
Han Song benar-benar tertawa senang, dia tidak menyangka bahwa rencana pemusnahan Guika yang tengah dia rancang akhirnya akan terlaksana dalam beberapa hari kemudian.
Senyum di bibi merekah, dia kemudian berkata ringan. “Cyclops, waktunya untuk dirimu bangkit dan menghancurkan Negara Guika ini!”
Di sisi lain, tepatnya pintu masuk menuju ke bandara. Para perempuan tengah memandang daerah sekitar. Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa tidak ada jejak seseorang masuk sama sekali.
Hal ini tentu membuat mereka semua bingung dengan arah yang ingin dituju.
“Kita harus menyebar, jika satu arah saja. Kemungkinan sulit bagi kita untuk menemukan tempat Han Song ini berada!” Lilia berkata dengan nada jelas.
Para perempuan lain mengangguk, kemudian membagi tugas dengan satu arah dua atau tiga orang perempuan saja. Mereka berpencar dengan cepat, akan tetapi setiap arah yang mereka tuju itu. Terdapat orang-orang yang menjaga tempat tersebut.
Di sisi lain, Ryuto dan Rias yang tengah melesat ke area lapangan pesawat. Seketika berhenti dan mundur beberapa langkah.
“Boom!” Tepat saat pijakan mereka sebelumnya, ledakan keras terjadi dari dalam tanah. Hal ini membuat kedua orang itu sedikit menaikkan alisnya karena tidak menyangka ada bom di sana.
“Ranjau, ada seseorang yang memasang ranjau di sini. Kemungkinan besar, orang-orang yang berada di dalam, mendengar ledakan barusan.” Ryuto tersenyum tak berdaya, dia ingin masuk sembunyi-sembunyi. Namun, itu semua percuma.
Tepat saat asap ledakan menghilang, gerombolan pasukan bersenjata lengkap mulai muncul di sebelah utara. Mereka semua menatap lurus ke arah sumber ledakan itu.
Ryuto yang berada di dekat ledakan, mengamati pasukan tersebut. Dia dapat melihat bahwa mereka ada dua puluh orang.
“Kita bagi menjadi dua!” Ryuto berkata dengan tenang, dia yakin bahwa istrinya bisa mengatasi sepuluh orang dengan cepat.
Rias yang diberi tugas tersebut, mengangguk dengan senang. “Serahkan kepadaku, mereka tidaklah kuat.”
Rias meremehkan lawan. Namun, hal itu ialah fakta. Perempuan tersebut segera mengeluarkan energi miliknya. Hitam keemasan, terdapat percikan petir biru di sekitar tubuh perempuan itu.
“Bzzt!” Sengatan listrik terus terlihat di tubuh Rias. Kemudian, tanpa menunggu aba-aba. Dia segera melesat cepat ke arah para pasukan lawan tersebut.
Kecepatan Rias tentu tidak bisa dilihat. Hanya Ryuto yang dapat melihat kecepatan tersebut.
“Aku tidak menyangka bahwa kemampuan yang kuajarkan benar-benar bermanfaat seperti sekarang!” Ryuto menyeringai, kemudian dia mengalirkan energi padat ke dalam tubuhnya.
Seketika tubuhnya bersinar sebentar, kemudian terlihat Ryuto memiliki kulit sedikit lebih cerah dari biasanya. “Pelindung Guntur.”
__ADS_1
Dengan ucapan itu berakhir, percikan listrik biru semakin menjadi. Detik berikutnya, dia menghilang dari tempatnya berada.
Kedua pasangan itu, benar-benar tidak peduli dengan siapa lawannya itu. Mereka berdua sangat lincah, hanya beberapa menit dua puluh pasukan sudah selesai dibunuh.
Tangan mereka berdua sama sekali tidak berlumuran darah. Namun, rumput di lapangan semua sudah berubah menjadi merah.
“Mari kita lanjutkan perjalanan!” Ryuto berkata serius, sementara Rias mengangguk setuju. Kedua orang itu melanjutkan perjalanan menuju ke tempat pesawat yang sudah menjadi bangkai saja.
Tak butuh waktu lama, mereka berdua mendengar suara tangisan yang tak jauh dari tempat mereka berada itu. Keduanya segera mengikuti ke mana asal suara tersebut.
Hanya beberapa meter dari tempat sumber suara itu. Ryuto dan Rias, melihat adanya pesawat yang sudah rusak tepatnya di dalam hutan. Hal ini benar-benar membuat mereka terkejut.
“Kukira pesawat hancur ini akan diletakkan di suatu tempat yang cocok. Namun, aku tidak menyangka bahwa ini pesawat berada di hutan.” Rias berkata dengan nada rendah.
Ryuto yang mendengar itu mengangguk setuju, dia paling menghargai yang namanya barang lama. Dengan ditempatkan di tempat yang cocok, itu sama artinya seperti menghargai pemilik dari pesawat tersebut.
“Mari kita masuk, sepertinya kita akan mendapatkan informasi yang tepat atas insiden yang menimpa pesawat ini.” Ryuto berkata sambil berjalan masuk ke dalam pesawat.
Rias mengikuti dari belakang, perempuan itu memandang sekeliling dengan penuh rasa penasaran. Dia begitu semangat ketika berhubungan dengan hal-hal mistis.
Tepat saat mereka sudah tiba di kabin pesawat. Ryuto melihat adanya banyak arwah tengah duduk di lantai. Mereka semua terlihat seperti pengungsi pesawat jatuh.
“Kemungkinan, pihak bandara segera mengeluarkan kursi-kursi tersebut. Mereka mungkin melihat bahwa kursi itu masih bisa digunakan kembali. Sehingga lebih baik diambil dan dipakai ke pesawat lain atau dijual.”
Rias menjawab pertanyaan dari suaminya itu. Alasan yang dikatakan perempuan tersebut benar-benar membuat suaminya memahami situasi sekarang.
“Siapa kalian, mengapa kalian masuk kemari?” Seorang pria tua bertanya sambil memejamkan mata. Pria tua itu tepatnya berada di pintu masuk pesawat.
Ryuto dan Rias seketika berbalik, mereka melihat pria tua itu dengan ekspresi serius. Hal ini karena kedua orang tersebut sama sekali tidak merasakan kekuatan dan kehadiran lelaki tua itu.
“Mengapa kalian menatapku seperti itu?” Pria tua bertanya dengan nada rendah, kemudian berjalan mendekat ke arah Ryuto dan Rias. Hal ini membuat kedua orang tersebut menjadi waspada.
“Tidak perlu sewaspada itu. Aku hanya seorang manusia setengah arwah. Hal inilah mengapa kalian tidak bisa merasakan kehadiran dan kekuatan milikku.”
“Ras tertentu?” tebak Ryuto, dia mengingat bahwa di dunia pertama. Ada hal seperti itu dulu.
__ADS_1
“Bisa dibilang begitu, juga perkenalkan namaku ialah Clover Zamrud. Panggil saja aku Clover dan juga aku merupakan Haunted.”
Pria tua itu memperkenalkan dirinya. Kemudian, dia tiba di dekat para arwah yang tengah duduk di lantai. Selepas itu, pria tua tersebut perlahan duduk sambil bertanya kembali apa yang ditanyakan sebelumnya.
“Jadi, siapa kalian dan mengapa kalian pergi kemari?”
Ryuto dan Rias menghela nafas sebentar. Mereka berdua kemudian saling memandang, selepas itu mengangguk bersama dan Ryuto menjawab pertanyaan lelaki tua tersebut.
“Namaku Ryuto, aku datang kemari karena ingin mengecek sesuatu.”
Mendengar nama Ryuto, seketika pria tua bernama Clover itu melebarkan matanya. Dia gemetar dan berikutnya berbalik menatap ke arah lelaki tersebut.
“Kamu adalah Ryuto? Seorang lelaki yang mengalahkan Pemerintah?”
Ryuto yang mendengar pertanyaan itu, tentu tidak berbohong. Dia mengangguk setuju dan mengakuinya. “Ya, aku mengambil alih seluruh Negara Guika.”
“Jadi itu kamu,” ucap Pria tua dengan penuh rasa syukur. “Terima kasih banyak karena telah membunuh orang-orang pemerintah itu. Kehidupan di tempat ini, sengsara karena mereka.”
Ryuto dan Rias mengerutkan keningnya. Kemudian, lelaki tua itu tahu bahwa pasangan di depannya itu bingung, sehingga dia perlu menjelaskan mulai dari awal.
“Duduklah terlebih dahulu, akan aku ceritakan. Insiden sebenarnya dibalik pesawat ini.” Clover berkata penuh dengan perasaan serius dan sedih.
Tentu Ryuto dan Rias duduk di tempat sambil memandang ke arah Clover meminta penjelasan.
“Dahulu....”
***
Di sisi lain, para perempuan yang berada di dalam bandara mulai saling bertemu satu sama lain. Mereka akhirnya berkumpul di satu pintu yang terbuat dari besi.
“Jadi, inikah tempat yang dikatakan rahasia itu.” Yuna berkata sambil memandang ke arah sekitar.
“Bersiaplah, kita tidak tahu apakah monster yang diciptakan Han Song itu lemah ataupun kuat.” Shina berkata dengan lembut.
Senua perempuan mengangguk bersama, kemudian mereka menghela nafas sebentar, lalu Lilia dan Amy menendang keras pintu besi tersebut.
__ADS_1
“Boom!”
To be Continued.