System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 55 - Berita Buruk


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Mendengar namanya di sebutkan, Ryuto tergerak. Ia seketika tersenyum dan merentangkan tangannya. Lilia segera memeluknya dengan erat dan menguburkan diri di dalam pelukan tersebut.


“Aku takut, Ryuto... Aku takut... Seluruh Saudari.... Semuanya dibunuh.” Lilia berkata dengan nada penuh akan rasa ketakutan, ketika mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


Ryuto terkejut, ia merasakan gelombang amarah dalam sekejap. Meski ia sudah tahu akan menerima berita buruk itu. Ryuto tetap saja, marah.


Boom!


Niat membunuh menyebar ke seluruh arah. Jelas niat tersebut sangatlah kuat. Rumah sakit yang begitu besar, bergetar rendah. Meski begitu para pasien, perawat dan dokter. Semuanya ketakutan akibat getaran tersebut.


“Ryuto tenangkan dirimu!” Sae dan Shina segera keluar dan memeluk laki-laki tersebut, juga memeluk Lilia. Mereka tahu bahwa kedua orang itu tengah sedih dan marah.


Ryuto seketika menghela nafasnya, kemudian ia melihat bahwa Lilia masih dalam pelukannya. Ryuto segera menenangkan diri, kemudian ia mengelus punggung Lilia dan berkata, “Maaf, selanjutnya kamu tidak akan pergi dariku! Seluruh istriku juga!”


Lilia gemetar, ia tahu bahwa suaminya tersebut serius. Namun, bayangan seluruh saudarinya terbunuh dan hanya beberapa saja yang berhasil melakukan reinkarnasi tersebut.


“Juga, siapa pelaku dari pembunuhan itu?” tanya Ryuto, ia memandang ke arah Lilia dengan lembut. Dirinya juga menyeka seluruh air mata yang tumpah di pipi.


“Pelaku itu ialah, sosok yang memiliki tanduk dua lebar. Ia memiliki tubuh biru dan ada garis warna lainnya. Juga dirinya berkata, ‘Seluruh Kurokami harus dimusnahkan.’ Ucapannya itu mirip seperti robot.”


Ryuto sedikit terkejut, robot dan makhluk bertubuh biru bergaris warna lain. Informasi tersebut begitu minim. Namun, dapat dimengerti oleh Ryuto sendiri. Kemungkinan besar, makhluk itu berada di dunia tertinggi.


“Lalu, apakah hanya dirimu saja yang masih selamat?” tanya Ryuto, sementara Lilia menenangkan diri dan menggelengkan kepalanya. Kemudian ia mulai memeluk Ryuto dan merasakan kehangatan yang lama tidak menyapa tubuhnya.


“Sebenarnya kami dibunuh, akan tetapi hanya ada beberapa orang yang memiliki kehendak seperti diriku. Sementara sisanya merupakan pecahan,” kata Lilia, ia sedih akan tetapi adanya Ryuto membuat dirinya penuh akan harapan.

__ADS_1


“Pecahan? Apa maksudmu, sayang?” tanya Ryuto, kemudian Lilia melepaskan pelukannya dan memandang ke arah Ryuto, lalu ia menggelengkan kepalanya.


“Aku tidak tahu, hanya seseorang yang berkaitan dengan leluhur Kurokami saja yang mengetahui itu. Juga, ada beberapa keluarga yang berada di bawah kekuasaan leluhur itu.”


“Keluarga... Apakah maksudmu, leluhur menciptakan sebuah Kerajaan lalu ia membuat beberapa keluarga bangsawan?” tanya Ryuto, ia terkejut dengan informasi tersebut.


“Seperti itu, akan tetapi keluarga ini berada di dunia kedua. Tempat kita sekarang berada dan... Saudari yang terpilih hanya beberapa, aku melupakan ada berapa. Namun, mereka tidak dilahirkan sebagai orang kaya. Seharusnya kamu tahu bukan, istri Kurokami selalu mendapatkan kesialan terlebih dahulu sebelum bahagia.”


Ryuto mengangguk paham. Informasi baru banyak, mulai pecahan, keluarga berhubungan dengan Kurokami, lalu terakhir istrinya dulu ada yang bereinkarnasi dan ada yang berubah pecahan.


Kemudian, musuh yang memiliki tubuh biru dan ada garis warna lain. Hal ini membuatnya penasaran, juga ingin bertemu untuk membunuhnya, karena telah membuat para istrinya sendiri mengalami trauma.


“Lalu, kemudian... Anak kecil yang berada di dalam itu, ialah anakku, bukan?” tanya Ryuto, seketika Lilia yang memeluknya segera sadar dan memandang ke arah anak kecil yang berada di bangsal.


“Itu benar... Juga, sayang. Apakah kamu bisa menyembuhkan dirinya?” tanya Lilia dengan mata penuh memohon.


Ryuto sendiri menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak semudah itu, aku sendiri belum memiliki keterampilan medis dunia ini. Kemampuan medisku dulu, tidak bisa digunakan di sini.”


Namun, berikutnya Lilia merasa ada sesuatu yang dirinya lupakan. Ia segera menoleh ke samping Ryuto, di sana terdapat satu sosok perempuan dan satu sosok wanita dengan seorang bayi.


“Kalian...” Lilia bingung harus merespons bagaimana, ia menyadari bahwa kedua sosok tersebut tidak menyentuh tanah, artinya sangat jelas bahwa mereka ialah Roh.


“Salam kenal, Nyonya Lilia. Namaku ialah Sae, kemudian perempuan ini ialah Shina.” Sae memperkenalkan dirinya dan ia menunjuk memperkenalkan Shina. Sementara Shina, menunduk dengan hormat.


“Ya, apakah kalian istri Ryuto?” tanya Lilia, ia sendiri bingung apakah keduanya istri dari suaminya. Namun, pertanyaan tersebut membuat kedua perempuan itu memalingkan wajah dan mereka memerah keras.


Ryuto menjentikkan jarinya ke kening Lilia, kemudian berkata, “Mereka bukan istriku. Hanya saja aku ingin membantu mereka terkait masalah Apartemen. Juga, kamu nanti pindah di sana, karena Apartemen itu mau kubuat sebagai rumah.”

__ADS_1


Lilia mengelus keningnya dan mengangguk, kemudian ia turun dari pangkuan Ryuto, lalu melangkah menuju ke arah kedua roh tersebut. “Mari kita berbicara bersama, aku ingin mendengar tentang apa yang dilakukan suamiku di tempat ini.”


Shina dan Sae saling memandang, lalu mereka tersenyum dan duduk di dekat Lilia. Entah bagaimana, kejadian tersebut benar-benar membuat Ryuto terpana.


‘Istriku memanglah istriku. Baru saja bertemu, ia sudah membuat kedua roh itu layaknya teman lebih.’ Ryuto berkata dalam hatinya. Ia benar-benar terkejut dengan pesona istrinya yang dapat membuat perempuan cepat akrab.


“Aku akan memeriksa Ash terlebih dahulu, kemudian pergi ke tempat Nora.” Ryuto berkata dengan nada ringan, ia berdiri dan Lilia mengangguk.


“Aku akan menunggu di sini,” kata Lilia, ia sudah melihat dari dekat putranya itu. Kali ini biarkan suaminya untuk melihat putranya itu.


Ryuto memasuki ruangan tempat Ash di rawat. Ia melangkah menuju ke kursi di dekat tempat tidur Ash tersebut.


Ash sendiri bangun dari tidurnya. Ia sebelumnya bermimpi bertemu dengan sosok laki-laki yang begitu tampan. Ia berjalan bersama sosok laki-laki tersebut, ia memiliki senyum lebar di wajahnya.


Ash mulai membuka matanya dan berkata dengan suara rendah. “Bu...”


“Oh, kamu sudah bangun.”


Ash mendengar suara asing di sampingnya. Ia segera menoleh ke kanan dan ingatan terkait dirinya dengan laki-laki tampan mulai terlintas di benaknya. Ash seketika melebarkan matanya dan berkata, “Anda...”


“Apakah kamu tidak mengingatku? Yah, mungkin tidak pernah karena selepas kamu lahir. Kita belum pernah bertemu, hanya saja aku selalu bisa merasakan betapa semangatnya dirimu ketika ingin keluar.”


Ash sedikit terkejut, ia bingung. Siapa laki-laki tampan ini, mengapa wajahnya mirip dengan dirinya. Namun, Ash adalah orang pintar. Dia dapat memahami seluruh pelajaran tingkat universitas.


“Apakah kamu... Ayah?” Ash bertanya dengan nada sedikit ragu. Namun, ia melihat laki-laki di depannya memiliki senyum melengkung di wajahnya, tanda bahwa tebakannya itu benar.


Tubuh Ash gemetar, wajahnya yang pucat seketika menjadi baik dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia segera bergerak dan memeluk laki-laki tersebut dan berteriak keras.

__ADS_1


“Ayah!”


To be Continued.


__ADS_2