System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 76 - Misi Sae 6 Akhir


__ADS_3

Silakan Dibaca.


[Selamat, Tuan telah menyelesaikan misi.]


[Selamat, Tuan mendapatkan kristal kebangkitan Sae dan Sora.]


[Selamat, Tuan mendapatkan kotak misterius.]


Mendengar suara sistem tersebut, Ryuto tersenyum senang. Ia kemudian memandang ke arah Sae yang sudah selesai membunuh mantan suaminya itu.


"Misi berakhir dengan sempurna, kali ini tinggal pembersihan saja." Ryuto memandang jauh ke arah kediaman Laserd. Ia perlu memanggil beberapa ahli perbaikan, sebelum menempati kediaman tersebut.


Sae yang telah membunuh Irvin, mulai mengarahkan pisau ke arah dirinya sendiri. Kemudian, menusuk dengan kuat. Sae sendiri sudah berubah menjadi roh dan mendekat ke arah Ryuto.


"Apakah kita akan kembali?" Sae tersenyum ke arah Ryuto, hatinya sekarang benar-benar sudah segar. Berbeda dari sebelumnya, di mana selalu ada jejak kesuraman yang begitu dalam.


"Ya, aku hanya berpikir, lebih baik membuat Mansion ini menjadi rumah kita. Sementara, Apartemen tempat para pasukan berada." Ryuto sudah merencanakan apa yang ingin dirinya lakukan nanti.


Sae mendengar itu dan mengangguk. Ia setuju dengan pemikiran rasional suaminya. Lebih baik di Mansion besar untuk tinggal daripada di Apartemen. Apalagi, mereka tidak tinggal satu dua orang saja. Melainkan ada puluhan lebih.


"Kalau begitu, ayo kita kembali!"


Sae memasuki tubuh suaminya. Kemudian, Ryuto mulai berenang kembali meninggalkan kapal yang berisi mayat keluarga Laserd tersebut.


***


Di suatu pulau yang sedikit lebih jauh dari Negara Guika sendiri, terdapat satu rumah yang begitu biasa. Tidak ada lantai dua, dinding terbuat dari papan kayu yang begitu kokoh.


Warna rumah itu sendiri ialah putih, sementara atap ialah merah muda. Di depan rumah ada dua pohon kelapa dengan jaring tempat tidur tepat di tengah-tengah pohon tersebut.


Seorang kakek tua dengan tubuh yang kurus tidak memiliki massa otot sama sekali, tengah tiduran di jaring tempat tidur tersebut. Kakek itu memakai kacamata hitam sambil memandang ke arah langit.


"Hidup ini benar-benar menyenangkan, ahh... Andai saja ada perempuan muda yang begitu berisi, hehehe." Tawa mes*um kakek tua tersebut mulai muncul.


"Kakek!! Ada keadaan darurat!" Teriakan seorang anak kecil dengan pakaian hitam dan kerudung hitam tanpa menutupi seluruh wajahnya. Ia layaknya ninja dengan sebuah tanto di pundaknya.

__ADS_1


Kakek tua yang tengah menyeringai mes*um, mulai tersadarkan kembali dan mengerutkan keningnya. "Apa yang begitu darurat, Bajingan kecil! Apakah kau tidak melihat, aku sedang berfantasi bermain dengan perempuan muda memakai bikini!"


Pandangan anak kecil itu menurun, ia muram dan berteriak, "Sadar diri, Kakek Tua! Umurmu sudah tidak muda lagi! Dengan penampilan seperti itu, seluruh perempuan akan melarikan diri!"


Kakek tua yang mendengar itu, seketika muram. Aura menindas berwarna hitam mulai keluar dan menekan seluruh pulau tersebut. Meski pulau itu kecil, akan tetapi tekanan sang kakek menciptakan ombak di lautan sekeliling pulau.


"Katakan sekali lagi! Lalu akan mematahkan lehermu! Camkan ini dihatimu! Aku masihlah muda, umurku baru menginjak 455 tahun! Ingat itu, Cucu bodoh!" Kakek tua itu meraung dengan marah.


Keringat dingin muncul di pelipis kepala Ninja tersebut. 'Bukankah umur 455 tahun itu sudah tua? Mengapa orang ini tidak mengakui bahwa dirinya sudah tua!'


"Hum!" Seluruh aura menghilang dalam sekejap, tatapan Kakek tua tertuju ke arah cucunya. "Apa yang membuatmu berkata bshwa hal yang akan kamu sampaikan sangatlah darurat!"


Anak kecil seketika terengah-engah. Jelas menahan tekanan kakeknya tidaklah mudah. 'Kakek ini benar-benar kuat, aku belum bisa mencapai level ini. Andai aku bisa mencapai level tersebut, aku dapat membangkitkan Klan Ninja.'


Kakek tua menunggu dengan sabar, ia terus memandang cucunya sambil menaruh kedua tangannya ke belakang.


Anak kecil itu menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara merata. Pandangannya semakin jernih, lalu ia menatap ke arah kakeknya dengan serius dan tajam.


"Keluarga Laserd cabang dihancurkan. Sekarang juga, tempat mereka berada sudah diakuisisi oleh sosok yang menghancurkan itu." Anak kecil itu berkata dengan nada pelan, akan tetapi jelas.


Kakek tua memejamkan matanya, ia menghela nafas kemudian memandang ke arah lautan. "Yah, Keluarga Laserd kah... Baru kali ini, aku menemukan ada seseorang yang berani melakukan itu."


"Kakek, sebenarnya bukan ini yang paling penting!" Anak kecil itu menggelengkan kepalanya, jelas berita hebohnya bukan hanya kehancuran keluarga Laserd saja.


Kakek tua berbalik kembali dan menatap ke arah cucunya. Pandangannya seolah-olah mengisyaratkan, katakan apa itu yang paling lebih mengejutkan daripada kehancuran keluarga cabang Laserd.


Anak kecil itu paham, ia kemudian menghela nafas ringan dan berkata, "Hanya satu orang saja... Satu orang saja untuk menghancurkan seluruh orang yang berada di cabang tersebut!"


Pupil kakek tua itu menyusut seketika, kemudian wajahnya menunjukan rasa terkejut sebentar. Ia menggelengkan kepalanya, akan tetapi bingung apakah informasi itu benar atau salah.


"Cabang mana yang telah dihancurkan?" Kakek tua bertanya dengan nada ringan. Anak kecil yang merupakan cucunya mulai menjawab dengan jawaban yang membuat ia merasa tertarik.


"Negara Guika!"


Dua kata tersebut, benar-benar membuat Kakek tua itu membeku. Ia mengingat bahwa tempat itu ada penjaga yang merupakan salah satu dari anggota kesatuan militer bebas.

__ADS_1


"Apakah Pria Kuzan itu dikalahkan?"


"Itu benar, Kakek. Informan ini mengatakan begitu!"


Kakek tua itu sedikit menahan nafas, kemudian ia segera sadar dan memandang kembali ke lautan. "Sudah lama aku tidak pergi ke Guika, apakah teman lamaku itu masih hidup, ya?"


Anak kecil yang mendengar itu tahu apa yang akan diambil oleh kakeknya nanti. "Kakek, bawa aku sekalian. Bukankah kamu mengatakan akan menemukanku dengan teman lamamu itu?"


"Oh, tenang saja... Kali ini, masalahnya memang serius. Namun, kami bisa ikut nanti. Persiapkan dirimu, kita akan berenang menuju ke Guika." Kakek tua itu ingin menolak keinginan cucunya, akan tetapi mengingat bulan ini. Ia segera berubah pikiran.


Anak kecil yang mendengar bahwa ia akan ikut, berteriak dengan senang. "Yaho, akhirnya pergi menuju ke luar pulau. Guika, hm hm... Aku akan datang!"


***


Di kejauhan, tepatnya Negara Serbet, ini adalah Negara yang terkenal akan tambang besinya. Juga, Negara ini dikenal sebagai Penjara paling mematikan di seluruh dunia.


Negara Serbet sendiri memiliki berbagai macam siksaan untuk orang-orang pelanggar hukum. Mereka menetapkan hukum yang keras dan ketat, terutama terhadap hubungan maupun narkoba.


Meski terlihat ketat dan kejam, Negara Serbet sendiri juga merupakan pusat perdagangan gelap di seluruh Dunia. Baik budak, senjata, bahkan material yang belum diolah sama sekali.


Di Negara ini sendiri, ada lima kekuatan besar. Mereka masing-masing di sebut sebagai Behive atau bisa dikenal dengan sebutan Mafia Underground. Sebuah kelompok yang berkedok sebagai keluarga besar.


Lima Mafia itu saling berbenturan, tidak ada yang namanya damai. Namun, tempat mereka bertarung ada sendiri dan itu jauh dari yang namanya wilayah masyarakat.


Di suatu tempat, tepatnya wilayah salah satu Mafia memiliki keunggulan dalam basis informasi dan kekuatan orang cakap. Mereka berhasil menghimpun banyak orang cakap, hanya untuk menjadi seorang penjaga.


Mafia ini dikenal sebagai Mafia Laserd.


Di sebuah ruangan yang luas, duduk beberapa petinggi keluarga Mafia Laserd. Mereka mengenakan topi hitam, rompi anti peluru yang dilapisi dengan pakaian putih dan jas tanpa lengan hitam.


Mulut mereka masing-masing terdapat rokok yang begitu besar. Tepat ketika mereka mengembuskan nafas, asap rokok keluar begitu tebal.


"George, dikalahkan... Sekarang di tempat Guika hanya ada empat kekuatan saja. Usulkan diri kalian untuk mengatasi semut ini..."


To be Continued.

__ADS_1


__ADS_2