System Rich : Authority

System Rich : Authority
Chapter 121 - Malam Panas 2


__ADS_3

Silakan Dibaca.


218+


Ryuto memandang ke arah dua perempuan di depannya. Ia menyeringai dan mulai mendekat, lalu meraih kedua gunung mereka berdua.


“Ahn!” Yui dan Yuka menge*rang bersama dan bagian bawah mereka mengeluarkan cairan air putih yang begitu deras. Jelas mereka telah keluar untuk ketiga kalinya.


Ryuto tidak berhenti di situ saja. Ia mulai mencium Yuna dan memainkan bagian bawah Yui dengan jari. Permainan Ryuto sangat lihai dan perlahan mulai menjadi cepat.


Detik selanjutnya, kedua perempuan itu sudah berada di puncak kembali. Namun, Ryuto tidak berhenti dan terus mempermainkan dengan cepat. Dua perempuan itu membuka dan menutup mata sebelum tubuhnya menegang.


“Ahhh!” semburan cairan air putih terus keluar membasahi ranjang. Namun, meski mereka sudah keluar. Ryuto tidak berhenti bahkan terus meningkatkan kecepatan.


Yui dan Yuka tersentak, mereka baru saja keluar dan disentuh dengan kecepatan yang lebih tinggi. Pikiran mereka menjadi kosong dan sekarang dipenuhi dengan kesenangan surgawi.


Tepat saat keduanya sudah berada di puncak. Ryuto segera menghentikan permainan. Ia menarik naga miliknya dan mengarahkan tepat ke arah bagian bawah Yuna.


Ryuto mendorong dengan keras, membuat Yuna melengkungkan punggungnya dan keluar tanpa disengaja. Ekspresinya kini benar-benar mirip seperti seseorang yang penuh akan mabuk cinta.


Yui sendiri tidak menganggur, akan tetapi di saat ia ingin bergerak mendekat. Ryuto segera mengarahkan jarinya menuju bagian bawah Yui dan mulai bermain dengan liar.


Yui tersentak dan ia segera menjadi kacau karena terus dipermainkan. Dirinya benar-benar kosong sekarang dan terus menikmati kesenangan yang diberikan oleh suaminya.


Tak butuh waktu lama, Ryuto yang sudah memasuki puncak mulai mempercepat dorongan. Tangan yang bermain dengan Yui segera ia lepas.


Ryuto mengangkat Yuka, ia mengarahkan istrinya tersebut tepat di depan cermin. Jelas hal ini membuat Yuka tahu ekspresi dirinya ketika tengah bermain.


Rasa malu terlintas di dirinya. Namun, perasaan nikmat mengalahkan rasa malu tersebut. Yuka semakin menge*rang dengan kencang dan Ryuto mengeluarkan segera.


“Keluar!”


Yuka menegang dan berikutnya ia lemas, kemudian berbaring di ranjang. Bagian bawahnya terus mengeluarkan lahar putih.


Ryuto sendiri tidak berhenti, ia segera memandang ke arah Yui. Namun, dirinya juga melihat ada empat tersisa. Keempat orang tersebut wajahnya memerah, benar-benar mabuk cinta.


Ryuto memahami keempat orang itu, akan tetapi ia segera meraih Yui dan membawanya ke arah dinding. Ia membuat perempuan itu menempel ke arah dinding.

__ADS_1


Selepas pose Yui telah dilakukan, Ryuto memasukkan naganya ke dalam bagian bawah perempuan itu. Hal ini membuat perempuan tersebut membuka matanya lebar.


Yui sedikit terkejut karena milik suaminya tersebut tambah besar daripada sebelumnya. Namun, ia segera menge*rang penuh kenikmatan dan tidak diizinkan untuk berpikir lebih jauh.


Ryuto terus melakukan dengan lihai, kedua tangannya tidak diam. Satu tangan memegang salah satu gunung kembar Yui. Sementara tangan lainnya, memegang kepala perempuan tersebut dan memutar ke samping, lalu ia menciumnya dengan ganas.


Permainan terus dilakukan, Yui benar-benar merasa berada di atas awan. Ia seketika merasakan bahwa diirnya sudah di ujung.


Ryuto menyadari hal itu, akan tetapi ia segera melepaskan naganya membuat keinginan Yui terhenti dan selanjutnya ia membalikkan tubuh perempuan tersebut.


Selepas itu, Ryuto mengangkat tubuh Yui dan memasukkan kembali naganya ke dalam bagian bawah perempuan tersebut.


“Dalam!” Yui meracau penuh kenikmatan. Ia tidak sengaja keluar dan bola matanya memutar. Kedua tangannya segera memeluk leher suaminya.


Ryuto mempercepat laju permainan, hal ini membuat Yui terus mende*sah kencang. Tepat saat keduanya sudah di ujung tanduk, Ryuto menekan tubuh Yui agar lebih dalam.


“Ahhh, Keluar!” Yui berteriak semangat, air liur terlihat di sudut mulutnya.


Ryuto yang melihat hal itu, segera menurunkan Yui, kemudian ia mengeluarkan naganya dan lahar putih keluar dari dalam bawah Yui tersebut.


Melihat masih tersisa enam orang, Ryuto benar-benar menikmati istrinya tersebut. Ia mendekat ke arah Sayoko dan berkata, “Bersihkan terlebih dahulu.”


Ryuto tidak menganggur, ia segera berbaring dan Sayoko memahami. Mereka melakukan pose enam sembilan, dengan semangat.


Sae dan Yuna mendekat, mereka segera memainkan kedua gunung kembar Sayoko. Hal ini membuat Sayoko tersentak dan ia mendongak.


Ryuto terus menghisap bagian bawah Sayoko, membuat perempuan itu meracau dan pikirannya segera kosong sebelum menegang mengeluarkan cairan putih.


Melihat bahwa Sayoko sudah siap, Ryuto segera memasukkan naganya dengan cara terbalik tanpa ada perubahan posisi.


Sae yang melihat hal itu, cukup terkejut. Namun perasaan itu menghilang ketika bagian bawahnya telah dimasukkan oleh jari-jari nakal milik suaminya.


“Ahn!” Sae menge*rang dan ia semakin mendekat ke arah suaminya. Hal ini membuat Ryuto semangat lebih dan terus mempercepat jari-jarinya.


Sayoko yang masih lambat, segera dipegang oleh Ryuto dan menekannya segera ke bawah. Hal ini membuat perempuan itu tersentak dan tubuhnya melengkung.


Ryuto memandang ke arah Yuna dan perempuan itu paham. Ia bergerak ke arah suaminya, kemudian duduk tepat di bagian wajah.

__ADS_1


Ryuto segera memainkan bagian bawah perempuan tersebut. Tiga suara berbeda, akan tetapi satu kenikmatan terus terdengar di ruangan.


Tak butuh waktu lama, Ryuto segera menekan Sayoko dengan kuat ke bawah. Kemudian ia mengeluarkan semburan air panas ke dalam bagian bawah perempuan itu.


“Ahhh!” Sayoko menegang, matanya terbuka dan selanjutnya ia bergetar dan jatuh berbaring di ranjang. Bagian bawahnya mengeluarkan cairan air putih layaknya air terjun.


Ryuto segera mengakhiri permainan jari di dalam Sae. Namun, akhiran yang ia lakukan adalah memasukkan lebih dalam jari-jemarinya tersebut.


Sae yang menerima perlakuan tangan Ryuto tidak tahan. Ia segera berteriak dengan keras dan semburan cairan air putih membasahi ranjang di bawahnya.


“Ahhhh!”


Ryuto yang telah membuat Sae tumbang, segera menekan Yuna ke bawah. Ia bangun dari tidurnya, kemudian mencium ganas istrinya itu.


Selepas itu, Ryuto memasukkan naganya dengan kasar ke arah bagian bawah Yuna. Hal ini membuat perempuan tersebut tersentak.


Yuna benar-benar terkejut, ia tidak menyangka mengapa saudari yang lain cepat pingsan, ternyata karena ukuran yang dimiliki Ryuto terlalu besar dan lebih dari sebelum-sebelumnya.


Ryuto memainkan dengan cepat. Hal ini membuat Yuna terus berteriak dan menge*rang tanpa henti. Suaranya memenuhi seluruh ruangan tersebut.


“Ahh, Ahh, Ahh!”


Tak butuh waktu lama, Yuna menepuk Ryuto. Hal ini membuat lelaki tersebut mempercepat laju permainan. Yuna yang merasakan tumbukan tersebut tidak tahan dan meracau.


“Ah, Enak! Sayang, lebih keras, lebih dalam! Aku akan keluar!”


Mendengar hal itu, Ryuto menjadi lebih semangat dan beberapa detik selanjutnya, ia segera menekan tubuhnya ke depan.


Yuna seketika melengkungkan punuggungnya. Kemudian, Ryuto mengeluarkan naganya dan memandang ke arah Sae, Shina, Sherena, Megu dan Rias.


“Yah sekarang tersisa kalian, dua orang yang belum pernah melakukan dan tiga orang yang masih sempit meski sudah melakukan hal itu.”


Ryuto menyeringai, ia kemudian perlahan-lahan mendekat. Dirinya ingin memperlakukan hal yang sama seperti yang lain di awal pertemuan.


Sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, sesuatu yang membuat kelima orang tersebut benar-benar tunduk di hadapan sang naga Ryuto.


Kelima perempuan itu, sedikit takut dan mereka lebih bersemangat. Lima perempuan juga ingin ditaklukkan seperti saudari baru lainnya.

__ADS_1


“Datanglah, Sayang!”


To be Continued.


__ADS_2