System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 151 - Kekuatan Mistis Berta


__ADS_3

Dua serangan berbenturan dengan kuat, gelombang udara yang dihasilkan membuat Berta dan pemimpin kelompok mundur beberapa langkah.


Mereka berdua saling memandang, kemudian melesat ke depan dengan cepat. Hanya butuh tiga detik, mereka saling berhadapan satu sama lain.


Keduanya saling mengayunkan senjata mereka masing-masing. Hal ini membuat suara benturan senjata semakin mengeras setiap tiga puluh detik.


Para anggota kelompok lainnya terkejut melihat pergerakan dua orang itu. Mereka benar-benar tidak dapat mengikuti kecepatan mereka berdua.


"Apakah ini kecepatan dari pemimpin Back?" Salah satu anggota kelompok berkata dengan nada penuh tidak percaya.


Mereka tidak menyangka kemampuan pemimpin tersebut sangat kuat.


Pertempuran keduanya berlangsung dua menit. Namun, dapat dilihat dengan jelas siapa yang menang dan siapa yang kalah.


Keduanya saling mundur, kemudian tatapan mereka bertemu dan masih tidak bergerak.


Berta berdiri tenang, nafasnya masih teratur dan senyuman ringan terpatri di wajahnya. Jelas dirinya sama sekali tidak kelelahan dan tidak memunculkan keringat.


Back sendiri nafasnya sudah terengah-engah. Ia benar-benar sudah kehabisan tenaga dan keringat terus mengalir deras.


Perbandingan tersebut benar-benar membuat seluruh orang yang melihat terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa pemimpin yang dikagumi tersebut kalah melawan sosok yang mereka incar itu.


"Apakah ini batasmu? Sungguh benar-benar lemah." Berta mengatakan dengan nada ringan, kemudian ia mengarahkan telapak tangannya ke depan.


"Matilah, percuma kamu memiliki mata mistis tersebut. Pengguna sepertimu hanya membuang-buang sumber daya!"


Berbagai kuku terpotong secara halus, kemudian bertebaran di udara. Jelas ini bukan hal normal, selanjutnya kuku tersebut mulai memanjang membentuk jarum.


Pemandangan yang begitu magis, disaksikan oleh para kelompok tersebut. Mereka tidak bisa bergerak karena terpaku dan membeku di tempat.


Berta seketika mengingat sesuatu dan memandang ke arah Back yang sudah berlutut di lantai dengan satu kaki.


"Aku ingin bertanya, kelompok pembunuh bayaran mana kalian?" Berta memandang dengan dingin ke arah Back tersebut. Namun, orang yang dipandang sama sekali tidak menjawab.


"Ya, kalau memang itu pilihanmu, maka ...." Berta mengayunkan tangannya, kemudian lusinan jarum kuku melesat. "Mati!"

__ADS_1


Jarum kuku bergerak cepat dan menembus seluruh tubuh dari Back. Pembunuhan tersebut disaksikan oleh seluruh kelompok pembunuh bayaran itu.


Mereka semua gemetar dan membeku di tempat. Ingin pergi ke lantai tiga, akan tetapi lantai tersebut tepat di belakang Berta.


Hanya satu pilihan agar mereka dapat lolos dari Berta yaitu pergi dari lantai dua menuju ke lantai pertama.


Namun, sebelum mereka sempat berbalik. Suara Berta terdengar sangat jelas, sehingga membuat mereka tidak berani untuk mengambil tindakan melarikan diri.


"Hei, beritahu aku ... apa nama kelompok pembunuh bayaran kalian?" Berta bertanya tanpa memandang ke arah para orang-orang yang siap melarikan diri itu.


Hal ini membuat kelompok pembunuh bayaran itu menelan ludah, kemudian satu persatu saling memandang dan mengangguk bersama.


Selepas itu, salah satu orang berbalik memandang ke arah Berta. Ia menunduk dan menjawab dengan rasa takut yang paling dalam.


"Kelompok Pembunuh Bayaran kami bernama, Atlas!"


Mendengar nama tersebut, Berta akhirnya mengerti. Atlas, sebuah kelompok pembunuh bayaran yang bernaung di Negara Timur. Kelompok ini besar dan kuat.


Namun, Berta sedikit mengerutkan keningnya karena tidak tahu mengapa orang dari Atlas mencari masalah dengan dirinya.


"Terima kasih atas informasinya, akan tetapi aku tidak berkata bahwa kalian bisa lolos begitu saja!"


Berta mengarahkan telapak tangan tepat di mana para anggota Atlas tersebut tengah berlari. Berbagai jarum kuku melayang di udara.


Berikutnya, jarum kuku melesat dengan cepat menembus jantung para anggota Atlas itu. Jarum tersebut tidak berhenti dan terus melubangi tubuh mereka.


Hal ini benar-benar membuat para anggota Atlas melebarkan matanya, kemudian jatuh terbaring mati di lantai. Darah mereka terus keluar membuat lantai kini berwarna merah.


Berta tidak memandang orang-orang tersebut, ia berbalik dan memandang ke arah lantai tiga, di mana ia bisa merasakan fluktuasi kekuatan yang begitu kuat.


"Menarik, ada orang kuat di atas. Namun, itu hanya sebatas beberapa fisik saja." Berta menggelengkan kepalanya, kemudian menyeringai dengan ringan.


Selepas itu, ia melangkah dengan santai. Tangga menuju ke lantai ketiga sedikit panjang, meski begitu Berta tidak kesulitan untuk naik.


Lantai tiga, dua pemimpin saling memandang. Mereka menatap ke arah abu yang berada di tangan salah satu dari mereka itu.

__ADS_1


"Back telah tiada. Kemungkinan hanya kita saja yang akan menghadapi lawan ini, Hack!" Satu pemimpin memandang ke arah tangga menuju ke lantai ketiga.


"Aku tahu, Rash." Salah satu pemimpin yang bernama Hack menjawab dengan nada berat. Jelas ia tidak rela akan kepergian rekan seperjuangannya tersebut.


Namun, karena ini merupakan tugas yang harus mereka lakukan. Ketiganya tidak ada pilihan lain selain menjalaninya.


"Sepertinya orang yang memiliki item kelas wilayah kedua ini, tidak mudah untuk dikalahkan!" Rash berkata dengan nada serius.


Hack mengangguk, kemudian kedua pemimpin kelompok itu saling berpikir bersama. Namun, tanpa mereka sadari. Sebuah jarum panjang mulai melesat dari tangga lantai ketiga.


"Shua Shua!" Siulan jarum tersebut terdengar jelas. Hal ini membuat para anggota kelompok tersadar, akan tetapi saat mereka menatap ke asal suara itu. Pemandangan mengerikan mulai terlihat dan tidak bisa mereka lupakan.


Barisan depan kelompok terbaring di lantai dengan berbagai lubang di tubuhnya. Ada juga anggota kelompok tersebut tertahan di udara.


Melihat pemandangan itu, satu persatu pembunuh bayaran memiliki ekspresi wajah terkejut. Namun, mereka segera bereaksi cepat dan bergegas gerak ke masing-masing arah.


"Kepung orang ini!" Berbagai anggota kelompok segera bergerak cepat.


Rash dan Hack memandang ke arah anggota yang terbantai tersebut. Mereka juga mulai melihat sosok yang menjadi lawannya itu.


Sosok lelaki dengan mata hitam dengan iris emas, terlihat di mata keduanya. Jelas hal ini membuat mereka berdua terkejut dan bingung, apa yang terjadi dengan mata mistis lawan.


Berta yang telah tiba di lantai tiga, ia disambut oleh berbagai anggota kelompok tersebut. Ia memandang ke sekitar dan tahu bahwa dirinya telah dikepung.


"Wah wah, aku tidak menyangka akan disambut begitu meriah." Berta tersenyum ringan, kemudian jarum-jarum kuku yang melayang mulai mendekat.


Berta yang melihat itu, mengulurkan tangan kanan ke arah jarum-jarum kuku tersebut. Detik selanjutnya, para kuku mulai menyatu dan membentuk sebuah pedang.


"Amplifikasi!" Suara Berta begitu jelas. Kemudian, ia memegang pedang dan mengayunkan ke bawah.


Kemampuan yang ditampilkan oleh Berta tersebut membuat semua orang mengerutkan keningnya. Jelas para kelompok Atlas tersebut terkejut karena baru pertama kalinya mereka melihat hal itu.


"Nah, mari kita menari."


To be Continued.

__ADS_1


__ADS_2