System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 46 - Ryuto Vs Cohza 1


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Ryuto dan Cohza tidak peduli dengan banyaknya orang, hanya saja mereka tidak ingin ada orang yang masuk ke area tempat mereka bertempur. Jika mereka masuk, hanya kematian yang datang.


Cindy yang berada di kejauhan juga merasakan itu dan ia segera pergi menuju ke tempat polisi berada. Ada satu petugas perempuan, lalu ia berkata, “Petugas Polisi, mulailah membuat pembatas jarak aman. Jika ada warga yang masuk ke jangkauan pertempuran mereka. Orang itu akan mati dalam sekejap.”


Petugas Polisi yang mendengar itu jelas terkejut, akan tetapi ia segera mengangguk mengerti dan mulai bergerak ke arah petugas lainnya. Seluruh petugas yang mendengar pernyataan dari rekannya, segera memandang ke arah Cindy.


Bahkan kepala petugas juga mengangguk, ia tahu bahwa Nona yang memberitahu sebelumnya. Bukanlah sesuatu yang dapat diatasi oleh para polisi sendiri. Ia juga memandang ke arah dua orang yang tengah saling bersiap untuk bertarung tersebut.


‘Guika kemungkinan besar akan berubah...’ Kepala Petugas sendiri sudah mengetahui masa depan dengan sekilas. Jelas Guika akan berubah karena kehadiran dua sosok tersebut.


Kepala petugas segera memandang ke arah para polisi lainnya. “Segera buat penghalang! Jangan sampai warga memasuki tempat pertempuran mereka berdua, jika mereka masih keras kepala. Biarkan saja, maka mereka akan tahu konsekuensinya sendiri!”


“Siap, Kepala!” seluruh Petugas Polisi segera menyebar ke seluruh arah. Mereka memasang tanda dan memberitahu untuk tidak memasuki area tersebut. Jika ada yang keras kepala ingin masuk, itu sudah bukan tanggung jawab polisi kembali.


Para penonton kooperatif, mereka lebih baik diam di belakang para polisi dan tanda yang sudah di pasang. Mereka juga ingin melihat, mengapa pertarungan antara kedua orang kuat itu, sampai harus membuat polisi memasang penghalang.


Di sisi Ryuto dan Cohza, mereka menyelesaikan pemanasan ringan. Keduanya saling memandang, kemudian tanpa ada peringatan. Mereka berdua menghilang dan muncul saling memukul satu sama lain.


Booom!


Gelombang kejut besar menerpa ke segala arah, para penonton merasakan angin tersebut dan terkejut. Mereka tidak menyangka angin yang lewat sebelumnya ialah hasil dari benturan dua kepalan tangan.


Ryuto dan Cohza terdorong beberapa meter, kemudian Ryuto menyerang dengan cepat. Ia mengayunkan kakinya secara vertikal. Gerakan Ryuto benar-benar mengerikan, Cohza segera menghindar ke samping.


Boom!


Tanah yang terkena serangan Ryuto hancur, berubah menjadi retakan yang luas. Cohza menyeringai, ia menghilang dan mengayunkan kepalan tangan tepat perut Ryuto.

__ADS_1


Ryuto terkena serangan dan terpental ke belakang. Namun, ekspresinya tetap tenang, kemudian ia berputar dan mendarat di tanah. Keduanya saling memandang sebentar, kemudian menghilang lagi.


Tepat saat mereka muncul, mereka saling memukul satu sama lain. Dengarkan suara pukulan layaknya suara gong yang terus-menerus dipukul. Para penonton tercengang melihat hal itu, akan tetapi darah mereka mendidih.


Tak butuh waktu lama, Ryuto dan Cohza mundur menjaga jarak. Namun, hanya selang dua detik. Ryuto menghilang dari tempat dan muncul sambil mengayunkan kepalan tangan kanannya.


Boom!


Cohza menyilangkan tangannya dan terpukul mundur ke belakang, Ryuto tidak berhenti begitu saja. Ia melesat dan mengayunkan kepalan tangannya kembali dan tepat mengenai pertahanan Cohza lagi.


Boom!


Cohza yang sudah mundur segera menekuk lututnya, kemudian melesat ke arah Ryuto. Ia tidak menggunakan kepalan tangan, melainkan kakinya berayun secara vertikal. Cohza menggunakan tendangan roda berputar.


Ryuto tidak ada waktu untuk menghindar, ia menyilangkan kedua tangannya ke atas dan dalam sekejap Cohza tiba di atasnya sambil mengayunkan kakinya seperti cambuk.


Booom!


Ryuto dan Cohza terus saling berbenturan, tanah sudah bukan tanah normal lagi. Melainkan rusak semuanya, bahkan pohon yang tenang pun, terseret dalam pertempuran.


Boom! Boom! Boom!


“Sial, apaan itu... Bagaimana manusia bisa sampai sekuat itu!”


Di salah satu rumah yang mewah duduk seorang pemuda di depan komputer. Ia melihat siaran langsung dari seorang jangkar yang terkenal. Ia terpana dengan pertempuran Ryuto dan Cohza tersebut.


“Apakah manusia dapat memiliki kekuatan seperti itu? Seingatku hanya seorang yang memiliki Mata Mistis saja yang dapat melakukan hal itu. Namun, dari mata kedua petarung itu. Sama sekali tidak berubah!”


Pemuda tersebut berpikir dengan keras, ia juga ingin menjadi kuat untuk melindungi keluarganya. Dirinya sendiri ingin memiliki Mata Mistis, akan tetapi Mata Mistis bukanlah barang yang bisa didapatkan dengan mudah.

__ADS_1


“Aku harus memberitahu Ayah terlebih dahulu!” Pemuda itu berkata dengan nada serius. Jelas ini satu harapan yang dapat ia miliki agar keluarganya suatu hari tidak akan terpuruk.


Di sisi lain, berbagai komentar dalam siaran langsung tersebut benar-benar heboh. Jangkar yang bernama Reina, terkejut melihat jumlah penonton yang mencapai empat jutaan. Namun, ia tahu bahwa seluruh orang bukan untuk melihat dirinya melainkan untuk melihat dua orang yang bertarung.


‘Andai saja aku bisa bersama salah satunya,' batin Reina, akan tetapi ia menggelengkan kepalanya dan menyemangati dirinya sendiri untuk tidak menyerah. ‘Reina, jangan menyerah... Mio dan Nora masih kecil!’


Kembali ke pertempuran, Ryuto dan Cohza masing-masing berjarak beberapa meter. Mereka saling memandang dan menyeringai. Hanya saja ada perbedaan di keduanya. Ryuto masih bernafas stabil, sementara Cohza mulai sedikit berantakan.


Namun, Cohza sama sekali belum kekurangan stamina. Ia bernafas berantakan karena tengah menggunakan pernafasan yang baru saja ia kembangkan. Wajar kalau masih ada kekacauan, meski sedikit.


“Sepertinya, kau tidak ada batas dalam Stamina, Ryuto!” Cohza berkata dengan nada ringan, semenjak awal ia melihat bahwa pertempuran besar maupun pengerahan kekuatan. Semuanya harus dapat membuat, Ryuto terengah-engah. Namun, semenjak awal sama sekali tidak terengah-engah.


“Seperti yang kamu tebak, juga kamu mempelajari ilmu pernafasan, bukan? Jangan katakan tidak, karena tidak mungkin untukmu kacau dalam bernafas.” Ryuto tidak menyembunyikannya, ia selalu terbuka untuk rivalnya sendiri.


Cohza menyeringai dan berkata, “Ya, kau benar-benar tepat! Aku mempelajari pernafasan karena banyak untung dari mempelajari ini.”


“Nah, bagaimana kalau kita tingkatkan kekuatan kita!” Ryuto berkata dengan nada ringan. Kemudian, ia energi miliknya meningkat dan melapisi kedua tangannya. Nafas Ryuto mengeluarkan uap yang sangat tipis.


Namun, bagi orang yang memiliki Mata Mistis, mereka bisa melihat bahwa kekuatan Ryuto semakin meningkat dan meningkat. Orang-orang tersebut menelan ludahnya masing-masing. Bagaimanapun juga kekuatan sebelumnya sudah cukup untuk meratakan seribu pasukan normal.


Cindy sendiri juga terkejut, ia tidak menyangka bahwa Ryuto dan Cohza belum mengeluarkan kekuatan penuhnya. Bahkan peningkatan yang mereka lakukan kali ini hanya sedikit, akan tetapi dampak apa yang akan terjadi nantinya.


Ryuto dan Cohza mengeluarkan niat membunuhnya, niat tersebut saling berbenturan dan menyebar ke seluruh arah yang membuat para warga menggigil dan berkeringat dingin tanpa sadar.


Bahkan kepala polisi, mati rasa ketika diterpa niat membunuh tersebut. Ia pernah merasakan hal itu sebelumnya, akan tetapi itu terjadi ketika berhadapan dengan pemerintah dan orang-orang yang sangat kuat lainnya.


Ryuto dan Cohza saling memandang, keduanya menyeringai layaknya iblis. Mereka berdua saling melesat satu sama lain dan mengayunkan kepalan tangan masing-masing yang sudah terbalut oleh aura.


Boooom!

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2