
Silakan Dibaca.
Mendengar pernyataan Ryuto, the number seketika muram. Jelas mereka diremehkan, akan tetapi lawan bertindak dia yang diremehkan. Hal ini tidak bisa dimaafkan, kemudian satu persatu dari the number mulai mempersiapkan kemampuan mereka masing-masing.
Ryuto menyeringai, kemudian dia melesat dengan cepat menuju ke arah number tersebut. Dia sama sekali tidak menurunkan kekuatan petirnya. Namun, dia menambahkan kekuatan angin di tubuhnya sehingga membentuk elemen kacau lainnya.
One yang melihat Ryuto datang, segera bereaksi. Dia adalah tipe listrik. Secara naluriah memahami bahwa kekuatan listrik dari Ryuto benar-benar kuat dan berada di atasnya.
Two merasakan apa yang dirasakan oleh One. Dia mengayunkan tangannya ke depan, kemudian sejumlah api besar melesat ke arah Ryuto berada.
Three yang merupakan tipe elemen angin, seketika mengerahkan udara di sekitar memperkuat elemen api Two. Angin dan api bergabung menjadi satu, membentuk kekuatan yang begitu kuat.
Ryuto merasakan kekuatan tersebut. Dia tersenyum ringan dan meluruskan jari-jarinya. Kemudian, sinar cahaya biru mulai memanjang membentuk pedang di tangan.
Tepat api yang kacau tiba di depannya. Ryuto mengayunkan tangan kanan secara vertikal. Tebasan pedang mulai terlihat jelas di api. Detik berikutnya api kacau terbelah menjadi dua dan menghilang di udara.
One jelas mengetahui hal itu, dia melirik sebentar ke arah Four dan Four menyadari hal itu. Keduanya mengangguk bersama, lalu menghilang dari tempat mereka berdiri.
Ryuto seketika merasakan kehadiran dua orang di dekatnya. Dia segera menyilangkan kedua tangannya. One dan Four muncul sambil mengayunkan kepalan tangan mereka masing-masing.
Boom!
Ryuto sedikit terdorong ke belakang, akan tetapi One dan Four tidak menyerah. Keduanya saling menyerang kaki dan kepala Ryuto secara bersamaan. Hal ini tentu diketahui Ryuto.
Di saat serangan ganda melesat, Ryuto melompat sedikit dan menunduk berputar di tengah. One dan Four tertegun, akan tetapi sesosok kaki dalam sekejap menyapu tubuh mereka masing-masing.
Boom!
One dan Four terbang terbalik, mereka menyusutkan matanya dan membentur beberapa pohon sebelum berhenti jatuh ke tanah.
Six melihat hal itu tidak tinggal diam, dia menyentuh tanah. Detik berikutnya, lusinan kayu melesat ke arah Ryuto dengan cepat. Hal ini membuat Ryuto sedikit tertegun, karena kayu adalah elemen yang jarang muncul.
"Menarik, gunakan serangan kuat kalian semuanya!" Ryuto mengepalkan erat tangannya. Otot-otot mulai berkontraksi dan membengkak sedikit lebih besar dari sebelumnya.
__ADS_1
"Musuh yang sangat merepotkan!" Two benar-benar tidak menyangka, kecepatan lawan sangat tinggi. Dua orang tercepat di kelompok benar-benar dirobohkan dengan cepat. 'Orang ini tidak bisa dilawan dengan serangan biasa!'
"Six dan Five gunakan itu!"
Kedua number mengangguk, mereka memperkuat elemen kayu dengan tanah. Kemudian, Seven menggunakan air untuk meningkatkan kekuatan kayu yang dimiliki oleh Six.
Ryuto tersenyum ketika melihat serangan kayu yang begitu kuat menerpa ke arahnya. Meningkatkan volume listrik di tubuhnya, Ryuto mulai melesat menerjang ke arah kayu itu.
Eight dan Nine saling memandang. Ekspresi keduanya serius, lalu lengan mereka masing-masing mengeluarkan kemampuan mereka.
"Kami maju!" Nine berkata dengan jelas, sementara Number lain mengangguk setuju.
Detik selanjutnya, Nine dan Eight menghilang dari tempat. Mereka berdua melesat dengan cepat menuju ke arah Ryuto. Tangan mereka terangkat memperlihatkan kekuatan es dan lahar.
Ryuto yang melihat itu seketika menyeringai, dia dalam sekejap muncul di depan keduanya. Kaki kanan berayun menyapu tepat kepala kedua orang tersebut.
Namun, Nine dan Eight bukanlah orang biasa. Sesuai dengan urutan kekuatan. Mereka berdua adalah orang terkuat di Number. Kekuatan mereka berada di Fisik 1200, menandakan bahwa keduanya adalah terkuat.
Bang!
Eight tidak peduli dengan apa yang dilihat Nine, dia mengayunkan kepalan tangan ke arah Ryuto. Pukulan itu sendiri terlilit dengan kekuatan es yang membuat tangan menjadi semakin keras.
Bum!
Ryuto menahan kepalan tangan tersebut dengan tangan miliknya. Pupil mata Eight melebar, jelas terkejut melihat bahwa lawan dapat mengambil serangannya tanpa cedera sama sekali.
"Menarik, kalian benar-benar kuat ...!" Ryuto berkata dengan semangat, akan tetapi perkataan selanjutnya menjadi sedikit merendah dan kurang puas. "Namun, di mataku itu masihlah seperti bayi!"
Mendengar kalimat pertama Eight dan Nine sedikit tertegun dan ada rasa bangga jauh di dalam hatinya. Namun, mendengar kalimat terakhir Ryuto. Keduanya meledak dengan penuh amarah.
"Bajingan!"
Ryuto menyeringai dan menambah tenaga di kaki kanan yang dipegang oleh Nine. Hal ini membuat Nine terkejut, dia terpancing dan lengah secara bersamaan. Tanpa persiapan apa pun, Nine dan Eight tersapu ke samping dengan keras.
__ADS_1
Eight dan Nine terbang dan berputar di udara, selanjutnya mereka mendarat dengan mantap di tanah. Tangan kiri dan kaki mereka mati rasa ketika merasakan kekuatan dari Ryuto tersebut.
Ryuto menyeringai dan dia merasakan bahaya dari segala arah. Kemudian, pandangannya menyapu secara menyeluruh. Apa yang dia lihat adalah berbagai kayu tengah berputar mencoba membuat pohon dengan pusat dirinya.
Ryuto juga merasakan sesuatu di bawah, kemudian dia melihat bahwa berbagai lumpur yang mengeras tengah mengunci kakinya. Hal ini membuatnya mengerut, kemudian pandangannya menyapu ke arah para Number.
"Letusan Api!"
Semburan api kuat menyala di telapak tangan Two. Selanjutnya, api mengarah ke tempat kayu berada. Detik berikutnya, Three menciptakan pusaran angin yang besar.
"Tornado!"
Api, Angin dan Kayu menyatu jadi satu. Hutan kini menjadi badai dalam sekejap. Para penduduk yang berada di Desa Satana terkejut melihat begitu megahnya api yang terjadi di hutan.
Gandalf yang tiba di dekat tempat pertempuran, tidak bisa untuk tidak menutupi kepalanya. Jelas suhu dari api tersebut sangatlah panas, bahkan jaraknya yang berada beberapa ratus meter masihlah terasa.
"Sial, kuharap anak itu baik-baik saja!" Gandalf berkata kepada dirinya sendiri. Dia sangat khawatir dan tahu bahwa tidak akan ada orang yang bisa selamat dari api penguatan yang begitu kuat.
The number yang mengerahkan seluruh kekuatannya juga terduduk lemas satu persatu. Hanya tersisa Seven yang menggunakan kekuatan air. Dia mengerahkan jejuatan air ke rekan-rekan lainnya. Hal ini karena kemampuan Seven ialah penyembuhan ringan.
Kobaran api mulai perlahan-lahan surut. Asap tebal memenuhi lokasi pertempuran. The number mulai mundur beberapa meter untuk keluar dari asap tebal tersebut.
"Dengan begini, dia seharusnya mati!"
"Mana mungkin bisa bertahan di bawah kekuatan gabungan tersebut!"
"Ayo kembali, kita perlu menyembuhkan diri kita!"
Seluruh Number mengangguk, mereka berbalik dan beranjak pergi menuju ke Markas Bandit Azu berada.
Namun, ketika mereka sudah bergerak beberapa langkah pergi dari medan perang. Sebuah suara tawa nyaring terdengar sangat jelas di telinga mereka masing-masing.
"Hahahaha, serangan kalian kuat. Namun, itu tidak bisa membuatku tertarik!"
__ADS_1
To be Continued.