
Silakan Dibaca.
"George, dikalahkan... Sekarang di tempat Guika hanya ada empat kekuatan saja. Usulkan diri kalian untuk mengatasi semut ini. Aku ingin aset George, kembali ke tangan kita lagi."
Para petinggi yang mendengar sosok yang duduk di kursi tengah, tidak bisa untuk tidak mendengarkan. Terutama empat petinggi yang berada di tempat Guika berada.
"Dimengerti, Ketua!" Empat orang berkata secara bersamaan, ketika merasakan penindasan yang dikeluarkan oleh pemimpin mereka tersebut.
Di sisi lain, Ryuto yang telah tiba di Kediaman Laserd lagi. Ia terus berjalan menuju ke halaman rumah tersebut, sampai akhirnya melihat sosok pria tinggi yang memiliki darah di sekujur tubuhnya.
Pria itu tak lain tak bukan ialah, Kuzan. Dirinya tengah bersandar di pohon tak jauh dari rumah berada. Entah apa yang ingin dilakukan pria itu, tidak ada yang mengetahuinya.
Ryuto yang melihat pria tersebut, sama sekali tidak waspada. Ia sendiri dapat merasakan bahwa pria itu tidak menunjukkan permusuhan sama sekali.
Sementara itu, Kuzan yang tengah bersandar di pohon. Mulai menatap ke arah Ryuto, ia sedikit rumit akan tetapi dia segera menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mungkin melawanmu, aku sudah kalah."
Ryuto mengangkat bahunya dan menjawab, "Begitulah, jika kamu ingin pergi ke tempatmu berada. Pergilah, suatu hari aku ingin melihat sampai mana perkembangan dirimu."
Ryuto berjalan melangkah melewati Kuzan. Namun, pria itu tersenyum tak berdaya. "Kembali... Jika aku kembali, kemungkinan besar akan dimakamkan. Seseorang yang telah gagal dalam misi, harus mati."
Mendengar itu, Ryuto berhenti sebentar. Ia kemudian melambaikan tangannya dan berkata, "Aku sebenarnya kekurangan tenaga kerja! Kamu bisa mendaftar jika ingin. Namun, berhasil atau tidaknya... Itu tergantung dari dirimu sendiri."
Kuzan sedikit tertegun, ia tidak bermaksud untuk bergabung dengan Ryuto. Dirinya ingin pergi berjalan-jalan di dunia. Mengamati pertempuran lebih lanjut nantinya.
Tentu Ryuto tidak ingin mendengar apa yang dikatakan orang itu selanjutnya. Ia lebih memberikan pilihan kepada orang tersebut, apakah ingin ikut atau tidak. Entah apa jawabannya, Ryuto tidak peduli.
Berjalan keluar dari kediaman Laserd. Ia masih memikirkan cara mendapatkan aset sepenuhnya dari rumah tersebut.
Tiba di dekat mobilnya, ia masuk dan Sae duduk sambil menggendong Sora. Ryuto tidak menyalakan mesin, ia memandang ibu dan anak itu, lalu berkata, "Waktunya untuk membangkitkan kalian."
Itu benar, inilah tujuan Ryuto tidak menggunakan kristal sebelumnya. Ia ingin membangkitkan ibu dan anak tersebut di dalam mobil. Bagaimanapun juga, lebih aman di sana dibandingkan di luar.
"Apakah sudah bisa?" Sae melebarkan matanya, ia jelas terkejut dengan penuturan calon suaminya itu. Bahkan Sora yang menutup matanya juga tersenyum senang.
Ryuto mengangguk, kemudian ia melemparkan kristal ke arah Sae. Detik berikutnya, kejadian yang sama seperti Shina mulai diputar kembali.
Tak butuh waktu lama, sinar cahaya mulai menurun. Detik berikutnya, Sae dan Sora mendapatkan kembali tubuhnya.
__ADS_1
Sae membuka matanya, lalu melihat ke arah tangan dan memegang pipinya sendiri. Ia mendapatkan sentuhan rasa hangat kembali. Air mata kebahagiaan pecah dan mengalir membasahi pipi.
Namun, berikutnya ia merasakan kehangatan di pelukannya. Tanpa sadar, pandangan segera tertuju ke bawah dan ia melihat sosok bayi tengah bergerak dengan senang.
"Sora..." Sae menyentuh putranya tersebut, ia merasakan pipi yang begitu menggemaskan. Kedua tangan Sora juga memegang jari ibunya, pemandangan ini benar-benar begitu harmonis.
"Yah, selamat atas kebangkitanmu dan Sora." Ryuto tersenyum lembut sambil membelai rambut Sae. Hal ini jelas membuat wanita itu memandang ke arah Ryuto.
Tanpa bantuan laki-laki di depannya, Sae tidak akan bisa dibangkitkan kembali. Ia segera menarik calon suaminya itu dan memeluknya secara miring.
"Terima kasih, tanpa adanya dirimu... Aku, aku mungkin tidak akan bisa sebahagia ini." Sae terisak-isak, ia jelas menangis penuh akan rasa bahagia.
Ryuto mengelus punggung perempuan itu, kemudian berkata, "Tidak perlu menangis. Juga, ini merupakan janjiku kepadamu dan Sora. Jadi, Kamu pantas untuk menerimanya!"
Tersentuh, inilah yang dirasakan Sae. Ia melepaskan pelukannya dan mencium calon suaminya tersebut. Keduanya tak butuh waktu lama untuk saling melepaskan ciuman masing-masing.
"Nah, waktunya kembali." Ryuto berkata dengan nada jelas, ia tersenyum dan mulai menyalakan mesin, kemudian bergegas menuju ke rumah sakit lagi.
Dalam perjalanan, keduanya tetap tenang sampai akhirnya Ryuto memulai pembicaraan terlebih dahulu. "Bagaimana perasaanmu sekarang? Juga masalah sertifikasi pernikahanmu...."
Belum selesai Ryuto bertanya lebih lanjut, Sae memotongnya. "Tidak masalah. Sebelumnya kami menikah tanpa surat dan hanya hidup bersama. Surat sendiri dia tidak mengurusnya karena tidak ada uang."
Di area parkir, Ryuto dan Sae keluar. Mereka saling memandang dan wanita itu dengan lembut memegang lengan calon suaminya itu. Sementara Ryuto, mengambil alih untuk membawa bayi tersebut.
Sora melambaikan tangannya dengan senang, entah apakah benar atau hanya halusinasi. Ryuto dapat melihat bahwa bayi tersebut menganggap dirinya ialah ayah kandung.
Ryuto menggelengkan kepalanya, akan tetapi ia juga senang. "Mari kita naik, kemungkinan besar mereka semua tengah mengkhawatirkan kita."
"Un." Sae mengangguk, kemudian keduanya berjalan bersama menuju ke lantai tempat Lilia dan yang lainnya berada.
Ryuto sendiri mengingat hadiah yang diberikan sistem sebelumnya, ia segera berkata dalam hati. "Sistem, buka kotak misterius!"
[Membuka kotak misterius.]
[- Selamat, Tuan mendapatkan Cincin Pernikahan.]
[- Selamat, Tuan mendapatkan Tiket kenaikan Level Sistem.]
__ADS_1
[- Selamat, Tuan mendapatkan Surat Resmi kepemilikan Kediaman Yujia.]
[Sistem mendeteksi bahwa Tuan Rumah mendapatkan tiket kenaikan level.]
[Apakah Tuan Rumah akan menggunakan tiket tersebut?]
[Ya.] [Tidak.]
Ryuto sendiri terkejut, ia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah yang begitu besar. Hal ini jelas membuat dirinya sedikit curiga.
'Sistem, mengapa menurutku hadiah kali ini sedikit lebih banyak?'
[Tuan Rumah telah menyinggung salah satu keluarga Mafia terkuat di dunia. Karena hal inilah, sistem menghadiahkan sesuatu atas keberanian Tuan.]
Mencerna hal itu, ia akhirnya memahami. Keluarga Laserd, ternyata bukan keluarga biasa. Ryuto mengira bahwa keluarga tersebut hanyalah keluarga kaya Negara Guika saja.
'Lalu, apakah aku akan menjadi incaran para mafia itu?'
[Itu benar, Tuan. Namun, Tuan tidak perlu khawatir karena sistem akan selalu membantu untuk menjadi orang terkuat di dunia ini.]
Ryuto tersenyum, ia memang mengandalkan kekuatan sistem terus-menerus. Dirinya juga bersyukur memiliki sistem sendiri. Baginya, tanpa ada sistem, ia tidak mungkin mencapai dunia kedua.
'Lakukan peningkatan Level Sistem!'
Ryuto dan Sae mencapai lantai tempat Lilia berada. Mereka melangkah keluar dari lift, diiringi dengan suara sistem yang menunjukkan peningkatan.
[Sistem melakukan peningkatan.]
To be Continued.
Note, Sistemnya mau kubuat Check in seperti novel lainnya. Jadi, jangan berharap sistem memiliki fungsi aneh. Menurutku Fungsi Cek in dah cukup, daripada ditambah fungsi yang kurang jelas.
Ini menurut pengamatannya sendiri. Jadi, sudah kuputuskan untuk sistem cek in saja...
Selanjutnya, mungkin bisa dibilang mulai crazy up selepas aku up satu satu terus...
Mohon maaf, bagaimanapun juga aku perlu baca novel translate untuk menambah wawasan dalam menulis.
__ADS_1
Terima kasih telah berkunjung, jangan lupa tinggalkan jejak dan hadiahnya.