System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 53 - Bagaimana Bisa Dirinya Muncul?


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Raul yang mendengar perkataan Ryuto sebelumnya, akhirnya mengetahui bahwa ia telah menyinggung sosok orang besar. Ia bingung harus ke mana untuk sekarang, karena dirinya sudah menjadi target dari orang tersebut.


“Aku, aku harus bagaimana sekarang?” Raul bertanya kepada dirinya sendiri, ia memegang kepalanya dan kemudian, ia mengingat bahwa dirinya memiliki tiket liburan ke tempat lain.


“Ya itu, aku harus segera pergi.” Raul beranjak pergi, ekspresinya menjadi serius dan jejak keringat dingin terus-menerus keluar dari tubuhnya. Hal ini menandakan bahwa ia benar-benar ketakutan akan kehadiran sosok Ryuto nanti.


Di sisi lain, selepas melakukan pembunuhan. Ryuto memanggil kepala polisi untuk menangani kasus tentang masalah Rias dan seluruh keluarganya. Kepala Polisi terkejut mendengar itu, ia melepas topi dan menaruh di dada. Kemudian, membungkuk sedalam mungkin.


“Kami Polisi meminta maaf atas hal yang menimpa Anda, Nona!” Kepala Polisi berkata dengan tulus, ia menyesal sekaligus tak berdaya, karena mereka ada di bawah pemerintahan, serta para orang kaya.


Namun, Kepala Polisi tahu bahwa ia perlu bersikap tegas kembali untuk seluruh polisi. Ia akan melakukan disiplin mulai sekarang, tidak ada yang dikatakan hanya untuk uang, melainkan demi keadilan.


Kepala Polisi juga melihat banyak orang yang dibunuh oleh Ryuto, mereka tidak berani menangkap. Meski pembunuhan adalah ilegal, akan tetapi mereka tetap tidak berani.


“Pak Ryuto, apakah membunuh juga merupakan keadilan?” tanya Kepala Polisi dengan nada sedikit melankolis. Ia juga bernostalgia terkait hal tertentu, sehingga pikirannya sedikit kacau melihat orang mati.


Ryuto yang mendengar itu hanya tersenyum, kemudian berkata, “Pertanyaan itu, aku dapat memberikan satu jawaban yaitu, tangan tanpa noda itu tidak mungkin untuk menegakkan keadilan, karena keadilan sendiri bukan tentang menangkap, melainkan memberantas.”


Ryuto berjalan pergi menuju ke dalam rumah sakit. Ia meninggalkan Kepala Polisi yang tengah linglung sesaat. Jelas, apa yang dikatakan Ryuto sangatlah membuka matanya.


“Keadilan, bukan untuk menangkap melainkan memberantas!” gumam ringan Kepala Polisi. Kemudian, ia segera berbalik dan ekspresinya menjadi serius dan tajam dalam sekejap.

__ADS_1


Perubahan polisi Guika akan segera tiba dan era baru bagi para polisi, akan benar-benar kejam dan tidak ada kata ampun, bagi kejahatan.


Ryuto tidak tahu bahwa dirinya telah mengubah satu kekuatan menjadi hal lain. Meski ia tahu ia sama sekali tidak peduli, karena sekarang fokusnya ialah terkait operasi Nora.


“Bagaimana keadaannya?” tanya Ryuto, ia tiba di depan ruang operasi. Di sana sudah ada Rias, Reina dan Mio. Ketiganya menunggu dengan sabar, akan tetapi hati mereka juga penuh kegelisahan dan kekhawatiran.


“Masih dioperasi.” Reina menjawab dengan rendah, ia menenangkan dirinya dan berharap untuk tidak terjadi hal-hal yang buruk terkait dengan operasi Nora.


Ryuto sendiri duduk dengan tenang, ia relatif mempercayai dokter tua yang menjalankan operasi Nora itu. Tatapan tegas dan serius, ia tidak bisa melupakannya, karena ketika seseorang mengeluarkan tatapan tersebut, tanda bahwa mereka tidak akan gagal.


Beberapa menit telah berlalu, lampu merah yang berada di atas pintu ruang operasi mulai berubah menjadi hijau. Ryuto dan yang lainnya, melihat hal itu segera berdiri, karena lampu hijau menandakan operasi telah selesai.


Pintu ruang operasi di buka, kemudian beberapa perawat mendorong ranjang pasien menuju ke lokasi tempat menginap. Ketiga perempuan segera mengikuti arah para perawat tersebut.


Sementara itu, Ryuto mendatangi Dokter tua yang menjalankan operasi Nora sebelumnya. Ia tersenyum ketika melihat dokter tersebut. “Terima kasih, Pak tua. Kau sudah menyelamatkan nyawa seorang manusia.”


“Aku bukan orang seperti laki-laki di Guika, Pak tua. Aku sendiri berasal dari jauh. Tepatnya Negara seberang.” Ryuto berkata dengan nada ringan, akan tetapi hal itu membuat pupil mata Dokter tua tersebut menyusut.


“Negeri seberangkah... Jarang ada orang yang datang kemari. Kamu seharusnya mengetahui apa yang aku maksud, bukan?” Dokter tua memandang ke arah Ryuto.


“Ya, aku tahu. Namun, aku akan mengubah segalanya. Jangan katakan itu mustahil, karena kekuatan absolutlah yang dapat berbicara.” Ryuto berkata sambil menyeringai dan Dokter tua terkekeh mendengar hal itu.


“Benar-benar anak muda yang penuh akan ambisi. Namun, aku yakin kamu pasti bisa. Teruslah berjuang, Pria Muda yang menarik.” Dokter tua itu mulai berjalan menuju ke arah kantornya berada.

__ADS_1


Ryuto sendiri memandang lekat ke arah dokter tersebut dan seringai di wajahnya benar-benar melebar. Ia kemudian bergumam dengan pelan. “Dokter yang terlalu feminin.”


Ryuto melangkah pergi menuju ke arah ruang tempat Nora di rawat. Sementara itu, dokter tua yang tengah berjalan tengah saling melakukan panggilan. Dokter tua itu berkata, “Guika terlalu menarik.”


“Yuri, kami akan menunggumu di Roton, Guika. Cairan sistem penguatan, kami akan menyerapnya ke dalam tubuh.” Suara di balik panggilan tersebut benar-benar datar.


Dokter tua itu tiba di ruangannya dan ia membuka pintu, lalu di seberang terdapat satu orang tua tengah duduk sambil menunduk. Kemudian Dokter tua itu tersenyum dan merobek penampilannya.


“Sistemkah... Aku akan datang, siapa yang tidak ingin memiliki sesuatu yang mirip dengan apa yang dimiliki para orang-orang di novel dan komik.”


Dokter tua itu kini berubah menjadi sosok wanita cantik. Ia memiliki rambut panjang hitam, kemudian iris matanya coklat kecerahan. Ia memakai pakaian ketat tanpa ada penutup apa pun.


Kemudian, mata kanannya menyala dan dalam sekejap ia menghilang dari tempatnya berdiri. Pakaian yang dirinya pakai sebelumnya mulai menghilang, tempat itu sendiri layaknya tidak pernah disentuh sama sekali.


Di sisi lain, Ryuto tengah berjalan ke arah ruang tempat Nora di rawat. Tak butuh waktu lama untuk mencapai ruangan tersebut. Namun, belum sempat membuka. Ia melihat seorang wanita cantik tengah terduduk dengan frustrasi.


Namun, Ryuto terkejut melihat wajah dari wanita tersebut. Hal ini karena, wanita itu seharusnya tidak ada di sini. Melainkan berada di tempat jauh, tempat yang akan dirinya raih ketika sudah memiliki kekuatan tinggi.


Wanita yang duduk frustrasi, hanya bisa memandang ke depan. Di mana tempat tersebut, terdapat satu anak kecil yang tengah terbaring di ranjang pasien. Ada beberapa selang terhubung ke tubuh anak kecil itu.


“Sayang, kamu harus kuat... Ibu akan mencarikan solusi untuk dapat membiayai seluruh pengobatanmu.” Wanita itu menunduk dan air matanya terus mengalir keluar, seolah-olah bingung apa yang harus dirinya lakukan.


Namun, di saat ia frustrasi. Sebuah suara muncul di sebelahnya. Namun, di dalam hatinya seperti ada sesuatu yang ingin keluar untuk memeluk pemilik suara tersebut.

__ADS_1


“Lilia...”


To be Continued.


__ADS_2