
Silakan Dibaca.
"Jadi, selama ini kamu menyembunyikan ini, Tuan Muda?" Megu bertanya dengan nada rendah, jelas ia tidak menyangka bahwa tuan mudanya sendiri ialah reinkarnasi Ryuto Kurokami dari dunia bawah.
"Ya, apakah kamu marah?" tanya Ryuto, ia sendiri tidak terlalu peduli apakah Megu akan marah atau tidak. Namun, hal yang mengejutkan adalah Megu mendekat dan memeluknya.
"Dasar bodoh, mengapa aku marah. Aku khawatir, Tuan Muda. Kamu memikul beban seberat itu sendirian, tanpa aku mengetahuinya." Megu menjawab dengan nada rendah, ia tidak memperdulikan formalitas, karena dirinya sekarang menggunakan hati.
Ryuto tertegun, ia kemudian tersenyum ringan dan membalas pelukan dari Megu tersebut. Rias sendiri juga tak dilupakan, mereka bertiga saling berpelukan. Pukulan yang paling dalam ialah Megu, karena dirinya sudah lama bersama dengan Ryuto tersebut.
Rias hanya syok ringan, akan tetapi mengingat dirinya dulu memiliki rahasia yang disembunyikan. Ia tidak terlalu peduli dengan identitas Ryuto, hanya ia tidak senang dengan dirinya sendiri karena tidak mengetahui orang yang ia sayang memikul beban yang begitu berat.
Lilia sendiri memandang hal itu dengan senyuman, meski keduanya pembantu pribadi. Lilia tahu bahwa mereka istri lain lagi. 'Aku tidak menyangka, ia sudah memiliki empat istri lagi di dunia ini.'
Ash sendiri sedikit terkejut, akan tetapi ia segera tenang kembali. Bagaimanapun juga, ayahnya memiliki banyak istri, hal ini bukan hal buruk juga karena ia memiliki banyak ibu.
'Suatu saat aku akan menjadi seperti ayah. Memiliki banyak istri dan menyenangkan mereka semua.' ash bertekad dalam hatinya.
Beberapa menit berlalu, mereka telah selesai berpelukan satu sama lain. Megu sendiri memikirkan sesuatu dan ia bertanya, "Apakah Nyonya juga tidak mengetahuinya?"
"Ibu tidak akan tahu, akan tetapi ketika kita kembali nanti. Aku akan memberitahunya." Ryuto menjawab sambil tersenyum ke arah kedua perempuan barunya tersebut.
Megu mengangguk dengan senang. Kemudian, ia mulai memandang ke arah Lilia. Wanita yang paling dekat dengan Ryuto, bahkan di dunia bawah, wanita inilah yang mendukung tekad Ryuto.
Megu mendekat ke arah Lilia, dari ingatan sebelumnya. Megu tahu, bahwa Lilia mengalami hal yang sangat tragis. Jelas ini, menyayat hati bagi Megu jika dalam posisi Lilia sendiri.
Megu mengulurkan tangan dan memeluk Lilia. Lilia sendiri tidaklah pasif, ia juga memeluk Megu sambil berkata, "Selamat datang di keluarga Kurokami. Mohon bantuannya, Saudari Megu."
__ADS_1
"Un, mohon bantuannya juga, Saudari Lilia!" Megu mengangguk dalam pelukan dan menjawab sapaan dari Lilia tersebut. Keduanya tak butuh waktu lama untuk saling melepas pelukan.
Rias juga melakukan hal yang sama, kemudian Reina masih tertegun. Ia bingung dengan perubahan suasana tersebut, sebelumnya mereka saling curiga dan sekarang menjadi baikan.
Reina memandang ke arah Ryuto, ia ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Namun, Rias berkata, "Reina, maaf... Kami tidak bisa membertiahu hal ini. Ada cara khusus untuk dapat mengikuti kami, yaitu kamu harus benar-benar tulus mencintai Ryuto."
Rias sendiri yang mengetahui bahwa Ryuto adalah orang yang selalu mengambil keindahan sesuka hati. Jelas menawarkan adiknya yang cantik, ia entah mengapa sekarang berbeda dari sebelumnya.
Ryuto sendiri tertegun dengan perubahan tersebut, ia tidak menyangka bahwa Rias ingin membuat adiknya sendiri dekat dengannya. Ryuto sedikit tak berdaya dan ia memandang ke arah Lilia yang tertawa kecil.
Lilia menyadari hal itu dan menjulurkan lidahnya, kemudian berkata kepada Rias. "Biarkan saja dulu, Reina masihlah dalam fase memilih. Juga, nanti akan ada masanya sendiri."
Rias menyadari dan mengangguk, apa yang dikatakan saudarinya itu memang benar. Sementara Reina tertegun, ia memerah karena kakaknya mengusulkan dirinya untuk mencintai sepenuhnya Ryuto.
Namun, hal ini mustahil. Bagi Reina mencintai Ryuto, tidak ingin langsung. Ia ingin mengalami masa romansa tertentu. Juga, ia mengingat masa-masa kecilnya.
'Apakah aku bisa mewujudkannya?' batin Reina, ia linglung dan mulai memikirkan segalanya. Hal ini, jelas diperhatikan oleh Ryuto, karena mata Ryuto dapat melihat aura yang menunjukkan perasaan seseorang.
"Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan, Reina?" Ryuto bertanya secara langsung, hal ini membuat seluruh ruangan hening dan berikutnya semua mata tertuju ke arah Reina.
"Apakah ada yang kamu inginkan, Reina?" Rias juga bertanya, ia sendiri mengetahui dari gerak-gerik adiknya tersebut. Sebagai kakak, ia akan memenuhi keinginan adiknya itu.
"Sebenarnya..." Reina menjelaskan keinginannya itu, kedua tangannya saling berpegangan satu sama lain. Ia gugup, akan tetapi nadanya tetap dapat didengar.
Rias dan yang lainnya mengangguk paham bahwa Reina memiliki keinginan untuk menjadi Artis. Mereka tidak menyangka akan hal itu, terutama Rias sendiri.
"Jadi, kamu ingin menjadi Artis? Lalu gagal karena kamu merawat Nora dan Mio?" tanya Rias, entah mengapa ia merasa bersalah meninggalkan adik-adiknya itu.
__ADS_1
"Un!" Reina mengangguk dengan ringan, meski begitu tangannya saling merapat. Tubuhnya sedikit gemetar karena gugup, akan dimarahi oleh kakaknya sendiri.
Rias sedikit menunduk, ia mendekat ke arah Reina. Hal ini membuat Reina semakin panik, ia memejamkan mata siap untuk menerima tamparan atau sesuatu hal menyakitkan.
Namun, rasa sakit yang dirinya pikirkan tidak muncul. Melainkan, sesuatu yang hangat menutupi seluruh tubuhnya. Reina membuka matanya lebar dan ia terkejut.
"Kejarlah impianmu, kakak akan mendukungnya. Juga, masalah Nora dan Mio serahkan kepada kakak." Rias berkata sambil memeluk adiknya itu, ia tersenyum dan mengelus punggung adiknya tersebut.
Reina linglung dan air mata keluar. Ia juga memeluk kakaknya dan mengucapakan kata terima kasih secara berturut-turut. Mimpi yang ingin dirinya kejar, akhirnya akan dimulai.
Beberapa menit berlalu, Rias sudah memberikan izin kepada Reina. Namun, Rias tidak ingin adiknya memasuki agensi orang yang tidak tepat. Jadi, Rias berkata, "Aku mengijinkan dirimu untuk mengejar impianmu, akan tetapi masalah agensi akan diatur oleh kami."
Reina tidak menolak, bagaimanapun juga kakaknya lebih berpengalaman dalam bidang hitam dan putih dunia. Namun, Reina akan tetap mengikuti tes agar ia tidak diperlakukan secara spesial.
"Kalian berbicara di luar, biarkan Ash istirahat terlebih dahulu. Juga, aku ingin pergi ke tempat makan sebelah rumah sakit." Ryuto berkata dengan jelas, ia memandang ke arah Ash yang mengantuk.
"Ya," ketiga istri berkata bersamaan, kemudian semuanya keluar dari ruangan. Sae dan Shina tentu ikut keluar. Mereka dapat bersama dengan Ryuto, maupun dengan yang lainnya.
Seluruh orang telah keluar, Ash yang melihat itu akhirnya mulai menutup mata selepas dielus rambutnya oleh Ryuto dan para perempuan lainnya.
Ryuto yang berdiri di luar pintu bangsal milik putranya, mulai berjalan dan berkata, "Aku akan pergi dulu, jika ada sesuatu. Megu dan Rias dapat mengatasinya!"
Megu dan Rias mengangguk, mereka memang dapat mengatasi beberapa orang yang berbuat jahat. Lilia sendiri sudah melemah, jadi ia memerlukan perlindungan, begitu juga dengan Reina.
Ryuto berjalan dan sudah mencapai luar rumah sakit. Ia memandang gemerlapnya malam, di mana beberapa motor dan mobil melintas sambil menyalakan lampu masing-masing.
Berjalan kembali di pinggiran jalan raya, Ryuto menuju ke arah tempat keluarga Argon berada. Kali ini tujuannya ialah pembantaian keluarga tersebut.
__ADS_1
To be Continued.