System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 40 - Ryan & Yulia


__ADS_3

“Oh, Menarik... Namun, bukankah kalian berasal dari pemerintahan Guika sendiri!”


Merasakan niat membunuh Ryuto, kedua orang itu membeku. Kemudian, tepat saat mendengar pernyataan dari orang di depannya, ekspresi mereka berubah menjadi pucat.


“Bagaimana Anda mengetahuinya?” tanya Yulia dengan nada rendah, baginya yang termasuk pemerintahan jarang ada yang mengetahuinya, kecuali orang itu ialah intelijen yang paling berpengalaman.


Ryuto mengerutkan keningnya, ia bingung harus menyebut orang di depannya itu bodoh atau apa. Jelas lambang bintang di selipkan di pakaian mereka, bagaimana seseorang tidak mengenal hal itu.


“Apakah kalian bodoh atau berpura-pura bodoh? Bintang kuning yang terselip di pakaian kalian, bukankah itu sesuatu yang dimiliki oleh orang-orang pemerintahan Guika?”


Mendengar laki-laki di depannya memanggil bodoh, keduanya marah. Namun, mendengar perkataan selanjutnya, mereka segera membeku dan melihat ke arah pakaian tepatnya bagian dada masing-masing.


Lambang bintang yang mengkilap terlihat di sana. Burung hantu yang lewat bahkan berteriak dengan keras. “Bodoh! Bodoh! Bodoh!”


Wajah Yulia tertutup oleh kedua tangannya. Ia baru tahu bahwa bintang yang menjadi simbol pemerintahan belum ia sembunyikan. Yulia memerah karena malu atas tindakan sebelumnya.


Ryan sendiri stagnan, akan tetapi ia segera pulih dan memandang ke arah Ryuto dengan serius. “Aku tidak peduli, bisakah aku mengikutimu? Guika butuh seseorang untuk mengubahnya. Aku tidak ingin melihat banyak perempuan yang berakhir tidak baik!”


Ryuto memandang ke arah Ryan, ia dapat melihat keseriusan orang tersebut. Bahkan keadilan Ryan patut diakuinya. Namun, Ryuto sedikit berpikir dan ia segera menjawab dengan ringan.


“Aku belum bisa menerimamu... Hal ini karena aku harus mengurus sesuatu tentang Apartemen yang kubeli itu. Jadi menerima dirimu sebagai murid, aku belum bisa.” Ryuto menolak keinginan Ryan.


Bagaimanapun juga, ia masih banyak hal yang harus dilakukan. Mulai dari misi restoran, sampai misi sekarang yaitu misi Apartemen. Banyak hal yang harus dirinya lakukan sebelum menerima Ryan.


Ryan sedikit sedih, ia ditolak akan tetapi mendengar alasan penolakannya. Ryan seketika menyadari bahwa orang di depannya tengah memulihkan Apartemen Ringo yang konon dikatakan paling menyeramkan.


“Baik, Tuan. Hanya saja, selepas Anda menyelesaikan kepemilikan Apartemen tersebut. Saya... Tidak, lebih tepatnya pemerintahan akan memberikan Anda sebuah pasukan sembunyi seperti Saya!”

__ADS_1


Yulia yang mendengar Ryan jujur, seketika menghela nafas. Ia segera memandang ke arah Ryuto dan berkata, “Kami ditugaskan untuk mengawasi seseorang yang dapat menyelesaikan Apartemen Ringo tersebut. Jika ada seseorang yang bisa, tim kami akan mengikuti orang itu.”


Ryuto malah semakin bingung, mengapa pemerintah mengeluarkan prajurit bayangan. Bahkan memberikan kepada seseorang yang sudah menyelesaikan masalah di Apartemen Ringo, pemerintah benar-benar aneh.


“Mengapa, pemerintah melakukan hal itu. Apakah mereka ingin menggunakan kalian sebagai mata-mata yang berada di bawah kendaliku?” tanya Ryuto, ia menajamkan matanya, jelas menebak yang kemungkinan akan terjadi.


Ryan segera panik, ia menggelengkan kepalanya dan berkata, “Kami tidak akan berada di bawah ke pemerintahan, juga kami adalah anggota yang sudah di keluarkan oleh mereka. Pemerintahan akan mengeluarkan kami, jika seseorang dapat menyelesaikan masalah Apartemen Ringo tersebut.”


‘Kesampingkan Efek buruknya terlebih dahulu, ia terlihat begitu serius. Juga, niat pemerintahan ini masih aneh. Di satu sisi mereka mungkin akan menjadi mata-mata para pemerintahan. Di sisi lainnya, pemerintahan mengeluarkan perintah sayembara aneh itu.’


Ryuto menajamkan pikirannya dan dalam sekejap kilasan pencerahan muncul di dalam benaknya. Pandangan Ryuto segera beralih ke depan, di mana kedua orang yang memata-matainya berada.


“Jika begitu aku akan pikirkan selepas menaklukkan Apartemen Ringo tersebut. Jika sudah kuselesaikan, kalian dapat datang dan kita bicarakan kembali, apakah kalian masih bersedia atau tidak!”


Ryuto memberikan pernyataan kepada keduanya dan pergi. Sekilas ia dapat melihat bahwa kedua orang itu tidak terlalu mengancam atau tidak mencurigakan. Namun, mendengar bahwa pemerintah akan memberikan mereka kepada orang yang berhasil menyelesaikan masalah Apartemen Ringo, benar-benar sedikit menarik.


Ryuto mengetahui keinginan pemerintahan tersebut. Ia sedikit menganggap bahwa pemerintahan mungkin masih ada beberapa orang yang baik. Jika tidak begitu, mereka akan mengabaikan nyawa para prajuritnya untuk memasuki tempat sembarangan.


‘Kesanku sedikit meningkat, akan tetapi keseluruhan dari wajah kalian belum benar-benar terungkap. Jika masih benar-benar baik, maka aku tidak akan memusnahkan kalian. Namun, jika sebaliknya maka bersiaplah untuk kehancuran.’


Ryuto terbang dua meter dari gedung tinggi, kemudian berkata, “Sampai jumpa lagi! Kuharap kalian benar-benar orang yang dapat dipercayai!”


Ryuto menghilang dalam sekejap, Yulia dan Ryan terkejut melihat Ryuto yang menghilang. Mereka kemudian saling memandang dan menghela nafas berat. Ryan sendiri segera mengambil satu batang rokok dan menyalakannya.


“Huff... Benar-benar kuat!” Ryan berkata sambil mengembuskan asap rokok. Matanya menunjukkan kilasan penuh akan rasa keinginan. Semangatnya yang padam, kini menyala kembali ketika setelah melihat Ryuto sepenuhnya.


“Kamu benar, juga mengapa kamu terlihat berbeda ketika bertemu dengannya? Seakan-akan, itu bukan kamu yang pemalas.” Yulia memandang ke arah adiknya dengan bingung, ia tidak pernah melihat ariknya sebegitu bersemangatnya ketika bertemu dengan seseorang.

__ADS_1


“Entahlah, Kak... Ia mirip seseorang, akan tetapi aku tidak mengingat orang itu.” Ryan berkata dengan misterius. Ia sekilas mengingat sosok laki-laki yang sama dengan tingkah dari orang sebelumnya.


Yulia memandang adiknya dengan aneh, ia menggelengkan kepalanya dan berkata, “Lebih baik kita kembali. Kemudian melaporkan kejadian kali ini kepada Tuan. Kemungkinan besar, ia akan senang mendengar hal ini.”


Ryan mengangguk, ia dan kakaknya berdiri dari duduk. Keduanya mulai berjalan pergi ke arah tangga. Namun, belum sempat mereka akan pergi. Ryan memandang ke arah kakaknya, lalu ia memandang ke bawah.


“Kak, kamu basah!”


***


Di sisi lain, Ryuto yang kembali ke jalan setapak mulai berjalan menuju ke arah tempat Megu dan Rias menyewa penginapan. Ia tersenyum ketika melihat kedua orang itu, entah mengapa baginya mereka berdua lucu saja.


“Mengapa kamu tersenyum, Ryuto?” tanya Sae kepada Ryuto, ia memperhatikan wajah laki-laki tersebut setiap saat. Ia sedikit bingung dengan laki-laki di sebelahnya itu.


“Hanya saja mereka lucu, laki-laki itu aku mengingat seseorang yang mirip dengannya. Namun, ia berada jauh dari sini,” kata Ryuto, lalu melanjutkan dalam pikirannya. ‘Itu benar, jauh di bawah sana. Tepatnya dunia bawah.’


Sae hanya mengangguk, ia tidak tahu apa-apa. Hanya anggukan saja untuk menjawab hal tersebut. “Lalu, di mana lokasi kedua pelayan pribadimu, Ryuto?”


Ryuto juga terdiam, ia tidak tahu mereka berada di mana. Hal ini karena mereka hanya mengirimkan lokasi tempat mereka berada saja. Jadi, Ryuto menunjukkan tempatnya melalui peta.


Sae dan Shina melihat peta tersebut dan keduanya tahu penginapan mana itu. Hanya satu penginapan yang memiliki pemandian air panas di daerah Kota Duino. Kedua orang itu mengangguk paham.


“Kami mengerti tempat ini.” Sae dan Shina berkata bersamaan, Ryuto tersenyum dan mengangguk. Meski ia tidak tahu, ia diberikan peta jadi mudah untuk mendeteksi tempat tersebut.


Beberapa menit kemudian, Ryuto tiba di penginapan berlantai dua. Gaya rumah tersebut tidak modern melainkan tradisional. Lantai mereka menggunakan kayu yang dinaikkan.


Plang tanda di depan penginapan juga terlihat. Nama penginapan tersebut ialah, Penginapan ....

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2