System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 162 - Perang 8


__ADS_3

Mendengar hal itu tentu semua pasukan segera terdiam. Mereka mengerutkan keningnya karena tidak suka dengan sifat orang tersebut. Satu persatu pasukan segera mengeluarkan mata mistis mereka masing-masing.


Tentu hal ini membuat kedua orang itu terkejut dan mereka segera menjadi serius. Mereka belum pernah dihadapkan dengan begitu banyaknya orang mata mistis. Hal ini jelas merupakan perasaan baru bagi mereka berdua.


“Aku tidak tahu apa masalah kalian berdua. Namun, kalau mencari masalah denganku. Sudah cukup untuk bertarung denganku, bukan?” Ryuto berjalan maju ke depan. Dia dalam sekejap muncul di belakang Amy dan One.


Melihat kecepatan itu jelas Dei dan San terkejut. Mereka sama sekali tidak merasakan kehadiran Ryuto itu. Dengan ditunjukkan kekuatan seperti itu mereka mulai menjadi serius. Bahkan pemimpin yang bersama mereka juga menjadi serius.


“Ryuto ... mengapa orang ini memiliki kecepatan di atas kami?” tanya sosok laki-laki berjubah putih dengan topeng di wajah. Dia jelas terkejut, sampai matanya melebar di balik topeng itu.


Dei yang merupakan orang yang penuh akan nafas berapi-api, seketika menjadi lebih bersemangat. Dia berjalan maju terlebih dahulu dan berkata, “San, mundurlah! Aku ingin melawan orang ini. Dia kuat dan aku ingin melawannya.”


Mendengar kebodohan rekannya itu, San tidak bisa menghentikan orang itu. Dia ingin mundur, akan tetapi melihat perempuan yang tengah berdiri sendiri di kejauhan. Dia seketika memiliki ide tertentu dan melesat ke arah perempuan itu.


Ryuto jelas melihat hal itu dan melirik arah yang dituju lawannya tersebut. Namun, ketika melihat bahwa tujuannya ialah sosok perempuan yang merupakan istrinya. Ryuto menggelengkan kepala sambil menghela nafas ringan.


“Dasar bodoh!” Ryuto berkata begitu karena dia sama sekali tidak khawatir akan orang-orang di depannya itu. Seluruh istrinya telah menerima pelatihan dan istri yang berdiri sendiri itu, bukanlah lemah melainkan yang paling terkuat di antara para istri.


Itu benar, target dari San sendiri ialah Nanami. Istri Ryuto yang telah mengalami hidup dan mati dalam mengubah nasib di dunia kedua. Ia dijuluki Red Scarlet, perempuan yang menghancurkan sistem tatanan Negara Timur.


“Hahaha, Ryuto kau tidak akan bisa melindungi istrimu yang satu ini!” teriak gila San, membuat semua orang menatap ke arahnya. Para perempuan sendiri melebarkan mata, jelas terkejut. Namun, mereka sama sekali tidak khawatir terhadap Nanami, melainkan khawatir terhadap San sendiri.


Nanami yang ditargetkan, seketika menatap ke arah San yang mendekat. Entah mengapa, dia sedang melihat orang bodoh menjijikkan tengah berlari ke arahnya.

__ADS_1


Nanami seketika muram dan dia menghilang dari tempat. Kemudian, senjata yang merupakan rantai mulai melilit tepat ke seluruh tubuh San.


Tentu hal ini membuat seluruh orang Code terkejut melihat kejadian tersebut. Namun, pemimpin pasukan Code sendiri mengetahui siapa perempuan itu. Dia tertegun sekaligus membeku di tempat melihat sosok perempuan tersebut.


“Bagaimana bisa, Red Scarlet berada di sini?” Pemimpin pasukan Code benar-benar terkejut akan kehadiran Nanami. Namun, dirinya segera menyadari status dari perempuan itu. “Red Scarlet, merupakan istri dari Ryuto.”


Entah mengapa, pemimpin pasukan Code seketika merasa bahwa dunia tempatnya kini berada berubah menjadi tidak aman. Red Scarlet yang dirinya undang, ternyata seorang istri dari musuhnya itu.


Hal ini tentu sangat serius, dia segera mengeluarkan ponsel dan menghubungi pemimpin asli Code. Masalah ini harus segera diatasi, jika tidak. Masalah lainnya akan terus muncul, sehingga rencana mereka akan tenggelam kembali.


Ryuto tentu tidak mengetahui apa yang menjadi pikiran dari pemimpin pasukan Code tersebut. Dia sendiri masih terfokus dengan lawan yang tepat berada di depannya itu.


“Boom! Boom!” Dei terus melayangkan serangan, meski tidak selalu kena. Namun, udara di sekitar meledakkan tanah maupun bangunan yang berada di belakang Ryuto.


“Ayo Ryuto, tunjukkan kekuatanmu!” Dei terus melayangkan serangan. Kecepatan miliknya semakin meningkat. Hal ini membuat Ryuto menaikkan alisnya, akan tetapi dia segera memahami lelaki di depannya itu.


“Jadi begitu. Kalau begitu, mari kita nikmati pertarungan ini!” Ryuto seketika melepaskan energinya. Seluruh energi hitam ungu melapisi tubuhnya, kemudian Dei merasakan luapan energi tersebut dan semangatnya meningkat dalam sekejap.


“Boom! Boom!” ledakan terus terdengar di seluruh kota itu. Tidak ada bangunan yang selamat karena pertarungan mereka benar-benar menghancurkan satu bangunan menjadi serbuk debu dalam sekejap.


Para pasukan yang melihat itu, mereka terpana dan takut akan terkena dampak dari serangan tersebut. Namun, pemikiran mereka menghilang ketika Lilia mengeluarkan energi putih menyelimuti ruang lingkup Pasukan Chrono berada.


Nanami sendiri sudah menyelesaikan San. Dia membunuh dengan cepat, tanpa banyak aksi yang mendebarkan. Baginya sekarang, membunuh cepat ialah utama agar memenangkan pertarungan selanjutnya.

__ADS_1


Tatapan seluruh orang tertuju ke arah Ryuto yang tengah bertempur melawan Dei. Mereka semua takjub, meski ada rasa takut tertentu. Mereka tetap melihatnya dari jarak yang cukup jauh.


“Boom! Boom! Boom!” Ledakan demi ledakan semakin jelas terdengar di telinga mereka masing-masing. Para pasukan Code seketika berteriak ketika melihat pertarungan mereka berdua hampir dekat dengan mereka itu.


“Semuanya lari!” teriak salah satu pasukan Code. Hal ini membuat rekan lainnya, segera sadar dan mereka semua melebarkan mata. Satu persatu pasukan berbalik melarikan diri segera. Mereka tidak ingin mati karena benturan dua orang kuat tersebut.


Pemimpin pasukan Code sendiri segera menghilang dari tempat. Dia muncul di bangunan yang cukup jauh. Dirinya menjadi geram karena melihat pertarungan kedua orang itu. Dia ingin ikut membantu, akan tetapi mengingat sifat dari Dei. Keinginan untuk ikut seketika sirna.


Di sisi lain, para pengamat yang melihat pertarungan tersebut segera menghindar dan pergi ke area yang cukup jauh. Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa pertarungan akan semakin memanas karena kehadiran orang misterius tersebut.


Kuzan yang melihat pertarungan itu, segera mundur beberapa meter. Namun, kemudian dia berbalik sebentar dan menghela nafas sebentar. “Pertarungan ini sudah dipastikan bahwa Ryuto yang menang. Waktunya berkeliling kembali, sudah tidak ada gunanya berada di sini.”


Kuzan segera bergerak menuju ke arah Timur, dia ingin pergi ke Negara Timur yang konon katanya merupakan orang-orang misterius tengah berkumpul di sana.


Tepat selepas kepergian Kuzan, di bangunan tertentu terlihat Ryuto dan Dei tengah saling bertempur hebat. Mereka saling melepaskan kepalan tangan tanpa henti. Namun, pertarungan mereka kemungkinan besar memasuki bagian akhir.


“Booom!” Ryuto dan Dei mundur beberapa meter. Mereka terpisah oleh jalan yang berada di tengah-tengah dua bangunan besar.


Ryuto menatap ke arah Dei yang tengah terengah-engah, seolah sudah mencapai batas awalnya. “Apakah sudah kelelahan? Kukira selama ini kita masih pemanasan!”


Ungkapan Ryuto membuat Dei tertegun. Namun, dia seketika menyeringai. Hanya satu kata yang tepat menggambarkan lawannya kali ini.


“Dasar Monster!”

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2