System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 44 - Ryuto & Cohza


__ADS_3

Silakan Dibaca.


“Selepas sekian lama, akankah dia mengenaliku?” Ryuto bertanya kepada dirinya sendiri dengan pelan, ia berjalan dengan santai menuju ke arah bar. Ia perlahan melepas jaketnya, kemudian dirinya masukkan ke dalam cincin ruang miliknya.


Cindy yang sedang melakukan evakuasi para budak, melihat ke arah Ryuto yang berjalan dengan santai menuju ke bar. Ia menyipitkan matanya, jelas terkejut karena kekuatan yang dimiliki oleh orang itu sangatlah tinggi.


‘Siapa dia, mengapa menuju ke Bar? Apakah salah satu orang yang dimiliki Keluarga Wany? Tapi mengapa mereka bisa menyewa orang yang begitu kuat?’ tanya Cindy dalam hatinya, jelas ia terkejut dengan penampilan Ryuto tersebut.


“Kalian segera ke tempat itu. Di sana tempat untuk sementara waktu kalian tinggal.” Cindy berkata sambil menunjuk ke arah rumah yang berada tak jauh dari tempatnya berada.


Para budak mengangguk dengan penuh pengertian, mereka segera berlari menuju ke tempat penginapan yang sudah diberitahu oleh Cindy sebelumnya.


Cindy sendiri segera berbalik dan melihat bahwa orang yang sebelumnya ia lihat sudah menghilang tanda bahwa, orang tersebut telah masuk ke dalam bar. Cindy segera panik, akan tetapi apa yang tidak dia duga ialah Bar semakin hancur.


Hal ini jelas, bukan perbuatan dari Cohza, karena Cindy mengetahui bagaimana Cohza bertarung apalagi momentum yang dikeluarkan tidak sekuat itu. Keringat dingin seketika keluar dari tubuh Cindy.


“Cohza, kumohon kau selamat!” Cindy berlari menuju ke arah Bar. Ia tidak ingin pasangannya mati bertarung melawan sosok orang yang berjalan ke bar sebelumnya.


Di sisi lain, dalam bar sendiri. Darah dan berbagai kerusakan dapat dilihat. Ryuto yang masuk ke dalam Bar sudah menghancurkan berbagai orang yang tengah melintas Keluar. Ia sudah mengetahui mana yang baik dan tidak baik.


Boom! Boom!


Ryuto terus mengayunkan lengannya, ia juga menyeringai. Ryuto benar-benar menikmati pembunuhan tersebut. Ia tidak peduli, apakah itu orang kaya atau tidak. Jika ada niat yang tidak menyenangkan ia akan bunuh.


Cohza yang berada di kedalaman Bar, mendengar ledakan keras di luar. Ia yang sudah menyelesaikan berbagai penjaga, mulai berbalik memandang ke arah luar. Ia melihat sosok laki-laki menyeringai ke arahnya, akan tetapi seringai itu mirip dengan seseorang yang pernah ia temui.


Cohza tersenyum lebar. Ia kemudian mengeratkan kepalan tangannya, sinar listrik mengalir begitu deras, membuat seluruh ruangan bar menjadi gelap karena listrik bar diambil oleh Cohza sendiri.

__ADS_1


Ryuto mengepalkan tangannya, kemudian ia berubah menjadi bentuk Elang Bertanduk. Petir dan Angin bergabung menjadi satu. Kekuatan penuh ia luncurkan, begitu juga Cohza melakukan hal yang sama.


Cindy yang masuk ke dalam bar melihat sinar menyilaukan dari balik kegelapan bar. Ia benar-benar tertegun, merasakan nafas bahaya dari dua sosok saling mendekat. Cindy segera melarikan diri kembali, kemudian ia sudah merasa aman dan berbalik untuk melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat.


Boooom!


Ledakan keras terjadi di Bar Shine, gelombang kekuatan ledakan menyebar ke seluruh arah. Gedung yang berada di sekitarnya bergetar hebat, sehingga akan mengalami runtuh.


Para orang-orang yang siap untuk membantu sekelompok orang yang berada di bar, tertegun dan membeku di tempat. Mereka yang berjumlah ribuan orang memandang ke arah bar yang menjadi pusat tempat hiburan mereka.


Bar Shine yang dulunya dikenal indah, kini hancur menyisakan reruntuhan. Di tengah bar sendiri terlihat dua orang yang saling memandang, mereka memiliki tubuh kekar dan berotot penuh.


Pakaian keduanya hancur, menyisakan celana saja. Ada berbagai perempuan yang melihat tubuh kedua laki-laki, seketika celana mereka semuanya basah dalam sekejap. Pandangan garis yang begitu indah, membuat banyak perempuan meneguk ludahnya.


Para laki-laki yang merupakan pendukung dari Bar Shine tidak ada yang bergerak sama sekali, hanya melihat tubuh yang begitu kuat. Mereka sudah menelan ludahnya masing-masing dan nyalinya menciut.


Pemandangan tersebut, benar-benar menumbangkan baik itu laki-laki maupun perempuan. Di sisi laki-laki, hal itu terlihat sangat keren dan membuat hati semuanya mendidih. Sementara di sisi perempuan, hal itu membuat mereka semakin panas, sehingga mereka terengah-engah dan seluruh pakaian basah kuyup.


Cindy sendiri juga tidak menyangka ia juga keluar, ia tidak menyangka bahwa pasangannya benar-benar panas. Entah mengapa, perasaan ingin melakukan hubungan badan meningkat.


“Ryuto, aku tidak menyangka akan bertemu dirimu di sini? Juga, mengapa kamu bisa tahu aku di sini?” tanya Cohza, akan tetapi Ryuto tidak menjawab ketika melihat berbagai orang yang memegang senjata tengah berjalan ke arah tempat mereka berada.


“Sebelum itu, bukankah ini sambutan yang ingin kamu berikan kepadaku, Cohza?” tanya Ryuto, ia meregangkan seluruh otot-otot dalam tubuhnya. Pandangannya menjadi tajam, ia menyeringai.


Sebelumnya, ia menggunakan mata mistis. Namun, entah mengapa perasaan pertempuran sama sekali tidak terasa. Jadi untuk kali ini, Ryuto tidak ingin menggunakan mata mistis.


“Apakah perubahanmu tadi, Mata Mistis?” tanya Cohza dan Ryuto mengangguk, ia sama sekali tidak menyembunyikan apa yang ia miliki kepada rivalnya itu.

__ADS_1


“Ya, ceritanya panjang. Namun, melawan mereka aku ingin pertandingan berdarah dibandingkan dengan pertandingan kekuatan aneh.” Ryuto berkata sambil meregangkan tubuhnya.


“Hahaha, kau benar. Lebih nyaman bertempur langsung menggunakan fisik dibandingkan Mata Mistis.” Cohza berkata dengan senyum seringai di wajahnya. Ia memandang ke arah para preman orang kaya.


Cindy yang sedikit jauh, mulai tenang. Mengamati lingkungan dan kejadian sebelumnya, ia mengangguk langsung paham. Cindy tidak menyangka teman pasangannya memiliki pesona kuat akan wanita dan perempuan.


Beruntung Cindy menemukan Cohza terlebih dahulu. Jika tidak, ia akan terpikat oleh Ryuto sepenuhnya. Awalnya mendengar bahwa Ryuto, sebenarnya dijuluki Kaisar Harem. Ia tidak percaya, akan tetapi selepas melihatnya langsung ia akhirnya yakin dan percaya.


“Dua juta Istri, apakah ia tidak lelah. Namun, mendengar bahwa dibalik banyaknya istri, sebenarnya itu bukan istri nyata. Cohza sendiri tidak tahu, bahkan Ryuto juga.” Cindy bergumam pelan, akan tetapi ia segera sadar ketika melihat celananya terus mengalirkan cairan aneh.


“Mereka bertempur terlalu berlebihan, aku sebagai korban harus meminta pertanggung jawaban kepada keduanya nanti.” Cindy segera berbalik dan segera pergi menuju ke penginapan, ia tidak bisa berlama-lama di tempat karena rasa tidak nyaman.


Ryuto dan Cohza selesai meregangkan tubuhnya, uap panas menerpa tubuh keduanya. Hal ini dilihat dari orang-orang yang memakai senjata panjang dan tajam.


Tubuh mereka dalam sekejap bergetar, seolah-olah menghadapi dua binatang buas yang begitu besar dan kuat. Mereka ingin berbalik, akan tetapi melihat berbagai orang di sisinya sendiri, mereka menggertakkan giginya.


“Semua, jangan takut! Mereka hanya menciptakan ilusi saja! Kita ada ribuan, mereka hanya ada dua orang saja!” Raung salah satu preman orang kaya. Layaknya satu batu yang menghantam keras ke air yang tenang.


Seluruh preman lainnya menjadi sadar dan semangat. Mereka mengangkat senjata masing-masing dan meraung dengan keras. “Serang!”


Ryuto dan Cohza menyeringai melihat hal itu, keduanya tidak perlu saling berkomunikasi karena mereka sudah mengenal satu sama lain. Tepat saat kabut uap menghilang tubuh mereka memanas.


Keduanya berjongkok setengah, kemudian dengan ledakan keras. Mereka melesat cepat ke arah para preman orang kaya tersebut. Tanah yang mereka ledakan hancur membentuk kawah kecil.


Dua orang melawan ribuan orang, akhirnya dimulai...


To be Continued.

__ADS_1


__ADS_2