
Ryuto dan para istrinya berjalan bersama menuju ke Desa Molov.
Perjalanan mereka tidaklah lama, hanya berlari sebentar. Mereka sudah tiba di desa tersebut. Kecepatan Ryuto dan para istrinya sangat cepat.
Tepat saat mereka tiba di dekat pintu masuk. Banyak orang tengah berkumpul membersihkan pertarungan yang dilakukan oleh para Istri Ryuto sebelumnya.
“Jadi, kalian bertarung sebentar sebelumnya?”
“Ya, kami membunuh mereka segera tanpa bermain. Juga, dengan begitu lebih menghemat waktu dari biasanya.”
Mendengar penjelasan dari Lilia, Ryuto tersenyum dan mengangguk. Dia akhirnya tahu bahwa sekarang para istrinya lebih memilih secepatnya membunuh dibandingkan bermain-main seperti biasanya.
“Tuan Ryuto!” seru para warga yang tengah membersihkan lokasi pertempuran. Meski mereka sedikit terkejut dan tak kuat menahan tubuh manusia yang terpotong.
Namun, mereka tetap membersihkan dengan serius. Para warga sendiri benar-benar senang karena bandit-bandit tersebut akhirnya diselesaikan secepat mungkin.
Ryuto tersenyum ketika mendengar panggilan para warga. Kemudian, salah satu warga mendekat dan seketika berlutut satu kaki di depannya.
“Terima kasih Tuan karena telah menyelamatkan putriku!”
Mendengar hal itu, Ryuto tertegun kemudian berkata, “Berdirilah, sudah seharusnya aku membantu kalian yang kesusahan.”
Warga tersebut berdiri dan menunduk hormat. Bagaimanapun juga, putrinya diselamatkan dan kembali utuh meski terdapat luka di bagian bawah.
“Apakah putrimu mengalami trauma?”
“Tidak, Tuan. Dia baik-baik saja karena selepas bertemu dengan dirimu. Dia merasa bahwa semua trauma dan hal lainnya seketika sirna.”
Mendengar jawaban tersebut, Ryuto tertegun. Kemudian, dia mengingat bahwa dirinya memiliki kemampuan yang dapat membuat para perempuan menjadi tenang dan damai.
“Oh, jika begitu baguslah. Suruh dirinya istirahat, kemungkinan besar traumanya masih ada.”
Orang yang mendekat ke arah Ryuto, mengangguk paham. Dia segera mundur dan menunggu untuk melihat apa tindakan yang akan dilakukan oleh Ryuto terhadap para penduduk.
Rymon yang berada di belakang semua warga, seketika berjalan maju ke depan. Dia adalah kepala desa, sudah seharusnya menjadi pelindung bagi warga-warga desa tersebut.
Melihat Rymon yang tengah berada di depan para penduduk. Seketika Ryuto tersenyum dan lalu berkata, “Aku menunggumu, Rymon.”
“Tuan Ryuto, adakah yang dapat lelaki tua ini bantu?”
“Mudah, sebenarnya kami ingin pergi dari tempat ini. Masalah yang di laporkan kepada pemerintahan, tidaklah hanya desamu saja.”
Mendengar hal itu, tentu Rymon menyadari bahwa bukan tempatnya saja yang mengalami bencana.
“Jika begitu, lelaki tua ini tidak bisa menghentikan Anda. Bagaimanapun juga, jika masalah yang terjadi di desa maupun kota lain tidak diselesaikan. Nanti akan banyak korban berjatuhan.”
__ADS_1
“Itu benar, juga jaga semua wargamu. Aku meninggalkan sesuatu ke dalam tubuhmu itu.”
Ryuto menghilang dari tempat, kemudian dia muncul tepat di depan Rymon.
Tangan kanan lelaki itu terulur dan menyentuh kening Rymon, kemudian lelaki tua yang terkejut seketika menerima berbagai ingatan terkait beberapa teknik bela diri dan tubuhnya seketika terbakar oleh energi aneh.
“Hanya itu menjadi pemberianku, ingat. Salurkan kepada warga desa dan buat aturan penggunaan yang tepat!”
“Lelaki tua itu mengerti, Tuan!” Rymon berkata dengan patuh.
Lelaki tua tidak menyadari bahwa kekuatan yang diberikan oleh Ryuto, mengandung segel ingatan terkait kebajikan tertentu.
“Kalau begitu, kami pergi terlebih dahulu!” Ryuto berjalan menuju ke mobilnya. Diikuti para istri-istrinya itu.
Rymon dan para warga menunduk hormat, kemudian mereka melihat kepergian Ryuto yang sudah menghilang dari ujung jalanan.
“Ingat, pastikan para perempuan yang sudah diculik sebelumnya mendapatkan cukup istirahat. Rapat desa akan diadakan jika semua sudah membaik!”
Mendengar suara Rymon, seluruh penduduk mengangguk bersama. Mereka semua tahu bahwa lelaki tersebut akan menyampaikan sesuatu yang dikatakan oleh Ryuto.
Tentu hal ini membuat semua orang bersemangat dan mereka berbalik pergi menuju ke rumah masing-masing.
Di sisi lain, tepatnya dalam sebuah mobil hitam. Ryuto membagikan tugas kepada tiga belas istrinya.
“Kalian semua mengerti? Ingat, jangan memaksakan diri. Beritahu bahwa kalian adalah istriku!”
Mendengar jawaban serempak itu, Ryuto mengangguk ringan. Kemudian, pintu atas mobil terbuka dan masing-masing dari istrinya itu memandang ke arah dirinya.
Ryuto mengetahui keinginan para perempuan tersebut. Dia mengangguk dan mencium satu persatu perempuan, kemudian berkata dengan lembut.
“Hati-hati di jalan! Pastikan keselamatan!”
Satu persatu istrinya menghilang. Sekarang tinggal satu istri yang baru saja dia selamatkan.
“Apakah mereka tidak apa-apa?”
“Tenang saja, mereka kuat dan masalah ini sangatlah mudah.”
“Mudah? Membunuh dan membunuh, ini semua mudah. Mengapa tidak kamu saja yang pergi?”
“Aku sudah lakukan, akan tetapi mereka ingin pergi. Jadi, apakah aku harus tegas melarang mereka? Tentu tidak, biarkan saja mereka senang karena jika kutekan, malah akan berakibat fatal.”
Mendengar perkataan Ryuto, Molovia terdiam. Dia tahu sifat dari para saudari barunya itu. Meski dirinya tahu bahwa saudari-saudarinya itu kuat. Namun, rasa khawatir tetaplah ada.
“Latih aku!”
__ADS_1
Ryuto mendengar itu, memandang ke arah Molovia. Kemudian mengulurkan tangannya tepat di kepala perempuan itu.
“Sebelum melatih dirimu, aku harus berhubungan denganmu!”
Molovia yang mendengar itu seketika melebarkan mata. Dia memerah ketika mendengar itu. Meski dirinya dulu pernah bercinta. Namun, itu sudah sekian tahun yang lalu.
“Tidak perlu buru-buru. Aku akan berhubungan dengan dirimu ketika mereka kembali.”
“Mengapa begitu?”
“Ya, satu saja tidak akan cukup untuk menyelesaikan diriku. Juga, tepat saat mereka kembali. Guika sudah bukan di tanganku lagi karena aku akan pergi menemui keluargaku.”
“Maksudmu, Keluarga Kurokami?” Molovia melebarkan matanya. Namun, Ryuto menggelengkan kepalanya.
“Bukan, nama keluarga baruku ialah Akugawa. Sementara Kurokami itu hanyalah nama dahulu saja.”
Mendengar hal itu, Molovia akhirnya mengerti satu hal. Lelaki yang bernama Ryuto di depannya ini, tidak ingin terpacu kepada hal yang dinamakan masa lalu.
“Apakah kamu ingin menciptakan legenda sendiri?”
“Oh, spekulasi yang menarik. Namun, itu bukan tujuanku.” Ryuto tersenyum ringan, kemudian dia menggelengkan kepalanya dan mulai berjalan mendekat ke arah Molovia.
“Mari nikmati perjalanan bersama, sebentar lagi kita akan tiba di Istana Guika.”
***
Di sisi lain, Negara Timur.
Bangunan besar dengan lantai sembilan, kini terpampang jelas. Ada lambang api merah dengan simbol huruf tertentu.
Tepat di lantai sembilan sendiri, ruangan yang luas dengan tempat duduk yang mana melengkung setengah bundaran dengan pusat podium di ujung.
Tempat duduk sendiri bertingkat dan di bagi menjadi tiga bagian sendiri.
Suasana di dalam ruangan tersebut sangat tegang karena saat pembahasan rapat, muncul berbagai orang memakai topeng dengan pakaian putih.
“Siapa kalian semua!” satu petinggi menatap ke arah orang-orang bertopeng dengan penuh keseriusan dan waspada yang tinggi.
“Tenanglah, kami hadir dalam rapat kalian. Hanya ingin berkata bahwa, Negara Timur harus benar-benar tunduk kepada kami!”
“Apa kau bilang! Pemberontakan harus dibunuh segera!” seorang pria kekar menunjuk ke orang-orang berpakaian putih tersebut.
“Luncurkan, kita ambil alih Negara ini segera!”
“Dimengerti, Ketua!”
__ADS_1
Seluruh orang berpakaian putih bergerak. Dengan pergerakan tersebut, Negara Timur akan hancur dan apa tujuan orang-orang itu belum terlalu jelas.
To be Continued.