
Silakan Dibaca.
Mendengar informasi dari wilayah kedua. Para perempuan memiliki ekspresi yang berbeda masing-masing. Namun, meski begitu hanya ada satu ekspresi saja yang terlihat yaitu tertarik.
Ryuto sendiri yang mendengar nama wilayah kedua, hanya bisa mengerutkan keningnya. Jelas ia tidak menyangka akan ada wilayah yang penuh akan perempuan.
"Menarik, akan tetapi bagaimana kita bisa menuju ke tempat itu?"
Nanami mendengar hal itu, seketika tersenyum. "Nah Sayang, mengapa kamu tidak mengenalkan kami kepada ibu dan ayah di tempat ini?"
Mendengar hal itu, Ryuto memiringkan kepalanya. Jelas bingung, akan tetapi ia segera mengangguk. Namun, dirinya berkata, "Tidak sekarang. Ada sesuatu yang harus kita lakukan di Wilayah pertama ini."
"Jika apa yang kamu katakan benar. Maka Wilayah kedua adalah tempat aman bagi empat orang di sana. Sementara Wilayah ketiga dan keempat masihlah misterius."
Nanami melebarkan matanya, ia terkejut dengan informasi baru yaitu Wilayah ketiga dan keempat. "Sayang, apa maksudmu dengan dua wilayah yang kamu sebutkan barusan?"
Ryuto yang mendengar itu tersenyum, kemudian ia menjelaskan bahwa ada empat wilayah di dunia tempat mereka sekarang berada. Semakin tinggi Wilayah, orang-orang semakin kuat.
Nanami memahami dalam sekejap, ia tidak menyangka akan ada banyak wilayah sebenarnya. Namun, dirinya segera sadar kembali.
"Lalu, kapan kita akan pergi ke Wilayah kedua?"
"Menurutku, kalian perlu berlatih terlebih dahulu. Sementara aku akan pergi menyelesaikan beberapa masalah di Guika. Wilayah pertama ini harus kita kuasai seperti Dunia pertama."
Mendengar hal itu, sontak seluruh perempuan menatap ke arah suaminya tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa tujuan akhir dari lelaki tersebut adalah menguasai tempat.
"Namun, untuk apa kamu menguasai semua wilayah?"
"Untuk menghilangkan jejak dari para dewa. Entah mengapa, temanku muncul dan ia mengatakan bahwa Dunia Atas sudah kacau tanpa diriku."
Ryuto kemudian memberikan penjelasan apa yang dirinya dan Beruang putih biru diskusikan sebelumnya. Seluruh istrinya seketika mengubah ekspresi menjadi terkejut.
Jelas mereka tidak menyangka bahwa sosok yang masuk ke dalam dunia buatan ialah makhluk yang berasal dari dimensi digital.
"Lalu, jadi ... dunia kita tidak wilayah dimensi kita tengah berhadapan dengan sosok orang yang melakukan invasi?"
Ryuto mengangguk ketika mendengar kesimpulan dari istrinya tersebut. Kemudian, ia berkata, "Kalian berlatihlah. Ketika memasuki Wilayah kedua, kalian akan berpencar mencari saudari yang lain."
"Namun, Sayang. Bukankah itu tidak adil?"
__ADS_1
"Maksud kalian ialah aku tidak ikut dalam pencarian begitu kah? Sebenarnya aku akan menanamkan sesuatu yang spesial nanti."
Mendengar kalimat pertanyaan dan jawaban suaminya, seluruh perempuan memiringkan kepala. Jelas mereka bingung dengan kata spesial yang diucapkan oleh Ryuto tersebut
"Ya, jangan terlalu dimasukkan ke dalam pikiran. Lebih baik kalian pergi berlatih, agar saat masuk ke Wilayah kedua. Kalian bisa bergerak tanpa ada yang bisa menghentikan."
Apa yang dikatakan suaminya tersebut ialah benar. Satu persatu perempuan saling memandang, bahkan Nanami yang merupakan terkuat tanpa adanya bantuan apapun, juga setuju.
"Kalau begitu, kalian mulailah berlatih dan satu hal. Kembangkan ke tingkat di mana kalian mudah menggunakan kekuatan itu." Ryuto memegang pundak Nanami.
Detik berikutnya, perempuan itu merasakan sesuatu mengalir di dalam tubuhnya. Ia sama sekali tidak merasakan lelah dan energi selalu terisi setiap saat.
"Sayang, apakah ini kemampuan barumu?" Nanami yang merasakan peningkatan kekuatan, seketika menjadi senang.
Ryuto sendiri terkejut karena ia mengetahui sudah sampai mana Nanami sekarang berada. Ia tidak menyangka bahwa fisik istrinya tersebut sudah berada di tingkat 5000.
'Sepertinya nama Red Scarlet bukanlah omong kosong. Aku sendiri sudah dikalahkan oleh satu istriku ini.'
Ryuto tersenyum, kemudian ia semakin bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi.
"Kalau begitu, aku akan pergi terlebih dahulu. Para pasukan di bawah akan membantu kalian pergi ke tempat yang kalian inginkan."
Ryuto memiliki kendala di tempat tersebut. Selepas urusan Apartemen Ringo selesai, ia akan mengetahui dalang penguasa Guika sebenarnya.
Meski lelaki itu sudah menemukan beberapa petunjuk siapa dalangnya. Namun, ia perlu konfirmasi terlebih dahulu. Entah itu Pemerintah ataupun Keluarga Mafia, ia masih belum mengetahui pasti.
Sementara itu, Lilia dan yang lainnya saling memandang kemudian turun ke bawah. Meski, Nanami ialah terkuat. Ia tidak menolak, baginya saudari adalah hal penting.
Satu persatu perempuan sudah turun ke bawah. Kemudian, salah satu pasukan mendatanginya dan menunduk hormat.
"Salam, Nyonya."
"Bangunlah, di mana tempat kami latihan nantinya?" Lilia bertanya kepada pasukan di depannya itu. Ia ingin segera berlatih dan bertambah kuat.
Mendengar hal itu, pasukan di depannya mengangguk. "Mari kita pergi ke tempat pelatihan tersebut, Nyonya!"
Lilia membalas dengan anggukan, kemudian mereka berjalan pergi menuju ke tempat pelatihan berada.
Di sisi lain, Zero yang masih berada di ruangan rapat. Mulai sedikit serius ketika melihat ada banyak pasukan yang menjadi mata-mata di dalam Organisasi.
__ADS_1
Meski begitu, lelaki itu juga merasa aneh karena pasukan yang menyusup semuanya mati. Selain itu, identitas mata-mata berasal dari pemerintah dan Mafia Laserd.
"Bagaimana pasukan yang dilatih tuan, bisa mengetahui adanya penyusup sebanyak ini?" Zero mengerutkan keningnya, ia jelas bingung dengan pemikiran pasukan tersebut.
Lelaki itu menggelengkan kepalanya, ia tidak tahu dan sudah tidak ingin memikirkannya kembali. Hal ini karena tuannya sendiri benar-benar misterius.
Zero menatap para penyusup tersebut, ia mengirim list penyusup ke tuannya. Hal ini jelas penting karena ia ingin tuannya dapat memberikan balasan kepada dua kelompok itu.
"Pemerintah mengirim seseorang untuk mencari letak Markas Chrono. Namun, sangat disayangkan bahwa mereka ditemukan dengan cepat."
Selanjutnya, di sisi lain. Ryuto tengah melintas beberapa bangunan. Merasakan ponselnya bergetar, ia berhenti di bangunan tertinggi.
Tepat saat mendarat, lelaki itu segera membuka ponsel dan melihat adanya pesan yang dikirim oleh anak buahnya. Ia segera melihat pesan tersebut dan alisnya sedikit mengerut.
"Pemerintah dan Mafia Laserd sepertinya tidak tenang akhir-akhir ini."
Senyum penuh ejekan terlihat di wajah Ryuto, ia benar-benar tidak menyangka bahwa kedua kelompok besar tersebut sudah tidak sabar ingin dihancurkan.
Ryuto membalas dengan singkat, kemudian ia melesat kembali menuju ke Apartemen Ringo yang sudah tak jauh dari tempatnya kini berada.
Entah mengapa, lelaki ini sama sekali tidak menganggap kedua kelompok tersebut berbahaya. Di wilayah pertama sama sekali tidak ada yang bisa menghentikan dirinya.
Kemungkinan hanya satu yaitu istrinya Nanami seorang. Sementara lainnya, tidak ada. Namun, ia juga mulai perlahan-lahan menjadi kuat agar berdiri di depan seluruh istrinya dengan bangga nanti.
"Kecepatan ini, benar-benar lambat. Aku tidak bisa menunda kembali lagi."
Ryuto menambahkan elemen petir ke dalam kakinya. Selepas itu, ia melesat bagaikan bayangan. Banyak orang yang melihat dirinya, akan tetapi pandangan mereka hanya bayangan kabur saja.
Di antara orang-orang tersebut, ada tiga orang yang melihat hal itu. Salah satu dari mereka menyeringai dan terkejut dengan kecepatan yang ditampilkan oleh Ryuto itu.
"Apakah anak tadi ialah Ryuto?" Seorang kakek bertanya kepada sosok laki-laki kekar di sebelahnya.
"Ya, itu benar Guru. Lelaki yang barusan saja melintas ialah Ryuto."
Kakek tua yang mendengar jawaban dari muridnya, sekilas cahaya melintas di matanya dan senyum mengambang dengan damai.
"Sungguh menarik."
To be Continued.
__ADS_1