System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 24 - Pilihan Megu dan Rias


__ADS_3

Silakan Dibaca.


[Evolusi telah selesai.]


[Selamat, Tuan Rumah telah mendapatkan mata mistis tingkat kedua.]


[Selamat, Tuan Rumah atas peningkatan statistik Anda.]


[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan kendali atas Elemen Angin.]


[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan kekebalan tubuh atas serangan angin dan petir.]


[Selamat, Tuan Rumah telah menyelesaikan misi rahasia.]


[Misi Rahasia.]


[Mata Mistis tingkat kedua.]


[Misi : Tingkatkan mata mistis sampai tingkat kedua.]


[Hadiah : Atribut Elemen acak.]


[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan kendali atas atribut Elemen Petir.]


[+ Status.]


[- Nama : Ryuto Akugawa.]


[- Umur : 20 Tahun.]


[- Warisan :]


[Singa Merah.]


[Poseidon.]


[- Level : 23]


[- Kekuatan : 125.]


[- Ketahanan : 120.]


[- Kecepatan : 130.]


[- Kecerdasan : 150.]


[- Stamina : Unlimited.]


[- Keuangan: 10.000.]


[+ Keterampilan :]


[- Memasak : Level 01]

__ADS_1


[+ Keterampilan Khusus :]


[- Ganda : Level 10]


[- Angin : Level 01]


[- Petir : Level 01]


Ryuto yang melihat statusnya seketika terkejut, level miliknya meningkat cukup drastis. Ia sekarang telah memasuki level dua puluh. Pantas banyak darah yang keluar dari mata miliknya.


Ryuto segera memandang ke arah Megu dan Rias. Visinya benar-benar berbeda dari sebelumnya. Kini ia dapat melihat aliran udara yang melintas tepat di ruang pelatihan.


Megu dan Rias yang dipandang lama oleh tuan mudanya, seketika tersipu. Mereka tidak tahu mengapa tuan mudanya tersebut terus memandang diri mereka masing-masing.


Ryuto tidak mengetahui pemikiran kedua pelayan pribadinya. Ia kemudian mulai menutup matanya dan menarik kembali kekuatan mata mistis miliknya tersebut.


‘Stamina tak terbatas memang terbaik, aku sama sekali tidak lelah selepas meningkatkan mata mistisku.’ Ryuto berkata dalam hatinya, senyum di wajah terukir begitu jelas tanda bahwa dirinya bahagia.


Ryuto kemudian berjalan ke arah Megu dan Rias. Baru selepas memikirkan kekuatan mata mistis, ia mulai memfokuskan diri ke arah dua pelayan pribadinya tersebut.


“Apakah makanan sudah siap?” tanya Ryuto, ia mengingat bahwa dirinya meminta kedua pelayan pribadinya untuk membuatkan makanan sebelumnya.


“Sudah, Tuan Muda. Makanan berada di sana.” Megu berkata sambil menunjuk ke arah makanan yang ia tinggalkan di dekat pintu masuk.


Ryuto memandang ke arah tempat yang ditunjukkan oleh pelayan pribadinya tersebut. Ia melihat gerobak dorong yang di atasnya terdapat piring yang berisi makanan.


“Kalau begitu, kita makan di mari saja. Juga, ada yang ingin kukatakan kepada kalian selepas makan nanti.”


Megu dan Rias memiringkan kepalanya. Ia penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh tuan mudanya tersebut. Keduanya hanya mengangguk dan mulai berbalik kembali untuk mendorong gerobak makanan.


Megu dan Rias sendiri juga ikut makan. Jika keduanya tidak ikut makan, maka Ryuto akan mengabaikan makanan yang diberikan tersebut.


Jelas hal ini membuat dua perempuan itu frustrasi. Bagaimanapun juga, makanan yang mereka buat, itu khusus untuk tuan mudanya seorang.


Tak butuh waktu lama untuk ketiganya menyelesaikan makanan. Piring bekas sudah bertumpuk di atas gerobak makanan.


Ryuto sendiri memandang ke arah Megu dan Rias, kemudian ia mulai menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara berkala.


“Aku ingin kalian membuat keputusan. Selepas ini aku akan pergi dari kediaman Akugawa dan memulai hidup baru untuk mengenal seberapa dalam dunia ini.” Ryuto mulai menjelaskan tentang kepergiannya.


Megu dan Rias terkejut, mereka tidak menyangka tuan mudanya akan pergi dari kediaman Akugawa. Hal ini jelas merupakan pukulan bagi mereka dan hati mereka berdua sedih serta gelisah.


“Nah, selanjutnya hanya tentang keputusan kalian. Apakah kalian akan mengikutiku atau tetap tinggal di kediaman Akugawa dan melayani Ibuku yang sedang hamil?”


Megu dan Rias awalnya gugup. Mereka yang diberikan pilihan seperti itu, seketika paham. Bahwa tuan mudanya ingin mereka berdua untuk memilih antara ikut atau tidak.


Namun, pilihan kedua membuat kedua pelayan tersebut mengerutkan keningnya. Jelas, mereka terkejut mendengar informasi dari tuan mudanya itu.


“Nyonya hamil? Tuan muda, apakah itu benar?” tanya Megu, ia jelas terkejut dengan informasi itu. Sebelumnya di dapur, ia sama sekali tidak menemukan pelayan, ia berpikir bahwa akan ada sesuatu yang terjadi di keluarga Akugawa sendiri.


Namun, tak disangka ternyata Nyonya Akugawa sendiri tengah hamil.


Ryuto mengangguk terkait pertanyaan Megu. Kemudian, situasi menjadi hening kembali. Megu dan Rias saling memandang, mereka segera memutuskan pilihan masing-masing.

__ADS_1


“Kami mengikuti, Tuan Muda!” Megu dan Rias berkata dengan tegas. Jelas keduanya tidak ingin terpisah oleh tuan mudanya tersebut. Hal ini karena pengalaman dalam portal merah sebelumnya.


Ryuto yang mendengar pilihan dari Megu dan Rias, seketika tersenyum lebar. Meski ia sudah menduga, akan tetapi jika mendengarnya langsung lebih bagus.


“Kalau begitu, mari kita kemasi seluruh barang-barang yang akan kita bawa. Besok, kita akan pindah ke tempat yang sudah kumiliki sendiri.”


Ryuto berdiri, ia mengingat tentang hadiah vila yang berada di wilayah Guika. Sebuah wilayah yang jauh dari wilayah Akugawa berada.


Guika sendiri berada di seberang lautan, di mana sudah memasuki negara orang lain. Meski satu benua, akan tetapi ada banyak negara yang terdapat di benua tersebut.


Megu dan Rias mengangguk, mereka berdiri dan berbalik pergi sambil mendorong gerobak makanan. Hati mereka berdua senang karena akhirnya mereka dapat bersama dengan tuan muda kembali.


Ryuto sendiri keluar dari ruang pelatihan, ia mulai mandi. Selepas itu, pergi menemui kedua orang tuanya untuk membahas lokasi dirinya nanti berada.


Hari sudah memasuki sore, Ryuto tengah berjalan menuju ke tempat orang tuanya berada. Namun, di tengah jalan ia bertemu dengan seseorang yang asing baginya.


Gaun pelayan yang begitu lebar, ia memakai penutup mata dan rambutnya terlindung oleh aksesoris kain putih. Pakaian pelayannya hitam dengan rumbai putih.


Tatapan perempuan itu tertuju ke arah Ryuto. Kemudian, ia berkata dengan nada datar. “Tuan Muda, aku tidak menyangka dirimu benar-benar berubah.”


Merlyn, ia adalah pelayan pribadi Kyoka. Identitas dirinya ada banyak, hal ini karena menjadi pelayan pribadi Kyoka, bukanlah sesuatu yang mudah.


Ryuto memandang ke arah Merlyn sambil mengerutkan keningnya. Ia hanya mengangguk sebagai jawaban dari perkataan perempuan tersebut.


Merlyn melangkah maju dan ia mengeluarkan pisau terbalut dengan energi hitam. Ryuto sendiri terkejut akan perilaku dari orang di depannya.


“Aku tidak tahu kau siapa, akan tetapi melihat perilakumu seperti itu. Kemungkinan, kau menginginkan pertempuran.”


Ryuto mengeluarkan aura tekanan, lalu mengeluarkan pedang pendek dari saku dimensi miliknya. Energi merah kegelapan mulai melapisi pedang tersebut.


Merlyn sedikit terkejut, ia kemudian mengetahui bahwa Ryuto tidak mengenal dirinya sama sekali. Merlyn ingat bahwa ia tidak pernah muncul ketika Kyoka bertemu dengan putranya tersebut.


Ryuto tidak mengetahui identitas sosok pelayan di depannya. Ia menghunuskan pedang ke depan dan berkata dengan nada dingin.


“Majulah, akan kuterima tantanganmu itu!”


To be Continued.


Promosi.



Napen : Ingflora


Judul : Siluman Putri Duyung


Blurb :


Miriam adalah putri duyung berambut merah yang pekerjaan sehari-harinya membantu seorang dukun untuk menolong langganannya. Setelah menolong, mereka akan jadi budak siluman.


Sampai suatu hari, Miriam tak sengaja menolong manusia yang tenggelam karena percobaan pembunuhan. Alih-alih mengoda pria itu, Miriam jatuh cinta padanya hingga berniat jadi manusia. Hades putra duyung yang menyukainya, tak rela karena dengan itu Miriam harus menjual jiwanya pada Penyihir siluman ular laut yang licik dengan perjanjian 30 hari harus bisa membuat pria itu jatuh cinta atau jiwanya akan jadi milik Penyihir siluman ular laut itu. Sanggupkah Miriam memenuhi tantangan itu?


Hades pun berjuang untuk menyelamatkannya.

__ADS_1


Akankah Miriam mendapatkan cinta Max, si bule tampan dan kaya itu atau menerima cinta Hades yang mencintainya apa adanya?


__ADS_2