System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 106 - Pergi Ke Cabang Kedua


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Ryuto yang mendengar bahwa seluruh dewa telah meninggal dan diubah menjadi Makhluk digital, seketika membeku. Jelas bahwa kekuatan dari para Dewa tidak bisa diremehkan begitu saja.


“Kau tidak menceritakan kebohongankan!” Ryuto menyela terlebih dahulu, sebelum gorilla meneruskan ceritanya.


Gorilla yang mendengar hal itu menggelengkan kepalanya. Jelas ia tidak berbohong dan Ryuto juga melihat aura gorila tersebut sama sekali tidak ada jejak kebohongan.


“Namun, hal ini benar-benar tidak mungkin. Para Dewa itu seharusnya mereka kuat. Namun, bagaimana mereka bisa diubah menjadi Makhluk aneh!”


Ryuto jelas rumit, ia berada di perasaan tak terima dan lega. Ia tak terima karena Dewa sendiri masihlah dapat dikalahkan oleh makhluk asing. Sementara lega karena musuhnya tersebut diatasi.


“Aku mengatakan yang sebenarnya, Tuan Ryuto. Meski Dewa kuat, tetapi mereka juga memiliki rasa lelah! Sementara makhluk digital sama sekali tidak ada lelahnya.”


Mendengar hal itu seketika Ryuto menyadarinya. Memang benar, bahwa Dewa meski abadi. Mereka tetap akan lelah jika terlalu banyak mengeluarkan energi.


Dalam sekejap, Ryuto menyadari sesuatu hal lain. Apa yang menjadi pikirannya ialah sistem yang dirinya sekarang miliki.


‘Sistem, beritahu aku asal usulmu!’


[Diharapkan Tuan Rumah untuk meningkatkan kekuatan. Sistem masihlah level rendah, belum bisa mengungkapkan asal usul.]


Ryuto tertegun, lalu ia merasa kepalanya penuh akan pemikiran. Sebelumnya sistem merupakan berkah yang diberikan oleh Tuhan. Sosok yang berdiri di atas segalanya. Namun, sekarang mengapa menjadi kabut lagi.


[Diharapkan Tuan Rumah untuk tenang. Tuhan tetaplah ada dan Sistem memang berasal dari sana. Namun Tujuan dan Hal berkaitan tentang asal sistem, tidak bisa diketahui sebelum Tuan Rumah menjadi kuat.]


Ryuto mendengar itu segera sadar. Jelas bahwa ada sesuatu yang lain, bahkan para Dewa tidak bisa hadapi. Namun, sampai batas mana kekuatan puncak itu berada.


“Nah, Gorilla! Apakah kamu mengetahui para perempuan Dunia Atas berada?”


Gorilla mendengar pertanyaan itu seketika tertegun. Jelas ia tidak menyangka bahwa Ryuto mengajukan pertanyaan seperti itu.


Gorilla sendiri segera menjawab, “Para perempuan sendiri, juga diubah menjadi mata mistis.”


Mendengar penjelasan singkat gorilla, Ryuto seketika mengangguk. Kemudian, ia mengerutkan keningnya dan bertanya lagi.


“Lalu, apa tujuan dari mata mistis? Mengapa mereka menyebarkan mata mistis tersebut?”


Gorilla yang mendengar pertanyaan tersebut segera menggelengkan kepalanya. Jelas dirinya tidak mengetahui apa tujuan Makhluk-Makhluk Asing tersebut.


Ryuto tertegun melihat bahwa gorilla sendiri tidak mengetahui tujuan Makhluk Asing tersebut. Ia segera merenung dan menatap ke arah rantai kembali.


‘Sistem apakah kamu bisa melepaskan rantai tersebut?’


[Tuan Rumah, rantai dan ukiran mata dapat dihancurkan. Namun, level Anda masihlah rendah.]

__ADS_1


[Diperlukan kekuatan tingkat A, jika di Dunia Menengah.]


Mendengar hal itu, Ryuto terkejut. Jelas bahwa kekuatan tingkat A sangatlah besar. Bahkan susah untuk menembusnya.


[Tenang Tuan Rumah, sistem akan membantu Tuan untuk menjadi yang terkuat.]


‘Ya, terima kasih atas bantuannya Sistem.’


[Sama-sama, Tuan Rumah.]


Selepas berbicara dengan sistem, Ryuto mengalihkan pandangan ke arah gorilla yang dirantai tersebut. Kemudian dia bertanya dengan ringan.


“Apakah kamu bisa bebas dari tempat ini?”


Gorilla menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Aku tidak bisa lepas dari tempat ini.”


Ryuto mengangguk, lalu ia berkata, “Aku akan keluar dan membuat orang menjadi pemilikmu ini menjadi anak buahku.”


Gorilla dengan senang mengangguk, ia tidak menyangka akan menjadi pasukan dari Ryuto Kurokami. Jelas hal ini adalah impian dirinya semenjak kecil.


Ryuto segera melambaikan tangannya dan menghilang dari alam batin tersebut.


Di sisi lain, Ryuto yang duduk seketika membuka matanya. Ia kemudian memandang sekelilingnya dan mengetahui bahwa dirinya telah kembali ke tubuh aslinya.


Ryuto dengan ringan bangun dari tempat. Namun, dalam sekejap pandangannya berubah menjadi dataran rendah yang dipenuhi dengan rerumputan pendek.


“Siapa yang melakukan ini sebenarnya? Keluarlah!”


Kemudian, Ryuto merasakan sesuatu di atas dirinya. Pandangan lelaki tersebut menatap ke arah langit dan menemukan sosok burung yang tengah terbang dengan bebas.


Ryuto yang melihat hal itu, seketika mengerutkan keningnya karena dilihat dari mana pun. Burung tersebut hampir mirip dengan domba.


“Tuan! Akhirnya aku bisa bertemu dengan dirimu!”


Sosok elang setengah domba turun ke bawah. Ia memandang ke arah Ryuto dengan penuh rasa semangat. Seolah-olah penantian lama akhirnya terwujud.


“Kamu ….” Ryuto terkejut melihat sosok tersebut. Jelas ia mengetahui makhluk itu.


“Aku adalah Makhluk yang menjadi mata mistis Anda Tuan.”


Ryuto yang melihat itu terkejut, tetapi ia segera menemukan sesuatu yang mengejutkan. Hal ini adalah rantai dan mata sama sekali tidak ada.


“Mengapa kamu tidak terikat sama seperti gorilla sebelumnya?”


Elang bertanduk memahami apa yang dikatakan oleh tuannya. “Sebenarnya, aku tidak mengetahuinya. Selama aku menjadi Mata Mistis tidak pernah ada rantai maupun mata.”

__ADS_1


Ryuto terkejut, lalu ia segera menyadari perbuatan siapa itu.


‘Sistem, apakah ini yang kamu lakukan?’


[Itu benar, Tuan Rumah. Sebagai penerima Mata Mistis. Tuan Rumah, tidak akan memiliki kekuatan yang diikat oleh orang lain.]


Ryuto seketika memahami dan mengangguk. Entah mengapa melihat makhluk yang menjadi mata mistisnya sendiri, ia tidak bisa untuk tidak tersenyum.


“Apakah kamu memiliki nama?” Ryuto mengingat hal itu, entah mengapa dirinya ingin memberikan nama makhluk tersebut.


“Tidak ada, Tuan.”


Mendengar jawaban dari Elang bertanduk tersebut. Mata Ryuto seketika bersinar terang. Dia segera memikirkan nama yang cocok dan mulai menyebutkannya.


“Faltra, ini adalah namamu.”


Elang bertanduk mendengar namanya, entah mengapa senang dan bersemangat. Ia segera meluruskan lehernya dan berkicau dengan keras.


Ryuto mendengar kicauan tersebut, ia tersenyum. “Aku akan pergi. Seharusnya kamu dapat berbicara melalui pikiran, bukan?”


Faltra berhenti berkicau dan mengangguk ketika mendengar pertanyaan tuannya tersebut. Dia sudah menyadari hal itu semenjak Ryuto masuk ke dalam alam batin.


“Itu benar, Tuan!”


Ryuto tersenyum dan melambaikan tangannya. Kemudian, ia menghilang dari alam batin dan kembali lagi ke tempatnya berada.


Di hutan, Ryuto yang memejamkan matanya seketika bangun. Ia membuka mata dan melihat ke segala arah. “Sepertinya aku sudah kembali.”


Ryuto segera memandang ke arah Kota Mare. Dia menyusutkan matanya ketika melihat dua pemimpin yang telah menyelesaikan pertempuran mereka masing-maisng.


“Sepertinya semua sudah siap.” Ryuto bergumam sebentar, kemudian sebelas sosok dalam sekejap muncul di depannya. Kesebalas orang itu menunduk hormat ke arah dirinya.


“Salam, Tuan!”


“Ya, bangunlah. Salah satu dari kalian, bawa pria ini ke markas. Ia akan menjadi rekan kita nantinya!” Ryuto memberikan perintah sambil menunjuk ke arah Han yang terbaring di tanah.


Salah satu pasukan tersebut segera mengangguk, ia berjalan menuju ke arah Han dan membawanya di punggung.


Zero yang melihat hal itu, tertegun sesaat. Kemudian, ia tidak peduli kembali dan memandang ke arah tuannya. “Tuan, apakah kita akan melancarkan serangan ke arah cabang kedua?”


Ryuto yang mendengar ucapan dari kapten pasukan tersebut mengangguk. “Ya, kita akan menyerang cabang kedua. Jika, kalian semua lelah. Lebih baik, beristirahat dan bersihkan mayat-mayat yang kubunuh nantinya!”


Zero mendengar hal itu terkejut. Dia segera mengangguk karena memang apa yang dikatakan tuannya benar. Keseluruhan dari pasukan yang bertindak hari ini, semuanya lelah akibat pertempuran.


“Baik, Tuan! Perintah akan dilaksanakan!”

__ADS_1


To be Continued.



__ADS_2