System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 23 - Simpul Yang Terlepas


__ADS_3

Silakan Dibaca.


“Untuk sekarang, lebih baik menyelesaikan Evolusi terlebih dahulu.” Ryuto segera mengambil langkah, ia ingin menguatkan kekuatan sebelum memasuki dunia nyata.


Namun, di saat ia ingin melakukan pelatihan. Pintu ruang pelatihan di buka secara kasar oleh seseorang. Hal ini jelas membuat Ryuto mengalihkan perhatiannya ke arah pintu.


Namun, tepat saat ia menatap pintu. Ryuto terkejut karena seseorang dengan cepat menyambar dirinya. Ryuto segera menstabilkan tubuhnya dan melihat siapa yang tengah memeluknya tiba-tiba itu.


“Bodoh, akhirnya kamu kembali!” suara serak terdengar begitu jelas. Ryuto tertegun dan ia tersenyum, jelas mengetahui siapa yang tengah memeluknya itu.


Ryuto membalas pelukannya tersebut. Ia memeluk sedikit lebih erat, karena entah mengapa perasaan memeluk perempuan itu menyenangkan.


“Maaf, Ibu. Membuatmu khawatir!” kata Ryuto dengan jelas. Ia sebenarnya merasa bersalah karena membuat khawatir ibunya tersebut. Meski dirinya baik-baik saja, akan tetapi ia juga mendengar bahwa ibunya tidak makan sama sekali membuat ia sedikit terluka.


Kyoka sama sekali tidak menjawab, ia lebih membenamkan dirinya dalam tubuh putranya itu. Kyoka hanya memiliki satu putra dan ia belum memiliki lainnya, sehingga apa yang terjadi terhadap putranya pasti akan membuatnya khawatir.


Tak lama untuk mereka menyelesaikan pelukan rindu tersebut. Ryuto memandang ke arah ibunya, lalu ia tersenyum dan menghapus air mata ibunya yang keluar itu.


“Jadi, mengapa kamu pergi ke rumah sakit sebe-“


“Ryuto!” Yuro berteriak dengan keras sambil memegang pintu. Ia melihat putranya berpelukan dengan istrinya. Yuro segera melesat dan memeluk putranya tersebut.


“Kau tidak apa-apa kan?” tanya Yuro, ia kemudian memandang dari bawah sampai atas putranya.


“Aku tidak apa-apa, Ayah!” Ryuto tersenyum, ia benar-benar senang dengan kehangatan yang di bawa oleh keluarganya tersebut.


Kyoka yang melihat ayah dan anak, hanya bisa tersenyum. Kemudian, ia mengingat bahwa Ryuto ingin bertanya perihal dirinya yang berada di rumah sakit sebelumnya.


“Ryuto, sebelumnya kamu bertanya mengapa Ibu berada di rumah sakit, bukan?” tanya Kyoka dengan senyum penuh rasa senang.


Ryuto yang mendengar pertanyaan ibunya, seketika menatap ke arahnya. Kemudian, ia mengangguk tanda bahwa apa yang dikatakan ibunya tersebut ialah benar.


Kyoka menghirup nafas dalam-dalam, hal ini membuat Ryuto mengerutkan keningnya. Entah mengapa, ia merasa firasat yang belum terjadi. Bukan firasat buruk maupun firasat baik, Ryuto hanya merasakan firasat yang aneh.


Kyoka mengeluarkan sebuah alat kecil. Kemudian, menyerahkannya kepada Ryuto.


Melihat alat tersebut, Ryuto segera menerimanya. Ia merasa alat itu hampir mirip dengan termometer. Namun, saat melihat dua garis merah. Seketika Ryuto melebarkan matanya.


Ia segera memandang ke arah ibunya, akan tetapi apa yang didapatkan ialah senyuman penuh arti. Ryuto tidak bisa untuk tidak tersenyum ketika menerima alat tersebut.

__ADS_1


“Ibu, kamu hamil?” tanya Ryuto, ia lebih baik untuk memastikan apakah itu benar atau tidak.


Kyoka tidak menjawab, ia mengangguk dengan ringan. Ryuto segera senang, ia yang sebelumnya belum pernah merasakan memiliki adik, seketika menjadi lebih senang.


“Apakah laki atau perempuan?” tanya Ryuto, ia segera bertanya tentang jenis kelamin adik kandungnya nanti.


“Belum tahu,” kata Kyoka, sementara Ryuto mengangguk. Namun, berikutnya Ryuto mengingat bahwa ia masih memiliki musuh di mana-mana.


“Bu...” Ryuto ingin meminta izin untuk memulai kehidupan barunya sendiri. Namun, ketika melihat ekspresi ibunya. Ryuto segera mengerutkan keningnya.


“Kamu harus berhati-hati, ketika mengenal dunia luar nanti, Nak. Ayah dan Ibu akan tetap di sini, jangan terlalu mengkhawatirkan kami berdua.” Kyoka berkata sambil memegang kedua bahu Ryuto.


Ryuto tersenyum mendengar perkataan dan perhatian ibunya tersebut. Ia tersentuh, kemudian mengangguk patuh.


“Pasti, juga jaga diri kalian berdua.” Ryuto memeluk kedua orang tuanya tersebut. Kemudian, Kyoka dan Yuro berjalan keluar dari kamar putranya tersebut.


Mereka sudah sepenuhnya melepaskan Ryuto. Mereka membiarkan putranya tersebut untuk terbang bebas untuk mengetahui dunia yang dirinya tempati itu.


Ryuto memandang ke arah ibu dan ayahnya pergi. Ia tersenyum dan rintangan terakhir untuknya keluar sudah hilang. Kali ini, Ryuto dapat fokus dalam petualangan di dunia barunya.


Kemudian, Ryuto segera melakukan push-up untuk menyelesaikan evolusi mata mistisnya. Jika ia dapat menaikkan mata mistis tersebut, kekuatan miliknya akan meningkat jauh.


“Sistem, evolusikan mata mistisku!”


[Perintah di terima.]


[Evolusi Eagle Horn dimulai!]


Ryuto seketika merasakan mata kirinya memanas. Kemudian, perasaan berbagai semut tengah menggerogoti mata kirinya tersebut.


Ryuto menggertakkan giginya menahan rasa sakit yang begitu kuat. Selanjutnya, mata kirinya mengeluarkan darah.


Megu dan Rias yang sudah berada di ruang tuan mudanya, segera menuju ke ruang pelatihan. Mereka membawa makanan yang disukai oleh tuan mudanya tersebut.


Tak butuh waktu lama untuk kedua pelayan pribadi memasuki ruang pelatihan. Namun, mereka terkejut ketika melihat tuan mudanya berdiri di tengah-tengah lantai yang penuh akan darah.


“Tuan Muda!” Megu dan Rias segera melesat ke arah tuan mudanya tersebut. Mereka segera terkejut ketika melihat mata kiri tuan mudanya tertutup dan darah terus-menerus keluar.


“Oh Megu, Rias. Jangan panik, juga sedikit menjauhlah atau kalian akan terluka.” Ryuto berkata dengan nada tegas. Hal ini membuat Megu dan Rias mengangguk tanpa sadar.

__ADS_1


Keduanya mundur beberapa langkah. Kemudian, Ryuto meningkatkan aura miliknya. Kilatan petir mulai terlihat dan angin terus menderu ke seluruh ruang pelatihan.


Megu dan Rias terpana melihat kejadian tersebut. Detik berikutnya, Ryuto membuka kedua matanya. Mata mistis miliknya mulai terlihat.


Iris mata hijau masih sama, akan tetapi pancaran auranya berbeda. Dalam sekejap, tubuh Ryuto mulai membengkak. Kemudian, sisik keras mulai tumbuh di sekujur tubuhnya.


Kepala miliknya mulai membentuk layaknya domba. Kemudian, kaki miliknya mirip seperti elang. Dua tangan domba, sayap membentang seukuran dua meter.


Megu dan Rias terkejut dengan perubahan tuan mudanya tersebut. Seingat mereka, bahwa tuan mudanya memiliki mata mistis domba bertanduk. Namun, sekarang berubah menjadi Elang Bertanduk.


Ryuto sendiri selesai melakukan transformasi, ia mengepalkan tangannya dan aura miliknya dalam sekejap berubah menjadi kekuatan angin. Ia tidak memiliki kekuatan petir, akan tetapi dirinya kebal akan angin dan petir.


“Apakah ini kekuatanku?” tanya Ryuto pada dirinya sendiri. Ia kemudian, memandang ke arah orang-orangan yang menjadi bahan latihan.


Ryuto memosisikan tubuhnya lurus ke arah orang-orangan tersebut. Tangan kirinya membidik dan tangan kanannya mengepal erat. Iris matanya berkilat, seolah-olah jarak orang-orangan dengannya hanya beberapa sentimeter saja.


“Hah!” Ryuto mengayunkan kepalan tangannya, kemudian gelombang angin melesat kencang menuju ke orang-orangan tersebut dan tepat saat gelombang mengenai sasaran, ledakan keras terdengar di seluruh tempat pelatihan tersebut.


Boom!


Megu dan Rias melebarkan matanya, kekuatan yang dikeluarkan oleh tuan mudanya setara dengan master level empat puluh. Mereka benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilakukan tuan mudanya tersebut.


“Kuat!”


To be Continued.


Promosi.



Napen : LichaLika


Judul : Ranjang Panas Siluman Ular


Blurb :


Seorang CEO muda, Frans Alvino dikutuk menjadi seekor ular karena Ia menyentuh sebuah benda keramat, yaitu sebuah patung ular, Ia tidak bisa kembali ke wujud semula sebagai manusia biasa, untuk membuat dirinya kembali sebagai manusia biasa, maka dia harus memiliki seorang anak dari wanita normal.


Tak ada satupun wanita yang mau menjadi ibu dari anak Frans yang ternyata adalah seekor ular jantan. Mereka takut bayi mereka akan terlahir menjadi seekor ular juga.

__ADS_1


Nasib membawa Frans pada seorang gadis bernama Lisa, gadis yang memiliki phobia terhadap ular, justru mengandung benih darinya yang saat itu sedang dikutuk menjadi ular, lantas apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Lisa akan tetap melahirkan anak ular? Dan apakah Frans bisa kembali ke wujud nya semula sebagai manusia?


__ADS_2