
Silakan Dibaca.
Ryuto memandang jalur evolusi tersebut, sedikit terkejut. Kedua jalur evolusinya benar-benar kuat. Namun, satu berfokus kepada kayu dan daun. Sementara yang lain berfokus kepada angin dan petir.
Namun, Ryuto tidak terlalu banyak pikiran karena ia paling senang dengan kecepatan, sehingga pilihannya ialah Eagle Horn, yang memiliki fokus di antara kendali angin.
“Sistem, pilih Eagle Horn. Kemudian, tunjukkan apa saja yang perlu kulakukan untuk berevolusi.”
[Pemilihan jalur evolusi : Eagle Horn.]
[Terpilih!]
[+ Tugas untuk membuka Evolusi Eagle Horn.]
[- Selesaikan 1000 Push-up (0/1000).]
[- Kristal Monster tingkat menengah (0/1).]
[- Kristal Bintang Aries (0/1).]
[- Bunga Angin (0/10).]
[- Level : 10.]
Ryuto tersentak dengan lima tugasnya tersebut. Ia mengerutkan keningnya ketika melihat syarat level. Ia sendiri melihat bahwa statusnya tidak ada level sama sekali.
“Sistem, syarat terakhir seingatku di status tidak ditampilkan?”
[Tuan Rumah, memiliki level 0.]
Ryuto melebarkan matanya, jelas tidak muncul di dalam status karena levelnya sendiri ialah 0. Ia tidak tahu harus bereaksi bagaimana, yang jelas ia sanga rendah.
Tepat saat Ryuto masih memikirkan peningkatan level. Pintu ruang pelatihan terbuka lebar. Hal ini jelas membuat Ryuto memandang ke arah pintu.
Apa yang ia lihat adalah dua sosok perempuan dengan pakaian maid tengah menatap dirinya. Ryuto mengenal satu maid tersebut, karena maid itu ialah pelayan pribadinya yang tak lain ialah Megu.
Namun, maid lainnya jelas tidak ia ketahui. Jadi, Ryuto tidak bisa untuk tidak mengajukan pertanyaan kepada Megu.
“Siapa dia, Megu?” tanya Ryuto memandang ke arah maid sebelah Megu tersebut.
Megu yang diberikan pertanyaan itu, seketika tersenyum penuh arti. Ia kemudian, mendorong perempuan itu maju dan menyuruhnya untuk memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
“Perkenalkan nama Saya adalah Rias, saya adalah pelayan pribadi Anda bersama dengan saudari Megu. Salam kenal, Tuan.”
“Ya, namaku ialah Ryuto Akugawa. Kamu bisa memanggilku, Tuan atau Ryu saja,” jawab Ryuto dengan jelas, ia kemudian memandang ke arah perempuan bernama Rias tersebut.
Perempuan itu benar-benar cantik, tubuhnya ramping. Dada dan pa*ntatnya begitu besar, membuat Ryuto sedikit tertarik.
Mengapa ia sedikit tertarik? Jelas ini karena tubuhnya belum dapat membuat kedua pelayan pribadinya itu benar-benar puas. Jika ia ingin membuat mereka puas, maka ia harus berlatih terlebih dahulu.
“Megu, apakah kamu tahu lokasi tentang hutan yang ada monsternya?”
“Monster? Oh, maksud Tuan, Portal?”
Ryuto mengerutkan keningnya, jelas ia tidak tahu apa yang dikatakan oleh Megu tersebut. Ia sendiri sudah memilah ingatan pemilik sebelumnya.
Hanya menjelaskan secara kasar tentang lautan awan dan tanah biru saja. Jelas ini membuatnya tidak mengetahui apa itu portal dan lainnya.
Megu menyadari bahwa tuan mudanya tidak tahu tentang portal. Ia kemudian, mendekat dan duduk di dekat tuan mudanya, diikuti oleh Rias.
Ketiganya duduk dengan Ryuto di tengah. Megu kemudian mulai menceritakan tentang portal dan dunia kedua tersebut.
“Dahulu kala, tempat ini hanyalah lautan awan. Kisaran beberapa ratusan ribu tahun yang lalu, sebuah tanah biru yang begitu besar turun dari langit,” kata Megu.
“Tanah ini berhenti tepat di lautan awan, kemudian para manusia yang berasal dari Dunia ketiga turun ke lantai dua karena kekalahan perang,” lanjut Megu.
Megu menghela nafas sebentar, sebelum melanjutkan penjelasan tentang dunia yang dirinya tempati.
“Tepat saat mereka sudah sembuh, para manusia mulai mengolah hutan tersebut. Mengambil beberapa tanaman obat dan banyak harta. Sampai akhirnya, tempat mereka dinamai sebagai Dunia kedua.”
Ryuto sedikit terkejut dengan sejarah tersebut. Ia tidak menyangka bahwa orang dunia kedua aslinya berasal dari dunia ketiga. Hal ini jelas menjadi informasi penting baginya.
“Beberapa tahun kemudian, meteor aneh melintas di dunia kedua, lalu muncullah sebuah pintu dengan pusaran di berbagai tempat. Pintu itu memiliki berbagai warna di setiap tempat yang berbeda.” Megu mengatur nafasnya terlebih dahulu.
“Pintu aneh itu, berakhir diberikan nama Portal. Setiap Portal memiliki tingkat sendiri yang dibedakan berdasarkan dengan warna mereka masing-masing.”
“Warna putih ialah paling terendah, kemudian yang kedua ialah kuning, ketiga ungu, keempat hitam dan yang terakhir ialah merah. Itulah yang dinamakan dengan portal.”
Ryuto seketika mengangguk, ia memahami dengan penjelasan dari Megu tersebut. Kemudian, ia mulai bertanya kembali.
“Lalu, berada di manakan monster tingkat menengah?”
Megu mengerutkan keningnya dan menjawab, “Semua portal memiliki monster tingkat menengah, Tuan.”
__ADS_1
Ryuto terdiam, ia tidak menyangka akan menjadi keseluruhan portal yang memiliki tingkat menengah tersebut. Ryuto segera bertanya kembali terhadap Megu.
“Lalu, portal mana yang paling dekat dengan tempat kita berada?” tanya Ryuto, ia ingin segera menaikkan levelnya. Ia tidak ingin terlalu berlama-lama berada di bawah.
“Sebenarnya ada di halaman rumah, Tuan. Portal itu ialah portal putih, sehingga Tuan akan aman nantinya. Namun, meski aman. Saya dan Rias akan mengikuti Anda.”
Ryuto terkejut, ketika mendengar bahwa ada portal di halaman belakang rumahnya. Ia tidak menyangka bahwa akan ada portal di sana.
Ryuto segera bangkit, ia beranjak pergi dari ruang latihan. Ryuto sendiri tidak peduli dengan kedua perempuan itu mengikutinya, karena ia ingin segera memasuki portal untuk menjadi lebih kuat.
Megu dan Rias terkejut dengan kecepatan tuannya. Mereka memang menahan, tetapi mereka tidak menyangka bahwa kecepatan tuan mudanya begitu cepat, sehingga mereka harus mengerahkan setengah kekuatannya.
Tak butuh waktu lama, ketiga orang itu tiba di halaman belakang rumah. Ryuto memandang ke arah pintu yang terbuat dari batu aneh. Di tengah pintu terdapat pusaran putih yang siap untuk mengangkut siapa pun itu.
“Apakah ini, portal yang kamu maksud, Megu?” tanya Ryuto, ia tidak menyangka bahwa portal sendiri memiliki tinggi empat meter dari tanah.
Sebelumnya, ia juga bertemu dengan portal di jalanan. Namun, karena ia menganggap itu sebagai hiasan jalan, ia sama sekali tidak peduli.
“Tuan, untuk memasukinya memerlukan kristal portal. Anda harus memilikinya agar dapat menarik Anda kembali ketika dalam keadaan bahaya.”
Ryuto mengangguk, ia tidak tahu kristal tersebut. Namun, ia melihat Megu mengeluarkan sepotong kristal berwarna putih. Kemudian, ia mendengar suara sistem.
[Kristal Portal.]
[Kristal yang digunakan untuk menarik seseorang dari dalam portal. Cara menggunakannya ialah dengan darah, sehingga Kristal akan menjadi sepenuhnya milikmu.]
Ryuto mengangguk, ia kemudian menyayat sedikit jarinya. Hal ini jelas membuat Megu terkejut dengan tindakan Tuan Mudanya tersebut. Ia tidak menyangka bahwa Tuan Mudanya dapat menggunakan kristal portal itu.
“Kalau begitu, ayo kita masuk. Aku ingin segera membunuh banyak monster di dalam.” Ryuto berkata dengan senang hati.
“Baik, Tuan Muda!” Megu dan Rias berkata bersama. Mereka bertiga memasuki portal tersebut. Namun, di saat ketiganya menghilang, portal bergetar dengan hebat yang membuat seisi rumah menyadarinya.
Yuro dan Kyoka yang sedang berhubungan badan terkejut dengan gelombang niat yang begitu kuat. Mereka segera menghentikan hubungan badannya dan segera memakai pakaian, lalu melihat ke halaman rumah tempat niat kuat itu dilepaskan.
Keduanya melebarkan matanya ketika melihat portal yang semula putih, kini berubah menjadi merah. Hal ini jelas, telah terjadi sesuatu yang membuat portal berubah.
“Tuan, Nyonya, Tuan muda dan kedua pelayan pribadinya tidak ada di kamar!”
Yuro dan Kyoka jelas tahu ke mana ketiga orang itu. Kyoka seketika terjatuh, lututnya benar-benar lemah sekarang.
Yuro membantunya untuk bangkit dan menenangkan hati istrinya tersebut. Jelas Kyoka terpukul karena hilangnya putranya itu.
__ADS_1
“Ryuto...”
To be Continued.