, dimohon Tuan untuk meningkatkan kekuatan terlebih dahulu.]
Ryuto tidak terkejut dengan jawaban sistem, ia tahu bahwa kekuatan miliknya dan sistem tidak dapat menghubungi dunia buatan sebelumnya.
‘Lalu, apakah ada sesuatu di dalam tubuh wanita depanku ini?’ batin Ryuto, ia perlu memastikan apakah orang di depannya benar-benar Lilia, istri dari dunia bawah. Salah satu seseorang yang merawatnya semenjak kecil.
[Ada sebuah fluktuasi gelombang di dalam diri wanita itu. Juga, gelombang tersebut ialah sesuatu yang biasa terjadi ketika mengalami Reinkarnasi.]
Ryuto terkejut, ia kemudian segera sadar kembali ketika mendengar panggilan dari wanita yang tengah duduk di kursi ruang tunggu.
“Tuan... Apakah ada yang bisa kubantu?” Lilia bertanya dengan lembut, ia benar-benar sedikit penasaran dengan laki-laki di depannya itu. Bagaimana ia bisa mengetahui namanya, hal inilah yang menjadi pertanyaan besar di hati Lilia.
Ryuto segera sadar menggelengkan kepalanya. “Maaf, sebenarnya kecantikan Anda mirip dengan seseorang yang kucintai.”
Lilia tertegun, ia kemudian tersenyum akan tetapi rona merah masih ada di pipi. Namun, hal itu segera menghilang dan Lilia merasa aneh kembali. ‘Mengapa aku tersipu?’
“Sepertinya, kamu sangat mencintai dirinya. Bahkan, sampai mengira aku adalah sosok orang itu.” Lilia entah mengapa merasa hangat dalam hatinya sendiri. Ia benar-benar tertegun dengan dirinya tersebut.
“Begitulah, bahkan aku rela untuk melakukan apa pun, demi dirinya itu.” Ryuto berkata, kemudian duduk di bangku ruang tunggu tersebut. Sementara itu Sae dan Shina yang berada di dalam tubuhnya, benar-benar terkejut.
‘Apakah benar-benar ada seseorang yang sebegitu pentingnya di mata Ryuto?’ batin kedua perempuan itu. Namun, tepat saat mereka mengungkapkan pikiran tersebut. Semacam pikiran memasuki otak mereka masing-masing.
__ADS_1
Hanya butuh satu menit, kedua perempuan itu menyadari identitas asli dari Ryuto tersebut. Mereka bisa mendapatkan ingatan Ryuto, karena cinta mereka yang benar-benar tulus.
Ryuto sendiri tidak tahu, ia memandang ke arah anak yang tengah diberi berbagai selang di tubuhnya. “Apakah itu, putramu?”
“Ya, dia adalah putraku.” Lilia berkata dengan nada ringan. Entah mengapa, dirinya ingin selalu di dekat Ryuto tersebut.
“Ayahnya ke mana? Kenapa kamu menjaga sendirian di sini?” tanya Ryuto, ia sebenarnya sedikit curiga ketika melihat tidak ada satu pun laki-laki maupun pria yang menjenguk tempat ini.
“Ayahnya menghilang, aku hanya bisa melahirkannya dan membesarkan sampai sekarang. Bahkan sudah hampir lima tahun, dirinya belum kembali.” Lilia berkata dengan sedih.
“Menghilang? Bagaimana bisa dirinya menghilang? Apakah meninggalkan dirimu begitu saja?” tanya Ryuto, ia benar-benar penuh akan rasa penasaran. Lalu, ia juga mengutuk laki-laki tersebut.
“Bisa dibilang begitu, semenjak itulah aku mulai berusaha untuk bekerja dan terus mengumpulkan uang agar dapat memberinya makanan. Namun, tak disangka ia mengalami sakit.” Lilia berkata dengan suara serak.
Ryuto goyah, ia segera memeluk Lilia dan memberinya ketenangan sementara waktu. Lilia sendiri mulai terkejut, akan tetapi ia tidak menolak. Merasakan kehangatan pelukan, ialah hal baru baginya.
Lilia yang tidak ada kerabat sama sekali, berjuang sendiri dan terus berjuang demi menghidupi dirinya dan anaknya. Lilia penuh akan beban dan pikiran, ia butuh sandaran. Namun, sekarang ia akhirnya mendapatkan sandaran tersebut.
[Peringatan!]
[Sistem mendeteksi bahwa gelombang di dalam tubuh Lilia mulai pecah. Kemudian, sepenuhnya mengalir ke seluruh tubuh Wanita tersebut.]
Ryuto yang mendengar itu seketika terkejut. Jelas maksud gelombang ialah sebuah ingatan Reinkarnasi. Kali ini, ia mulai menebak dan di saat itulah ia mendengar suara wanita dalam pelukannya.
“Ryuto... Tolong...” Suara pelan dari Lilia terdengar di telinga Ryuto. Suara itu bagaikan sambaran petir untuknya. Ryuto terkejut dengan ucapan Lilia. Ia segera melepaskan pelukan, akan tetapi yang dirinya dapatkan ialah Lilia tengah tidur.
“Dia...” Ryuto tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jelas dunia buatan miliknya telah hancur. Reinkarnasi di depannya ini ialah sosok Lilia, salah satu istrinya di dunia dulu.
Kali ini, tatapannya tertuju ke arah anak kecil yang berada di dalam ruangan. Ia memperhatikan wajah anak kecil itu, kemudian ia membeku karena wajahnya sangatlah mirip dengan dirinya.
Ryuto tidak bisa berkata-kata kembali, ia menunduk dan memeluk Lilia penuh dengan kasih. Jelas ia tahu pasti ada sesuatu hal buruk yang terjadi selepas dirinya mati di dunia bawah.
__ADS_1
‘Sial! Mengapa aku memilih mati, sebelumnya!’ Ryuto mengumpat di dalam hatinya. Jelas ia kesal karena dirinya telah lalai dalam menjalankan tugas sebagai seorang suami.
“Apa baiknya memiliki istri banyak, jika tidak bisa menjaga mereka semua!” gumam Ryuto dengan penuh rasa bersalah. Ia telah jatuh, benar-benar jatuh akibat tidak bisa merawat istrinya tersebut.
Ryuto kali ini menunggu Lilia sadar, bagaimanapun juga. Jiwa Lilia sekarang akan bertemu dengan yang asli. Ryuto terus mengelus rambut Lilia, ia perlu untuk menenangkan istri pertamanya ini.
Sementara itu, di sisi Sae dan Shina. Mereka masih mencerna keseluruhan tentang Ryuto dunia bawah. Keduanya tidak menyangka bahwa istri dari Ryuto ada lebih dari dua juta.
Konsep tersebut benar-benar di luar nalar. Namun, ketika mereka melihat Ryuto bertarung demi mencari istri lainnya yang berada di dunia kedua. Ia rela mati, bahkan meninggalkan seluruh istrinya di dunia yang ia bangun.
Lalu, sekarang... Mereka akhirnya tahu bahwa sosok wanita itu mirip dengan Lilia. Salah satu wanita yang paling disayangi Ryuto. Jelas mereka tidak keberatan, melainkan mereka kasihan dengan apa yang terjadi di dunia buatan.
“Shina, kehidupan Ryuto benar-benar rumit. Namun, entah mengapa bagian mencari istrinya itu. Aku merasa tergerak,” kata Sae, jelas dirinya merasakan gejolak tertentu di hatinya.
“Nah Nyonya Sae, apakah kita termasuk dalam daftar istrinya itu?” tanya Shina, ia malah memikirkan hal lain, karena kilasan ingatan tersebut benar-benar membuat dirinya terkejut.
“Kemungkinan, juga dua juta istri itu terlalu banyak. Apakah cerita yang dibawakan oleh Leluhur Kurokami kenyataan?” tanya Sae, ia sendiri lebih memperhatikan banyaknya istri tersebut.
Hanya saja ketika Sae mengamati berbagai patung yang berada di tempat Kurokami. Ia tidak menemukan patungnya dan Shina, juga tidak ada patung Lilia dan beberapa anggota istri Ryuto.
‘Apakah ada maksud tertentu dari dua juta istri Kurokami itu?’ batin Shina, jelas ia lebih menangkap sesuatu yang aneh.
Sementara itu, di sisi Ryuto. Ia merasakan gerakan di tubuhnya. Ryuto segera memandang ke arah bawah dan mengetahui bahwa Lilia telah terbangun dari tidurnya.
Wanita yang begitu cantik, mulai membuka matanya perlahan-lahan. Namun, apa yang ia dapati ialah tubuh yang begitu menggoda. Hanya saja, ia belum sempat berpikir sesuatu. Gelombang ingatan menerpa otaknya secepat kilat.
Lilia seketika melebarkan matanya dan tahu bahwa sekarang ia berada di rumah sakit, lalu bertemu dengan seseorang laki-laki. Namun, Lilia seketika meneteskan air matanya.
Ia bangkit dari tidurnya dan memandang lekat ke arah laki-laki tersebut. Tubuhnya gemetar, jelas ia akhirnya tahu mengapa laki-laki itu merasakan bahwa dirinya sendiri mirip dengan istri laki-laki tersebut.
“Ryuto...”
__ADS_1
To be Continued.