
Silakan Dibaca.
Rumah sakit Guika...
Ryuto dan para istri serta anak-anaknya kini mulai berkemas untuk kembali pulang. Bagaimanapun juga, Ash dan Nora sudah sepenuhnya sembuh, menandakan bahwa sudah tidak ada hal lain di sana.
Hanya butuh beberapa menit untuk mereka selesai berkemas. Melihat bahwa ruang sudah kembali seperti semula, mereka berbalik dan pergi turun dari lantai tersebut.
Tiba di lantai pertama, mereka melangkah keluar dari rumah sakit. Hal pertama yang menyambut mereka ialah sinar matahari yang begitu cerah, di sertai dengan kebisingan kota di waktu pagi hari.
Tepat mereka tertegun sesaat, sebuah mobil melaju menuju ke tempat mereka berdiri. Mobil tersebut hitam dan panjang, melihat dari desainnya sendiri. Jelas itu adalah mobil mahal.
Para istri dan anak Ryuto tertegun melihat hal itu, mereka sedikit menyingkir, karena malas berurusan dengan masalah. Namun, yang tidak mereka sangka ialah bahwa mobil tersebut berhenti tepat di depan mereka semua.
Lilia sedikit memiringkan kepalanya, dia kemudian melihat ke arah suaminya dan tahu bahwa mobil tersebut berhubungan dengan laki-laki tersebut.
Apa yang menjadi pemikiran Lilia, ialah kebenaran. Malam hari selepas semua tidur, Ryuto memanggil seorang rental sopir kelas atas. Sopir ini berdedikasi khusus hanya untuk orang-orang mampu saja, sehingga tidak heran jika para istri dan anak tidak mengetahui hal itu.
"Ya, aku menyewa seseorang untuk menjemput kita. Kamu seharusnya tahu kan, rumah kita yang baru sedikit jauh dari rumah sakit itu sendiri."
"Un." Lilia mengangguk dan senyum di wajahnya terukir begitu jelas. Inilah suaminya, selalu siap sedia tanpa perlu diperhatikan.
Amy dan yang lainnya jelas mendengar percakapan singkat tersebut. Mereka mengangguk paham, akan tetapi hal ini benar-benar baru, terutama para perempuan yang baru saja bergabung dalam lingkup istri Ryuto.
Kemudian, selepas mengetahui bahwa mobil tersebut ditujukan untuk mereka. Mereka segera masuk ke dalam mobil.
Sopir sendiri sedikit terkejut melihat bahwa satu pria membawa berbagai macam wanita dan anak-anak. Dia tidak menyangka akan ada penumpang seperti itu.
'Benar-benar langka, pantas laki-laki itu meminta rental kelas atas untuk menjemputnya. Satu suami menghadapi berbagai istri. Kehidupan orang kaya benar-benar sulit ditebak.'
Ryuto tidak mengetahui pemikiran Sopir, dia hanya memandang sekilas dan mengangguk. Sopir menyadari hal itu, lalu mobil menyala dan berangkat menuju ke tempat tujuan.
Butuh beberapa menit untuk mobil tiba di tempat tujuan. Sopir yang mengendarai masuk menuju ke kediaman rumah, sedikit terkejut akan pemandangan rumah tersebut.
__ADS_1
'Benar-benar besar, layak untuk menyandang sebagai orang kaya.' Sopir sendiri tersenyum penuh makna. Tepat saat mobil berhenti, para penumpang mulai keluar dari mobil.
"Selebihnya untukmu, Pak!" Ryuto memberikan uang 20.000. Rental sendiri hanya memberikan harga 10.000 itu pun sudah termasuk ongkos bagi sopir sendiri.
Sopir yang menerima uang tersebut, jelas terpana. Dia tidak menyangka akan mendapatkan upah dua kali lipat dari biasanya. Hal ini belum pernah terjadi, selama dirinya menjadi sopir.
"Terima kasih, Tuan!" Ungkapan tersebut benar-benar sangat tulus dari dalam hati. Sementara Ryuto, hanya melambaikan tangan, seolah-olah tidak masalah.
Sopir yang sudah menerima pembayaran, segera mengendarai mobil keluar dari kediaman yang baru saja dibeli oleh Ryuto.
Di sisi lain, Ryuto menghampiri istri dan anak-anaknya yang menatap rumah megah tersebut. Pikiran mereka masing-masing berbeda-beda, akan tetapi sorot mata istrinya jelas yaitu tempat untuk pelatihan.
"Ini akan menjadi tempat tinggal kita, kini dan seterusnya, kecuali suatu hari nanti di saat kita pindah dari dunia ini!"
Makna dalam kata-kata Ryuto jelas. Mereka akan bertempat tinggal di sini, hanya sampai kekuatan mencapai tingkat dunia ketiga.
Lilia dan saudari yang lainnya mengangguk, mereka jelas memahami masalah yang akan mereka hadapi. Kali ini, bukan fokus untuk memperbanyak keturunan, melainkan fokus ke arah kekuatan.
"Nah, segera pilih kamar kalian. Juga, semua furnitur di tempat ini sudah berbeda dari sebelumnya. Entah apa yang diubah, aku kurang tahu. Namun, ini kenyataan bahwa tempat ini telah diubah."
"Aku akan pergi, nikmati waktu kalian untuk berkemas. Kemudian, mulailah melakukan kegiatan kalian masing-masing."
"Kamu mau ke mana, sayang?" Yui bertanya dengan penuh rasa penasaran.
"Aku akan menyelesaikan urusanku di Apartemen yang kudapatkan. Prinsipnya sama seperti aku menyelamatkan Sae dan Shina."
"Kalau begitu, hati-hati." Yuna tersenyum, begitu juga para perempuan lainnya. Sementara Ryuto, mengetahui hal itu sedikit menaikkan alisnya. Kemudian, menghela nafas sebentar dan mendekat.
Ryuto memeluk langsung seluruh istrinya dan berkata, "Malam, aku akan pulang. Kita akan memiliki waktu banyak ketika masalah ini selesai."
Mencium satu persatu kening mereka. Ryuto perlahan mulai melepaskan pelukan dan berbalik sambil melambaikan tangan. "Ingat apa yang kukatakan, sampai jumpa malam hari!"
Para istrinya tertegun, kemudian mereka terkekeh ringan karena melihat tingkah suaminya tersebut. Selanjutnya, masing-masing dari mereka membawa anak-anak untuk masuk ke dalam rumah. Mereka berjalan bersama sambil berbincang terkait hal-hal yang akan mereka lakukan selepas bersih-bersih.
__ADS_1
Di sisi lain, Ryuto yang telah keluar dari kediaman, mulai berjalan menuju ke Apartemen Ringo. Perjalanan itu sendiri relatif singkat, bagaimanapun juga, jarak antara kediaman dengan apartemen sedikit dekat.
Beberapa menit telah berlalu...
Ryuto yang melakukan perjalanan akhirnya tiba, aura suram apartemen terlihat telah berubah. Kali ini, banyak energi positif yang beterbangan di sekitar apartemen.
Tugas selanjutnya Ryuto kali ini, menyelidiki lantai kedua. Melihat sekilas ke atas, hanya dua pintu yang memiliki aura suram. Satu pintu ujung sendiri dan yang lainnya dekat dengan tangga.
"Dua masalah ini, sepertinya tidak mudah untuk sekarang." Ryuto menghela nafas sebentar, dia kemudian berjalan menuju ke arah lantai dua.
Tiba di lantai dua, dia sekarang sudah berdiri di depan pintu yang memiliki aura suram. Ryuto dengan ringan membuka pintu, pandangannya kini berubah seolah-olah telah memasuki ingatan masa lalu tempat tersebut.
***
Di sebuah padang pasir yang luas, terdapat satu bangunan yang berdiri. Bangunan ini tidaklah besar melainkan setinggi rumah biasa, akan tetapi seluruh materialnya ialah besi dan baja.
Tepat di depan bangunan tersebut, ada dua orang yang memakai pakaian hitam. Satu rambut panjang perak, sementara lainnya ialah sosok kekar dengan tubuh setinggi tiga meter.
Sosok kekar tersebut memakai jubah hitam dengan lambang mawar merah darah di leher. Bekas luka sayatan besar terlihat begitu jelas, mulai dari kening kanan sampai ke pipi kiri.
Meski begitu, jika dilihat dari jelas. Sosok tersebut sangatlah menurut kepada pria berambut perak tersebut. Entah apa hubungan keduanya, mungkin bukan sekedar rekan biasa.
"Gray, apakah semuanya sudah berkumpul?"
"Bos Dark belum muncul, Silver. Namun, orang itu berkata bahwa untuk segera memulai tanpa dirinya."
"Dark kah, kalau begitu pinta Blue untuk mempersiapkan segera. Aku akan menunggu di ruang pertama."
Silver melangkah menuju ke ruang pertama di dalam bangunan unik tersebut. Sementara Gray, sosok pria besar itu mulai berjalan menuju ke arah tempat seseorang yang bernama Blue berada.
Di sisi lain, Silver yang telah tiba di dalam ruangan. Mulai melepas seluruh pakaiannya. Tubuh kekar dan terpahat begitu jelas. Dua belas kota terbentuk di perutnya. Jelas dia terlihat seperti orang yang sangat kuat.
"Sistem pertempuran akan terpasang, dengan begini aku akan menembus batasku!"
__ADS_1
To be Continued.